God Of Disaster

God Of Disaster
Pertemuan Singkat


__ADS_3

Di dalam ruang tahta Kerajaan Erest, terdapat seorang laki-laki yang berdiri di sebelah singgahsana kosong tidak berpenghuni, laki-laki itu tidak duduk di sana layaknya seorang raja, melainkan ia hanya menjaga singgahsana tersebut dengan sepenuh hati dan membiarkannya tetap kosong hingga pemilik sesungguhnya kembali.


"Alpha, saya datang membawa pesan!"


"Hmm?"


"Apa itu?"


Tidak lama kemudian ada seorang laki-laki muda yang datang kepada Alpha, laki-laki itu pun berlutut di hadapannya, ia adalah salah satu dari kesatria kerajaan yang berada di bawah pimpinan Alpha.


Sejak kudeta beberapa hari yang lalu telah dimenangkan oleh pasukan Alpha, para warga dan budak yang ada di negeri Erest pun memilih untuk melayani Alpha sebagai pemimpin yang baru, mereka melakukannya bukan karena terpaksa, karena mereka adalah rakyat yang selalu ditindas oleh raja Erest, dengan adanya pemimpin yang baru ini, mereka harap bisa menjalani kehidupan yang lebih baik.


"Kemarin, utusan dari Kerajaan Beltharm menyampaikan sebuah pengumuman!"


"Mereka ingin mendeklarasikan perang kepada kerajaan kita!"


Kemudian laki-laki itu menyampaikan pesannya kepada Alpha, mendengar hal itu seketika ekspresi Alpha menjadi sangat serius.


"Apa itu benar?"


"Benar, Alpha!"


Kemudian Alpha pun melipat kedua tangannya dan mulai berpikir mengenai masalah ini, karena ini bukanlah masalah sepele yang bisa diabaikan begitu saja, ia harus memutuskan dengan hati-hati.


"Baiklah, kumpulkan semua orang!"


"Kita akan mengadakan pertemuan untuk membahas masalah ini!"


"Dimengerti, Alpha...."


Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Alpha pun memutuskan untuk mengadakan sebuah pertemuan, ia akan meminta saran dari para klan serigala yang lain untuk dalam hal mengambil keputusan, laki-laki yang membawa pesan itu pun setuju dan segera pergi memanggil orang-orang itu.


Beberapa menit kemudian ada banyak orang-orang yang berkumpul di dalam ruangan untuk menghadiri rapat, mereka duduk di bangku yang ada di depan singgahsana dengan berbaris, begitu pula Alpha, mereka membiarkan singgahsana itu tetap kosong tidak berpenghuni.


"Baiklah semuanya!"


"Kita memiliki sebuah pengumuman penting!"


Semua orang yang menghadiri rapat tersebut menatap Alpha dengan ekspresi serius, tidak ada satupun yang memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Kerajaan Beltharm baru saja mengumumkan deklarasi perang terhadap kita!"


"Benarkah?"


Salah seorang wanita yang hadir di dalam rapat itu sangat terkejut saat mendengar yang dikatakan oleh Alpha, tidak hanya dia, semua orang pun memasang ekspresi yang sama.


"Mungkin mereka ingin menaklukan kita disaat kekuatan militer sedang melemah! "


"Hmm... mungkin itu benar!"


Salah seorang laki-laki yang duduk di samping Alpha mengatakan hal tersebut, ia memiliki pemikiran yang tajam dalam hal menganalisa, semua orang pun akhirnya sadar maksud dari deklarasi perang tersebut.


"Tapi saya rasa itu sangat sulit!"


"Mengingat kekuatan militer kita masih sangat lemah!"


"Benar, belum lagi mereka tidak memiliki perlengkapan yang memadai!"


Beberapa orang merasa khawatir akan ancaman itu, baru saja Kerajaan Erest mengalami kekacauan yang hebat, hal itu membuat keseimbangan kekuatan militer di negeri ini menjadi hancur, banyak sekali prajurit yang menjadi korban, butuh waktu untuk memulihkannya kembali, namun kini mereka harus dihadapkan dengan peperangan melawan Kerajaan Beltharm dalam keadaan tertekan.


"Bagaimana ini?"


"Apa yang harus kita lakukan?"


