Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 45


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Om Gio dan tante Fani menetapkan tanggal pertunangan Nayra dan Darel mengikuti waktu Darel saat bisa mendapatkan ijin dari kesatuannya untuk libur.


Nayra tidak menginginkan pesta ia hanya ingin keluarga dan kerabat dekatnya saja yang hadir, apalagi kedua orang tuanya pun tidak bisa hadir karena keadaan.


Saat sedang berjalan ke parkiran kampus Hp Nayra berdering tanda panggilan masuk.


Halo Nay


^^^Ia tan^^^


Kamu sudah selesai kuliahnya?


^^^Ia tan, ini baru mau pulang^^^


Okey, cepatlah pulang dan


hati-hati dijalan sayang.


^^^Ia tante^^^


Nayra mengakhiri panggilan.


Tumben tante Fani telpon, tidak seperti biasanya, apa terjadi sesuatu di rumah. Batin Nayra.


Nayra melajukan motornya menikmati sunset yang indah sepanjang jalan, langit sore dengan matahari yang hampir terbenam memanjakan matanya pantulan warna jingga yang sangat cantik.


Sesampainya di rumah Nayra memasukkan Motor ke garasi, sekilas Nayra melihat 2 buah mobil yang terparkir di depan rumah.


Apa sedang ada tamu di rumah. Batinnya


Nayra memilih berputar dan masuk dari pintu samping agar tidak mengganggu tamu omnya yang saat ini mungkin sedang berada di ruang tamu.


" Nay, sudah pulang?" Sambut bu Fani saat melihat ponakannya masuk lewat pintu samping taman.


"Ia tan, apa sedang ada acara tan?" Tanya Nayra.


" Ia tamu-tamu kamu dan Darel" Jawab bu Fani dengan tersenyum.


" Maksud tante?" Nayra tampak bingung mendengar ucapan tante Fani.


" Hari ini Darel datang untuk pertunangan kalian Nay" Jelas bu Fani pada Nayra.


" Tante serius?" Tanya Nayra lagi tidak yakin.


"Serius Nay" Jawab bu Fani


" Tapi tan, Nay tidak ada persiapan apapun, masa Nay seperti ini tunangannya" Nayra melihat tampilannya yang hanya mengenakan celana jeans, kaos yang di lapisi kemeja kebesaran di tubuhnya.


Bu Fani tersenyum geli melihat tingkah ponakannya yang polos.


" Nih Darel sudah Siapkan baju untukmu, Darel menyuruh tante memberikan ini pada kamu" bu Fani memberikan sebuah paper bag pada Nayra.


" Okey tan, Nay siap-siap dulu " Pamit Nayra.


" Nay " Panggil bu Fani sebelum Nayra menaiki tangga


" Sedikit make up di hari spesialmu bukan masalah besarkan?" Lanjut bu Fani


" Ia tan, Nay mengerti" Nayra menganggukan kepalanya paham apa yang di maksud sang tante.

__ADS_1


Selang beberapa waktu om Gio datang menghampiri bu Fani.


" Ma apa Nayra sudah pulang?" Tanya om Gio


" Sudah, dia lagi siap-siap. katakan pada Darel dan rekan-rekannya bersabarlah sebentar lagi" Jawab bu Fani yang sedang menyiapkan makanan di meja.


20 menit kemudian Nayra yang sudah siap melihat-lihat wajahnya di cermin, sambil mengoreksi riasannya.


Oke fix. Batinnya


Nayra Bejalan keluar dari kamar, kaget melihat Ciko dan Cika yang sedang berdiri depan pintu kamarnya.


" Kalian mengagetkan ku tau" Nayra menarik napasnya dalam-dalam selain gugup Ciko dan Cika hampir saja membuatnya pingsan karna kaget.


" Kami sudah pegal menunggu kamu dari tadi Nay" Balas Cika dengan senyum manisnya.


" Adikku hari ini tampak cantik skali" Puji Ciko yang melihat Nayra berbeda dari hari-hari biasanya.


" Apa kemarin-kemarin aku jelek kak?" Tanya Nayra cemberut tidak trima.


" Ya ya ya kemarin-kemarin juga cantik tapi hari ini cantiknya dilipat gandakan karena kamu sedikit lebih feminim" Balas Ciko menggandeng Tangan kanan Nayra.


Cika hanya tersenyum mendengar perdebatan kedua saudaranya itu, ikut menggandeng tangan kiri Nayra. Mengantarkan Nayra ke tempat acara.


" Apa kamu gugup Nay?" Tanya Cika saat merasakan tangan Nayra yang dingin.


"Sedikit Cik" Balas Nayra


" Tenanglah kakak akan tetap di sampingmu" Bisik Ciko saat mereka sampai di bawah tangga.


