
Sing~
Sing~
Suara bergema disebabkan oleh benturan antara pedang milik sang dewa naga dengan si pemimpin kesatria, suara itu terus terdengar tanpa henti.
Percikan api dan gumbalan kabut debu menyelimuti mereka berdua, tidak ada satupun dari mereka yang berhenti menyerang.
"Burning Fire!!"
Si pemimpin kesatria itu mengayunksn pedang miliknya dengan sangat cepat, bilah pedangnya yang membara membuat udara di sekitarnya terasa panas.
Ia mengarahkan pedang miliknya menuju leher sang dewa naga secara horizontal, namun dengan cepat sang dewa naga menangkisnya menggunakan salah satu pedang merah miliknya.
"Hebat juga kau!!"
Meskipun telah melancarkan serangan yang dahsyat berkali-kali namun itu tidak cukup untuk melukai sang dewa naga.
"Siapa kau sebenarnya!!"
Sembari melancarkan serangan, si pemimpin kesatria itu bertanya kepada sang dewa naga, ia merasa heran karena selama ini ia belum pernah bertemu orang yang sangat kuat seperti sang dewa naga.
"Jawablah!!"
Sang dewa naga tidak menanggapinya sama sekali, hal itu membuat si pemimpin kesatria merasa sedikit kesal, ia pun memaksa beliau untuk menjawabnya.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku!"
"Anggap saja aku adalah mimpi burukmu!!"
Akhirnya sang dewa naga menjawabnya dengan nada datar, namun sepertinya si pemimpin kesatria tidak puas dengan jawaban itu.
"Begitu kah?"
"Tapi maaf, aku harus melenyapkanmu!!"
Si pemimpin kesatria pun menjafi sangat serius, perlahan api mulai berkobar menyelimuti dirinya, gerakannya pun menjadi kebih cepat dan intens.
"Blazing Waves!!"
Si pemimpin kesatria itu mengayunkan pedangnya berliku-liku, dari jalur tebasan tersebut keluar kobaran api yang sangat besar meingikuti atah pedang itu berayun.
"Berakhir sudah!!"
"Hiaaa!!!"
Si pemimpin kesatria itu sangat percaya diri bahwa serangan itu bisa mengenai sang dewa naga.
"Dragon's bite!!"
Tiba-tiba bilah pedang milik sang dewa naga memancarkan cahaya merah terang, saat serangan itu datang, sang dewa naga pun mengayunkan kedua pedangnya bertubi-tubi menangkis setiap serangan yang datang.
Tampak bayangan naga merah yang mencabik-cabik ombak api yang mendekati sang dewa naga, hal itu membuat serangan milik si pemimpin kesatria sulit menembus pertahanan milik sang dewa naga.
"Blood of Despair!!"
Kemudian sang dewa naga pun melempar salah satu pedangnya menuju si pemimpin kesatria, pedang itu pun melesat bagaikan tombak yang mengarah tepat di jantung si pemimpin kesatria tersebut.
"Hiiaaa!!!"
Boom~
"Cih!!"
Si pemimpin kesatris pun menangkisnya menggunakan pedang miliknya, namun itu adalah pilihan yang salah, tiba-tiba pedang merah tersebut meledak menjadi gumpalan darah dan membentuk wujud naga yang akan menerkamnya.
"Blazing Armor!!"
Seketika si pemimpin kesatria itu pun membakar bayangan naga tersebut dengan apinya, perlahan bayangan tersebut mulai meleleh menjadi cairan yang mendidih.
"Khhhh...."
Ciran tersebut pun menetes di baju zirah miliknya, si pemimpin kesatrai itu pun terkejut saat mengetahui bahwa cairan tersebut mulai menggerogoti zirah miliknya.
Baju zirah itu terus terkikis oleh cairan merah tersebut, si pemimpin kesatria itu pun segera melepas baju zirah miliknya sebelum cairan mengenai tubuhnya.
