God Of Disaster

God Of Disaster
Penghianat


__ADS_3

“Kekelahan ini adalah salahku!!!”


“Aku tidak menyangka mereka memiliki pasukan seperti itu!!!”


Di dalam kereta kuda, sang raja duduk sembari mengepalkan kedua tangannya di depan wajah, beliau merasa sangat kesal akan kekalahan mereka dalam pertempuran melawan Kekaisaran Naga.


“Laki-laki itu bukanlah manusia!!!”


“Tidak mungkin ada naga yang masih hidup di dunia ini!!!”


Orang yang beliau maksud adalah sang dewa naga yang memimpin pasukan naga, beliau mengerti bahwa aura yang dipancarkan oleh sang dewa naga sangat mengerikan, dan hal itu mustahil untuk seorang manusia biasa.


Di sebelah raja itu ada seorang petinggi yang ikut bersamanya beserta Pangeran Charles yang sedang terbaring lemah tak sadarkan diri.


“Tapi aku tidak bisa menerima kekalahan ini!!!”


“Aku berjanji akan membalasnya suatu saat!!”


Bagi sang raja, kekalahan ini adalah sebuah penghinaan baginya, sehingga beliau pun tidak terima dan bersumpah untuk membalaskan kekalahannya itu.


“Tidak yang mulia!”


“Anda tidak perlu melakukan itu!!”


“Hah?”


Tiba-tiba si petinggi tersebut memotong pembicaraan, hal itu membuat sang raja menjadi tersinggung dan segera menoleh ke arahnya.


“Apa maksudmu?”


“Karena anda bukanlah pemimpin kami lagi!!!”


“Aghhhh.....”


Saat sang raja ingin menanyakan maksud perkataan itu, dengan cepat petinggi tersebut mengeluarkan belati dari balik baju dan segera menusukkannya ke perut sang raja, seketika sang raja pun terkejut saat mengerahui petinggi itu menikamnya.


“Puks, apa yang kau lakukan!!!”


“Agghhh....”


Si petinggi itu pun terus menusukkan belatinya dengan sangat dalam, sang raja pun berteriak kesakitan akibat luka yang diterimanya.


“Anda telah gagal menjadi seorang pemimpin!!!”


“Maka dari itu anda tidak lagi pantas berkuasa!!!”


Sang raja mencoba mencabut belati itu dengan kedua tangannya, namun si petinggi tersebut terus menusuk beliau dengan sangat dalam sembari mengatakan hal yang sangat mengejutkan.


“Sialan!!!”


“Apa kau menghianatiku hah?!!”


Sang raja mencoba melakukan perlawanan dengan meraih leher si petinggi itu, namun seketika tangan beliau dapat meraihnya seketika si petinggi itu mencengkram tangannya dengan sangat kuat hingga beliau tertahan.


“Hahahaha, apakah anda kecewa yang mulia?”


“Eramu telah usai, kini saatnya pemimpin paru yang akan berkuasa!!!”


Si petinggi tersebut pun tertawa dengan sangat kencang melihat wajah sang raja yang kecewa.


“Akau akan merampas segalanya darimu!!”


“Hartamu, wilayahmu semuanya akan menjadi milikku!!!”


“Dan satu lagi, aku juga akan merebut istrimu yang menawan itu!!!”


Si petinggi itu mencoba memprovokasi beliau dengan kata-kata yang kasar, dengan ekspresi wajah yang menjijikkan, ia terus memprovokasi sang raja.


“Sungguh wanita yang sempurna!!!”


“Ahhh aku tidak sabar ingin meraba tubuhnya yang menggoda itu!!!”


“Aku akan membuatnya menjadi budak yang memuaskan hasratku setiap saat!!!”


“Hmmm jangan khawatir, aku akan memperlakukannya dengan lembut!!!”


Mendengar hal itu sang raja pun menjadi semakin kesal dan mencoba untuk membunuh si petinggi tersebut.


“Beraninya kau!!!”


“Khaa....”


“Aghhh....”


“Hahahaha!!!!”


“Apa kau tidak terima bila aku mengambilnya darimu?”


Namun sang raja tidak bisa melawan sedikitpun, luka yang beliau terima semakin parah, darah mengalir dengan sangat deras membasahi baju milik beliau.


“Orang yang akan mati sepertimu tidak perlu memikirkan hal itu!!!”


