
Cahaya bulan berinar terang menaungi dunia yang tenggelam dalam kegelapan, hawa dingin mencekam menyelimuti seluruh daratan, hanya kehampaan dan kesunyian lah yang bisa dirasakan.
“Yang mulia!”
“Kita telah mengorbankan cukup banyak pasukan!!”
“Kita sedang dalam kerugian!”
Di dalam kamp tantara ada beberapa orang berkumpul termasuk sang raja untuk membahas sesuatu permasalahan yang penting, suasana di dalam kamp itu terasa sangat menegangkan karena semua orang merasa panik dengan situasi yang mereka alami.
“Apakah kita harus mengirimkan bala bantuan dari istana?”
“Mengingat kekuatan kita yang sekarang tidak cukup kuat untuk melawan mereka!”
Salah seorang petinggi yang hadir dalam rapat itu mengusulkan sebuah saran kepada sang
raja, ekspresi wajahnya menunjukkan kepanikan yang luar biasa, bahkan kedua bibirnya gemetar saat bicara.
“Tapi bukankah itu memakan waktu lama?”
“Butuh dua hari untuk bisa sampai di sini!!”
“Akankah kita bisa bertahan sampai para bala bantuan itu tiba?”
Tidak lama kemudiann salah satu petinggi yang lain membantah saran yang telah diberikan,
ia dengan tegas mengatakan bahwa itu mustahil untuk mengulur waktu hingga para pasukan instana tiba di medan pertempuran.
“Ta-tapi…”
“Kita tidak punya pulihan lain!!”
Petinggi sebelumnya yang memberikan saran itu pun mencoba menyakinkan orang-orang
agar setuju dengan strategi miliknya, karena hanya itulah yang bisa mereka gunakan.
"Hahaahahaha!!!"
“Yang benar saja!!”
“Apa kau takut akan mati esok hah?!”
Tiba-tiba salah seorang pemimpin kesatria yang duduk di antara mereka melontarkan sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan, sembari meminum arak yang ada di tangannya ia memaki-maki seorang petinggi itu dengan nada yang kasar.
“Hah apa katamu?”
“Hey, kau pikir dengan siapa sekarang kau bicara?”
“Aku hanya ingin meminimalisirkan resiko yang kita ambil dalam pertempuran ini!!!”
“Jaga ucapanmu itu dasar kesatria tidak berguna!!”
Tidak terima dengan omongan pemimpin kesatria itu, petinggi tersebut pun menjadi sedikit marah dan membalas kembali perkataan yang sebelumnya dilontarkan kepadanya.
“Hahahaha…. Tidak berguna katamu?”
“Bukankah kau sendiri yang tidak melakukan apapun!!”
“Benar bukan, pecundang!!!”
Pemimpin kesatria itu tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan si petinggi tersebut, ia pun
kembali melontarkan kata-kata kasar kepadanya dengan tujuan untuk membuatnya semakin marah.
“Sialan, berani-beraninya kau berkata seperti itu kepadaku!!”
“Heeeh…. Jika kau memang berani maka buktikanlah saat ini juga!!”
Perdebatan diantara mereka terus berlanjut dengan sangat pedas, kata-kata kasar dan hinaan terus mereka lontarkan satu sama lain sehingga membuat seisi kamp menjadi tidak kondusif.
“Diamlah kalian!!"
Tiba-tiba sang raja pun membentak kedua orang tersebut dengan sangat tegas, seketika semua orang terdiam tidak berkutik mendengar seruan tersebut.
“Sekarang bukanlah waktunya untuk berdebat!!!”
“Puks, cepat kirimkan bala bantuan!!!”
“Eh, a baik yang mulia!!”
Dan dengan cepat sang raja pun mengalihkan topik pembicaraan kearah lain, beliau menyuruh petinggi itu untuk meminta bantuan kepada para pasukan yang masih berjaga di
istana, dengan sigap petinggi itu pun segera menuruti perintah dari sang raja.