"Sial!!"
Saat ia berusaha melepas zirah miliknya, tiba-tiba sang dewa naga telah berada di hadapannya, beliau mengayunkan pedang miliknya dan ingin memenggal si pemimpin kesatria tersebut.
"Khhh...."
Beruntungnya si pemimpin kesatria masih sempat menangkis serangan dari sang dewa naga, meskipun ia harus membiarkan cairan asam itu mengenai tubuhnya.
Itu lebih baik daripada harus kehilangan nyawa saat itu juga, si pemimpin kesatria itu mencoba menahan pedang milik sang dewa naga dengan tangan yang gemetar.
"Wahai manusia, tindakanmu sungguh telah melampaui batas!!"
"Sudah seharusnya kalian dibinasakan!!"
"Hiiiaaaa!!"
Namun perlahan si pemimpin kesatria itu mulai bangkit dan menghempaskan sang dewa naga hingga beliau sedikit mundur ke belakang.
"Hmmppp, jangan sombong dahulu!!"
"Kau pikir kau siapa?"
"Kamilah yang memilih jalan kami sendiri!"
"Kau tidak berhak untuk mengatur kami!!"
Pemimpin kesatria itu pun membalas perkataan sang dewa naga dengan tegas, ia pun mengeluarkan aura yang sangat besar, api yang menyelimuti dirinya semakin berkobar.
"Inferno Fire!!"
Si pemimpin kesatria itu pun menyerang sang dewa naga dengan sangat agresif, keduanya saling menyerang satu sama lain tanpa memperdulikan keadaan di sekitarnya.
"Khhaaa...."
Si pemimpin kesatria itu terpental ke belakang dan jatuh, lalu dengan cepat sang dewa naga segera melesat dan ingin menusuknya.
"Khhh....."
"Hiaaa!!!"
Beruntungnya si pemimpin kesatria itu segera mengambil pedang miliknya dan menangkis serangan milik sang dewa naga, bilah pedang miliknya pada bagian pipih berhimpitan dengan ujung mata pedang yang runcing milik sang dewa naga.
Si pemimpin kesatria itu terus mencoba menahan pedang milik sang dewa naga agar tidak menancap di dadanya, namun dibutuhkan tenaga yang sangat besar untuk melakukannya.
"Sir Bedivere, kami datang!!!"
"Hiaaa!!!"
"Grrraaa...."
"Awas!!!"
Di saat ada pasukan manusia yang datang membantu si pemimpin kesatria, tiba-tiba Hydra berbalik dan langsung menyerang mereka.
__ADS_1
"Aagghhh...."
Ia menyemburkan cairan asam yang melelehkan tubuh mereka dan mencabik-cabiknya hingga tak tersisa.
Hydra terus mengamuk membantai seluruh padukan manusia tanpa belas kasihan, satu per satu korban berjatuhan dari pihak manusia.
Ia tidak membiarkan satupun orang mengganggu pertarungan antara sang dewa naga dengan si pemimpin kesatria tersebut.
"Ketahuilah wahai manusia!!"
"Apa yang telah kalian lakukan benar-benar hina!!"
Sang dewa naga kembali memperingatkan si pemimpin kesatria tersebut, namun ia mengabaikannya dan terus mencoba bertahan.
"Berhentilah menceramahiku!"
"Kau membuat telingaku sakit!!"
"Hiaaa!!"
Si pemimpin kesatria itu merasa kesal dengan perkataan sang dewa naga, ia pun mencoba bangkit dan menghempaskan beliau.
Sang dewa naga pun terhempas ke belakang dan segera mengambil posisi mendarat, sedangkan si pemimpin kesatria mulai berdiri dengan bantuan pedangnya.
"Invinity Blood Rain!!"
Tiba-tiba darah yang membanjiri medan perang menguap membentuk awan yang sangat besar, perlahan tetesan darah mulai turun menghujani medan perang.