“Aghhh....”


Perlahan tubuh sang raja mulai melemah dan tidak bisa lagi menahan serangan dari si petinggi itu, akhirnya beliau pun melepaskan genggaman tangannya dan pasrah menerima ajalnya.


“selamat tinggal yang mulia!!!”


“Sialan...”


“Tunggulah, aku pasti akan membalasmu di neraka!!!”


Seketika si petinggi itu menusuk perut beliau hingga menembus organ vitalnya, dan setelah selesai mengatakan kata-kata terakhirnya perlahan sang raja pun kehilangan kesadaran.


“Hahahahaha, aku sangat menantikan hal itu!!!”


Setelah berhasil membunuh sang raja, si petinggi tersebut pun mencabut belati itu dari perut beliau dan berencana ingin membunuh sang pangeran juga.


“Apa yang terjadi?”


Sang pangeran yang baru tersadar pun menjadi sangat terkejut saat menyaksikan ayahnya telah terbaring dengan tubuh bersimbah darah.


“Ah pangeran!”


“Apa anda sudah bangun?!”


Si petinggi itu segera membalikkan badan menuju Pangeran Charles sembari menggenggam belati yang berlumuran darah di tangannya.


“Sialan, apa kau yang melakukannya?”


Pangeran Charles pun tersadar bahwa ayahnya telah dibunuh oleh si petinggi tersebut, ia pun segera menatap ke arahnya dengan sangat tajam.


“Heeh, apa kau menyadarinya?”


“Jangan khawatir anda akan segera menyusulnya!!”


Mengetahui tindakannya telah terbongkar seketika si petinggi itu pun mengayunkan belati miliknya menuju Pangeran Charles dengan tujuan membunuhnya.


“Khhh....”


“Seperrti yang kuduga!”


“Pangeran Charles memang hebat!!”


“Sialan kau....”


Saat sebelum belati itu menyentuh dada miliknya, Pangeran Chales pun meraih tangan si petinggi itu dan segera menahannya, hal itu membuat serangan tersebut berhenti dan tidak jadi melukai pangeran.


“Hiaaa!!!”


“Ghaa....”

__ADS_1


Dengan segenap tenaga yang ia punya, Pangeran Charles pun menghempaskan tubuh si petinggi itu ke belakang hingga membentur dinding kereta, hal itu membuat guncangan yang cukup hebat.


“Cih menyebalkan!!!”


Si petinggi itu pun mencoba bangkit dan mengambil belati miliknya yang jatuh, di sisi lain Pangeran Charles pun melakukan hal yang sama, ia mencoba meraih belati itu yang berada di dekatnya.


“Dasar bocah tengik!!!”


“Aghhh....”


Saat Pangeran Charles hampir meraih belati itu, tiba-tiba si petinggi tersebut menendang tangannya dengan sangat kuat hingga terhempas, dan usahanya menjadi sia-sia, akhirnya si petinggi itu berhasil mengambil belati yang jatuh dengan mudah.


“Matilah kau!!!!”


“Agghhhh....”


Karena tubuhnya masih terluka, Pangeran Chales pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi, dengan cepat si petinggi itu menusukkan belati miliknya di dada sang pangeran dengan sangat kuat, darah segar pun seketika menyembur keluar dan menempel di seluruh ruangan.


“Hiaaa....”


“Khaa....”


Tidak cukup hanya dengan satu serangan, si petinggi itu pun kembali menusukkan belatinya bertubi-tubi dengan sangat kejam, perut Pangeran Chales pun robek dan menyisakan luka yang sangat mengerikan.


“Elena....”


Di saat-saat terakhirnya, Pangeran Charles mencoba mengatakan sebuah nama milik seseorang, dan setelah itu ia pun kehilangan kesadaran dan mulai menutup matanya.


“Hmm...”


Tiba-tiba sebuah guncangan besar pun terjadi dan membuat kereta kuda itu berhenti, petinggi itu pun segera memalingkan pandangan menuju pintu keluar yang ada di belakangnya, di sisi lain si kesatria yang mengemudi kereta kuda itu pun merasakan hal yang aneh di dalam sana, ia pun memutuskan untuk memberhentikan kudanya dan ingin memeriksa keadaan.


“Yang mulia, apa anda baik-baik saja?”


“Eh?”


