
Dering ponsel Nayra membuat gadis itu terjaga dari tidurnya, dengan mata yang masih terpejam Nayra meraba-raba di atas nakas samping tempat tidurnya mencari benda pipih yang mengganggu mimpi indah.
Halo
^^^Sudah tidur sayang?^^^
Mmmmmm ia bang
^^^Abang hanya mau ngabarin^^^
^^^kalo abang sudah sampai^^^
Iya bang, sudah makan belum?
^^^Sudah sayang^^^
^^^ya sudah lanjutkan tidurnya^^^
^^^besok abang telpon lagi.^^^
Iya bang, abang juga istirahat
pasti cape kan beberapa hari
di dalam kapal.
^^^Iya......mimpi yang indah sayang^^^
Good night honey
have nice dream
Balas Nayra dan mengakhiri panggilan. Nayra mengembalikan ponselnya di atas nakas, kemudian menarik selimut dan kembali tertidur, ada senyum kecil yang menghiasi bibir kecil itu sebagai pengantar tidurnya lagi malam ini.
Aku mencintaimu Darel. Batin Nayra
Di sebrang sana Darel menatap ponsel miliknya melihat senyum manis, sang kekasih yang berada dalam layar depan ponselnya.
Bersabarlah. Batin Darel.
Sebulan berlalu setelah keberangkatan Darel dalam menjalani panggilan tugas. Nayra kembali sibuk dengan kegiatan kuliahnya, targetnya menghabiskan kuliah lebih cepat membuatnya harus dua kali lebih aktif dari mahasiswa pada umumnya.
" Gimana SP yang kamu ambil Nay?" Tanya Zahra saat mereka berdua sedang duduk menikmati makan siang di sebuah restoran.
" Aman Ra, Doa'in tahun depan aku bisa tuntas smuanya" Balas Nayra.
" Amin., amin....." Balas Zahra.
" Masih ada jam kuliah Ra sebentar" Tanya Nayra.
" Ngga aku hanya dua mata kuliah tadi" Jawab Zahra menghabiskan minuman di gelasnya.
" Main ke pantai yu liat sunset" Ajak Nayra yang sedikit merasa jenuh karna aktifitasnya yang padat minggu ini.
__ADS_1
" Boleh, kalau gitu agak sorean dikit masih panas Nay, kita nongkrong bentar disini" Jawab Zahra.
" Okey" Balas Nayra, kemudian mengeluarkan ponselnya membuka akun media sosialnya sekedar untuk melihat-lihat.
Nayra membuka nontifikasi permintaan pertemanan di menu pemberitahuan.
Darel?. Batin Nayra
Saat melihat nama yang ada disana, Nayra penasaran mengklik untuk membuka profilnya. Ya benar itu kekasihnya, ada beberapa foto yang baru di upload beberapa jam lalu. Nayra mengkonfirmasi permintaan pertemanan itu sambil tersenyum.
Nay juga membuka beberapa komentar yang ada di bawah foto yang di upload oleh Darel, dan sebagian besarnya adalah akun gadis-gadis cantik. Ada beberapa komen juga dari orang-orang yang sekampung sama Darel.
Zahra juga sama seperti Nayra yang sedang membuka akun sosial medianya. Mereka berdua berselancar ke dunia maya dan mengabaikan keadaan di sekitar mereka untuk sesaat.
Matahari yang tadinya sangat terik mulai mengurangi panasnya, perlahan mulai bersembunyi dibalik awan.
" Jalan sekarang yu Nay" Ajak Zahra saat melihat jam ditangannya.
" Ayo" Jawab Nayra, beranjak dari duduknya diikuti oleh Zahra.
Hanya butuh waktu dua puluh menit ke pantai dari restoran tadi, Nayra dan Zahra sekarang sedang memarkirkan kendaraan mereka ditempat yang aman.
" Titip ya kak" Ujar Nayra pada seorang tukang parkir yang berada di area parkiran.
" Siip non, aman" Si tukang parkir mengangkat jempolnya kearah Nayra dan Zahra.
Nayra dan Zahra berjalan perlahan menuju ke pinggiran pantai, sore ini keadaan pantai ramai banyak yang datang sekedar bermain, ada yang berkencan dan ada juga yang datang bersama keluarga hanya sekedar menghabiskan waktu weekend.
Mereka duduk di pinggir pantai, pasirnya yang bersih membuat nyaman bagi setiap pengunjung yang datang untuk bermain, Nayra memandang jauh kedalam laut lepas yang dihiasi matahari yang tinggal sebagian, pantulan warna yang di pancarkan begitu indah memanjakan matanya.