"Cih!!"
Benda apapun yang terkena oleh tetesan tersebut akan meleheh, si pemimpin kesatria pun mencoba menghindari serangan tersebut sebisa mungkin, namun karena hujan itu terlalu deras sehingga sebagian tubuhnya pun terdampak serangan tersebut.
"Menyebalkan!!"
"Aku tidak pernah menerima kekalahan telak seperti ini sebelumnya!!"
Si pemimpin kesatria itu menoleh ke arah sekelilingnya, ia melihat pasukannya yang jatuh bergelempangan tak bernyawa, tidak mungkin sebuah pasukan yang sangat besar itu kalah dengan telak.
"Aku berjanji akan ku buat kau menderita!!"
Si pemimpin kesatria itu pun merasa sangat kesal, amarah di dalam dirinya meluap tidak terkendali, tampak dengan jelas kebenciannya kepada sang dewa naga.
"Ultimate Skill: Eternal Fire!!"
Si pemimpin kesatria itu pun mengangkat pedangnya ke atas, api yang menyelimuti dirinya bergejolak sangat besar dan mulai membakar daerah di sekelilingnya.
"Hiaaa!!!"
Dari punggungnya muncul sepasang sayap api yang membentang luas, ia pun melesat dengan cepat menuju sang dewa naga sembari mengayunkan pedang miliknya!!"
"Matilah kau!!!"
"Hiaaaa!!!"
Si pemimpin kesatria itu pun menebas sang dewa naga secara bertubi-tubi, gelombang api yang sangat besar membentang mengikuti jalur tebasan.
"Khhhhh......"
Sang dewa naga mencoba menangkis serangan tersebut, namun api itu membakar tubuhnya dengan sangat cepat sehingga beliau kesulitan untuk menghindar.
Boom~
Kemudian sebuah ledakan besar pun terjadi diantara mereka berdua, si pemimpin kesatria itu pun terpental ke belakang namun dengan sigap ia mengambil sikap mendarat.
"Huuhhaaa..... huuuhhaaa..."
"Khuhukk...."
"Aku sudah muak!!"
"Melihat perbuatan bodoh kalian!!"
"Huh?"
Dari dalam gumpalan asab perlahan muncul sebuah bayangan manusia, bayangan itu mulai menampakkan wujudnya, seketika aura membunuh yang sangat besar memancar dari dalam sana.
"Tidak mungkin!!!"
Seketika si pemimpin kesatria itu pun terkejut, tubuhnya gemetar ketakutan dan tidak berdaya, ia tidak akan percaya dengan apa yang ada di depannya.
"Mengapa kau masih hidup?!"
"Si-siapa kau sebenarnya?!"
Tampak seseorang berdiri dengan 6 sayap naga yang membentang luas di punggungnya, tubuh pria itu penuh dengan luka sayatan yang sangat mengerikan, darah segar terus mengalur deras dari bekas luka tersebut, namun perlahan luka-luka itu teregenerasi sepenuhnya hingga tidak menyisakan bekas sedikitpun.
Sang dewa naga berjalan mendekati si pemimpin kesatria itu, dari telapak tangan kirinya muncul gumpalan darah yang membentuk sebuah pedang merah, beliau menyeret kedua pedang di tangannya sembari menatap si pemimpin kesatria tersebut dengan sangat tajam.
"Akan kupastikan kalian benar-benar musnah kali ini!!"
Seketika sang dewa naga melesat menuju si pemimpin kesatria tersebut, beliau mengayunkan kedua pedangnya dengan sangat cepat.
"Huh?"
"Khhh...."
Si pemimpin kesatria itu pun berusaha mengangkat pedang miliknya dan mencoba menangkis serangan tersebut, namun karena tenaga miliknya telah terkuras maka kecepatan responnya pun menurun.
"Aagghhh!!!"
