God Of Disaster

God Of Disaster
Pasukan Abadi


__ADS_3

Hari yang mengerikan itu pun berlanjut, suara teriakan dan jeritan penderitaan terus bergema di segala penjuru langit, mulai tercium bau darah segar yang menjijikkan dari mayat-mayat prajurit yang telah mati secara mengenaskan.


“Hiaaa!!!”


“Rasakan ini!!!”


“Aghhhh….”


Pangeran Charles yang menunggangi kuda mencoba menyerang kearah sang dewa naga., ia mengayunkan pedang miliknya menuju leher beliau, namun dengan cepat sang dewa naga


menhindar dan menebas kaki kuda milik Pangeran Charles hingga ia jatuh tersungkur ke tanah.


“Cih, sialan!!!”


Pangeran Charles mencoba bangkit kembali, para kesatria lain yang bersamanya pun segera berkumpul untuk melindungi pangeran dari serangan bahaya, sedangkan sang dewa naga


masih berdiri dengan tenang menatap kearah mereka semua.


“Hiaaa!!!!”


Para kesatria yang mengelilingi Pangeran Charles mencoba menyerang sang dewa naga


secara bersamaan, Sebagian besar dari mereka menggunakan senjata pedang dua tangan,


sedangkan yang lainnya menggunakan perisai dan tombak.


Salah seorang kesatria mengayunkan pedang miliknya menuju kepala sang dewa naga secara vertikal, namun serangan itu dapat ditangkis oleh beliau dengan mudah.


“Rasakan ini!!!”


Dari arah belakang datang seorang kesatria yang menyerang beliau secara horizontal, melihat hal itu sang dewa naga segera menghempaskan kesatria yang yang ada di depannya jauh ke belakang dan membalikkan badan lalu menebas tangan kesatria itu hingga putus sesaat sebelum ia berhasil melancarkan serangannya.


“Khaaaa….”


“Hiaaaa!!!”


Kesatria yang lain pun mencoba menyerang kembali sang dewa naga, namun tidak ada


satupun serangan mereka yang berhasil melukai beliau, dengan cepat sang dewa naga


mengayunkan kedua pedang miliknya ke segala arah yang membuat tubuh para kesatria itu tersayat dengan sangat dalam.


“Agghhh…”


Satu persatu kesatria itu jatuh ke tanah dengan luka yang sangat mengerikan, melihat hal itu


Pangeran Charles pun merasa sangat marah dan menatap sang dewa naga dengan penuh


kebencian.


“Jangan sombong dulu kau!!!”


“Hiaaa!!!”


Dengan cepat Pangeran Charles melesat kearah sang dewa naga, ia mengayunkan pedang miliknya dengan sangat kuat menuju kepala beliau, namun sebelum bilah pedang itu mencapainya, sang dewa naga sedikit memiringkan kepalanya sehingga serangan itu meleset.


“Masih belum!!”


Tidak berhenti sampai di situ, Pangeran Charles terus menyerang sang dewa naga dengan sangat agresif, ia mengayunkan


pedangnya terus menerus tanpa henti ke arah beliau, namun tidak ada satupun serangan yang berhasil mengenainya, sang dewa naga dapat menangkis semua serangan itu dengan cukup mudah.


“Hoho, boleh juga kau!!!"


“Tapi mau sampai kapan kau akan menghindarinya hah!!”


Pangeran Charles pun merasa kesal karena sang dewa naga tidak menanggapinya dengan


serius, ia pun memaki-maki beliau sembari melancarkan serangan miliknya.


“Terima ini!!!”


“Teknik pedang suci: Membelah langit!!!”


Pangeran Charles mengambil sedikit jarak dari sang dewa naga, kemudian ia mengangkat


pedang miliknya dengan dua tangan ke atas, perlahan partikel-partikel cahaya putih


berkumpul di bila pedang miliknya menghasilkan hempasan energi yang cukup besar ke segala arah, dan dengan sebuah teriakan yang sangat keras ia mengayunkan pedang itu


menuju sang dewa naga.


Sebuah kilatan cahaya putih membentang melalui jalur tebasan, pedang milik Pangeran


Charles berayun menuju sang dewa naga dengan sangat cepat, melihat hal itu beliau segera


menyilangkan kedua pedang miliknya untuk menahan serangan dari Pangeran Charles,


benturan hebat menghaslkan percikan api yang cukup besar akibat dari serangan tersebut.


“Khhh… sialan!!!”


“Apa kau tidak memiliki semangat untuk bertarung hah!!!”


“Berhentilah bermain-main denganku!!!”