“Khaaa....”


Saat si kesatria itu ingin membuka pintu, tiba-tiba ia dikejutkan oleh petinggi yang datang menerjangnya, seketika leher kesatria itu pun tersayat oleh belati dengan sangat dalam, kesadarannya hilang dengan sekejap dan perlahan tubuhnya jatuh tersungkur di tanah.


“Dasar pengganggu!!!”


Akhirnya si petinggi itu pun berhasil membunuh semua orang yang ada di sana, ia pun mengumpulkan mayat mereka menjadi satu dan meletakkannya di balik semak-semak agar tidak ada satupun orang yang melihat.


“Hahahahaha....”


“Akhirnya aku akan berkuasa!!!”


“Semuanya akan tunduk padaku!!!”


Ia pun tertawa gembira sembari merayakan keberhasilannya, dengan ini singgahsana istana menjadi kosong, dan ia berniat untuk mengisi ruang tersebut, hanya demi sebuah kekuasaan, ia bahkan rela mengotori tangannya sendiri.


“Hoo.... sepertinya kau senang sekali!!”


“Hah?”


Tapi tiba-tiba sebuah suara bergema dan itu pun membuat suasana bahagia miliknya terganggu, petinggi itu segera membalikkan badan dan menatap ke arah sumber suara tersebut.


“Seperti inikah caramu mendapatkan kekuasaan?”


“Siapa kau!!!”


Suara itu terus bergema seakan ingin berbicara dengan si petinggi trsebut, meski begitu tidak ada satupun orang yang tampak dalam pandangannya, seakan ia hanya sedang berhalusinasi saja.


“Manusia memang benar-benar makhluk yang hina!!”


“Cih, jangan mempermainkanku!!!”


“Tunjukkan dirimu!!!”


Si petinggi itu pun merasa kesal karena telah dipermainkan, dengan posisi siaga petinggi itu pun menyuruh agar orang itu segera keluar.


“Siapa kau!!!”


“Senang bertemu dengan anda!!!”


“Saya adalah Alpha, pemimpin dari klan serigala!!!”


Akhirnya laki-laki itu pun memperkenalkan dirinya, Alpha menunjukkan ekspresi wajahnya sangat tenang dan berwibawa, namun siapapun yang menatap matanya pasti akan merinding.


“Hmmpp.... aku tidak tahu kau berasal dari mana!!!”


“Apa tujuanmu kemari!!!”


Si petinggi itu pun merespon dengan acuh, tetapi kewaspadaan dirinya tidak menurun sedikitpun, ia masih berada di posisi siaga sebagai persiapan jika saja Alpha akan menyerangnya.


“Aku memiliki satu permintaan padamu!!"


"Permintaan?"


“Apa itu?!!”


Saat petinggi itu mendengar permintaan dari Alpha, seketika ia pun merasa curiga, petinggi itu pun menanyakan alasan sebenarnya kepada Alpha.


“Aku ingin kau menyerah sekarang juga, dan tunduk kepada dewa naga!!”


“Hah apa katamu?”


“Jangan bercanda!!!”


Tiba-tiba si petinggi itu pun marah, ia tidak menyetujui permintaan dari Alpha dan melontarkan kata-kata kasar kepadanya.


“Apa kau pikir aku akan menyetujuinya?”


“Aku tidak akan tunduk kepada siapapun!!!”


Si petinggi itu pun mengarahkan belatinya kepada Alpha sebagai tanda penolakan darinya, melihat hal itu Alpha pun menghela napas seaakan ia sudah tahu akan jadi seperti ini pada akhirnya.


“Jadi itukah jawabanmu?”


“Benar sekali!!!”


“Baiklah, karena kau tidak mau menerima tawaran dariku maka dengan ini aku anggap kau sebagai musuh bagi sang Dewa Naga!!!”


“Aku akan membunuhmu di sini!!!”


Setelah mencoba membujuknya lagi namun tetap tidak berhasil, Alpha pun memutuskan untuk mengeksekusi petinggi itu saat ini juga, ia pun meregangkan jari-jemarinya, seketika kuku-kuku yang tajam dan runcing itu


pun bergesekan satu sama lain menghasilkan bunyi yang keras, kemudian Alpha menatap petinggi itu dengan sangat tajam sembari mengeluarkan aura membunuh yang sangat mengerikan.