Mereka semua termenung akan hal itu, mereka sedang memikirkan keputusan apa yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini.


"Janganlah kalian takut hanya karena hal sekecil itu!!!"


"Apa kalian ingin mempermalukan diri di hadapan Sang dewa naga hah?!!!"


Tiba-tiba seseorang laki-laki bertubuh kekar memotong pembicaraan, dan tanpa diduga, kata-kata yang ia lontarkan seketika membuat semua orang terdiam.


"Tidak ada satupun orang yang bisa mematahkan semangat kita!!"


"Kita harus bisa melindungi rumah yang telah diberikan tuan kepada kita!!"


"Tak peduli meskipun itu harus memusnahkan seluruh umat manusia!!"


"Jiwa ini, raga ini hanya kupersembahkan untuk sang dewa naga!!"


Dengan semangat yang membara, laki-laki itu menyatakan perlawanan terhadap Kerajaan Beltharm, semua orang yang ada di ruangan itu pun menundukkan kepala mereka dengan rasa malu.


"Ayolah saudaraku, kita bangkit bersama dan kalahkan para pengganggu itu!!!"


"Apa kalian sudah lupa dengan kesetiaan yang kita sumpahi waktu itu hah?!!!"


"Benar!!!"


"Demi rumah kita, keluarga kita, dan teman-teman kita!!"


"Jangan pernah menyerah!!"


Akhrinya satu per satu orang mulai termotivasi dengan pidato laki-laki kekar tersebut, keraguan di dalam hati mereka perlahan mulai hilang dibakar oleh semangat yang membara.


"Baiklah!!"


"Aku, Alpha sang pemimpin klan serigala menyatakan perang terhadap Kerajaan Beltharm!!"


"Mulai sekarang, nama negeri ini bukanlah Erest!!"


"Kekaisaran Naga, itulah nama yang sesungguhnya dari negeri ini!!"


Alpha pun bangkit dari tempat duduknya, ia juga ikut menyatakan perlawanan kepada Kerajaan Beltharmn dan dengan lantang Alpha mengganti nama kerajaan Erest menjadi Kekaisaran Naga.


"Hidup sang dewa naga!!!"


"Hidup sang dewa naga!!!"


"Hidup sang dewa naga!!!"


Semua orang pun meneriaki nama dewa naga dengan sangat meriah, mereka bangkit dengan penuh bangga untuk menunjukkan kesetiaannya kepada sang dewa naga.


                                ************


Hari mulai cerah, matahari bersinar dengan terang, sang dewa naga dan Elena melakukan perjalanan mereka menuju Kerajaan Erest, mereka berjalan keluar dari hutan dan menuju ke kota.


"Elena, apa engkau merindukan tanah airmu?"


"Eh, ummm....."


"Ya..."


Elena merasa gugup saat ditanyai oleh sang dewa naga, namun di dalam hatinya ia merasa sangat rindu untuk kembali ke rumahnya.


"Baiklah, kita akan singgah di sana!"


"Benarkah?"


"Terima kasih banyak....."


Sang dewa naga pun mengizinkan Elena kembali sebentar ke tanah airnya, mendengar hal itu Elena merasa sangat senang, dengan ini ia harap bisa mengunjungi makam kedua orang tuanya.


Mereka terus berjalan melalui jalan kecil yang dikelilingi oleh hutan lebat, atmosfer yang ada di sana sangat menyeramkan, tidak heran jika daerah ini sangat rawan kejahatan.


"Tolong!!!"


"Siapa saja tolong aku!!"


Tiba-tiba suara jeritan terdengar sangat keras, suara itu milik seorang wanita yang berteriak meminta pertolongan dengan histeris, jarak sumber suara itu tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdua saat ini.


"Eh, ada apa?"

__ADS_1


Elena yang mendengar suara itu seketika merasa panik, ia pun memikirkan hal buruk yang tengah terjadi di tempat itu.


"Tenanglah!"


"Mari kita periksa terlebih dahulu!"


"Sa-saya mengerti!"


Sang dewa naga mencoba menenangkan Elena yang masih panik, akhirnya mereka pun mempercepat pergerakannya ke arah sumber suara itu.


"Tidak, tolong!!!"