Lagi-lagi serangan milik Pangeran Charles dapat ditahan dengan mudah oleh sang dewa


naga, dan hal itu membuatnya menjadi semakin marah, ia mendorong pedang miliknya dengan kuat mencoba menembus pertahanan milik sang dewa naga.


“Ghaaaa….”


Kemudian sang dewa naga menghempaskan Pangeran Charles dengan sangat kuat sehingga ia hampir terjatuh, ia masih merasa kesal kepada beliau yang tidak mau melawannya dengan serius.


“Wahai manusia!!”


“Kau sudah membuat keputusan yang salah!!"


“Kebodohanmu itu akan membawamu kedalam keputusasaan!!!”


Sang dewa naga pun menatap Pangeran Charles dengan sangat tajam, beliau memberi


peringatan kepadanya dengan nada yang sangat mengerikan, aura membunuh terpancar dari dalam diri sang dewa naga yang membuat siapa saja merinding ketakutan.


“Hmmpp…. Jangan membuatku tertawa!!!”


“Kaulah yang akan menderita!!!”


Namun Pangeran Charles tidak menghiraukan hal itu dan menganggapnya sebagai gurauan belaka, ia pun bangkit Kembali dan bersiap untuk menyerang sang dewa naga.


“Hiaaa!!!”


“Teknik pedang suci: Tusukan burung merpati!!!”


Pangeran Charles Kembali mengeluarkan Teknik miliknya, ia mencoba menyerang sang


dewa naga dari segala arah, pertarungan mereka pun berlangsung sangat sengit, dampak dari serangan mereka menyebabkan daerah di sekitar hancur.


Sang dewa naga melancarkan lima kombinasi serangan kepada Pangeran Charles, hal itu


membuat Pangran Charles terdesak dan harus mengambil langkah mundur, dan sebagian serangan


itu berhasil menggores lengan miliknya hingga darah segar pun mulai mengalir keluar.

__ADS_1


“Sialan!!!”


“Teknik pedang suci: Cahaya surgawi!!!”


Pangeran Charles mengayunkan pedangnya secara beruntun menuju sang dewa naga, kilatan-


kilatan cahaya pun membentang di langit bagaikan sinar matahari yang menyinari bumi.


“Aghhh….”


“Hiaaa!!!”


Dengan cepat sang dewa naga menangkis semua serangan itu dan melancarkan serangan balik kepada Pangeran Charles, hanya dengan empat kombinasi serangan beliau berhasil menusuk Pundak kiri Pangeran Charles hingga tembus.


Pangeran Charles pun mencoba mengayunkan pedang dengan tangan kanan miliknya, namun dengan cepat sang dewa naga segera menyayat pundak si pangeran dan menendangnya ke belakang hingga pangeran hanya menggores sedikit pipi beliau, sedangkan luka yang diterima oleh Pangeran Charles menjadi tambah besar.


“Beraninya ku!!!!”


“Aku akan membuatmu menyesali ini!!!”


Tidak menyerah sampai disitu Pangeran Charles kembali menyerang sang dewa naga dengan penuh kebencian, namun lagi-lagi ia harus menerima luka yang cukup banyak dari serangan sang dewa naga, perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh sehingga Pangeran Charles tidak bisa melukai sang dewa naga sedikitpun.


“Hiaa!!!”


“Eh?”


Saat Pangeran Charles mencoba mengayunkan pedangnya kearah sang dewa naga, tiba-tiba ia terpental ke belakang sehingga pedang itu lepas dari genggamannya, hal itu menyebabkan pertahanan tubuhnya menjadi sangat terbuka, dan dengan cepat sang dewa naga pun melancarkan serangan instan kepada Pangeran Charles.


“Khaaa!!!!”


“Uwwaaaa….”


Beliau menyayat tubuh Pangeran Charles secara bertubi-tubi dan menusukkan pedang ke dadanya, Pangeran Charles pun menjerit menerima rasa sakit yang amat besar di tubuhnya.


Seluruh tubuhnya penuh dengan sayatan dan darah mengalir keluar dengan sangat deras,


namun meski begitu serangan itu tidak mengenai organ vital miliknya sehingga Pangeran Charles masih bisa bertahan.


“Pangeran!!!”


Para prajurit lain yang melihat Pangeran Charles terluka parah pun segera menghampirinya, mereka membentuk garis pertahanan untuk melindungi pangeran.


“Kuhuk….”


“Si-siapa kau sebenarnya!!!”


Dengan segala tenaga yang ia miliki Pangeran Charles mencoba untuk bangkit, ia dibantu


oleh dua orang kesatria yang datang membantunya.


“Pangeran, sebaiknya kita mundur terlebih dahulu!”


“Khhh….”


