Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan

Gadis Tomboy Milik Si Abang Tampan
Episode 38


__ADS_3

Nayra duduk di samping Zahra, melirik ke arah Darel yang sedang tersenyum kearahnya, namun hanya dibalas gelengan kepala oleh Nayra. Walaupun menolak Darel, Nayra tidak bisa membohongi hati kecilnya jika hanya ada Darel disana. Bahkan setiap tatapan Darel seolah ucapan yang tidak diungkapkan dengan mulut namun mampu dimengerti oleh Nayra.


" Nay kapan main lagi? " Tanya Candra.


" Besok bang, main ke 3" Jawab Nayra.


" Oia " Gumam Candra.


Nayra dan Zahra pamit untuk pulang terlebih dahulu karena bu Fani masih melanjutkan kegiatan bersama rekan-rekannya. Darel hanya menatap punggung Nayra hingga hilang dari pandangannya.


Nayra yang sudah sampai dirumah membersihkan tubuhnya, kemudian beristirahat menenangkan hatinya melupakan lelah tubuhnya sesaat dalam tidur.


Sedangkan di baraknya Darel tampak gelisah menentukan pilihan dan menetapkan hatinya, mengingat semua yang sudah ia lewati bersama Nayra, dan kejadian yang membuat Nayra menjauhinya.


Mengapa Pikiran ini terus dipenuhi dengan bayangannya...berbeda dengan wanita-wanita yang pernah kuntinggalkan, mereka tidak pernah mengabaikanku bahkan memohon untuk kembali bersamaku. Batin Darel frustasi sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Darel berusaha memejamkan matanya namun justru membuatnya terus melihat bayangan Nayra dan senyuman Nayra. Darel bangun dari tempat tidurnya dan memilih mencari angin segar di luar yang bisa membutnya tenang.


Keesokan harinya


Matahari pagi yang cerah, Nayra yang baru selesai mandi menatap wajahnya di cermin.....


Ayolah Nayra....kamu pasti bisa. Batinnya.


Nayra berjalan kedapur mencari sesuatu yang bisa mengisi perutnya.


" Buatin nasi goreng dong" Suara dari belakang Nayra.


" Kakak mau?" Tanya Nayra dan dianggukin dengan cepat oleh Ciko.


Nayra membuka kulkas dan mulai aksinya membuatkan nasi goreng. Dua puluh menit kemudian nasi gorengnya sudah siap dimeja.


" Makasih Nay" Ujar Ciko dengan tersenyum.


" Sama-sama kak"


Mereka berdua menghabiskan sarapan buatan Nayra, piring Ciko bersih tidak tersisa sedikitpun, membuat Nayra tersenyum puas.


" Sore main lagi Nay?" Tanya Ciko.


" Ia kak, datang ya biar Zahra ada temannya" Ujar Nayra.


" Okey Nay" Jawab Ciko singkat.


Nayra kembali ke kamarnya sedangkan Ciko harus ke perusahannya pagi ini menyelesaikan beberapa tugasnya.


Sore hari lapangan sudah rame dengan para pemain ,sporter dan penonton yang memenuhi sebagian lapangan. Nayra dan timnya ikut menonton pertandingan yang sedang berlangsung antara ibu persit melawan ibu bhayangkari.


" Kakak cantiiikk......" Pangilan yang tidak asing di telinga Nayra membuat Nayra mencari sumber suara.


" Haiiii Kayla....." Sapa Nayra lembut pada gadis kecil yang berlari kearahnya.


" Kaka cantik juga ikut main?"


" Ia sayang, Kayla datang sama siapa?"


" Sama abang, temani mama lagi main Voli" Sambil menunjukkan seorang ibu yang berada didalam lapangan Voli.


" Kayla.." Suara khas yang membuat Nayra dan Kayla langsung berbalik.


" Abang, Kayla disini ya sama kaka cantik" Pinta Kayla pada Fabian yang akan mengajaknya kembali, membuat Nayra hanya bisa tersenyum.


Fabian hanya mengangguk pasrah dengan tatapan dinginnya. Fabian memperhatikan Nayra dengan kostum volinya, membuat Nayra terlihat berbeda dari yang ia lihat beberapa hari lalu di mall. Merasa diperhatikan oleh Fabian Nayra memegang tangan Kayla dan kembali menonton pertandingan.

__ADS_1


Tiga puluh menit kemudian permainan ke dua selesai, Nayra dan timnya kini sedang bersiap-siap dengan melakukan pemanasan. Kayla sudah kembali pada mamanya karena sebentar lagi Nayra harus main, sedangkan diam-diam ada sepasang mata yang terus mengawasi Nayra tanpa Nayra sadari.


ppriitttt


Lifrik panjang berbunyi pertandingan ke tiga dimulai, pertandingan berlangsung seru karena lawan dari tim Nayra adalah ibu-ibu persit dari kesatuan yang dikenal sebagai tim yang kuat.


