
Hari sabtu adalah hari ektra buat seluruh mahasiswa di kampus Nayra, mereka mengisi dengan berolahraga. Pagi ini Nayra dan Zahra sudah ada di kampus sejak pukul 07 memakai baju olahraga, mereka berdua hanya sekedar berjalan santai memutari lapangan olahraga. setelah beberapa kali berputar akhirnya mereka duduk di tempat duduk pinggir lapangan sambil melihat pertandingan voly yang seru pertandingan antara kakak semeseter.
" Mahasiswa putri semester 1 segera merapat ke lapangan voly" Pengunguman lewat pembesar suara
Semua mashasiswi baru berjalan ke lapangan voly termasuk Zahra dan Nayra
" Siapa yang bisa main voly? " Tanya seorang dosen
Enam orang mahasiswi mengangkat tangan
" Baiklah kalian akan melawan anak-anak semester 5" Kata pak dosen
Lifrik di tiup pertandingan mulai seru saat Nia (semester 1) melakukan spike pertama dengan keras. berjalan 5 menit pertandingan berhenti karna Rara (semester 1) terkilir saat pendaratan yang tidak stabil selesai melakukan spike
" Kamu gantikan Rara" Ucap salah satu senior semester 5 menunjuk Nayra
" Nay....tamatlah riwayat kita aku ngga bisa mukul bola Nay" Zahra berbisik
" Bolanyakan bulat Ra tinggal dipukul aja selesai" Jawab Nayra dengan santainya sambil mengikat rambutnya ke atas
" Minum" Tawar Zahra pada Rara saat duduk di sampingnya
" Makasih ya" Jawab Rara menerima minuman dari Zahra
Mereka akhirnya lanjut menonton pertandingan voly yang sudah ada Nayra disana, Zahra takut Nayra akan kena pukulan bola yang keras dari seniornya. Ia terlihat begitu gugup, berbeda dengan Zahra....Nayra terlihat begitu tenang menunggu bola serven dari sebelah.
Bola yang memang sengaja diarahkan oleh seniornya kearah Nayra berhasil di terima oleh Nayra yang berada di posisi kiri depan, toser mengembalikan bola pada Nayra untuk melakukan smash, Nayra yang sudah siap... menyelesaikan bola pertamanya dengan tajam yang hampir menyambar kepala salah satu senior jika tidak disilih dengan cepat.
Sorakan dari penonton semakin keras menarik perhatian semua yang berada di lapangan untuk menonton. Zahra lagi-lagi di buat melotot oleh Nayra saat Nayra mengedipkan mata kearahnya
Dasar cewe jadi-jadian kenapa ngga bilang kalo dia jago voly jadi aku ngga perlu sekhawatir ini. Batin Zahra merasa lega bercampur kesal
" Waaooooww Nayra ternyata jago" Ucap Rara
" Ia..... dia selalu begitu" Jawab Zahra dengan senyuman yang tak lepas di wajahnya
Nayra melakukan beberapa kali smash yang mendarat dengan mulus, membuat beberapa seniornya geram karna bola Nayra yang tak bisa di trima. hampir 2jam kemudian pertandingan selesai, Nayra yang penuh keringat berjalan ke arah Zahra
" Nih minum..... " Zahra memberikan botol minuman kemasan pada Nayra
Nayra menghabiskannya dalam sekejap.
" Haus bangat ya Nay, mau lagi? " Tawar Zahra
" Emang masih ada?"
" Ada dong ni.... "
Kali ini Nayra minum dengan perlahan
" Kamu kenapa ngga bilang seh kalo jago voly, aku hampir jantungan takut kamu kena smash"
" Kamukan ngga nanya Ra.... " Jawab Nayra
" Ia juga ya" Nayra menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Tapi kamu hebat Nay, kamu liat mereka ngga bisa terima bola smash dari kamu" Ujar Nayra dengan semangat
" Iya iya sahabat kamu ini memang jago, sampai jadi idola tumpukan pria disano noh"
" Kak Damaaaarrr........ kaget tauuuu, munculnya kaya hantu aja" Zahra yang kaget memarahi Damar dengan wajah yang kesal
" Maaf Ra.... kamunya yang terlalu serius sampe ngga sadar aku sudah sejak 1 jam yang lalu disini"
" Masaa sih? " Tanya Zahra tidak percaya
" Tanya aja sama Nayra"
" Benar Nay?"
" Seserius itukah kamu nonton sampai ngga sadar?" Tanya Nayra yang tahu Damar sudah berada di belakang Zahra sejak ia datang tadi.
__ADS_1
" Hehehheee maaf kak" Ujar Zahra salah tingkah
" Kenapa ngga masuk ke tim voly kampus aja Nay? " Tanya Damar
" Kakak bisa aja, aku mana bisa" Jawab Nayra merendah
" Serius Nay, percaya deh pasti kamu akan di tarik memperkuat tim voly putri"
" Kaka becanda ya" Ujar Nayra acuh
" Kalo aku pasti mau kak" Ucap Zahra dengan PeDenya
" Boleh, kamu bagian milih bola" Jawab Damar membuat Nayra tertawa terbahak-bahak
" Kak Daaaaamaaaaaarrrrrr" Teriak Zahra kesal
Dibalas dengan senyuman tak berdosa oleh Damar
"Maaf Ra.... ayo aku traktir, pasti pada lapar kan? "
" Ayooooo" Jawab Zahra dengan semangat
" Giliran traktiran ajaaa jawabnya semangat" Nayra mencibir
" Udahlah Nay, ayo aku lapar tadi blum sempat sarapan" Rengek Zahra
Mereka bertiga berjalan ke kantin, kantin tidak terlalu ramai seperti biasanya
" Ra pesan apa? Nay? biar skalian" Tanya Damar
" Aku bakso jumbo sama es teh ya kak" Jawab Zahra
" Aku bakso jumbo juga boleh kak? " Tanya Nayra
" Bolehlah Nay...."