"Lepaskan!!!"


Semakin dekat mereka dengan tempat itu, semakin keras pula suara jeritan yang terdengar,  dan Elena melihat banyak sekali darah yang tercecer di sepanjang jalan.


"Apa ini?"


Mereka pun melihat ada seorang mayat laki-laki yang masih segar tergeletak di tengah jalan, ia tampak seperti seorang pengawal dari suatu kerajaan, seketika Elena kembali merasa ketakutan.


"Apa ada serangan hewan buas?!"


"Tidak, luka ini terlalu rapih untuk gigitan atau cakaran hewan buas!"


"Eh?"


Mayat itu memiliki luka yang sangat mengerikan, seluruh tubuhnya tersayat dengan sangat dalam mengalirkan darah segar yang sangat banyak.


"Huekk....."


"Elena!"


"Saya baik-baik saja...."


Seketika Elena merasa mual karena tidak kuat melihat mayat yang mengenaskan itu, namun ia mencoba untuk tetap bertahan.


"Ayo pergi!"


"Baik!"


Sang dewa naga pun segera mengajak Elena pergi menuju ke suara jeritan yang tadi, hingga mereka pun akhirnya melihat sebuah kereta kuda yang dikelilingi oleh beberapa orang pria dengan membawa senjata, mereka sedang menyandera seorang gadis cantik berambut emas yang mengenakan pakaian mewah seperti seorang bangsawan.


"Lepaskan!"


"Diamlah!!"


"Tidak, jangan!!"


Gadis itu terus berteriak meminta pertolongan sembari mencoba melepaskan diri dari mereka, namun para bandit itu terus menahannya dengan mudah.


Di sekeliling mereka ada banyak sekali mayat para pengawal yang tewas secara mengenaskan, tapi ada satu orang pengawal muda yang masih bertahan meskipun ia menerima luka vatal sekalipun.


"Sialan!!"


"Menjauhlah dari tuan putri!!"


Pengawal muda itu mencoba bangkit dengan segenap tenaga yang ia miliki, ia mencoba menolong sang gadis dari genggaman tangan para bandit itu, namun luka yang ia terima sangat parah sehingga membuatnya kehilangan banyak sekali darah.


"Matilah kau !!!"


"Hiaaa!!!"


Pemuda itu mengayunkan pedangnya menuju ke arah salah satu bandit, namun serangan itu sangat lemah sehingga bandit itu dapat menahannya dengan mudah.


"Menyebalkan!!"


"Aaghhhhh!!!"


"Tidak!!"


Bandit itu merasa kesal dengan si pemuda, ia pun menusukkan pedangnya ke arah pemuda itu tepat di dadanya, gadis itu pun seketika menjerit histeris melihat pengawalnya dibunuh.


"Elena, kendalikan emosimu!!"


"Ta-tapi...."


"Tenanglah!"


"Ta-tapi ia membutuhkan pertolongan!"


"Kita harus membantunya!!"


Elena bersikeras untuk menyelamatkan gadis itu, namun sang dewa naga tetap melarangnya, beliau tahu bahwa tindakan yang Elena lakukan terlalu gegabah dan bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.


"Kumohon selamatkanlah dia...."


Elena memohon kepada sang dewa naga, air matanya perlahan mulai mengalir keluar, rasa kasihan itu membuat hatinya terguncang.


"Baiklah."


"Tetap tunggu di sini, mengerti!"


"Saya mengerti, terima kasih banyak...."


Akhirnya sang dewa naga mengabulkan permohonan dari Elena, namun beliau menyuruh Elena untuk tetap berada di sana.


"Tolong!!"


"Aaagghhh....."


"Khaaa...."


"Eh?"


Dengan cepat sang dewa naga melesat menuju ke arah para bandit itu, dan dalam sekejap mata kepala para bandit itu terpenggal dan jatuh ke tanah, gadis yang di sandera itu pun terkejut melihat satu per satu bandit mulai tewas.


Kemudian tatapan matanya langsung tertuju ke arah lain, ia melihat seorang laki-laki berbaju merah yang berdiri di hadapannya dengan mengenggam sebuah pedang merah yang berlumuran dengan darah.


