
Pertarungan 2 lawan 2 antara golem dan kesatria manusia pun terjadi, si pemimpin kesatria itu melawan golem kayu sedangkan kesatria uang membawa tameng besar melawan golem batu, mereka berempat bertarung dengan sangat sengit.
"Graaa...."
"Wahai dewa matahari, berikanlah aku kekuatanmu!"
"Blazing Armor!"
Golem kayu menyerang si pemimpin kesatria menggunakan sulur miliknya, kemudian si pemimpin kesatria tersebut hanya diam dengan pertahanan terbuka.
Saat sulur-sulur itu hampir menyentuh tubuhnya, tiba-tiba kobaran api mulai muncul dan dengan cepat menyelimuti tubuh si pemimpin kesatria tersebut, seketika sulur milik golem kayu itu terbakar hangus sebelum berhasil menyentuhnya.
"Hiaaa!!!"
Dengan cepat si pemimpin kesatria itu melesat ke arah golem kayu, ia mengayunkan pedang miliknya dengan sangat kuat yang mengarah ke kepala golem itu, seketika sulur-sulur milik golem kayu tersebut menjalar mencoba melilit tubuh si pemimpin kesatria tersebut.
"Percuma!!"
"Ghhhhaaaaa....."
Namun sayang sulur-sulur tersebut terpotong dengan sangat mudah hingga hancur menjadi debu, lalu si pemimpin kesatria itu menebas leher golem kayu tersebut hingga putus.
Golem itu pun tumbang dengan tubuh yang terbakar.
Boom~
"Khhhh....."
"Hiiaaaa!!"
Namun sepertinya itu belum berakhir, tubuh golem kayu yang telah jatuh ke tanah itu tiba-tiba meledak memancarkan akar dan sulur yang menjalar mencoba menyerang si pemimpin kesatria.
Seketika si pemimpin kesatria itu pun segera menghindari sulur dan akar tersebut lalu memotongnya hingga berkeping-keping.
"Inikah usaha terakhirmu hah?"
"Hmmm?"
Saat si pemimpin kesatria itu mencoba menghina golem kayu tersebut, tiba-tiba kristal yang ada di atas bibit kecil itu mulai memancarkan cahaya hijau, perlahan tunggul pohon yang telah terpotong menumbuhkan kembali akarnya.
Akar-akar tersebut perlahan membentuk organ tubuh seperti sebelumnya, kemudian organ-organ tersebut mulai berfingsi dan golem kayu itu kembali bangkit.
"Cih!"
"Kristal itu!!"
Si pemimpin yang menyadari hal itu pun segera berlari menuju ke arahnya, ia ingin menghancurkan kristal itu sebelum golem kayu tersebut telah pulih sepenuhnya.
"Hiiaaaa!!!"
"Ghhhhh....."
Ia menusukkan pedang miliknya ke arah kristal tersebut, namun seketika serangan miliknya tertahan oleh sebuah batu besar, ternyata itu adalah golem batu yang mencoba melindungi golem kayu dari serangan si pemimpin kesatria.
"Sialan!!!"
Kemudian golem batu itu menghempaskan si pemimpin kesatria itu dengan sangat kuat hingga ia terlontar ke belakang, di saat yang bersamaan ia mencoba memukul wajah si pemimpin kesatria tersebut menggunakan tangan besarnya.
"Rasakan ini!!!"
"Khhhaaa....."
Namun sebelum serangannya mengenai tubuh si pemimpin kesatria, tiba-tiba kesatria yang membawa tameng datang dan menghantam wajah golem batu itu dari bawah, seketika ia terhempas dan mulai tumbang.
Golem batu itu pun jatuh menimpa golem kayu yang baru saja bangkit, sedangkan si pemimpin kesatria berhasil mendaratkan tubuhnya dengan sempurna.
"Komandan, apa anda baik-baik saja?!"
"Iya!!"
"Kerja bagus!!"
Kemudian kesatria bertameng itu membantu pemimpinnya untuk berdiri, si pemimpin kesatria tersebut pun memuji tindakan bawahannya yang telah menyelamatkan dirinya dari serangan golem batu.
"Aku tahu kelemahan mereka!"
"Kita incar kristal itu!"
Mereka berdua pun segera mengambil posisi siap, si pemimpin kesatria itu memberi tahu bawahannya tentang kelemahan golem-golem tersebut.
"Ayo!!"
"Baik!!"
Mereka berlari bersamaan menuju ke arah golem-golem itu, mereka ingin mengincar kristal yang tertanam di tubub para golem, jika kristal tersebut hancur maka dengan begitu golem-golem tersebut tidak akan bisa meregenerasi kembali tubuhnya.
"Khhhh......"
"Hiiiaaaa....."
