Genggaman Mafia

Genggaman Mafia
~GM-008~


__ADS_3

~"Uuhh, Bidadari Kecilnya Kak Leon cemberut nih." William menirukan suara anak kecil dan membuat Viola terdiam membeku seketika.~


.


.


.


.


.


🌷🌷🌷🌷🌷


"Oh iya, Kak Will jangan ketus gitu dong kalau ngomong sama Viola." Ucap Viola.


"Kenapa? Kamu nggak suka?"


"Emmm, Viola lumayan takut kalau Kak Will bicara dengan nada datar gitu."


"Terus, kamu maunya aku gimana?"


"Eemmm, iya pokoknya jadi diri Kak Will sendiri deh."


"Aku iya kayak gini. Mau digimanain juga tetap kayak gini."


"Iya udah deh kalau gitu." Viola tampak cemberut mendengar ucapan William.


"Aww...." Teriak Viola yang mendapat cubitan dipipi kanannya. Ternyata tanpa sepengetahuan Viola, William mendekati Viola dan mencubit pipinya.


"Sakit?"


"Iyalah, Kak. Gitu aja ditanya."


"Uuhh, Bidadari Kecilnya Kak Leon cemberut nih." William menirukan suara anak kecil dan membuat Viola terdiam membeku seketika.


"Kak Leon?" Viola masih mencerna ucapan William yang menyebutkan dirinya dengan nama Leon.


"Ola, Bidadarinya Kak Leon." William langsung mengeluarkan sebuah kalung dari sakunya.



Viola kaget melihat kalung yang dipegang oleh William.


"Kak Leony, Kak Will beneran Kak Leonynya Ola?" Viola memastikan bahwa William adalah orang yang selama ini dia cari setelah bertahun-tahun lamanya.


"Iya."


Viola langsung memeluk William dengan bahagia. "Ya ampun Kak Leony, aku udah nunggu kamu lamaaaa banget. Ola senang bisa ketemu Kak Leony lagi." William hanya diam menikmati pelukan Viola sambil tersenyum bahagia.


.


Flashback On. 💫💫💫💫💫


"Leon, kamu harus bisa jadi anak yang kuat. Kamu sebagai anak laki-laki harus bisa menjadi pemimpin yang tegas dan bijaksana. Lenyapkan semua rintangan untuk mencapai tujuanmu." Tegas Kakek Fernandes kepada William yang masih berusia 10 tahun.


"Baik."

__ADS_1


Kakek Fernandes selalu mengajari William bela diri, dan semua trik yang Kakek Fernandes kuasai serta menggunakan berbagai senjata untuk melindungi dirinya sendiri. William juga sudah diangkat sebagai cucu oleh Kakek Fernandes. Namun, dia diberi Mansion terpisah dengannya. Agar William tetap aman.


Memang William dulunya dipanggil dengan sebutan Leon, karena nama panjangnya adalah William Leonardo. Orang tua William sengaja menitipkan William ke Kakek Fernandes untuk mendapat bimbingan dan pengetahuan yang mumpuni untuk melawan kerasnya dunia.


Kakek Fernandes adalah ketua dari Mafia nomor 1 di dunia. Tak banyak yang tau, kalau Fernandes adalah King of Mafia in the world. Bahkan, orang terdekat Kakek Fernandes pun tidak tau kecuali istrinya.


Suatu hari setelah latihan, William kecil berlari dari Mansion Kakek Fernandes hingga sampai ke Mansionnya. Namun ditengah perjalanan, dia melihat seorang anak perempuan yang umurnya lebih muda darinya. Terlihat anak perempuan itu sedang melawan 2 preman yang mengganggunya. Karena dia terlalu kecil, akhirnya preman-preman itu membawa anak perempuan tadi bersamanya karena dia pingsan.


William kecil nampak geram melihat semua itu. Namun, dia memilih untuk sabar dan mengikuti preman-preman itu yang membawa anak perempuan tadi.


Sampai disebuah gedung tua, preman-preman itu meletakkan anak perempuan tadi diatas kursi dan mengikatnya. Setelah itu, mereka keluar meninggalkan anak perempuan yang malang itu.


Setelah memastikan aman, William kecil berusaha masuk ke gedung itu melalui jendela. Dan tanpa berlama-lama, akhirnya dia bisa masuk dan menghampiri anak perempuan itu.


"Cantik, kayak Bidadari." William kecil terkesima melihat anak perempuan itu. Tapi, dia menghilangkan semua pikirannya tadi dan segera membantunya keluar dari sana.


"Bidadari, bangunlah." William kecil berusaha membangunkan anak perempuan itu yang sedari tadi pingsan.


"Aaw.. aduh. Kepalaku pusing." Anak perempuan itu terbangun.


"Bidadari kamu sudah bangun? Ayo kita pergi dari sini." William kecil berusaha membawa anak perempuan itu keluar dari gedung tua.