Gadis itu pun merasa sangat ketakutan saat merasakan aura membunuh yang sangat mengerikan terpancar dari diri laki-laki itu.


"Apa anda baik-baik saja?"


"Ummm?"


Tiba-tiba suara gadis lain terdengar, itu adalah suara milik Elena, gadis itu pun segera menoleh, Elena berlari menuju gadis tersebut dengan ekspresi khawatir.


"Ba-baik...."


"Syukurlah...."


"Etoo....."


"Ah tidak perlu khawatir, kami bukanlah orang jahat!"


Gadis itu masih merasa ketakutan melihat mereka berdua, namun Elena segera menenangkannya, gadis itu pun paham dengan yang Elena katakan dan mulai mengontrol kembali emosinya, dilihat dari penampilannya, sepertinya gadis itu seumuran dengan Elena.


"Perkenalkan, namaku Elena Evylocera."


"Senang bertemu dengan anda!"


Dengan cepat Elena bisa mengakrabkan diri dengan gadis itu, ia pun memperkenalkan namanya dengan sopan dan lembut.


"Ah, senang juga bertemu dengan anda...."


"Namaku adalah Katarina Freya."


Gadis itu pun memperkenalkan dirinya dengan sedikit malu, namun Elena membalasnya dengan senyuman yang indah sehingga Katarina merasa sedikit senang.


"Mengapa anda ada di sini?"


"Saya sedang mengadakan perjalanan menuju pelabuhan, namun kami dihadang oleh para bandit."

__ADS_1


"Begitu kah...."


Mereka pun berbincang satu sama lain, sedangkan sang dewa naga hanya diam mendengarkan mereka berdua dengan ekspresi datar seperti biasanya.


"Anu...."


"Hmm?"


Elena memalingkan pandangannya menuju sang dewa naga dengan ekspresi kasihan, namun beliau hanya menatapnya dengan datar.


"Etoo.... bolehkah saya meminta sesuatu?"


"Mungkin ini terlalu egois, tapi....."


Elena mencoba mengatakan sesuatu kepada sang dewa naga, ia pasti ingin mengantarkan Katarina menuju pelabuhan, namun ia takut jika beliau akan menolaknya.


"Kumohon antarkan Katarina menuju pelabuhan...."


"Ti-tidak, anda tidak perlu melakukan hal itu!"


Elena memohon kepada sang dewa naga, namun Katarina malah melarangnya, ia tidak ingin merepotkan mereka berdua lebih dari ini.


"Baiklah, aku akan mengantarkannya!"


"Terima kasih banyak...."


Akhirnya sang dewa naga pun mengabulkan permintaan dari Elena, mereka akan mengantarkan Katarina sampai ke pelabuhan dengan selamat.


"Ta-tapi, saya tidak mempunyai apa-apa untuk membalas kebaikan anda....."


"Itu tidak perlu, kami tidak membutuhkan imbalan darimu!"


"B-baiklah, terima kasih banyak...."


Katarina tampak ragu menerima bantuan itu, namun sang dewa naga meyakinkannya dan akhirnya Katarina pun menenrimanya.


Mereka bertiga pun melanjutkan kembali perjalanan, menggunakan kereta kuda, karena kereta kuda tersebut masih bisa dipakai maka itu dapat mengurangi waktu yang di tempuh untuk sampai di sana.


Di sepanjang perjalanan, Elena dan Katarina terus mengobrol satu sama lain, dan diketahui juga bahwa Katarina adalah seorang bangsawan dari sebuah kerajaan yang bernama Lyonesse.


Alasan ia di sini adalah karena ada sebuah urusan politik dengan kerajaan lain, letak kerajaan Lyonesse berada jauh di utara dan diperkirakan waktu yang ditempuh bisa satu sampai dua minggu.


Seharusnya Katarina mendapat pengawalan yang sangat ketat dari pihak kerajaan, namun anehnya ia hanya dikawal oleh beberapa prajurit lemah seperti seorang pedagang biasa.


Setelah dua jam pejalanan, akhirnya mereka tiba di kota Erest, mereka pun segera pergi menuju pelabuhan yang letaknya tidak jauh dari gerbang masuk.


"Ah, itu adalah kapal milik kami!"


"Benarkah?"


"Ya."


