
Sore ini gedung olahraga propinsi sudah ramai. Darel dan Nayra memasuki area parkir, setelah memarkirkan motor, Nayra dan Darel berjalan kedalam gedung.
" Nay" Vicki yang sudah datang dari tadi memanggil Nayra saat melihat Nayra masuk.
" Datang juga, aku kira kamu bakalan kabur" Ujar Nayra.
" Aku kangen liat kamu tampil" Vicki mengacak rambut Nayra.
" Kangen aku apa tandingnya hayoooo" Goda Nayra.
" Dua-duanya" Jawab Vicki.
Darel yang berada di belakang Nayra tidak suka melihat Vicki yang dekat dengan Nayra, apalagi Nayra yang terlihat sangat bahagia bersama Vicki.
" Ya sudah aku ke belakang ya mau pemanasan dulu" Ujar Nayra.
" Siip" Balas Vicki.
" Eeeehhhh awas ya kalo kabur sebelum aku selesai tanding" Ancam Nayra .
" Ngga lah Nay, aku duduk sebelah situ" Vicki menunjukkan tempat duduknya.
" Okey" Nayra pergi meninggal Vicki.
Satu jam berlalu pertandingan kali ini dimenangkan Nayra lagi, dan itu berarti Nayra masuk untuk final nanti. Vicki yang menunggu Nayra di pintu memberi selamat dan memeluk Nayra membuat Darel terbakar api cemburu.
" Oia Vic, kenalin ini bang Darel" Nayra mengenalkan Darel.
" Vicki"
" Darel" Darel menyambut tangan Vicki walaupun Darel menyembunyikan perasaannya namun Vicki tahu Darel sedang dibakar cemburu terlihat jelas diwajah Darel.
" Nay aku dluan ya" Pamit Vicki tidak ingin menjadi sumber masalah bagi sahabat dan kekasihnya.
" Kok buru-buru sehh,,, ketemu cewe yaaaa" Tebak Nayra.
" Nah itu tau" Vicki tersenyum.
" Awas kalo ngga kenalin sama aku" Ujar Nayra.
" Ia ia nanti aku kenalin" Balas Vicki
" Bang aku pamit ya" Sambung Vicki
" Hati-hati bro" Jawab Darel.
Vicki pergi meninggalkan mereka. Darel yang melihat Nayra kelelahan, menarik tangan Nayra ke parkiran dan melajukan motor pulang kerumah. Selama di atas motor tidak ada yang dibahas keduanya sama-sama diam, hingga tiba dirumah. Nayra melihat mobil Cika yang sudah terparkir di garasi.
Sepertinya cika sudah pulang, tapi mobil om Gio dan kak Ciko ngga ada, apa mereka belum sampai? Batin Nayra mengikuti Darel masuk ke rumah.
Saat mendekati ruang keluarga. Darel berbalik ke arah Nayra menarik tangan Nayra.
" Kkkeee" Belum selesai Nayra bicara Darel menutup mulut Nayra.
Nayra yang bingung dengan Darel melototkan matanya seakan bertanya " Mengapa". Darel yang mengerti tatapan Nayra memajukan wajah Nayra untuk melihat ke arah ruang keluarga.
"Jangan jadi penganggu kesenangan orang lain" Bisik Darel.
__ADS_1
Nayra hanya diam menunggu kapan adegan panas diruang keluarga itu selesai. Darel yang berdiri sangat dekat dengan Nayra mendekatkan wajahnya ke kepala Nayra menghirup aroma tubuh Nayra.
Gadis ini bukankah dia sedang berkeringat? kenapa aroma tubuhnya sangat menggoda. Batin Darel memperdalam mencium pundak Nayra.
Prang....
Darel menjatuhkan Kunci motor Nayra yang ada ditangannya, kemudian mengambilnya kembali dan berjalan masuk ke ruang keluarga.
" Baru pulang Nay" Tanya Cika sedikit gugup.
" Ia Cik, aku ke atas dulu ya mau mandi" Pamit Nayra. Cika hanya mengangguk.
"Bro aku juga mau membersihkan badanku dulu" Darel pergi meninggalkan Candra dan Cika.
Hampir saja aku tidak bisa mengendalikan diriku. Gumam Darel yang terbawa suasana tadi.
" Apa mereka melihat? " Tanya Candra
" Biarin bang, mereka sudah dewasa jadi bukan masalah yang besarkan, hanya ciuman" Jawab Cika santai.
Candra diam mendengar ucapan Cika, ya jika hanya Darel yang melihat tidak menjadi masalah, tapi ada Nayra disana itu yang dipikirkan Candra.
