
Darel dan Candra sudah kembali ke markas, keadaan rumah kembali sepi. Smua kembali sibuk dengan aktivitasnya.
Hari-hari berlalu.
Nayra yang saat ini sedang duduk dalam kamar memandang ke luar jendela, melihat dedaunan yang basah karna air hujan, suasana yang membuat hatinya merindukan ayah & ibunya.
Satu tahun, apa kami bisa bertahan dan menjalani hubungan ini? Batin Nayra saat matanya melihat cin-cin yang melingkar di jari manisnya.
" Nay...... Nay...... " Suara Cika terdengar dari luar kamar.
Nayra beranjak dari duduknya membukakan pintu untuk Cika.
" Aku masuk ya" Ujar Cika kemudian berjalan melewati Nayra masuk ke dalam.
" Apa terjadi sesuatu Cik?" Tanya Nayra saat melihat Cika yang sudah rebahan di atas tempat tidurnya.
" Hari ini bang Candra dan bang Darel berangkat tugas Nay" Jawab Cika dengan wajah yang ditekuk.
" Lalu?" Tanya Nayra lagi.
" Nayrrraaaa....... Kamu kenapa sih nggak peka banget jadi cewe" Balas Cika lagi
" Bukannya itu sudah di kasih tau dari jauh-jauh hari Cik, jadi jangan mulai deh Cik" Ujar Nayra yang tahu jika sepupunya itu sedang galau berat karena akan ditinggal.
Sebenarnya ada perasaan tidak rela berpisah dari Darel dalam hati Nayra tapi ia menepisnya dan berusaha tetap terlihat baik-baik saja. Nanti juga akan terbiasa dan Nayra akan menyibukan diri dengan cepat menyelesaikan kuliahnya sesuai rencananya.
" Aku mau tidur, bangunkan aku jika kamu mau mengajakku jalan-jalan Nay" Ujar Cika menutup matanya.
Dasar gadis ini bilang saja ingin mengajak ku keluar kenapa harus berbelit-belit. Batin Nayra melihat tingkah Cika.
Nayra berjalan ke lemarinya mengganti baju kaos dan jeans andalannya.
" Cepat bangun jika tidak mau ku tinggal" Ujar Nayra berjalan keluar kamar.
Cika yang mendengar itu melompat kegirangan turun dari tempat tidur dan berlari mengejar Nayra yang sudah menuruni tangga.
" Kita jalan-jalan, belanja, dan skalian makan di luar ya Nay aku bosan di rumah" Cika menggandeng tangan Nayra dengan semangat.
" Tidak skalian ngajak kak Ciko?" Tanya Nayra masuk ke dalam mobil.
" Nanti kita telpon biar nyusul" Balas Cika.
Nayra menjalankan mobil dengan kecepatan di bawah, Nayra sengaja agar Cika menikmati udara sejuk karna baru selesai hujan.
Cika membuka pintu membiarkan udara masuk ke dalam mobil, menatap ke luar mobil jalanan tidak terlalu ramai seperti biasanya, mungkin karna cuaca jadi kendaraan yang berlalu lalang bisa dihitung.
" Aku ingin ikut mengantar bang Candra tapi di larang sama mama " Ujar Cika dengan mata yang masih melihat keluar jendela mobil.
" Tante pasti punya alasan Cik, nanti juga bisa telpon atau video call" Balas Nayra.
" Astagaaa,,,,,,apa aku berubah menjadi bodoh setelah ditinggal beberapa jam" Cika memukul keningnya sendiri mengingat kebodohan yang dari tadi di simpannya.
" Kenapa Cik?" Tanya Nayra bingung.
" Kenapa aku tidak berpikir untuk video call saja" Balas Cika yang mulai semangat lagi.
Nayra hanya menggelengkan kepalanya, sepupunya ini kadang harus di tabok biar sadar.
Beberapa saat kemudian terdengar bunyi panggilan keluar dari hp Cika.
Haiii Cika
^^^Abang sudah berangkat?^^^
__ADS_1
Sudah sayang, ini lagi di atas kapal
(Candra mengarahkan kamera ke sekelilingnya)
^^^Hati-hati disana bang^^^
^^^jangan lupa. kabarin aku^^^
^^^kalau sudah sampai^^^
Ia sayang pasti abang kabarin
kamu lagi di mobil?mau kemana?
^^^Lagi jalan sama Nayra kak^^^
^^^(Cika mengarahkan hp ke^^^
^^^Nayra yang sedang nyetir)^^^
Ini ada Darel
(Candra memberikan
hpnya pada Darel)
Nay......jangan ngebut-ngebut
^^^Iya^^^
Ya udah fokus nyetirnya.