Salah satu kesatria itu pun menyarankan Pangeran Charles untuk mundur, karena dalam


kondisinya sekarang ia tidak akan bisa melanjutkan pertempurannya lagi.


“Semuanya mundur!!!”


“Baik!!!!”


Pangeran Charles pun memanggil pasukannya untuk mundur, karena tidak bisa lagi bergerak


akhirnya Pangeran Charles dibawa oleh dua orang kesatria tersebut ke dalam kereta kuda,


sedangkan para kesatria yang lain mencoba melindunginya dari serangan musuh.


“Kami akan melindungi anda!!!”


“Cepat pergi!!!”


Salah satu kesatria itu pun segera naik ke kereta dan memacu kuda-kuda itu agar berlari,


mereka pun pergi menjauh dari pertempuran dan kembali ke kamp.


“Blood Of Despair!!!”


Kemudian sang dewa naga menancapkan salah satu pedang miliknya ke dalam tanah,


perlahan gumpalan darah yang membanjiri medan perang mulai berkumpul membentuk


sebuah pusaran yang sangat besar, dari pusaran itu muncul bayangan yang menyerupai kepala naga raksasa yang berjumlah sembilan.


“Agghaaaa….”


“Khaaaa….”


Dan dengan cepat kepala-kepala naga itu pun menerjang para kesatria tersebut secara


membabi buta bagaikan ombak besar yang meluluhlantahkan segalanya, jeritan-jeritan


keputusasaan bergema dari para prajurit yang tersiksa, tubuh mereka meleleh disebabkan


cairan beracun milik sang dewa naga.


Namun kereta kuda yang ditumpangi oleh Pangeran Charles dapat lolos dari serangan


mematikan itu, sang dewa naga hanya menatap mereka dan tidak berniat untuk mengerjarnya.


Hari semakin gelap, pertempuran pun dihentikan, baik pasukan Kerajaan Beltharm maupun Kekaisaran Naga mulai Kembali menuju kamp masing-masing, pertempuran kali ini memakan cukup banyak korban dari pihak Kerajaan Beltharm, lebih dari 13.000 kesatria telah dikalahkan hanya dalam waktu satu hari.


Bahkan dari pihak Kekaisaran hanya


mengorbankan tidak lebih dari 1.000 pasukan miliknya, bisa dikatakan bahwa Kerajaan


Beltharn mengalami kekalahan telak.


“Pangeran Charles terluka!!!”


“Hmm?”


Seorang kesatria yang membawa sebuah kereta kuda datang menuju kamp dengan tergesa-gesa, kedatangannya itu membawa sebuah kabar yang membuat semua orang terkejut seketika.


“Apa yang terjadi!!!”


“Cepat bawa pangeran ke dalam!!!”


“Baik!!!”


Beberapa orang yang ada di luar kamp pun segera menuju kearah kereta kuda tersebut, saat mereka membuka pintu terdapat seorang pemuda yang terbaring dengan luka parah, mereka pun segera mengangkat pemuda tersebut menuju ke dalam.


“Cepat obati lukanya!!!”


“Ba-baik!!!”


“Uhuk…. Sialan!!!”


Pangeran Charles masih merintih kesakitan karena luka di tubuhnya, para kesatria yang ada di dalam kamp pun segera mengobati luka tersebut dan membungkusnya menggunakan perban.


“Apa kau baik-baik saja Charles!”


“Ayahanda!”

__ADS_1


Tidak lama kemudian datang sang raja ke dalam kamp tersebut, namun meski begitu ekspresi yang beliau tunjukkan seakan tidak khawatir sedikitpun melihat putranya terluka parah.


“Siapa yang telah menyebabkan ini?”


“Uhukk…”


“Laki-laki misterius itu!!!”


“Khhh… menyebalkan!!!”


Sang raja pun bertanya kepada Pangeran Charles tentang penyebab ia mengalami hal


tersebut, lalu dengan ekspresi marah pangeran pun memberitahu orang yang telah menyebabkan ia terluka parah seperti itu.


“Hmm… Laki-laki misterius?”


Kemudian sang raja pun menjadi sedikit penasaran dengan jawaban tersebut, beliau


mengangkat sedikit dagunya ke atas memikirkan maksud dari perkataan Pangeran Charles.


“Untuk Sekarang sebaiknya kau beristirahat terlebih dahulu!!!”


“Tapi ayahanda!!”


“Jangan memaksakan diri!!!”


“Ba-baiklah…”


Sang raja pun menyuruh Pangeran Charles untuk beristirahat, namun sepertinya ia tidak


setuju akan hal itu, ia mencoba membantah sang raja tapi sebelum ia menyelesaikan kata-


katanya sang raja pun segera menegaskan kepada pangeran, akhirnya Pangeran Charles pun menuruti perintah itu.


