Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 28


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Nayra yang mau keluar dari kamar, membuka pintu dan melihat Darel di depan kamarnya.


" Ia bang"


" Kamu sudah selesai? "


" Sudah bang"


" Boleh minta sesuatu ngga? " Tanya Darel


" Apa itu bang? "


" Buatkan abang nasi goreng" Pinta Darel


Nayra menarik tangan Darel ke dalam kamarnya, membawa Darel duduk di sofa. Ia berjalan keluar sebentar, dan kembali membawa sebuah kotak.


" Sakit? " Tanya Nayra mengoles obat di ujung bibir Darel yang luka akibat kelakuannya tadi.


" Tidak, lagian abang sudah biasa terluka" Jawab Darel menatap wajah Nayra yang sedang serius mengobati lukanya.


" Sudah bang, ayo Nayra buatkan nasi goreng" Ajak Nayra setelah selesai.


Darel berdiri mengikuti Nayra ke dapur, bibi yang melihat mereka berdua tersenyum ramah.


" Makasih ya bi" Nayra mengembalikan kotak obat yang tadi ia minta pada bibi.


" Sama-sama non, mau bibi masakan apa non?" Tanya bibi setelah menerima kotak obat dari Nayra.


" Ngga usah bi bang Darel mau nasi Goreng, biar Nayra yang buatkan" Ujar Nayra.


" Oia non, kalo gitu bibi pamit ya"


" Bi, kak Ciko sudah pulang? "


" Sudah non lagi mandi sepertinya"


" Oia bi, makasih"


" ia non" Bibi meninggalkan Nayra dan Darel di dapur.


Nayra mengikat rambutnya keatas dan mulai beraksi dengan bahan nasi goreng. Darel yang senang melihat Nayra saat memasak duduk menatap wajah Nayra yang sedang serius.


" Wah sepertinya ada yang enak malam ini" Ciko yang baru selesai mandi menghampiri Darel dan Nayra.


" Kak Ciko mau? biar Nayra buatkan sekalian. " Tanya Nayra.


" Mau dong Nay, kebetulan kakak lapar" Balas Ciko berjalan ke arah Nayra.

__ADS_1


" Okey kak" Jawab Nayra.


" Nay sama teh jahe boleh yah" Pinta Ciko


" Ia kak nanti Nay buatkan sekalian"


" Jahe mana Nay? biar abang yang buat" Tanya Darel


" Emang abang bisa? "


" Kamu lupa, itu minuman kesukaan abang" Jawab Darel dengan santai.


" Berarti kita seleranya sama ya bang" Timpal Ciko.


" Ia kak, aku emang suka teh jahe biar aku yang buatkan" Ucap Darel.


Darel mulai membuat teh jahe dan Nayra serius memasak nasi gorengnya. Ciko hanya melihat mereka berdua dengan tersenyum.


Tadi aja seperti Tom & Jerry, sekarang malah kompak. Gumam Ciko dalam hati.


Tiga puluh menit semuanya sudah selesai dan Nayra menyiapkan dimeja makan. Mereka bertiga menghbiskan makan malam mereka, Nayra terlihat senang karna nasi goreng buatannya habis tidak tersisa oleh Ciko dan Darel.


" Nay kapan-kapan kalo kak Ciko minta buatin lagi boleh yah? " Ujar Ciko selelah selesai makan.


" Ia kak" Jawab Nayra


" Non biar bibi yang beresin" Bibi mengambil piring dari tangan Nayra.


" Benar nggak pa-pa bi? " Tanya Nayra.


" Makasih ya bi" Balas Nayra


" Ia non"


Non Nayra hatimu itu terbuat dari apa? udah baik hati, cantik, sopan, ramah lagi. Batin bibi melihat Nayra.


Ciko, Darel dan Nayra berjalan keruangan keluarga untuk menonton. Rutinitas setelah selesai makan, ruang keluarga adalah tempat favorit mereka.