Pedang milik si pemimpin kesagria itu terpental saat membentur pedang merah milik sang dewa naga, hal itu membuat pertahanan miliknya terbuka, sang dewa naga pun mengayunkan pedangnya menuju leher sebelah kiri dengan posisi diagonal.
Namun sebelum pedang itu menyayat kulit miliknya, si pemimpin kesatria tersebut pun segera menggerakkan tubuhnya sehingga pedang itu hanya mengenai bahu miliknya.
"Khhaaa...."
Namun tidak berhenti sampai di situ, sang dewa naga kembali melancarkan serangan dari arah kanan yang mengarah ke perut milik si pemimpin kesatria, pedang itu pun menyayat perutnya dengan cukup dalam.
"Blazing Waves!!"
Si pemimpin kesatria itu pun segera mengambil jarak mundur dan bersiap, sang dewa naga kembali melesat dengan sangat cepat.
Beliau pin melancarkan serangan beruntun kepada si pemimpin kesatria itu, namun ia mencoba menangkis serangan tersebut menggunakan teknik miliknya.
"Cih!!"
"Tenagaku hampir habis!!"
Si pemimpin kesatrai itu terus menghindar dari serangan milik sang dewa naga, karena jika ia terkena serangan tersebut maka nyawanya akan melayang.
"Rowin!!"
"Aaghhh!!"
Si pemimpin kesatria itu melihat bawahannya yang tergeletak di tanah, ia pun mencoba memanggilnya sembari terus menghindar dari serangan milik sang dewa naga.
"Khhh...."
Perlahan kesatria perisai yang tergeletak itu mulai bangkit, ia melihat pemimpin kesatria itu sedang dalam kesulitan melawan sang dewa naga.
__ADS_1
"Komandan!!"
"Cih, perisaiku!!"
Kemudian kesatria perisai itu mencoba membantu si pemimpin kesatria tersebut, namun saat ia menoleh mencari perisai miliknya, ia pun terkejut karena perisai tersebut telah hancur berkeping-keping.
"Rowin bantu aku!!"
Si pemimpin kesatria itu terus memanggil bawahannya berharap ia datang membantunys, namun kesatria perisai tersebut hanya diam kebingungan, karena tanpa perisai miliknya ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Rowin, ini perintah!!!"
"Matilah di sini juga!!"
"Huh?"
Tiba-tiba si pemimpin kesatria tersebut pun mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan, seketika kesatria perisai itu menjadi tercengang.
"Tu-tunggu..."
"Apa maksudnya itu?!!"
"Cih!!"
Kesatria perisai itu pun tidak mengerti dengan perintah dari si pemimpin kesatria, perlahan mereka berdua mulai me dekat ke arahnya.
Sang dewa naga terus menyerang si pemimpin kesatria dengan membabi buta, tidak ada belas kasihan sedikitpun.
"Hiaaa!!"
"Agghhhh..."
Sang dewa naga menghunuskan pedangnya ke arah si pemimpin kesatria, namun sebelum pedang itu menusuk dadanya, ia pun menarik kesatria perisai yang ada di dekatnya.
Seketika pedang milik sang dewa naga menusuk dada kesatria perisai itu hingga menembus punggungnya.
"Khuhukk..."
Kesatria perisai itu pun memuntahkan darah dari dalam mulutnya, sedangkan si pemimpin kesatria itu berhasil menghindari serangan itu tanpa terluka, kesatria itu dijadikan perisai hidup oleh pemimpinnya sendiri.
"Ko...man...dan...!!"
Kesatria perisai itu mencoba memanggil si pemimpin dengan nada lemah, darah segar terus mengalir keluar dari bekas luka di dadanya, perlahan kesadarannya mulai menghilang.
"Kerja bagus Rowin!!"
"Hiaaa!!!"
"Inferno fire!!"
Tanpa rasa bersalah si pemimpin kesatria itu pun mengayunkan pedang miliknya menuju kesatria itu dan sang dewa naga, ia ingin menebas leher sang dewa naga dan kesatria itu secara bersamaan.