“Maaf, tapi aku tidak berniat mati di sini!!!”


“Hiaa!!!!”


Si petinggi itu pun berlari mendekati Alpha, ia ingin menusuk perut Alpha menggunakan belati miliknya.


“Tercabiklah!!!”


“Aghhh.....”


Saat jarak diantara mereka sudah sangat dekat, tiba-tiba Alpha menghilang dalam sekejap mata seperti sebuah bayangan yang melesat dengan sangat cepat, seketika tangan milik petinggi itu pun terpotong dan melayang di udara.


“Khaaa.....”


“Khuhukkk....”


Alpha mencabik-cabik perut petinggi itu bertubi-tubi hingga menyebabkan luka sayatan yang sangat dalam, petinggi itu pun menjerit kesakitan menerima rasa sakit yang amat dahsyat.


“Hentikan!!!”


“Aghhh....”

__ADS_1


Alpha menendang si petinggi itu dengan sangat kuat hingga ia terhempas jatuh, namun dengan segera petinggi itu bangkit dan ingin menyelamatkan diri.


“To-tolong....”


“Tidak akan kubiarkan kau lari!!”


“Huaaa.....”


Seketika Alpha melesat dengan sangat cepat menuju kearah si petinggi itu dan mencabik kakinya hingga terputus, si petinggi itu pun kembali jatuh tersungkur karena tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.


“Selamatkan aku!!!”


“Khaaa....”


Si petinggi itu pun mencoba merangkak menggunakan tangannya yang tersisa, ia berteriak meminta pertolongan kepada siapapun dan berharap ada seseorang yang akan datang, namun hal itu sia-sia, Alpha yang sudah berada di depannya pun menginjak tangan si petinggi itu dengan sangat keras hingga ia terhenti.


“Ku-kumohon ampuni aku!!!”


“Aku akan tunduk kepada sang dewa naga!!!”


Kemudian si petinggi itu pun mengemis kepada Alpha agar ia dibiarkan tetap hidup, namun Alpha hanya menatapnya dengan tajam sembari menunjukkan ekspresi tidak peduli.


“Sudah terlambat, aku tidak akan memberimu kesempatan kedua!!”


“khhhhaaa.....”


“Tidak, hentikan!!!”


Alpha pun menariknya keatas hingga petinggi itu pun berdiri, dengan tubuh yang penuh dengan luka, ia terus meminta ampunan kepada Alpha, namun Alpha tidak memperdulikannya sedikitpun.


“Aku tidak boleh mati di sini!!!”


“Aku masih belum berkuasa!!!”


“Kumohon berikanlah aku kesempatan satu kali saja!!!”


Petinggi itu terus bergumam tentang impiannya yang kini semakin jauh darinya, air matanya mengalir deras di pipinya, ketakutan akan ajalnya yang sudah ada di depan mata membuatnya menjadi gila.


“Matilah dan sesali semua perbuatanmu itu!!!”


“Tidak....."


“Aghhhh.....”


Alpha pun melepaskan cengkramannya dari orang itu hal itu membuatnya tidak bisa menyeimbangkan tubuh dan akan jatuh, tapi dengan cepat Alpha menusukkan kedua lengannya di dada petinggi itu dengan sangat dalam hingga menembus jantungnya, kemudian ia meregangkan kedua telapak tangannya dan langsung merobeh dada petinggi itu dengan sangat kejam, seketika tibuh petinggi itu pun terbelah menjadi dua bagian dan jatuh berserakan di tanah.


“Misi selesai...”


Si petinggi itu telah tewas dengan sangat mengenaskan, kemudian Alpha pun segera membalikkan badan dan pergi meninggalkan mayat itu.


Malam telah berlalu, kini fajar mulai menampakkan wujudnya, para pasukan Kekaisaran Naga telah berhasil mengalahkan Kerajaan Beltharm, dan kini mereka kembali dengan membawa kemenangan.


“Wah....”


Elena menatap langit fajar, ia melihat sekumpulan naga yang terbang bersamaan, dengan cahaya fajar yang menyinari kegelapan, para naga itu seakan menari-nari di udara.


“Hey lihatlah!!!”


“Tuan Ozario telah kembali!!!”


“Ini adalah kemenangan bagi kita!!!”


