Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 21


__ADS_3

Nayra dan Zhara tiba di mall, Nayra memarkirkan motornya, dan Zahra sedang menenang jantungnya.


" Baru segitu aja Ra"


" Nay kamu itu benaran cewe ya? "


" Kamu meragukan aku Ra? "


" Dimana-mana cewe kalo bawa motor pasti lebih tenang dari pada cowo.... kamu mah ngga ada sisi cewenya" Gerutu Zahra karna Nayra yang ngebut-ngebutan tadi.


" Ia ia ntar pulang aku ngga ngebut lagi" Janji Nayra


" Janji ya" Zahra memastikan.


" Ia.... ayooo" Nayra menarik tangan Zahra masuk ke dalam mall.


Nayra dan Zahra berkeliling mall bermain wahana game, sampai akhirnya merasa lapar.


" Ra, ayo cari makan" Ajak Nayra.


" Ayo, cacing dalam perutku sudah berjoget dari tadi"


Mereka memilih salah satu kafe yang ada dalam mall untuk menikmati makan siang.


" Boleh gabung? "


" Main muncul aja kaya jalangkung kak" Ketus Nayra yang kaget dengan kedatangan Ciko.


" Enak aja bilang kaka jalangkung"


" Ayo kak sini duduk, kita makan" Nayra berubah menjadi manis dengan tersenyum pada Ciko.


" Nay, aku tau apa yang ada di pikiranmu itu" Tebak Ciko melihat perubahan Nayra.


" Ahhh kak Ciko udah kaya peramal aja"


" Sendirian kak" Tanya Zahra.


" Ada sama yang lain, mereka lagi mutar-mutar" Jawab Ciko.


" Kaka ngga mau makan? " Tanya Nayra.


" Mau dong" Ciko memanggil seorang pelayan dan memesan makanan.


Ketika sedang asyik makan Cika, Candra dan Darel datang menghampiri meja mereka.


" Kak Ciko curang aaa, masa kita ditinggal" Protes Cika.


" Maaf Cik, habisnya kakak sudah sangat lapar" Jawab Ciko mencari alasan.


" Ayo sini gabung, pesan makanannya" Sambung Ciko mengajak Candra, Darel dan Cika.


Mereka bertiga duduk, Darel menarik kursi yang berada di samping Nayra, karena dari tadi Nayra asyik dengan makanannya tanpa peduli kehadiran mereka.


" Apa aku melakukan kesalahan? " Tanya Darel dengan suara hampir tidak terdengar.


Nayra berbalik melihat wajah Darel.


" Apa aku terlihat seperti orang yang lagi marah-marah? " Nayra menjawab pertanyaan Darel dengan balik bertanya.


Darel tidak menjawab, ia menatap mata Nayra tidak ia dapat kebohongan disana.


Jika tidak marah mengapa dia menghindariku?. Gumam Darel dalam hati.


Nayra memutuskan kontak matanya dengan Darel kembali menghabiskan makanannya. Sedangkan yang lain asyik bercerita.


" Maaf jika aku melakukan kesalahan" Bisik Darel lagi.


Nayra hanya diam, ia tidak ingin menanggapi ucapan Darel. Selesai acara makan-makan Ciko menuju ke kasir membayar tagihan.


" Nay kalian mau kemana? " Tanya Cika

__ADS_1


" Ngga kemana-kemana Cik, hanya pengen jalan-jalan saja" Jawab Nayra.


" Aku pinjam Zahra sebentar ya" Ciko menarik tangan Zahra menjauh dari yang lainnya.


" Nay temani aku cari make up ya" Ajak Cika.


" Sama mereka aja ya Cik, aku lagi ada urusan " Tolak Nayra yang ikut pergi.


Darel mengikuti Nayra, sebelum Nayra menjauh Darel menarik tangan Nayra.


" Aku ingin bicara"


" Bicaralah" Jawab Nayra


" Tidak disini" Darel membawa Nayra keluar dari mall.


" Kita mau kemana? " Tanya Nayra yang melihat mereka berjalan keluar dari mall.


Darel tidak menjawab ia terus memegang tangan Nayra, ketika sampai di taman yang bersebrangan dengan mall mereka duduk di sebuah bangku panjang yang berada di sana.


" Aku tahu Nay, kamu marah" Darel membuka pembicaraan


" Tidak ada alasan yang membuatku marah" Balas Nayra


" Tapi sikapmu yang mengatakan kamu marah"


Nayra terdiam, rasa sesak didadanya semakin sesak.


" Jika karna game semalam, aku punya alasan mengapa aku tidak menjawab pertanyaan Cika" Sambung Darel yang melihat Nayra diam.