Golem batu menghentakkan tanah dengan kuat menghasilkan retakan-retakan sangat besar, dari retakan tersebut muncul bongkahan-bongkahan batu runcing ysng menusuk para kesatria itu.
Namun seketika kesatria tameng itu menangkis batu-batu tersebut agar tidak mengenai si pemimpin kesatria, saat batu itu berbenturan dengan perisai miliknya seketika batu itu hancur berkeping-keping karena tidak bisa menembus pertahanan miliknya.
Kemudian si pemimpin kesatria itu berlari melewati golem batu menuju golem kayu yang ada di belakang, golem kayu tersebut pun menembakkan duri-duri tajam dari tubuhnya sebagai bentuk pertahanan diri.
Tapi serangan itu tidak berdampak sama sekali bagi si pemimpin kesatria itu, ia dapat me ghindar dan menangkisnya dengan mudah, karena serangan itu tidak mempan padanya, golem kayu pun kembali menyerang si oemimpin kesatria itu menggunakan akar-akar yang tumbuh dari dalam tanah.
Lagi-lagi serangan miliknya dapat dihentikan dengan mudah oleh si pemimpin kesatria itu, mau bagaimana pun juga kayu tidak akan pernah mempan terhadap api, itulah mengapa si pemimpin kesatria dengan mudah melawannya.
"Akan aku pastikan kau benar-benar mati kali ini!!"
"Inferno fire!!"
"Grrraaaa....."
Si pemimpin kesatrai itu pun menebas tubuh golem kayu secara beruntun hingga terpotong berkeping-keping, menyisakan tunggul yang menjadi tempat kristal itu berada.
"Hiaaaa!!!"
Kemudian si pemimpin kesatria itu menghunuskan pedangnya menuju kristal tersebut hingga hancur, seketika hempasan energi menyebar ke segala arah, tunggul pohon itu perlahan membusuk dan hancur.
Si pemimpin kesatria itu menoleh ke arah bawahannya yang sedang melawan golem batu, nampaknya ia cukup kesukitan.
"Grrraaa!!"
"Hiiaaaa!!"
Golem batu itu menginjak kesatria perisai dengan kakinya yang besar, namun kesatria tersebut berhasil menghindar dan membenturkan ujung perisai miliknya tepat di sendi golem tersebut.
Golem itu pun jatuh berlutut karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, kesatria perisai itu terus menyerang golem itu pada titik yang sama agar ia tidak bisa bangkit.
__ADS_1
"Komandan, sekarang!!"
"Ya!!"
Melihat ada kesempatan, si kesatria perisai itu membeti isyarat kepada pemimpinnya untuk menyerang.
"Matilah kau!!"
Si pemimpin kesatria itu melompat ke arah punggung golem batu dan menghunuskan pedang miliknya tepat di tengkuknya.
"Khaaaa!!!"
Namun sebelum bilah pedang miliknya menyentuh tubuh golem itu, tiba-tiba dari punggung golem tersebut tumbuh batu-batu runcing yang berbaris seperti duri.
Kemudian batu tersebut menusuk si pemimpin kesatria itu hingga menembus ziharnya, ia pun menjerit menahan rasa sakit yang diterimanya.
"Sialan!!"
"Hiaaaa!!!"
Beruntungnya batu-batu tersebut tidak mengenai organ vital miliknya, kemudian si pemimpin kesatria itu memotong batu yang tertancap di tubuhnya, ia pun jatuh dengan posisi berlutut.
"Komandan!!"
"Grrrraaaaa..."
Kesatria persiai itu berlari menuju ke arah pemimpinnya, namun golem batu yang sebelumnya lumpuh kini mulai bangkit.
"Cih!!"
Golem itu pun menggaruk tanah menggunakan tangannya lalu melemparkan batu-batu besar yang ada di genggamannya menuju ke arah mereka berdua, bongkahan batu tersebut melesat dengan sangat cepat seperti sebuah mortir.
"Rock Fortress!"
Dengan cepat kesatria perisai itu menghentakkan perisai miliknya ke tanah dengan sangat kuat, seketika gundukan tanah menjulang dari dalam membentuk sebuah tembok besar yang menutupi mereka.
"Khaaaa!!!"
"Komandan bertahanlah!!"
Batu-batu yang melayang itu pun menghantam tembok yang dibuat oleh kesatria perisai dengan sangat dahsyat, tembok tersebut perlahan mulai terkikis akibat benturan yang keras.
Si pemimpin kesatria yang sedang terluka mulai mencabuti batu-batu yang masih menancap di tubuhnya, darah segar mengalir sangat deras dari bekas luka tersebut.
"Aku baik-baik saja!"
Kemudian si pemimpin kesatria tersebut mulai berdiri, hujan batu pun berakhir, tembok besar yang melindungi mereka akhirnya runtuh.
"Aku sudah muak dengan semua ini!!"