Di tengah hamparan lembah yang luas terdapat mayat-mayat manusia yang berserakan,


mayat-mayat itu adalah para kesatria yang gugur di medan perang.


Sang dewa naga berdiri di tengah-tengah lautan manusia dengan menggenggam kedua


pedang miliknya, angin berhembus kencang membuat pakaian miliknya berkibar, beliau


menatap kearah para kesatria yang terbaring tak bernyawa itu dengan wajah yang tidak


berperasaan.


“Wahai kesatriaku yang setia!!”


"Waktu pembalasan telah tiba!!!"


“Bangkitlah!!”


“Immortality, Or Death!!”


Kemudian sang dewa naga mengepakkan keenam sayap naga miliknya ke udara, perlahan kabut merah mulai berkumpul menyelimuti daratan, para kesatria yang terbaring tidak bernyawa itu pun perlahan bangkit menanggapi panggilan tersebut.


Tubuh mereka perlahan membesar, sebuah jaringan baru tumbuh di balik punggung mereka seperti sebuah sayap, dan bagian-bagian lain perlahan terbentuk sebelum akhirnya menjadi suatu bentuk yang utuh.


“Graaaa...”


Para kesatria itu pun berubah menjadi naga raksasa yang tunduk di hadapan sang dewa naga, mereka adalah para dragonoid yang telah menerima darah milik sang dewa naga sebelumnya, sehingga tubuh mereka dapat berubah wujud menjadi seekor naga yang sempurna.


"Sudah waktunya!!!"


“Ayo Serang mereka!!!”


“Graaa!!!!”


Sang dewa naga pun memberi sebuah perintah kepada para naga itu untuk menyerang


pasukan Kerajaan Beltharm, mereka pun mengaum dengan sangat keras sebagai tanda bahwa mereka menurutinya, kemudian sang dewa naga membalikkan badan dan segera terbang menuju ke tempat pasukan Kerajaan Beltharm berada.


Di dalam area kamp Kekaisaran Naga, Elena sedang berdiri sendirian menatap kearah bulan yang bersinar terang, tatapan matanya menunjukkan kekhawatiran yang besar terhadap tuannya.


“Tuan….”


Elena terus memandangi bulan tersebut tanpa henti, perasaan rindu dan khawatir terus


menyelimutinya hingga saat ini, meskipun ia tahu bahwa sang dewa naga pasti baik-baik saja namun hati kecilnya tidak ingin kehilangan beliau, mungkin Elena menganggap sang dewa naga sebagai orang yang berharga baginya karena telah menyelamatkan hidupnya.


“Putri Elena!”


“Apa yang anda lakukan di situ?"


“Umm?”


Kemudian sebuah suara terdengar memanggil nama Elena, ia pun segera membalikkan badan menuju kearah sumber suara tersebut, seketika tampak dua orang Wanita dengan paras cantik


dan dewasa yang tampak mirip satu sama lain, mereka adalah Beta dan Omega dalam wujud


manusia.


“Saya hanya ingin mencari udara segar…”


“Ah begitukah…”


Elena pun memberikan sebuah alasan kepada mereka berdua dengan nada yang lembut, dan


sepertinya mereka berdua pun mengerti maksud dari kata-kata Elena tersebut.


“Apa anda merasa cemas?”


“Eh?”


Namun tiba-tiba Omega melontarkan sebuah pernyataan yang membuat Elena terkejut, ia


tidak menduga akan mendapatkan pertanyaan seperti itu.


“Ummm…. Saya sedikit mengkhawatirkan tuan….”


Dan tidak tahu harus menjawab apa, akhirnya Elena pun mengakui perasaannya kepada


mereka berdua.


“Anda tidak perlu Khawatir!”


“Percayalah bahwa Tuan Ozario akan selalu melindungi kita!”


Kemudian Beta dan Omega berjalan mendekati Elena dan perlahan menggenggam tangannya, dengan senyuman manis mereka mencoba menghibur hati Elena yang sedang bersedih.


“Hmmm… itu benar….”


Akhirnya kekhawatiran di dalam hati Elena pun perlahan mulai menghilang, ia mencoba


tersenyum ceria seperti biasanya.


“Nah sebaiknya kita kembali ke dalam!”


“Mari kita tunggu kepulangan Tuan Ozario!”


“Baik…”


Akhirnya mereka bertiga pun memutuskan untuk kembali ke dalam kamp menunggu

__ADS_1


kedatangan sang dewa naga.


__ADS_2