Nayra menganggukan kepalanya, mengeratkan genggaman tangannya pada Ciko dan Cika.


Cika melepaskan tangannya duduk di samping Ciko yang masih memegang tangan Nayra. Darel yang dari tadi duduk bersama rekan-rekannya berdiri dan duduk di sebelah Nayra.


Acara berlangsung dengan lancar dan penuh hikmat, Darel datang di dampingi oleh yang tertua dalam kesatuannya di karenakan mengingat orang tuanya yang tidak ada di tempat.


" Kamu boleh libur hari ini, besok sore apel pengecekan kamu sudah harus ada di markas" Ucap komandan Darel saat acara selesai dan akan pulang.


" Siap komandan. ijin terima kasih" Jawab Darel memberikan hormat.


" Baik-baiklah, kami tinggal" Balas komandan Darel.


"Siap Dan" Darel dan om Gio mengantar rekan-rekannya sampai ke halaman depan.


Setelah kepergian rekan-rekannya Darel dan om Gio kembali ke dalam, Darel membantu Ciko dan Candra yang sedang membereskan ruangan, Nayra yang sejak awal tidak nyaman dengan kebaya yang di pakainya sudah naik keatas untuk berganti.


Nayra kembali turun ke bawah setelah selesai.


" Nay, makan dulu" Tegur bu Fani.


" Ia tan" Jawab Nayra berjalan ke meja makan.


Ada Ciko dan Darel disana yang sedang makan karna sejak awal mereka berdua belum makan mereka menemani para tamu sepanjang acara tadi.


Nayra duduk di samping Darel dan ikut menikmati makanan yang ada, perutnya yang sejak tadi minta diisi membuatnya melahap makanan dengan semangat dan melupakan jika ada Darel di sampingnya.


Ciko hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Nayra yang kembali seperti semula, berbeda dengan beberapa jam lalu yang tampak anggun dan santun.


" Nay, pelan-pelan tidak akan ada yang merebut makananmu" Tegur Darel.

__ADS_1


Nayra mengabaikan omongan Darel karna sebenarnya ia sedang kesal kenapa acara hari ini Darel tidak memberitahunya sejak kemarin.


Darel yang merasa diabaikan oleh Nayra hanya bisa menarik napas.


Akan ada perdebatan panjang. Batin Darel


Rumah sudah mulai sepi, sepertinya orang rumah smuanya kelelahan mempersiapkan acara hari ini.


Tinggal Darel dan Nayra di ruang keluarga sekarang, mereka berdua saling adu tatapan tanpa ada yang ingin memulai terlebih dahulu.


" Eeehhhheeeemmmm " Darel sengaja berdehem mengalihkan perhatian Nayra yang seperti akan menelannya hidup-hidup.


" Keberangkatan penugasan di percepat Nay" Darel membuka pembicaraan.


" Maka dari itu aku sengaja menghubungi om Gio agar pertunangannya dilaksanakan hari ini, kebetulan komandanku punya waktu luang" Jelas Darel.


" Okey aku trima penjelasannya " Jawab Nayra.


" Kenapa kamu senyum- senyum?" Tanya Nayra melihat Darel yang senyam senyum tidak jelas menatapnya.


" Trima kasih....... kamu cantik hari ini" Darel menangkup kedua pipi Nayra.


" Memangnya kemarin aku jelek?" Balas Nayra dengan tatapan tajam.


" Cantik, kamu selalu cantik di mataku " Jawab Darel.


" Apa aku boleh menanyakan sesuatu? " Nayra kembali memasang wajah serius.


" Hhhhmmmmm apa?"


" Apa abang benar-benar mencintaiku? " Tanya Nayra.


" Kenapa kamu bertanya seperti itu? apa kamu masih belum percaya?" Darel balik bertanya pada Nayra.


" Tidak usah di jawab, tidak jadi nanya" Balas Nayra hendak berdiri meninggalkan Darel.


" Jika aku tak menyayangimu smua ini tidak akan terjadi Nay" Darel menarik Nayra kembali duduk di hadapannya.


Nayra menatap Darel mencari kejujuran di dalam mata Darel.


Cuuup


Sebuah Ciuman mendarat di bibir Nayra tanpa seijin yang punya.


Kebiasaan seenaknya nyosor sesuka hati. Batin Nayra yang tidak bisa berbuat apa-apa karna tindakan Darel.


*


*


*


*


Trima kasih yang selalu setia menanti πŸ™πŸ™


Tinggalin jejaknya ya dan jangan lupa. vote serta like nya readers ☺️☺️


Haiiiii smuanya ini novel terbaru aku, mampir ya smoga kalian menyukainya juga πŸ™πŸ™

__ADS_1



__ADS_2