Satu jam lebih pertandingan akhirnya selesai dan kemenangan berpihak pada tim Nayra membuat mereka melaju ke semi final yang berarti akan bertemu dengan tim dari kesatuan Batalyon xxx.


" Nay....minum" Zahra memberikan minuman ke Nayra.


" Makasih Ra" Nayra langsung meneguk habis minumannya.


" Masuk final Nay? " Tanya Ciko


" Semi Final kak" Jawab Nayra, kemudian pamit untuk gabung lagi dengan timnya.


Nayra mengikuti evaluasi 5 menit bersama timnya setelah selesai Nayra menghampiri Ciko dan Zahra yang sedang duduk di bangku panjang pinggir lapangan.


" Sudah selesai"


" Sudah kak" Jawab Nayra.


" Nay...." Suara dari belakang Nayra.


" Heeeeiiiii sejak kapan kamu disini?" Tanya Nayra.


" Sejak kamu masuk lapangan" Jawab Vicki, Nayra tersenyum mendengar jawaban sahabatnya itu.


" Kalo gitu kaka antarin Zahra pulang ya Nay" Pamit Ciko


" Hati-hati kak....bye Ra..." balas Nayra.


" Lapar?" Tanya Vicki yang hanya dianggukan oleh Nayra.


" Ayo.." Vicki menarik tangan Nayra menuju motor yang Nayra Parkir.


" Nggak" Jawab Vicki singkat mengulurkan tangannya meminta kunci motor pada Nayra.


Nayra mengambil kunci motor dalam tasnya, kemudian mereka berdua keluar dari tempat parkir mencari restoran untuk makan.


Selesai makan Nayra mengantar Vicki pulang terlebih dahulu kemudian kembali kerumah.


Nayra memarkirkan motornya didalam garasi, dan berjalan kedalam rumah.


" Menang lagi Nay?" Tanya bu Fani.


" Ia tan " Jawab Nayra.


" Mandi gih, setelah itu kita makan"


" Nayra tadi sudah makan sama Vicki tante" Jawab Nayra dengan hati-hati.


" Oooo ya sudah buruan mandi, nanti tante minta tolong bibi antarkan susu dan cemilan" Ujar bu Fani dengan tersenyum.


" Makasih tante" Nayra berlari kecil menuju kamarnya untuk mandi.


Tiga puluh menit kemudian Nayra sudah selesai membersihkan tubuhnya dan duduk depan labtop nya untuk menyelesaikan beberapa tugasnya.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Bunyi ketukan pintu dari luar membuat Nayra menghentikan pekerjaannya sesaat.


" Ia bi" Ujar Nayra setelah membuka pintu.


" Ini non di suruh ibu mengantar ini" Bibi menyerahkan nampan yang berisi susu dan toples cemilan.


" Makasih ya bi" Nayra menerima nampan dari bibi.


" Sama-sama non, bibi tinggal ya" Pamit bibi.


Nayra menutup kembali pintu kamarnya, bunyi ponsel Nayra mengurungkan niat Nayra yang ingin kembali duduk di sofa.


Terlihat nomor yang tidak dikenal muncul dilayar ponselnya, Nayra mengkerutkan keningnya dan ragu untuk menjawab hingga panggilan itu berakhir. Tidak lama ponselnya kembali berdering masih dengan nomor yang sama.


" Selamat malam" Terdengar suara dari sebrang


saat Nayra menjawab panggilan.


^^^" Malam...maaf ini siapa yah?"^^^


^^^Tanya Nayra to the point^^^


" Fabian"


^^^"Maaf, Fabian siapa?"^^^


"Kayla"


^^^"Ohh ia, maaf aku lupa"^^^


^^^jawab Nayra yang menyadari^^^


^^^ternyata Fabian abangnya Kayla..^^^


" Tak apa"


^^^" Apa ada yang bisa aku bantu?^^^


" Tidak, ini nomorku simpanlah"


^^^" Baik"^^^


" Selamat malam"


Tuttt tuttt bunyi panggilan yang diakhiri oleh Fabian. Nayra masih dengan wajah bingungnya mencoba mencerna kejadian barusan.


Dari mana dia mendapatkan nomorku? menelponku hanya untuk menyuruhku menyimpan nomor ponselnya? dasar pria aneh. Rutuk Nayra dalam hati.


Ponsel Nayra kembali berbunyi tanda nontifikasi WA, Nayra membuka isi pesan tersebut


" Jangan terlalu banyak berpikir, istirahatlah"


Pesan dari Fabian yang seolah-olah bisa membaca pikiran Nayra. Nayra menarik dan menghembuskan nafas dalam-dalam kemudian menghabiskan susu hangatnya.


*


*


*


*


Maaf ya teman-teman baru up lagi 🙏🙏

__ADS_1


jangan lupa jejaknya dan hadiah votenya 😊😊😇😇


Mohon dukungannya terus maaf author baru selesai kena bencana seroja.


__ADS_2