Orang-orang pun segera berlarian menuju luar tenda, mereka seketika menatap langit dengan ekspresi gembira dan mulai menyerukan nama sang dewa naga.


“Hidup sang dewa naga!!!”


“Hidup sang dewa naga!!!"


“Hidup sang dewa naga!!!”


Mereka bersorak ria atas kembalinya tuan mereka, hari kemengangan telah tiba, dan itu adalah hal yang sangat menggembirakan bagi mereka.


“Sepertinya Alpha berhasil menyelesaikan misinya!”


“Itu benar....”


Tidak lama kemudian muncul kawanan serigala yang bergerak menuju ke arah mereka, Beta dan Omega pun segera menyadari bahwa itu adalah Alpha dan yang lainnya, mereka pun merasa sangat senang akan keberhasilan misinya.


Perlahan para naga itu pun mendarat tepat di depan kamp mereka, tiba-tiba ada sebuah kabut merah datang menyelimuti tubuh para naga, tidak lama kemudian kabut itu pun menghilang dan seluruh naga yang ada di sana kembali berubah menjadi manusia seutuhnya.


“Selamat datang kembali Tuan....”


Semua orang yang ada di kamp segera berkumpul untuk menyambut kedatangan sang dewa naga, begitu pula dengan Elena, mereka semua tunduk di hadapan sang dewa naga dengan wajah yang ceria.


“Angkatlah wajah kalian!”


“Baik....”


Setelah itu mereka semua pun berpelukan satu sama lain untuk merayakan hari kemenangan itu, Elena menatap ke arah sang dewa naga dengan senyuman legar, ia merasa lega atas kembalinya sang dewa naga, kini Elena


bisa melepaskan kekhawatiran yang ada di dalam pikirannya.


"Selamat datang kembali tuan!"


"Ya!"


Elena mencoba memberanikan diri untuk mengucapkan salam kepada sang dewa naga, dan beliau pun membalasnya dengan datar seperti biasa, namun meski begitu Elena tetap merasa senang.


“Tuan!!"


"Kita berhasil menguasai Kerajaan Beltharm.”


“Kini wilayah itu adalah milik kita!”


Tidak lama kemudian Alpha pun memanggil beliau, dan seketika sang dewa nagapun memalingkan pandangannya, Alpha melaporkan sesuatu kepada sang dewa naga,


atas kekalahan dan kematian raja mereka, kini Kerajaan Beltharm telah resmi dikuasai oleh Kekaisaran Naga.


“Apa yang akan kita lakukan kepada mereka?"


“Apa kita akan membantai mereka semua?”


Alpha pun bertanya kepada sang dewa naga tentang hal itu, semuanya bergantung kepada keputusan sang dewa naga sendiri, jika beliau menyuruh Alpha untuk membantai mereka semua maka dengan senang hati ia melaksanakannya.


“Berilah sebuah kesempatan kepada mereka untuk memilih!"


“Jika mereka menerima tawaran darimu maka terimalah mereka dengan senang hati, dan jika mereka menolaknya maka engkau bebas melakukan apapun kepada mereka!”


Namun sang dewa naga memberikan sedikit belas kasihan bagi mereka, dan Alpha beliau menyerahkan semuanya kepada Alpha.


“Dimengerti tuan....”


Alpha pun menerima perintah itu dengan senang hati, lalu sang dewa naga segera membalikkan badan menuju ke arah Elena.


“Waktunya pergi Elena!!”


“Ba-baik....”


Beliau pun memanggil Elena yang sedang bersama dengan Beta dan Omega, mendengar panggilan itu Elena pun segera menaggapinya.


“Hati-hati di jalan tuan putri!”


“Jaga diri anda baik-baik!”


“Terima kasih banyak...”


“Selamat tinggal!”


Setelah berpamitan kepada semua orang, Elena pun segera berjalan menghampiri sang dewa naga, ia melambaikan tangannya sebagai tanda perpisaan kepada mereka.


“Kami akan selalu menunggu kepulangan anda tuan!”

__ADS_1


“Ya.”


Seketika semua orang pun menundukkan kepala mengantar kepergian sang dewa naga, ini bukanlah petama kali bagi mereka, sehingga tidak ada satupun kesedihan yang tergambar di wajah mereka, semua orang tersenyum lebar dan gembira, mereka yakin bahwa sang dewa naga akan kembali lagi suatu saat nanti.


__ADS_2