“Roney, berapa jumlah pasukan yang kita miliki sekarang?!!”
“Baik yang mulia!”
“Saat ini kita memiliki 2.000 pasukan berkuda dan 7.500 pengguna pedang dan tombak!!”
“Sedangkan pasukan memanah hanya sekitar 1.500 saja!”
Sang raja kemudia menanyakan jumlah seluruh pasukan yang mereka miliki saat ini,
berdasarkan data yang diberikan oleh si pemimpin kesatria tersebut, mereka telah
kehilanngan lebih dari setengah jumlah pasukaan miliknya dalam pertempuran sebelumnya, hal itu membuat kekuatan mereka menurun drastis.
“Semuanya bersiap!!”
“Kita akan menlakukan serangan frontal besok!!”
“Siap yang mulia!!!”
Namun beliau telah membulatkan tekadnya, beliau mempertaruhkan seluruh pasukannya dalam pertempuran esok.
Di atas bukit dekat kamp milik Kerajaan Beltahm tampak sekumpulan bayangan makhluk menyerupai serigala yang berbaris dengan jumlah yang cukup banyak, sinar rembulan membuat mereka tampak begitu besar dan menyramkan.
Para serigala tersebut berbaris dengan sangat rapih seakan mereka sedang berburu, di bagian depan terdapat seekor serigala besar yang tampak lebih dominan diantara yang lain, serigala itu tidak lain adalah pemimpin mereka yaitu Alpha.
“Waktu berburu dimulai!!”
“Grrrr….”
Tiba-tiba perubahan aneh mulai terjadi dengan tubuh mereka, tubuh mereka membesar
berkali-kali lipat dan perlahan mereka berdiri menggunakan kedua kaki, hingga akhirnya para serigala tersebut pun berubah menjadi manusia seutuhnya, dengan tubuh yang kekar, kuku jari yang panjang, dan juga taring yang tajam.
“Semuanya serang!!!”
“Auuuu…..”
Dan dalam satu lolongan para manusia serigala tersebut pun berlarian menuruni bukit, suara
langkah kaki mereka begitu senyap tak bersuara, di selimuti oleh kegelapan malam para serigala tersebut pun menyerbu kamp milik Kerajaan Beltharm.
Di sekeliling kamp terdapat prajurit banyak sekali kesatria yang sedang berjaga, mereka
berpatroli keliling untuk memastikan keamanan sekitar dengan membawa sebuah lentera sebagai penerangan.
Crack~
“Eh, siapa itu?”
Salah seorang kesatria mendengar sebuah suara aneh di balik semak-semak yang gelap, ia
pun berbalik dan menatap kearah semak itu dengan terkejut.
“Apa ini?”
Karena penasaran akan hal tersebut, si kesatria itu pun memutuskan untuk memeriksanya
dengan perlahan, ia mengarahkan lentera di tangannya ke depan untuk menerangi jalan, dan
__ADS_1
seketika ia pun terkejut dengan apa yang ia temukan.
“Cakar?”
Terdapat bekas cakaran besar di sebuah batang pohon yang kering, ukuran cakaran itu cukup besar dari makhluk pada umumnya.
"Huh...."
“Si-siap kau!”
“Akhhh..…”
Saat si kesatria itu ingin memeriksa cakaran itu, tiba-tiba sebuah bayangan hitam besar
muncul di hadapannya, ia pun segera mengambil pedang yang ada di pinggangnya untuk melindungi diri, namun sebelum ia berhasil mencapainya seketika bayangan hitam itu pun melesat kearahnya dan menerkamnya.
"Huuaaaa....."
“Eh?”
“Ada apa?”
Suara jeritan kecil pun terdengar, dan hal itu membuat para kesatria lain tekejut, salah
seorang kesatria lain pun mencoba untuk memastikan penyebab suara tersebut, ia pun segera berlari menuju kearah sumber suara.
“Hey, apa yang terjadi?!”