"Ayo akhiri ini segera!!"
"Dimengerti komandan!!"
Mereka berdua pun bersiap menyerang golem batu itu, tampak amarah yang sangat besar di wajah si pemimpin kesatria, perlahan api mulai berkobar menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Hiiaaa!!!"
Pertarungan mereka pun menjadi sangat sengit, si pemimpin kesatria dan kesatria perisai melakukan serangan kombinasi dengan sangat baik, mereka membuat seluruh serangan golem batu tidak mempan padanya.
"Hiaaa!!"
Saat golem batu itu melancarkan serangan miliknya, seketika kesatria perisai pun memblokirnya menggunakan perisai miliknya, kemudian si pemimpin kesatria melancarkan serangan balik padanya.
"Grrraaaa!!!"
Hal tersebut membuat mereka kesulitan melancarkan serangan, pertahanan absolut itu melindungi kristal dari serangan apapun yang mendekat ke arahnya.
"Rasakan ini!!!"
"Burning Fire!!"
Saat pertahanan golem batu itu terbuka, seketika si pemimpin kesatria itu mengambil kesempatan untuk menyerang.
Ia menggenggam pedang miliknya dengan posisi melempar, perlahan kobaran api yang ada pada bilah pedang miliknya semakin bertambah besar.
Kemudian si pemimpin kesatria itu pun melemparkan pedang yang berapi-api tersebut menuju golem batu tepat di dadanya, pedang itu melesat bagaikan tombak.
Batu-batu runcing kembali muncul sebagai bentuk pertahanan diri milik golem tersebut, namun pedang itu melesat melewati sela-sela duri dan langsung mengarah ke kristal.
"Grrraaaa......"
Seketika pedang tersebut menancap tepat di tengah kristal yang membuatnya menjadi retak, retakan tersebut perlahan mulai menyebar ke seluruh tubuh golem.
Namun golem batu itu belum mati, ia masih bisa bergerak di saat seluruh bagian tubuhnya menjadi rapuh.
"Cih!!"
"Masih belum cukup!!"
Si pemimpin kesatria menjadi kesal karena serangannya tidak berhasil membunuh golem itu, namun ia tahu bahwa kini golem batu tersebut sudah sekarat, hanya butuh satu serangan lagi untuk membinasakannya.
"Rowin, lumpihkan dia!!"
"Baik komandan!!"
Ia pun menyuruh kesatria perisai untuk melumpuhlannya, dengan cepat kesatria perisai itu berlari menuju ke arah golem, ia menghindari serangan yang dilancarkan oleh golem tersebut dengan lincah.
"Hiiaaaa!!!"
"Grrraaaa....."
Kesatrai perisai itu menghantamkan perisai miliknya pada bagian kaki golem itu, seketika kaki tersebut pun hancur berkeping-keping karena retakan yang ada sebelumnya.
Golem itu pun jatuh berlutut, belum selesai sampai di situ, kesatrai perisai itu pun mendaki tubuh golem tersebut menuju kepala miliknya.
"Matilah kau keparat!!"
"Hiiaaaa!!!"
Dengan seluruh tenaga yang ia punya, kesatria itu melompat menuju kepala golem tersebut dan menghantamkan perisai miliknya dengan sangat kuat.
"Grraaaa...."
Seketika seluruh tubuh golem itu hancur menjadi berkeping-keping mennadi bongkahan batu yang berhamburan di tanah.
"Kerja bagus!!"
Kemudian si pemimpin kesatria tersebut berjalan menuju ke arah pedang miliknya yang menancap di atas tanah bersama kristal biru yang terhimpit pedang tersebut.
"Takkan kubiarkan!!"
__ADS_1
Tiba-tiba kristal itu mulai memancarkan cahaya biru terang, seketika batu-batu yang berserakan mulai bergerak dan akan menyatu, dengan cepat si pemimpin kesatria itu menggenggam pedang miliknya dan menusukkan kristal itu hingga hancur.
Setelah kristal itu hancur, batu-batu tersebut berhenti bergerak, dengan ini golem batu tidak bisa bangkit kembali.
"Horaaa!!!"
"Ayo maju!!!"
Setelah kedua Guardians Of Nature kalah, barisan depan menjadi sangat kacau, para pasukan manusia berhasil memusnahkan predator-predator dari pihak peri.
"Serang!!!"
"Grrraaaa!!!"
Para manusia itu mulai menyerang pasukan pertahanan peri, dengan jumlah mereka yang sangat banyak mereka yakin bisa menembusnya.
Namun sepertinya tidak semidah itu, karena pasukan pertahanan itu terdiri oleh hewan hewan besar yang tangguh sehingga membuat mereka kewalahan.
"Awas!!!"
"Ghhaaaaa......"