Di dermaga ada sebuah kapal besar yang bersandar di sana, dan Katarina pun mengenali kapal itu, akhirnya mereka menghampiri kapal tersebut.


"Putri Katarina!"


"Apa anda baik-baik saja?!"


Ada seorang pemuda yang turun dari kapal dan menghampiri Katarina, pemuda itu menunjukkan ekspresi yang sangat khawatir kepadanya.


"Saya baik-baik saja!"


"Benarkah, syukurlah kalau begitu...."


"Baiklah taun putri, mari segera kembali ke kapal!"


Pemuda itu pun mengajak Katarina untuk kembali ke dalam kapal, ia tidak memperdulikan sama sekali kehadiran Elena dan sang dewa naga yang ada di hadapannya.


"Ummm..... tunggulah!"


"Kembalilah dahulu!"


"Ada yang ingin saya bicarakan kepada mereka!"


Katarina menolak ajakan dari pemuda itu, ia ingin menyampaikan sesuatu kepada Elena dan sang dewa naga.


"Ta-tapi...."


"Tidak apa, ini hanya sebentar!"


"Sa-saya mengerti...."


Pemuda itu tampak tidak senang dengan penolakan itu, namun Katarina terus saja meyakinkannya sehingga akhirnya pemuda itu pun menurutinya dan kembali ke kapal.


"Etoo.... maaf membuat anda merasa tidak nyaman....."


"Tidak apa, anda pasti sedang dalam kesulitan!"


Katarina meminta maaf kepada Elena dan sang dewa naga karena perilaku dari pemuda itu, namun Elena dan sang dewa naga tidak mempermasalahkannya sama sekali.


"Terima kasih telah mengantarku sampai di sini...."


"Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan dari anda semua...."


Katarina pun menundukkan kepalanya dengan hormat kepada Elena dan sang dewa naga, ia juga berterima kasih kepada mereka dengan segenap hatinya.


"Tidak perlu berlebihan!"


"Kami juga merasa senang bisa bertemu dengan anda!"


Elena pun membalas rasa terima kasih dari Katarina dengan gembira, ia menunjukkan senyuman indah yang penuh kegembiraan dan hal itu membuat Katarina merasa senang.


"Ambilah ini!"


"Eh?"


"Gunakan itu sebagai jimat pelindung!"


"Ah, te-terima kasih banyak....."


Kemudian sang dewa naga memberinya sebuah permata kecil berwarna merah terang seperti Batu Ruby, Katarina sedikit terkejut saat beliau memeberikan itu, namun ia pun dengan senang hati menerimanya.


"Kristal itu adalah darah naga yang membeku, jika engkau merasa bahaya maka pecahkan saja permata itu!"


"Ah, baik...."


Kristal itu berbentuk heksagon kecil seukuran liontin dengan ukiran kepala dan sayap naga yang menghiasinya, lalu Katarina pun memeluk permata itu dengan erat.


"Anuu..... maaf atas kelancangan saya..."


"Saya lupa menanyakan nama anda...."


"Namaku adalah Ozario Ryuza!"


"Tuan Ozario, terima kasih banyak atas bantuannya....."


Meskipun ia sudah bersama mereka dari tadi namun Katarina belum mengetahui sama sekali nama sang dewa naga, ia pun memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau, sang dewa naga pun memperkenalkan diri dengan datar seperti biasanya, dan Katarina kembali menundukkan kepala untuk berterima kasih kepada sang dewa naga.


"Baiklah saya permisi dulu...."


"Sampai jumpa lagi...."


"Ya, semoga kita bisa bertemu lagi!"


Akhirnya Katarina berbalik pergi menuju kapal, ia melambaikan tangannya dengan senyuman lebar sebagai tanda perpisahan, Elena pun membalasnya dengan lambaian tangan juga.


Setelah itu kapal mulai berlayar pergi, Elena menjadi sedikit sedih atas kepergian Katarina, namun ia mencoba menyembunyikan itu di balik senyumannya.


"Baiklah, ayo kita pergi!"


"Baik!!"

__ADS_1


Sang dewa naga pun menepuk pundak Elena dan mengajaknya pergi, akhirnya mereka pun berbalik dan pergi menuju pusat kota.


 


__ADS_2