"Cih!!"
Sesaat sebelum bilah pedang itu menyentuh beliau, sang dewa naga segera mencabut pedang miliknya yang tertancap di dada kesatria itu dan menghindsr ke belakang.
Pedang milik si pemimpin kesatria itu pun memenggal kepala bawahannya hingga putus, lslu api yang menyelimuti pedangnya membakar seketika tubuh yang tidak bernyawa itu.
Kepala kesatria itu pun jatuh ke tanah dan terbakar oleh api yang berkobar bersama dengan tubuhnya.
"Sungguh biadap kau wahai manusia!!"
"Hahahaha...."
"Biadap?"
"Monster sepertimu tidak berhak mengatakan itu!!"
Sang dewa naga pun mengecam tindakan si pemimpin kesatria tersebut, namun ia tidak menghiraukannya sama sekali.
"Mereka hanyalah sebuah pion!!"
"Begitulah seharusnya mereka digunakan!!"
"Tidak peduli meskipun harus mengorbankan seluruh prajuritku!!"
"Itu hanyalah harga kecil yang harus dibayar demi kejayaan!!"
Si pemimpin kesatria itu pun dengan bangga mengatakan hal tersebut, ekspresi wajahnya tidak menunjukkan belas kasihan sedikitpun.
"Apa yang kau cari hanyalah angan-angan semu!!"
"Karena pada akhirnya kalian akan hancur dalam keputusasaan!!"
Kemudian sang dewa naga pun membalas perkataan si pemimpin kesatria itu, dengan wajah tak berekspresi miliknya, beliau memperingatkannya.
"Aku tidak akan membiarkan kau menghalangi jalanku!!"
"Hiaaa!!"
Mereka pun kembali bertarung dengan sangat serius, daerah di sekitar hancur hancur lebur karena efek pertarungan mereka.
"Blood of Distruction!!"
Perlahan pedang milik sang dewa naga mulai bercahaya, beliau pun mengayunkan pedang tersebut secara bertubi-tubi.
"Agghh....."
"Sial, apa ini??!!"
Meskipun si pemimpin kesatria itu berhasil menghindari tebasan pedang milik sang dewa naga, namun tiba-tiba bekas luka yang ada di pundak kirinya terasa sangat menyengat seperti terbakar.
"Lukanya?!!"
Ia pun menoleh ke arah bekas luka tersebut, perlahan kulitnya mulai melepuh, darah yang mengalir keluar mulai menggerogoti bagian tubuh yang lain.
"Itu adalah racun!!"
"Huh?!!"
"Darah yang ada di dalam tubuhmu telah terinveksi racun milikku!!"
Sang dewa naga pun memberitahu kepada si pemimpin kesatria itu tentang apa yang dialaminya, sembari menahan rasa sakit yang amat dahsyat ia pun menatap tajam beliau.
"Keparat!!"
"Apa yang kau lakukan padaku!!"
"Siapapun yang tersayat oleh pedang ini maka dagingnya akan membusuk seketika!!"
"Hanya butuh sedikit waktu hingga seluruh tubuhmu benar-benar membusuk!!"
Sang dewa naga pun kembali bersiap menyerang, beliau memancarkan inkarnasi yang sangat besar ke segala arah, perlahan partikel-partikel cahaya merah mulai berkumpul mengelilingi beliau.
"Hmmpp!!"
"Maaf, tapi aku tidak sudi jika harus mati di sini!!"
"Hiaaa!!!"
__ADS_1
Si pemimpin kesatria itu pun mengeluarkan tenaga miliknya yang tersisa, perlahan api yang sangat besar berkobar menyelimuti dirinya.
Ini adalah pertarungan terakhir baginya, ia bertaruh dengan nyawanya, jika si pemimpin kesatria itu tidak berhasil membunuh sang dewa naga maka dirinya lah yang akan mati.