Para badak dan gajah menerobos pasukan manusia dan menghempaskan mereka ke segala arah, sedangkan kulit mereka yang keras membuat serangan panah dan tombak tidak berpengaruh padanya.
Pasukan manusia pun telah kelelahan sebelumnya, hal itu membuat stamina mereka telah terkuras habis.
"Jangan berhenti!!!"
"Terus maju!!!"
Si pemimpin kesatria bersama kesatria perisai memasuki medan perang, mereka memerintahkan pasukannya agar tetap mempertahankan posisinya.
"Grrraaaa!!"
"Hooo, apa kau ingin melawanku?"
Seekor badak besar dengan tanduk yang panjang dan runcing datang kepada kesatria perisai, ia mengarahkan tanduknya ke depan sembari menggaruk-garuk tanah.
Kesatria perisai itu pun tidak merasa gentar sedikitpun, ia malah menantangnya dengan percaya diri.
"Kemarilah!!"
"Ayo serang aku!!"
"Ggghhhhh......"
Badak itu pun berlari dengan kencang ingin menyeruduk si kesatria perisai tersebut, kemudian kesatria itu tersenyum dengan ceria melihat badak itu menyerangnya.
"Terima ini!!!"
"Hiiaaaa!!!"
"Agghaaa...."
Saat badak itu hampir menyeruduknya, dengan cepat kesatria perisai tersebut menghantamnya menggunakan perisai miliknya sehingga badak itu terhempas jauh ke belakang, bahkan tanduk miliknya pun patah akibat benturan tersebut.
"Hahaha....."
"Apa hanya itu kemampuanmu hah?"
"Hmmm?"
Kesatria itu pun mengejek badak yang tebaring tidak sadarkan diri, namun seketika pandangannya teralihkan.
Tiba-tiba langit berubah menjadi gelap, semua orang yang ada di medan perang seketika menatap ke atas dengan kedua mata terbelalak.
Sebuah bayangan besar mendekat ke arah mereka dengan sangat cepat, bayangan itu memiliki wujud seekor naga raksasa.
"Sial!!"
"Menghindar!!"
Tiba-tiba naga itu menungkik ke bawah dengan sangat cepat dan menghantam orang-orang yang ada di bawahnya.
Seketika semua orang terhempas ke segala arah, naga itu pun mulai meluluhlantahkan apapun yang ada di sekitarnya.
"Siapa itu?"
Tiba-tiba seseorang muncul dari balik debu yang tebal, orang tersebut mengenakan jubah merah sembari menggenggam dua pedang merah yang bersinar.
Orang tersebut berjalan dengan santai tanpa menghawatirkan keadaan di sekitarnya, si pemimpin kesatria pun langsung menatap tajam kearahnya.
Ia merasakan hawa membunuh yang sangat kuat terpancar dari dalam dirinya, bahkan seluruh tubuhnya menjadi sangat dingin.
"Komandan!!!"
"Hati-hati Rowin!!"
"Dia bukanlah manusia!!"
Si pemimpin kesatria itu pun segera memperingatkan bawahannya untuk waspada, akhirnya laki-laki itu berhenti, ia menatap ke arah si pemimpin kesatria dan bawahannya dengan sangat tajam.
"Komandan, awas!!"
"Khhh...."
Tanpa mengatakan apapun, laki-laki tersebut segera melesat ke arah mereka, dengan segera kesatria perisai itu mencoba menangkis serangan laki-laki tersebut.
"Eh?"
"Tidak mungkin!!"
Pedang merah itu berbenturan dengan perisai milik kesatrai tersebut, namun seketika kesatria perisai itu terkejut saat melihat perisai miliknya retak akibat serangan dari laki-laki itu.
"Agghhhh...."
Laki-laki itu pun mengayunkan kedua pedangnya beberapa kali secara beruntun ke arah perisai besar tersebut, hal itu membuat kesatria itu tidak bisa lagi menahan serangan darinya.
Seketika perisai miliknya pun hancur berkeping-keping dan ia pun terhempas ke belakang dengan sangat kuat.
Kesatria perisai itu pun terbaring tidak sadarkan diri, si pemimpin kesatria tersebut hanya diam tidak membantunya.
Kemudian laki-laki itu menatap si pemimpin kesatria dengan wajah datarnya, aura mengerikan terus memancar dari dalam dirinya, siapapun yang merasakannya pasti akan membeku seketika.
"Namaku adalah Bedivere!!"
"Dan siapa kau?!"
Si pemimpin kesatria itu pun memperkenalkan dirinya, kemudian ia pun menanyakan identitas laki-laki misterius tersebut.
"Ozario Ryuza!"
__ADS_1
Laki-laki itu pun menjawab pertanyaan darinya dengan nada datar, setelah memperkenalkan diri masing-masing, mereka berdua pun segera mengangkat pedang mereka dan mengambil posisi siap.