" Gimana rasanya LDR Nay?" Tanya Zahra.
" Biasa aja seperti kemarin-kemarin Ra" Jawab Nayra.
" Masa sama seh Nay, ya bedalah. Kalian dipisahkan oleh pulau dan lautan" Ujar Zahra yang sok puitis.
" Bedanya ya tempat Ra, dia di sana aku disini" Balas Nayra.
" Perasaan kamu Nay, perasaan kamu yang aku tanya" Ujar Zahra kesal karna sahabatnya itu terlalu santai dalam menjalani hubungan.
" Perasaan......... ya biasa aja Ra, masa aku harus nangis karna jarak, ngga lucu tahu" Jawab Nayra lagi dengan pandangan masih ke arah laut lepas.
Zahra yang malas melanjutkan perdebatan itu akhirnya diam dan mengikuti Nayra menikmati sunset.
Nayra merebahkan tubuhnya perlahan di atas pasir memandang ke langit dan perlahan memejamkan matanya. Entah mengapa hatinya sedikit merasa berbeda saat ini.
" Ra apa kamu yakin aku mampu bertahan dengan hubungan ku dan bang Darel" Ujarnya.
" Semua tergantung kamu Nay dan keputusannya ada sama kamu" Balas Zahra
" Jika suatu saat aku lelah" Lanjut Nayra lagi.
" Lelah itu manusiawi Nay, dalam sebuah hubungan itu wajar menurutku. Kembali lagi pada kamu bisa ngga mengatasi lelahmu kemudian kembali dengan kepercayaan semua akan lebih baik lagi " Nasehat Zahra.
__ADS_1
" Aku takut Ra" Ujar Nayra.
Zahra terdiam sesaat mendengar ucapan sahabatnya.
" Aku takut terluka" Lanjut Nayra.
" Nikmati lukanya Nay bahkan sakitnya harus kamu rasakan karna itu bagian dari luka, nikmati semua itu sampai saat dimana kamu mulai bosan dan bisa berteman dengan sakit itu maka saat itulah kami harus pergi karna tidak ada lagi cinta yang tersisa didalam hatimu" Balas Zahra panjang lebar.
" Bagaimana jika aku tidak sanggup pergi" Ujar Nayra.
" Pilihannya bertahan dan terus menikmati lukanya, jika kamu tidak bisa pergi berarti kamu masih mau menjalani dan meninggalkan bukanlah pilihan terbaik karena akan butuh waktu yang lama untuk mengobatinya bahkan mungkin seumur hidup" Balas Zahra.
Nayra menghirup dalam-dalam aroma lautan kemudian menghembuskan melepas perasaan aneh yang sejak tadi muncul dalam hatinya. Nayra berusaha menepis segala prasangka yang tiba-tiba muncul.
Zahra membiarkan Nayra tenggelam dalam perasaan dan pikirannya, ia tahu jika saat ini sebenarnya Nayra sedang galau, hanya karna gadis ini pintar menyembunyikan perasaannya jadi orang akan mengira dia baik-baik saja.
Mentari sudah tenggelam sepenuhnya, warna jingga di langit sudah berganti dengan gelapnya malam.
" Pulang sekarang" Ucap Nayra perlahan bangun dari atas pasir.
" Sudah merasa lebih baik?" Tanya Zahra memastikan keadaan sahabatnya.
Nayra menganggukan kepalanya tanda kalau dia baik-baik saja. Zahra ikut bangun, dan mereka kembali ke tempat kendaraan yang mereka parkir tadi.
" Besok aku main ke rumahmu ya" Ujar Zahra.
" Benar ya aku tunggu Ra" Jawab Nayra.
" Okey, bye. ingat jangan ngebut-ngebut" Zahra memperingatkan Nayra sebelum menjalankan mobilnya.
" Ia Ra, hati-hati" Balas Nayra melambaikan tangannya.
Nayra melajukan motornya dengan kecepatan seperti biasanya ia sedang ingin menguji adrenalin nya saat ini.
Dan benar saja dalam waktu sepuluh menit ia sudah masuk ke dalam garasi memarkirkan motornya.
*
*
*
*
*
Terima kasih buat semua dukungannya readrs 🙏🙏
Mana semangatnya buat author? 😁😁😁😁
Daaannnn untuk semua pembaca setia Darel dan Nayra mampir ke novel terbaru author yuuuuuukkkk
👇👇
__ADS_1