" Okey m'ksh kak. minumx nanti aku ambil deh kak" Balas Nayra
" Aku ke belakang sebentar ya, kebelet" Kata Damar setelah selesai makan
" Kak, awas loh kalo kabur" Ketus Zahra
" Enak ajaa emang aku cowo apaaan, main kabur aja" Balas Damar sambil berlalu pergi.
" Uuuppppssss"
" Ssiiiiitttt" Nayra mengangkat muka melihat siapa yang telah menumpahkan minuman ke arahnya
" Maaf ngga sengaja" Pernyataan tanpa beban dan terkesan mengejek
" Ngga pa-pa" Nayra tersenyum dan melanjutkan makannya. Zahra yang ingin berdiri langsung di tahan Nayra untuk kembali duduk.
" Aaaaawwww.........skali lagi maaf ya"
Nayra menekan amarahnya sebisa mungkin saat makannya di penuhi dengan air dan tidak layak lagi untuk dimakan
" Aku sudah kenyang kak ga pa-pa" Nayra kembali tersenyum
" Ooooo yaaa"
" Ra... ayo katanya mau ke toko buku" Ajak Nayra,
Zahra yang mengerti maksud Nayra langsung berdiri, walaupun dirinya tidak pernah mengajak Nayra ke toko buku.
" Dasar wanita murahan, di bayar berapa kalian sama Damar?"
Zahra yang kaget dengan teriakan itu spontan menghentikan langkahnya,berbalik berjalan ke arah wanita yang meneriakinya dan Nayra
" Jadi kamu sering di pake ya? jika itu dirimu jangan pernah samakan aku dan sahabatku seperti dirimu. MENJIJIKAN" Zahra menekan kata terakhir membalas hinaan mereka.
" Sialan.... lancang skali mulutmu" Tangannya melayang ingin menampar Zahra
__ADS_1
" Nayraaaaaaaa" Teriak Zahra menutup mukanya......
menunggu beberapa detik tidak ada tangan yang mendarat ke pipinya. Zahra membuka matanya dan melihat melalui cela jari yang masih menempel di wajah cantiknya, tangan kaka seniornya yang berada di genggaman Nayra.
" Jangan pernah sentuh sahabatku dengan tangan kotormu" Ucap Nayra menghempaskan tangan seniornya
" Cuuuiiiiihhhhh dasar j****g, akan ku habisi kamu karna berani merebut Damar" Makinya
Plaakkkk
Sebuah tamparan mendarat dengan sempurna dipipi wanita itu.
" Jika j****g sebenarnya adalah kamu jangan pernah mengatakannya pada orang lain, jaga mulutmu atau akan aku robek jika sampai kamu menyebutku dengan kata itu" Suara Nayra terdengar dingin membuat semua yang disana membeku,dengan sikapnya. Zahra yang tahu Nayra sedang benar-benar marah memilih diam.
Untuk pertama kalinya Nayra di panggil J****g oleh orang yang sama skali tidak ia kenal, membuat amarah yang ditahan dari tadi akhirnya meledak.
" Ada apa ini?" Tanya Damar yang baru datang
" Jaga baik-baik wanitamu kak, katakan padanya jangan pernah mengusik kami" Ujar Nayra dingin. Ia berjalan ke arah kasir membayar makan yang mereka pesan tadi.
" Nay kan aku yang traktir" Ucap Damar
" Simpan uangmu, mungkin mereka lebih membutuhkan perhatian dan traktiran darimu" Ujar Nayra dengan senyum mengejek ke arah mereka.
Damar yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya pasrah, dengan menatap tajam ke arah Meta dan gengnya
" Ra kamu mau jadi penunggu kantin" Lanjut Nayra yang melihat Zahra berdiri seperti patung dari tadi
" Eee.... ee....ee Nay aku ikut" Teriak Zahra yang langsung berlari mengejar Nayra.
" Nay... " Panggil Zahra setelah keluar dari kantin
" Mmmmmm" Sahut Nayra pendek
" Maaf aku tadi teriak nama kamu, aku ngga bisa menjaga emosiku" Ucap Zahra menyesal
" Tanpa kamu teriakpun aku memang ingin memberi mereka pelajaran Ra" Jawab Nayra
Nayra menghembuskan nafasnya dalam....
" Ra sejak kecil aku tidak pernah mendengarkan kata j****g, apalagi itu tujukan untuk diriku" Ujar Nayra
" Apa salah kita berdua sampai mereka begitu kasar ada kita? " Tanya Zahra
" Damar... gadis itu menyukai kak Damar dan cemburu melihat kedekatan kita dengan kak Damar" Jawab Nayra
" Nay...... "
" Ya Ra.... "
" Aku masih lapar" Zahra membuat Nayra tertawa, dan melupakan sakit hatinya.
" Kita makan diluar saja ya, aku sudah tidak berselera makan dikantin" Ajak Nayra
" Okey.... ayo" Mereka menuju kemobil Zahra dan memilih-milih kafe yang akan mereka datangi.
Nayra tidak membawa motornya karna Zahra yang sudah menjemputnya tadi pagi-pagi skali. setelah sampai dikafe mereka memesan makanan kesukaan mereka berdua dan menghabiskannya tanpa tersisa.
Selesai menghabiskan waktu mereka berdua akhirnya pulang. Zahra mengantarkan Nayra pulang kemudian kembali ke rumahnya.
*
*
*
*
Mohon dukungannya ya teman-teman 😊😊🙏🙏
Jangan lupa Vote ya 🙏
__ADS_1