Seketika kesatria itu pun terkejut saat melihat sebuah mayat seorang kesatria yang sangat
mengenaskan, pada bagian perutnya terdapat sebuah luka bekas tusukan yang sangat besar
dan masih baru, darah pun berceceran ke segala tempat.
“A-ada apa ini?!”
Tubuh kesatria itu pun gemetar ketakutan melihat salah seorang rekannya mati dengan sangat mengerikan, perlahan di belakang kesatria itu muncul sebuah bayangan hitam besar yang mendekat ke arahnya.
“Agghhhh….”
Dan saat ia membalikan badan seketika bayangan itu menerkamnya dengan sangat cepat seperti seekor mangsa.
“Khaaa….”
“Agghhh…..”
Suara jeritan lain pun mulai terdengar dari luar kamp, para kesatria yang berjaga itu satu per
satu mati dengan sangat mengenaskan, tubuh mereka tercabik-cabik hingga organ mereka
keluar.
“Penyusup!!!”
“Ada penyusup!!!”
“Agghh….”
Salah seorang kesatria itu pun berteriak dengan sangat keras, memberitahu semua orang yang ada di dalam kamp bahwa ada seorang penyusup yang datamg, namun seketika suara itu pun terputus dan hanya suara jeritan yang terdengar.
“Penyusup?!!”
“Hey semuanya cepat bersiap!!!”
Seketika semua orang pun menjadi panik, mereka segera keluar dari dalam kamp sembari membawa senjata yang ada.
“Dimana mereka?!!”
Orang-orang pun mulai memeriksa semua tempat untuk mencari keberadaan para penyusup itu.
“Cepat cari!!”
Sang raja pun memerintahkan pasukannya untuk memeriksa ke segala tempat , namun tidak ada satupun dari mereka yang berhasil menemukannya, para penyusup itu seakan hilang dalam bayang-bayang.
“Hmm.”
Tiba-tiba salah seorang kesatria menunjuk ke atas langit, dan saat itu juga semua orang
memandang ke atas dengan terbelalak.
“Ap-apa itu?"
“Oh tidak.…”
Sekumpulan awan hitam yang sangat besar datang menuju kearah mereka, awan itu bergerak sangat cepat menutupi seluruh penjuru langit sehingga cahaya bulan perlahan pudar, kegelapan menyelimuti mereka dengan sekejap, hawa dingin mencekam menyebar ke seluruh tempat membuat tubuh mereka gemetar.
“Agghh….”
“Auuu….”
Saat semua orang sedang terpaku ke arah langit, para pasukan manusia serigala pun segera keluar dari balik bayangan menyerbu mereka, satu per satu dari mereka menyerang kearah para kerumunan kesatria itu yang sedang lengah.
“Ada musuh!!!”
“Semuanya lindungi yang mulia!!!”
Seketika mereka pun menjadi panik dan segera membentuk formasi pertahanan, namun para
manusia serigala tersebut tidak gentar sekalipun mereka kalah jumlah.
“Serang!!!”
“Hiaaa!!!!”
Para kesatria mencoba menyerang kelompok Alpha dengan jumlah yang cukup banyak,
melihat hal itu para manusia serigala yang lain pun segera berkumpul untuk membentuk
formasi.
“Berpencar!!!”
“Baik!!!”
Alpha yang berdiri di tengah-tengah pasukan segera memerintahkan bahawannya untuk
berpencar, dengan sigap mereka pun menyebar menjadi beberapa kelompok.
“Mati kau!!!”
“Aaaggghhh….”
“Hiaaa!!!!”
Pembantaian para pasukan Kerajaan Beltharm pun dimulai, dengan kelincahan yang mereka
miliki, para manusia serigala tersebut pun menyerang pasukan kesatria secara habis-habisan, mereka mencabik-cabik tubuh kesatria dengan cakar dan taring yang sangat tajam.
“Bertahan!!!”
“Hiaa!!!”
“Hmmpp, sepertinya ini akan menarik!!”
