
Tok.
Tok
Tok
Nayra yang baru selesai ganti membukakan pintu
" Lagi sibuk ya Nay?"
" Ngga juga kak, ada apa? "
" Mmmm itu Nay boleh minta nomor hp Zahra nggak?" Ciko tampak ragu
" Boleh dong kak..... nanti aku kirim kontaknya ke kaka"
" Okey... aku tunggu Nay" Jawab Ciko dengan wajah bahagia
Nayra menggelengkan kepala melihat tingkah kakaknya yang terlihat berwibawah saat berada di luar rumah tapi ternyata saat jatuh cinta malah seperti anak labil.
Selesai mengirimkan nomor hp Zahra, Nayra menyalakan laptop dan mulai berselancar kedunia program dimana hanya Nayra yang mengerti.
Jika sudah asyik dengan dunianya Nayra akan melupakan waktu, dan 2 jam berlalu ia masih asyik disana dengan laptopnya.
Tok
Tok
Tok
" Nay...." Suara Cika akhirnya menghentikan Nayra. ia meng save kerjaannya kemudian mematikan laptop
" Ia Cik"
" Nay ikut ngga aku sama ayah mau nemuin bang Candra" ajak Cika
" Ngga deh Cik " Tolak Nayra
" Serius ngga mau ikut? bang Darel ngga ajak ketemuan?"
" Aku lagi banyak tugas Cik besok pagi harus segera di kumpulkan" Nayra sengaja mencari alasan agar tidak berdebat dengan Cika
" Ntar nyesal loh, bang Darel di ambil orang" Ujar Cika
Nayra hanya menaikan kedua bahunya tanda pasrah jika memang ada yang menginginkan Darel.
Cika yang tidak mau memaksa Nayra akhir berlalu pergi.
**
Markas penampungan tentara baru
" Maaf pak merepotkan" Ujar Candra yang tak enak hati melihat ayah Gio
" Ngga pa-pa...masukan ke mobil barang-barangnya" Balas ayah Gio
" Siap pak" Jawab Candra yang langsung memasukkan barang-barangnya ke bagasi.
" Hai Cika... " Sapa Darel
" Eeeeh ada bang Darel" Balas Cika dengan tersenyum manis
" Sendiri Cik?" Tanya Darel yang berharap ada Nayra disana
" Sama ayah bang... ayah lagi kedepan" Jawab Cika
" Kok Nayra ngga ikut Cik.... tadi katanya mau kamu ajak" Ujar Candra
__ADS_1
" Lagi banyak tugas katanya bang" Jawab Cika jujur
Darel yang mendengar alasan Nayra tidak ikut akhirnya pamit kembali ke barak.
Aku semakin penasaran padamu. Batin Darel
" Tenang aja bro Nayra mungkin memang lagi sibuk" Ujar Candra saat kembali ke barak
" Entahlah aku rasa dia memang berbeda dengan gadis pada umumnya"
" Sangat jauh berbeda" Sambung Candra
" Aku jadi penasaran" Balas Darel
Mereka lanjut membersihkan barak, dan bersiap untuk apel.
* *
" Nay, aku jemput ya"
^^^" Ra aku ake motor"^^^
" Okey sampai ketemu di kampus"
Nayra memasukan ponselnya ke dalam tas, mengambil kunci motornya di atas nakas kemudian menuruni tangga.
" Nay sarapan dulu"
" Tante aku sarapannya nanti di kampus aja ya, lagi buru-buru mau latihan sama teman-teman" Jawab Nayra
" Loh bukannya latihannya sama Ciko ya..? "
" Bukan tan, maksud Nayra latihan Voly"
" Ibu ketinggalan info ya..... Nayra itu pemain terbaik dikampusnya... kemarin saat lawan tim voly kampus Cika aja Timnya Nayra menang bu... " Cerita Cika dengan semangat
" Benar itu Nay.?" Tanya bu Fani
" Kamu emang jago Nay" Cela Cika ngga mau kalah
" Hahahaha ya ya Cik terserah kamu dah" Nayra tersenyum
" Bang..... ngga ke kampus Nayra" Goda Nayra saat melihat Ciko yang asyik sarapan
" Uhuk uhuk " Ciko tersedak mendengar ucapan Nayra
" Pelan-pelan kak makannya" Nayra menepuk pelan belakang Ciko
" Nayra pamit ya tante" Nayra mencium punggung tangan bu Fani
" Nay nanti k Ciko nyusul" Teriak Ciko saat Nayra hampir hilang di blakang pintu.