" Terserah, bukan urusanku" Jawab Nayra datar


" Jika itu pertanyaan dari kamu maka aku pasti akan menjawab, aku hanya tidak suka orang lain mencari tahu tentang privasiku" Jelas Darel


Nayra menatap wajah Darel dan di balas tatapan yang hangat oleh Darel


" Percayalah aku mencintaimu" Ujar Darel


" Aku belum pernah mencintai lelaki lain selain ayah, aku tidak ingin bermain-main dengan hati jika pada akhirnya hanya akan menyakiti" Ucap Nayra


" Kita jalani bang" Jawab Nayra.


" Baiklah, kita kembali ke mall, takut di cari sama yang lain" Ajak Darel menggenggam tangan Nayra


Nayra mengikuti langkah Darel, suasana hatinya bimbang. Menurut Nayra, ia belum mencintai Darel tapi berhadapan dengan pria itu Nayra seperti terhipnotis dengan setiap kata-kata Darel. Pesona Darel membuat Nayra tidak berkutik.


" Berhentilah memakai celana yang belum selesai di jahit" Tegur Darel saat memasuki mall


" Aku suka" Jawab Nayra singkat


" Aku Tidak, jadi berhentilah membantah" Darel menatap Nayra


Dasar laki-laki pemaksa, belum jadi suamiku saja sudah banyak larangan. Batin Nayra


" Iya aku tahu" Jawab Nayra


Ponsel Nayra berdering, saat melihat layar ponsel ternyata panggilan dari Ciko.


" Ia kak"


^^^" Nay, Zahra biar kakak yang antar ya"^^^


" Oia kak"


^^^" Kamu hati-hati"^^^


" Siap kak" Nayra mengakhiri telpon


" Ada apa? " Tanya Darel


" Kak Ciko...katanya Zahra pulang bersamanya" jawab Nayra

__ADS_1


" Berarti kita pulang berdua" Tanya Darel senang di balas Nayra dengan anggukan.


" Kita pulang sekarang bang?" Tanya Nayra


" Sebentar lagi abang harus kembali ke markas " Darel melihat jam tangannya


" Oia bang, ya sudah ayo balik"


" Kamu ngga pa-pa? " Tanya Darel


" Ya ngga lah bang, masa Nayra harus marah abang pulang" Nayra tersenyum


" Jangan berikan senyum itu pada orang lain selain abang"


" Bang kalo larang tu yang masuk akal aja deh bang" Balas Nayra


" Sudah jangan membantah" Balas Darel, Nayra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya


1 Jam kemudian Nayra dan Darel sudah sampai di rumah, Ciko dan yang lainnya belum sampai.


" Bi..tante sama om kemana? " Tanya Nayra karena tidak melihat mobil tante Fani di garasi


" Tuan sama Ibu katanya lagi ke acara non, tapi bibi juga ngga tau acara apa" Jawab bibi


" Oia bi "


" Nay.... bisa buatkan abang telur goreng?" Tanya Darel


" Emang abang masih lapar? "


" Abang tadi tidak makan, hanya minum disana" Jawab Darel


Nayra baru sadar tadi hanya melihat Darel minum jus.


" Baiklah" Nayra bejalan ke arah dapur, membuka kulkas.


" Mau nasi goreng? " Tanya Nayra melihat ada beberapa sayuran dan sosis yang bisa di gunakan untuk nasi goreng.


" Boleh " Jawab Darel


Nayra mengikat rambutnya ke atas, membuat bumbu Nasi goreng dan mengiris beberapa sosis. Darel duduk di bangku melihat Nayra yang serius membuatkannya makanan, matanya tak beralih sedikitpun dari wajah Nayra.


20menit kemudian nasi goreng buatan Nayra selesai


" Ni bang" Nayra membawa ke meja makan dan duduk di samping Darel


" Makasih YANK" Ujar Darel


Nayra hanya tersenyum, mendengar kekasihnya memanggilnya dengan sebutan " Yank".


" Enaak" Puji Darel pada suapan pertama


" Benar bang" Tanya Nayra tidak percaya


" Ia serius enak " Darel membuat Nayra tersenyum puas.


" Kalo gitu habisin ya bang" Kata Nayra


" Pasti" Jawab Darel melanjutkan makannya


Nayra melihat Kekasihnya yang sedang menikmati nasi goreng buatannya.


Wajah itu, apa Tuhan sedang bahagia saat mengukirnya sehingga terlihat sangat tampan dan sempurna. Batin Nayra yang terus menatap Darel


*


*


*


*

__ADS_1


Mohon dukungannya ya teman-teman 🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak dan votenya. Makasih 😊😊


__ADS_2