Salah satu pemimpin kesatira Kerajaan Beltharm pun menjadi sangat bersemangat, melihat para pasukannya dibantai dengan sangat sadis oleh para manusia serigala itu.
“Hey kau, apa kau ingin melawanku?”
“Hm?”
Pemimpin kesatria tersebut pun menantang seorang manusia serigala dengan tubuh kekar dan tampak sangat ganas, dengan ekspresi mengejek ia memain-mainkan jarinya untuk
memancing si manusia serigala tersebut.
__ADS_1
“Ayo sini!!!”
“Hahaha, mari kita bertarung satu lawan satu!!!”
Sigma yang mendengar hal itu pun segera membalikkan badan, ia menatap kearah pemimpin kesatria tersebut dengan sangat tajam, Sigma pun berjalan menghampirinya sembari meregangkan jari-jemarinya yang berlumuran darah sehingga menghasilkan suara gesekan yang cukup keras.
“Nah, ayo kita mulai!!!”
“Hiaa!!!”
Mereka berdua pun segera mengambil posisi siap dan saling menyerang satu sama lain tanpa memperdulikan keadaan di sekitar mereka.
“Khaaa….”
Kekacauan besar itu pun terus berlanjut, banyak mayat-mayat kesatria yang berserakan, mereka semua mati dengan luka yang sangat mengerikan di seluruh tubuhnya.
“Hehe tidak buruk!!!”
“Sepertinya kau bisa menghiburku untuk waktu yang lama!!!”
“Hmmp, aku tidak punya waktu untuk berlama-lama denganmu!!”
Pertarungan Sigma dan pemimpin kesatria berlangsung sangat sengit, mereka melancarkan serangan satu sama lain secara intens, tangkat kekuatan mereka terlalu mengerikan sehingga tidak ada satupun orang yang berani ikut campur dalam pertempuran mereka.
“Hey bodoh, apa yang kau lakukan!!"
“Cepat kemari dan lindungi kami!!!”
Salah seorang petinggi kerajaan yang berdiri di samping sang raja pun mencoba memanggil
si pemimpin kesatria itu, namun panggilan itu tidak dihiraukan olehnya karena ia sedang menikmati pertarungannya dengan Sigma.
“Hahaha, apa kau tidak lihat bahwa aku sedang bertarung?"
“Lagipula jika memang kita akan mati di sini maka setidaknya aku ingin menghabiskan sisa hidupku seperti seorang kesatria!!!”
Dengan acuh tak acuh si pemimpin kesatria itu pun menjawab perkataan seorang petinggi
kerajaan, ia tidak memperdulikan lagi tugasnya sebagai seorang kesatria yang melindungi
rajanya, saat ini ia hanya ingin bertarung mati-matian dengan orang yang kuat.
“Cih sialan!!!”
“Yang mulia, ayo kita pergi dari sini!!!”
Karena si pemimpin kesatria itu tidak menghiraukannya hal itu membuat petinggi kerajaan itu merasa kesal, lalu dengan wajah yang panik ia pun meminta sang raja untuk pergi dari situasi saat ini.
Langit itu berubah menjadi gelap gulita, di dalam awan hitam, muncul berpasang-pasang bintik cahaya berwarna merah terang, cahaya itu perlahan menampakkan wujudnya yaitu mata milik seekor naga, para naga itu pun terbang melesat menuju kearah mereka.
“Kita telah terkepung!!!”
"Lindungi yang mulia!!!"
Akhirnya sang raja dan petinggi tersebut lari menuju ke dalam kamp untuk membawa pergi Pangeran Charles yang terluka, sedangkan para kesatria yang lain pun mencoba melindungi mereka dari serangan para manusia serigala.
“Ka-kau!!!”
Saat sang raja ingin naik ke dalam kereta kuda, beliau melihat seseorang laki-laki yang terbang di atas langit dengan enam sayap naganya, seketika matanya pun terbelalak dan tubuhnya gemetar.