" Aku tunggu kak" Balas Nayra dan berlalu.
* * *
Selesai olahraga Nayra menghampiri Ciko dan Zahra, Seperti biasa Zahra selalu menunggu Nayra dengan minuman di tangannya. Nayra pamit membersihkan badannya kemudian mereka bertiga makan siang di tempat langganan mereka bercerita dan bercanda.
Zahra dan Ciko yang selalu digoda Nayra pasrah dan akhirnya terbiasa dengan kelakuan dan hobby baru Nayra itu.
" Kak aku pulang dluan ya sudah sore" Ujar Nayra
" Hati-hati Nay, jangan ngebut" Pesan Ciko
" Siiap kak.....jagain sahabatku awas ada yang culik"
" Nayyyyyyy" Seru Ciko dan Zahra bersamaan
__ADS_1
" Hahahhhahaha ia ia kak..... Ra aku dluan ya" Nayra berlalu pergi meninggalkan dua sejoli yang sedang kasmaran, ia tidak ingin berlama-lama menjadi obat nyamuk disana.
30 menit perjalanan Nay sampai di gerbang rumah.... Nayra membunyikan bel meminta dibukakan gerbang. Nayra menunggu lama baru gerbang dibukakan bibi....
" Loh bi..... mang udin kemana? " Tanya Nayra heran karna melihat bibi yang membuka gerbang
" Mang Udin lagi kluar beli mesin rumput non" Jawab bibi
" Oia bi" Nayra menarik gas motornya memarkirkan dihalaman depan, Nayra sengaja tidak memasukkan motornya di garasi karna ingin pergi ke minimarket nanti.
Tanpa Nayra sadari dirinya tengah menjadi pusat perhatian orang-orang di taman. Nayra membuka helm rambut yang hanya di gulung di dalam helm tadi terlepas dengam sempurna.
Nayra masuk ke dalam rumah, dan tidak melihat siapapun disana.
Pada kemana semuanya, tumben rumah sepi. Gumamnya
Nayra menuju kekamarnya, ia tidak sabar untuk berendam tubuhnya yang terasa lengket karna keringat. 30 menit Nayra sudah keluar dari kamar mandi, memilih atasan hoddie dengan celana jins pendek, dan mengikat rambutnya dengan asal sehingga ada beberapa helai yang terlepas dari ikatannya ia berencana akan ke minimarket karna ada yang lupa dibeli tadi
" Nay..." Sapa bu Fani
" Ia tan, pada kemana semua tan kok sepi?" Tanya Nayra
" Tuh lagi santai ditaman sebelah"
" Ooo Nayra pikir lagi keluar"
" Nay... bantu tante bawa minuman ya, tante bawa cemilan dan kue"
" Okey tan" Nayra menerima nampan yang berisi minuman dan gelas, bu fani mengikuti Nayra dari belakang
Saat mendekati taman Nayra sempat kaget melihat ada beberapa orang disana... mungkin tamu om Gio pikirnya.
" Baru pulang Nay?" Tanya om Gio
" Ia om, tadi dari kampus Nayra Zahra dan kak Ciko masih singga ke kafe" Jawab Nayra jujur
" Mana Ciko, kanapa belum sampai? " Tanya ayah Gio
" Tadi Kak Ciko masih di kafe sama Zahra om, Nayra pulang dluan" jelas Nayra, om Gio hanya menganggukan kepala mengerti.
" Hai Nay"
" Bang Candra...." Nayra baru menyadari ada Candra disana, dan siapa pria itu yang tengah asyik dengan ponselnya
" Mana oleh-olehnya bang" tlTagih Nayra
" Lupa Nay maaf sebongkah berliannya ketinggalan"
" Bang toyibnya aja kalo gitu bang" Balas Nayra dengan tawa
" Hahhhahha ntar yang ada nggak pulang-pulang dong Nay" Balas Candra yang membuat semua tertawa
Nayra penasaran dengan pria yang satunya sama skali tidak mengalihkan pandangannya dari ponsel ditangannya. Namun Nayra memilih tidak peduli karna ia pu tidak mengenal pria itu
" Om Nayra ke minimarket dulu ya...pamit Nayra"
" Hati-hati Nay, ingat jangan ngebut" Pesan bu Fani yang tahu kebiasaan ponakannya.
" Ia tan" Jawab Nayra singkat meninggalkan mereka berjalan ke halaman depan
*
*
*
*
__ADS_1
Makasih dukungannya teman-teman 😊😊
Jangan lupa tinggalin jejak dan vote ya 🙏🙏