Satu jam kemudian Nayra sudah selesai dan turun kebawa. Darel, Candra dan Cika sedang menonton tv, Nayra menuju ke dapur karena perutnya yang sudah minta diisi dari tadi.
" Gimana non hasilnya tadi" Tanya bibi saat melihat Nayra.
" Menang dong bi" Jawab Nayra
" Wah selamat ya non, non Nayra emang T..O..P dah" Puji bibi.
" Bi, Nayra lapar" Nayra memegang perutnya.
Nayra duduk di meja makan menunggu bibi yang menyiapkan makanannya.
" Lapar ya" Tegur Darel yang mengikuti Nayra saat melewati ruang keluarga tadi.
" Hhhmmmm" Nayra mengangguk.
Darel menarik kursi disamping Nayra dan duduk, Darel. memainkan ujung rambut Nayra yang lembab karna baru selesai kramas tadi. Entahlah Darel seperti kecanduan pada aroma Nayra.
" Bang Darel temani non Nayra makan ya" Bibi datang membawa makanan untuk Nayra dan Darel.
" Ehhh iya bi... makasih" Jawab Darel.
" Makasih bi" Ucap Nayra dengan tersenyum.
" Ia non" Bibi meninggalkan Darel dan Nayra.
Nayra dan Darel menghabiskan makanan mereka, Darel membantu Nayra membereskan piring kotor, ia tahu kekasihnya sedang kelelahan.
" Abang belikan vitamin ya" Ucap Darel setelah selesai.
" Ngga usah bang, masih ada yang dari om Gio" Jawab Nayra
" Istrahatlah"
" Abang ngga mau Nayra temani? " Tanya Nayra.
__ADS_1
" Kamu nggak kecapean?" Darel kembali bertanya.
" Ini bukan pertamakali bang, apa aku terlibat selemah itu? " Darel tersenyum mendengar ucapan Nayra, menarik tangan Nayra ke taman.
" Kamu harus menjelaskan sesuatu" Ucap Darel saat sedang berjalan ke taman samping rumah.
" Jelasin apa bang" Tanya Nayra setelah mereka duduk.
" Apa sebenarnya hubunganmu sama Vicki" Selidik Darel
" Dia sahabatku bang dari jaman orok sampe setua ini" Jawab Nayra
" Sepertinya dia mencintaimu" Lanjut Darel.
" hahahaahaha...." Nayra tertawa mendengar ucapan Darel.
" Apanya yang lucu Nay, abang serius. Abang ini laki-laki-laki abang bisa lihat dari sikapnya ke kamu." Darel menatap Nayra yg masih tertawa.
" Abang dengar yah, Nayra sama Vicki itu udah seperti sodara ngga ada yang namanya cinta antara kami" Darel hanya diam mendengar penjelasan Nayra.
Semoga benar Nay, karena sebenarnya aku tidak suka melihat kamu dekat dengan laki-laki lain termasuk Vicki. Batin Darel
Mereka bercerita hingga waktu menunjukkan pukul 21:00 WIB Darel mengajak Nayra masuk untuk beristrahat.
" Nay gimana tadi hasilnya?" Tegur Candra saat Nayra masuk bersama Darel.
"Memuaskan bang"Jawab Nayra.
" Kapan lagi mainnya Nay" Tanya Candra.
" Lusa bang" Jawab Nayra.
Nayra yang ingin masuk ke kamarnya mengurungkan niatnya karena Candra yang sudah mengajaknya bicara. Darel yang melihat Nayra duduk ikut duduk dan nonton bersama.
Nayra mengambil remot, memindahkan ke saluran tv kesukaannya yaitu drama korea. Darel, Candra dan Ciko ikut menontonnya. Sampai pada sebuah adegan romantis Darel yang melihat Nayra sangat serius menatap layar tv menggeser duduk di samping Nayra.
" Jangan terlalu serius, apa kamu mau seperti itu" bisik Darel sangat pelan di telinga Nayra karna takut Cika dan Candra mendengarnya.
Nayra mengabaikan Darel karna bagi Nayra drama di tv lebih menarik dari pada ucapan konyol Darel, membuat Darel merasa kesal karna diabaikan.
" Teruslah menatap tv itu maka aku akan melakukan adegan itu padamu sekarang" Ucapan Darel membuat Nayra langsung menatapnya.
Darel tersenyum puas karena ancamannya berhasil.
" Sudah malam istirahatlah" Lanjut Darel
Nayra yang menganggap serius ucapan Darel langsung berdiri dan pergi tanpa pamit, karena takut Darel akan benar-benar melakukannya.
*
*
*
*
Maaf ya telat up teman-teman 🙏
__ADS_1
Terus semangitin aku ya 😁😁
hari ini up 2 episode deh 😉😉