"Yang mulia cepatlah naik!"
"Hm?"
Namun segera si petinggi tersebut memanggil sang raja dan seketika hal itu membuat beliau tersadar kembali, sang raja pun segera masuk ke dalam kereta kuda bersama si petinggi itu dan juga Pangeran Charles.
"Cepat pergi!!!"
"Hiaa....."
Pengemudi kereta kuda itu pun segera memacu kudanya dengan sangat kencang dan mereka pun pergi.
"Minggir!!!"
"Eh?"
"Yang mulia?"
"Aagghh....."
Kereta kuda yang mereka tumpangi melesat dengan sangat cepat dan menerobos barisan kesatria, para prajurit yang sedang fokus dalam pertempuran itu pun tidak bisa menghindari laju kereta kuda yang tiba-tiba datang dan akhirnya mereka pun terlindas seketika.
"Minggir dasar orang-orang bodoh!!"
"Agghhh....."
"Khaaa...."
Kereta kuda itu pun terus melindas siapapun yang ada di hadapannya, tidak peduli meskipun itu musuh ataupun sekutu mereka sendiri, para kesatria itu pun tewas terinjak-injak, dan mereka menjerit dengan sangat tersiksa.
Akhirnya sang raja dan para penumpang lainnya berhasil keluar dari medan pertempuran yang mengerikan itu dengan selamat.
Para pasukan naga yang terbang itu pun sudah berada sangat dekat dengan kamp, naga-naga itu segera membuka mulut mereka dengan sangat lebar, dari mulut mereka keluarlah semburan api yang sangat dahsyat, dan dalam sekejap membakar habis segalanya.
“Aghhh….”
“khaaa…."
“To-tolong selamatkan kami!!!!”
“Tidak!!!”
Para naga yang lain pun segera melesat menuju kearah kamp tersebut dan menerjang
semuanya, tenda-tenda yang berdiri di atas tanah diinjak dan dihempaskan ke segala arah, para prajurit yang ada di sana pun lari berhamburan mencoba menyelamatkan diri, namun segera para naga itu membakar tubuh mereka dengan api yang sangat panas.
Grrrraaaa…..
“Terima ini!!!"
“Huh?”
"Oppsss...."
Saat si pemimpin kesatria itu ingin menyerang Sigma, tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan
para naga yang sangat banyak itu, sehingga pandangannya pun teralihkan.
“Kau lengah!!!”
"Huh?"
“Agghhhh….”
Dengan cepat Sigma memanfaatkan situasi itu untuk menyerang, ia menusukkan jari-jemarinya kearah dada si pemimpin kesatria itu dengan sangat kuat hingga menembus zirahnya.
“Khaaaa!!!”
"Ini sudah berakhir!!!"
“Cih, sepertinya aku kalah!!!!”
Si pemimpin kesatria itu mencoba mengayunkan pedang miliknya dengan sekuat tenaga dan berhasil menancap di pundah kiri milik Sigma, namun itu adalah serangan terakhir yang ia miliki karena Sigma telah meremas jantung miliknya hingga hancur.
“Kuhukk…”
“Aku mengakui kehebatanmu wahai kesatria!!”
“Hmppp, kau hanya beruntung…."
“Agghh….”
Setelah mengatakan kata terakhirnya si pemimpin kesatria itu pun kehilangan kesadaran, lalu dengan cepat Sigma menarik tangan miliknya yang menusuk dada pemimpin kesatria tersebut dengan sangat kuat sehingga tulang rusuk pria itu hancur berkeping-keping memuntahkan organ-organ keluar dari dalam dada, dan akhirnya pemimpin kesatria tersebut pun jatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Malam mengerikan itu masih berlanjut, para pasukan naga terus menghancurkan daerah di sekitarnya, tidak ada satupun pasukan Kerajaan Beltharm yang tersisa di sana, para prajurit itu telah habis dibantai tanpa menyisakan bekas.