Anak perempuan itu sudah keluar dari gedung tua melewati jendela, dibantu William kecil dan kini tinggallah William kecil yang belum keluar. Saat ingin keluar, tiba-tiba ada yang memegang bahu William kecil. Dengan refleks, dia pun menoleh. Kedua preman itu kini berada dihadapannya.


"Mau kemana anak kecil?"


"Jangan panggil aku anak kecil, Om."


"Jangan jadi sok jagoan buat selamatin anak perempuan itu. Sekarang, kamu malah terjebak disini."


"Om ini banyak omong iya." Tanpa berpikir panjang, William kecil langsung melawan kedua preman tadi dengan beringas. Tidak ada ampun untuk kedua preman tadi.


DORR..


DORR..


2 tembakan tepat di jantung preman-preman itu. Seketika kedua preman itu tergeletak tak bernyawa.


Memang Kakek Fernandes memberikan pistol untuk William kecil dan berpesan untuk selalu membawanya.


Dengan cepat, William kecil melompat keluar menghampiri anak perempuan tadi.


"Buka matamu, sekarang sudah aman." William berusaha berbicara dengan lembut kepada anak perempuan itu. Anak perempuan itu langsung membuka matanya. Terlihat William kecil sednag tersenyum dihadapannya.


"Makasih. Namaku Ola." Ucap anak perempuan itu yang tidak lain adalah Viola yang masih berumur 8 tahun.


"Iya, panggil aku Leon." William kecil tersenyum kearah Viola.


"Apa boleh kalau aku panggil Kak Leony?"


"Kenapa?"


"Biar beda dari yang lain."


"Terserah kamu Bidadari Kecilku."


"Makasih sekali lagi. Kak Leony pahlawannya Ola."

__ADS_1


"Iya, sama-sama. Ayo Kak Leon antar kamu pulang."


"Nggak usah, Mansion Kakekku dekat dari sini."


"Beneran?"


"Iya, Ola kan anak yang kuat dan berani."


"Iya sudah, kamu hati-hati."


"Oke, Kak Leony. Oh iya, ini Ola kasih kalung ke Kak Leony sebagai tanda terimakasih."



"Wah, indah sekali."


"Kak Leony harus simpan kalung ini. Karena kalung ini, adalah kalung kesayangannya Ola."


"Iya, Kakak akan jaga kalung ini. Kakak janji.


"Bagus deh kalau gitu. Bye Kak Leony."


"Bye, Ola Bidadarinya Kak Leon."


Flashback Off.💫💫💫💫💫


.


"Aku sih senang kalau dipeluk terus sama kamu, tapi ini udah malam aku ngantuk." Viola yang mendengar ucapan William pun langsung melepas pelukannya.


"Hehehe, maaf Kak. Aku terlalu senang."


"Nggak pa-pa, aku juga senang kok."


"Kak Leony, eh maksudnya Kak Will kemana aja? Kenapa dulu tiba-tiba nggak ada kabar? Viola nunggu Kak Will itu lama banget."


"Maaf, Viola. Dulu aku dibawa orang tuaku pergi dari negara ini. Tapi setelah aku sukses, mereka mengajakku kembali lagi kesini."


"Kenapa Kak Will nggak cari Viola?"


"Siapa bilang? Kak Will cari kamu terus kok. Kak Will juga cari semua informasi tentang kamu. Tanya aja ke Hendrik. Dia yang selalu Kakak suruh buat cari kamu. Sampai akhirnya, Kakak tau kalau kamu kuliah di salah satu Universitas terbaik di negara ini."


"Kenapa Kak Will nggak langsung temuin Viola?"


"Kak Will merasa nggak pantas buat ketemu sama kamu. Padahal Kakak udah menyimpan rindu bertahun-tahun untuk kamu."


"Kak Will apaan sih. Kenapa Kak Will bilang kayak gitu? Kenapa Kak Will bilang nggak pantas buat Viola? Bahkan dari dulu Viola udah menolak beribu-ribu laki-laki hanya untuk Kak Will. My first love." Viola tertunduk sedih.


"Benarkah? Kak Will first love kamu?" William tampak snagat senang mendengar ucapan Viola. Sedangkan Viola hanya mengangguk kecil atas pertanyaan William.


Greb.


William memeluk Viola. "Kamu juga first love-nya Kakak." Ucap William yang langsung mendapat balasan pelukan erat dari Viola.


"Tapi, apakah nantinya kamu akan menerima Kakak. Kalau kamu tau siapa Kakak sebenarnya?" Batin William.


"Udah-udah, tidur yuk." William melepaskan pelukannya. Viola mengangguk pasrah dengan ajakan William.

__ADS_1


"Akhirnya setelah sekian lama gue bertemu dengan Kak Leony. Cinta pertamaku, pahlawanku. Tidak sia-sia selama ini gue nunggu Kak Leony, akhirnya semuanya begitu indah saat gue ketemu sama Kak Leony. Semoga saja, Tuhan tidak akan pernah memisahkan kita lagi. Aamiin." Batin Viola.


__ADS_2