(Darel mengembalikan hp Candra)
Cika melanjutkan pembicaraannya dengan Candra sampai Nayra masuk dalam sebuah pusat perbelanjaan dan memarkirkan mobil baru Cika menyudahi panggilannya.
Kedua gadis itu menghabiskan waktu berputar mengelilingi pusat perbelanjaan itu.
"Nay tidak ada yang mau kamu beli?" Tanya Cika.
" Nggak aku nemanin kamu aja Cik " Jawab Nayra yang kedua tangannya sudah penuh dengan belanjaan Cika.
" Sudah selesai belum belanjanya? aku lapar Cik" Lanjut Nayra
" Sudah, ayoooo kita makan " Ajak Cika.
Mereka berdua berjalan mencari tempat makan yang sepi agar tidak terlalu menjadi pusat perhatian karna bawaan ditangan kedua nya.
" Kak Ciko nggak ikut?" Tanya Nayra saat keduanya sudah duduk di meja yang mereka pilih.
" Nggak katanya lagi sibuk" Jawab Cika.
Satu jam kemudian Nayra dan Cika keluar dari halaman pusat perbelanjaan, mereka kembali karna hari yang sudah mulai malam.
*
*
" Nay......ini punya kamu " Cika memberikan sebuah paper bag.
" Serius Cik? kamu pelit skali kenapa hanya satu sedangkan punya kamu begitu banyak" Balas Nayra menerima paper bag dari Cika, dengan sengaja memasang wajah memelas.
" Apa kamu mau pake Dress ini?" Cika mengeluarkan sebuah dress mini dari dalam paper bag nya untuk menggoda Nayra.
__ADS_1
" Pakailah baju kurang bahan mu itu, dasar" Balas Nayra berlalu dari hadapan Cika menuju ke kamarnya.
" Cik...... Thanks" Ujarnya lagi sebelum menutup pintu kamarnya.
Cika hanya tersenyum geli melihat sepupunya yang bagaikan liat setan saat ia menunjukan dress mininya. Cika pun masuk ke dalam ia lelah berjalan seharian, saat ini ia hanya ingin berendam didalam kamar mandinya.
Setelah selesai dengan ritual mereka kedua gadis itu turun kebawah.
" Nay, Cik.... ayo makan " Ajak bu Fani melihat ke duannya.
" Nay dan Cika sudah makan tadi di luar tan" Jawab Nayra.
" Oooo ya sudah " Balas bu Fani.
Nayra dan Cika menuju ke ruang keluarga untuk menonton drama kesukaan mereka yang sebentar lagi akan mulai.
" Cemilannya Nay" Bu Fani membawakan dua toples yang berisi cemilan kesukaan Nayra.
" Makasih tante" Jawab Nayra menerimanya dan memberikan satu toplesnya ke Cika yang sedang mengotak atik handphone.
" Nay" Panggil Cika
"Hhhhmmmm"
" Kamu tidak telpon bang Darel?" Tanya Cika
" Nggak ntar juga kalau dah nyampe bang Darel telpon Cik" Balas Nayra
Cika hanya mengangkat ke dua bahunya cuek, mendengar jawaban Nayra yang terkesan dingin dan tidak terlalu peduli.
Walau sebenarnya ada niat Nayra ingin menghubungi Darel namun gengsinya terlalu tinggi untuk memulai terlebih dahulu. Bagi Nayra cewe hanya akan menunggu jika seorang pria itu mencintai wanitanya ia akan selalu mengabari dan jika tidak ada kabar tentu mereka punya alasannya. Nayra tidak ingin mengganggu hanya dengan alasan yang tidak penting menurutnya.
" Gimana jalan-jalannya hari ini" Tegur Ciko saat baru pulang dari kantor.
" Seru kak banyak belanjaan yang ikut pulang" Jawab Cika.
" Nanti kakak tf ganti uangmu" Balas Ciko yang merasa bersalah karena tidak bisa menemani ke dua adiknya hari ini.
" Benar ya kak?" Cika memastikan lagi.
" Ia Cik, emang kapan kakak pernah bohong?" Tanya Ciko.
" Nggak pernah" Jawab Cika tersenyum lebar.
" Ya sudah kakak mandi dulu, gerah ni" Pamit Ciko kemudian berjalan kekamar untuk membersihkan diri.
*
*
*
*
Terima kasih buat semua dukungannya readrs 🙏🙏
Mana semangatnya buat author? 😁😁😁😁
Daaannnn untuk semua pembaca setia Darel dan Nayra mampir ke novel terbaru author yuuuuuukkkk
👇👇
__ADS_1