Ponsel Ciko berdering, saat melihat siapa yang menelpon. Ciko pamit pada Nayra dan Darel menuju kekamarnya.


" Ke taman ya, bosan tontonannya itu-itu saja" Ajak Darel, Nayra mengangguk kemudian berdiri mengikuti Darel.


" Sudah siap untuk besok" Tanya Darel setelah sampai taman samping rumah.


" Sudah bang" Jawab Nayra mantap.


" Nay......" Panggil Darel, ia menatap serius ke wajah Nayra.


" Ia"


" Berjanjilah satu hal" Suara Darel serius.


" Janji? " Nayra tidak mengerti.

__ADS_1


" Apapun yang terjadi nanti, seberat atau sebanyak apapun masalah nanti, berjanjilah kamu akan tetap bersamaku" Ucap Darel terus menatap wajah Nayra.


" Jika masalah selain orang ketiga dalam hubungan kita aku pasti bisa bertahan bang, tapi jika karna adanya orang ketiga akau tidak menjamin" Jawab Nayra.


" Kamu percayakan pada abang? "


" Tujuh puluh lima persen bang" Jawab Nayra


Darel terdiam mendengar jawaban Nayra.


Apa yang kurang dari diriku? apa sangat sulit bagimu untuk mencintaiku? Atau ini karma dari Tuhan karena telah menyakiti begitu banyak hati wanita. Batin Darel


" Sudah malam istirahatlah siapkan fisikmu untuk besok" Ujar Darel menarik tangan Nayra untuk kembali ke dalam rumah.


Nayra berdiri mengikuti Darel masuk kedalam rumah.


" Mimpi yang indah" Ujar Darel setelah sampai di dalam, Darel mencium puncak kepala Nayra.


" Abang Juga" Jawab Nayra membalas mengecup bibir Darel dengan cepat dan langsung berlari sebelum Darel sadar dengan kelakuannya.


Darel mematung, tidak menyangka Nayra akan menciumnya. Darel memegang bibirnya masih terasa bibir Nayra disana.


Kenapa sangat manis, apa tadi dia sedang makan permen? batin Darel masih memegang bibirnya berjalan menuju kamar.


Nayra bodoh bodoh, dasar gadis bodoh kenapa kamu lakukan itu? apa yang akan dia pikirkan tentang kamu nanti setelah kelakuan bodohmu itu. Nayra merutuk Dirinya sendiri di dalam kamar.


Malam ini Nayra terus membolak balik badannya di atas ranjang matanya belum bisa dipejamkan. Walaupun Nayra memaksa yang muncul malah ekpresi wajah Darel saat diciumnya tadi.


Nayra baru tertidur saat hampir tengah malam, matanya terpejam dan Nayra mulai menjelajahi alam mimpi yang membuatnya tersenyum. Entah apa yang menghiasi mimpinya sehingga membuatnya terus tersenyum.


keesokan harinya


Selesai sarapan Nayra pergi ke kolam memberi makan ikan, Nayra sengaja menghindari Darel. Kejadian semalam membuatnya malu berhadapan dengan Darel.


" Kosongkan pikiranmu untuk pertandingan sebentar. Jangan mengacau dengan pikiran yang aneh-aneh" Suara Darel membuat Nayra rasanya ingin melompat masuk ke dalam kolam.


" Bang.... itu, soal semalam..... "


" Lupakan jika itu mengganggumu, ingatlah nanti saat rindu sama abang" Ujar Darel sebelum Nayra menyelesaikan ucapannya. Nayra menggangguk memgerti.


" Sebentar abang antar, ngga pa-pakan? " Lanjut Darel


" Ia bang" Nayra melanjutkan memberi makan ikan.


*


*


*


*


Dukung terus ya teman-teman 😘😘

__ADS_1


Jangan lupa vote dan tinggalin jejak 😉😉


__ADS_2