Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 42


__ADS_3

Nayra menggeliatkan tubuhnya di bawah selimut, dengan mata yang baru di buka separuh.


Dimana ini, kenapa aku disini?


Dengan stengah kesadaran Nayra mengumpulkan kembali ingatannya dari semalam.


'Apa tidurmu nyenyak?"


Suara yang membuat Nayra hampir saja terjungkal dari tempat tidur saking kagetnya.


" Kkk....kenapa kamu ada disini?" Tanya Nayra sedikit panik melihat Darel yang berada 1 kamar dengannya.


" Apa kamu amnesia? semalam kamulah yang mengajakku tidur bersama" Jawab Darel Dengan memasang wajah polos sambil menaikan kedua alisnya yang tampak menyebalkan bagi Nayra


Buggghhhhh....... sebuah bantal mendarat dengan tidak sopannya tepat di wajah Darel


"Jangan bicara sembarangan jika tidak ingin ku patahkan kakimu" Balas Nayra sambil beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.


Dia pikir aku sama seperti wanita-wanita sialan itu yang menyerahkan diri mereka dengan gratisan. Nayra berngomel ria saat menyelesaikan ritual paginya.


Saat kluar Nayra tidak peduli dengan Darel yang masih memperhatikannya, Nayra merapikan tempat tidur yang dipakainya semalam kemudian keluar kamar untuk menemui kak Fara.


Melihat Nayra yang mengabaikannya Darel masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya sebelum menyusul Nayra keluar.


" Sudah bangun Nay?" Tegur Fara saat melihat Nayra menghampirinya di dapur


" Ia kak.....maaf untuk kejadian semalam kak" Nayra merasa tak enak hati tertidur tanpa menyapa sang pemilik rumah.


" Tak apa, Darel tidak menyakitimukan?" Tanya Fara


" Tidak kak, dia tidur di sofa" Jawab Nayra dengan wajah yang sudah berubah merah karna malu takut Fara berpikir yang macam-macam tentangnya & Darel.


Fara hanya tersenyum mendengar jawaban Nayra.


Nayra membantu Fara menyiapkan sarapan pagi, menatanya dimeja makan karena Fara sudah selesai memasak.


" Pagi kak " Sapa Darel sambil menarik kursi di samping Nayra.


' Makanlah, setelah itu antar Nayra pulang. jangan buat keluarganya cemas" Balas Fara


" Iya " Jawab Darel


Mereka Bertiga menghabiskan sarapan dengan suasana hening tanpa ada pembahasan apapun.


1 Jam kemudian.


Darel & Nayra sudah kembali rumah om Gio.


" Sudah pulang Nay? " Tanya bu Fani

__ADS_1


"Ia tan, maaf semalam ...."


"Nggak pa-pa Darel sudah ijin ke om Gio" Sela bu Fani tidak ingin ponakannya merasa bersalah.


Nayra balik melihat ke arah Darel yang memasang wajah datar tanpa ekpresi.


" Candra lagi di taman blakang Rel' Sambung bu Fani saat melihat Darel mencari-cari sesuatu dalam ruangan.


"Ia Tan aku permisi ke blakang " Jawab Darel, yang di angguki bu Fani.


Saat Darel berlalu bu Fani menatap lekat ke Nayra mencari adakah yang ingin disampaikan oleh ponakannya.


" Apa smuanya baik-baik saja Nay? "


" Ia tan, Nay rasa begitu. kedepannya entahlah Nay hanya akan mengikuti alur yang ada" Jawab Nayra


" Jangan terlalu dipikirkan kamu masih muda Nay" Balas bu Fani.


" Ia tan, Nay pamit ke kamar ya Tan mau mandi dulu"


" Iya.....istrahatlah, nanti bibi bangunkan saat makan siang" Bu Fani menyapu pelan pucuk kepala Nayra


" Makasih Tan" Jawab Nayra, kemudian berlalu menuju kamarnya.


Nayra yang baru mau membersihkan tubuhnya dihentikan karna dering handphone nya.


^^^Halo kak^^^


Nay, lagi sibuk?


^^^Tidak kak^^^


Gimana tidurnya semalam?


^^^Nyenyak kak^^^


Mau jelasin sekarang


atau nanti Nay?


^^^Mmmmmm^^^


Nanti juga ngga pa-pa


^^^Aku Pacaran sama Kak Darel^^^


^^^,..................................................^^^


^^^Kak........^^^

__ADS_1


Kamu serius?


^^^Ia kak^^^


Baiklah......


^^^Kakak tidak pa-pa?^^^


Ya ......


Jika suatu saat Darel melepaskanmu


ingatlahh aku selalu menunggumu.


^^^Jangan Menungguku kak^^^


Apa tidak akan pernah ada


kesempatan itu?


^^^Aku takut menyakiti kak Fabian^^^


Aku akan selalu menunggu.


Tuuuutttt tuuutttt.......


Fabian mematikan telpon. Membuat Nayra hanya bisa menarik napasnya dalam-dalam.


Nayra memilih melanjutkan untuk membersihkan tubuhnya yang sudah gerah.


Darel yang berada di taman belakang sedang duduk bersama Candra & Ciko.


" Sudah?" Tanya Candra


Darel yang paham maksud pertanyaan Candra hanya menganggukan kepalanya.


" Kak Ciko, aku ingin bertunangan dengan Nayra " Darel menyampaikan niat yang sudah di pikirkan secara matang sejak semalam.


" Sampaikan pada ayah dan ibu, biar mereka yang putuskan untuk menghubungi orang tua Nayra " Ciko menjawab dengan wajah yang serius, Ciko cukup paham apa yang sedang di alami oleh keduanya


" Baiklah, aku akan menemui om Gio & tante Fani " Balas Darel.


Suasana kembali hening ke tiga pria itu kembali tenggelam dengan pikiran dan kesibukan mereka masing-masing.


Hallo smuanya maaf baru update lagi ya,


Jangan lupa like & tinggalkan jejaknya buat author,,,, masukannya juga ya 🙏🙏🥰🥰


semangatin biar makin cepat updatenya 😁😁

__ADS_1


__ADS_2