
Pasukan Aliansi telah mencapai perbatasan wilayah Kekaisaran, mereka pun langsung menyerbu kota di perbatasan tersebut.
"Saya datang melapor!"
"Pasukan Aliansi telah menyerang kota perbatasan!"
Seorang prajurit datang kepada Gamma dan menyampaikan sebuah berita, seketika wajah Gamma pun menjadi sangat serius.
"Bagaimana kondisi di sana?"
"Siap, untuk saat ini benteng masih belum tertembus, para pasukan penjaga perbatasan sedang bertempur melawan mereka!"
"Namun jumlah musuh terlalu banyak, saya khawatir mereka tidak bisa menahannya!"
Setelah mendapatkan informasi tentang situasi tersebut, Gamma pun segera memikirkan sebuah strategi.
"Kirimkan pasukan bantuan!"
"Dan segera evakuasi warga sipil!"
"Baik!"
Gamma pun segera mengirimkan pasukan bantuan dan menyuruh mengevakuasi warga sipil.
"Gamma, ada apa ini?!"
Tidak lama kemudian Beta dan Omega datang, mereka sepertinya belum mengetahui tentang apa yang terjadi.
"Pasukan Aliansi telah menyerbu kota Draconic!"
"Begitu kah..."
"Baiklah biarkan kami yang pergi!"
Kemudian Beta dan Omega pun menawarkan diri untuk bergabung ke dalam pasukan, dengan penuh percaya diri, mereka pun meminta kepada Gamma untuk mengirim mereka.
"Baiklah, aku mengandalkanmu!"
Para pasukan telah bersiap berangkat menuju daerah yang di serang, jumlah mereka sekitar 30.000 prajurit, butuh waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai di sana.
"Serang!!"
"Hiiaaaa!!!"
Boom~
Para prajurit Aliansi mencoba menembus pertahanan Kekaisaran dengan cara menghancurkan tembok besar yang menutupi wilayah perbatasan.
Mereka menggunakan pelontar batu yang sangat besar untuk menghancurkan tembok tersebut, namun posisi mereka yang berada di lembah membuat pasukan Aliansi kesulitan untuk menyerang, mereka harus mendaki tebing yang terjal sebelum akhirnya bisa memasuki wilayah Kekaisaran.
"Pertahankan posisi kalian!"
"Incar pelontar itu!"
Para pasukan Kekaisaran yang berjaga di atas tembok mulai menembaki mereka menggunakan panah, namun hal itu kurang efektif karena guncangan yang hebat membuat formasi mereka berantakan.
"Bertahanlah sampai bantuan datang!!"
Serangan dari pihak musuh terus dilancarkan, tembok besar yang menjadi pembatas itu mulai retak diakibatkan hantaman batu besar, tidak butuh waktu lama untuk meruntuhkan tembok tersebut.
"Hiaaa!!!"
"Ayo maju!!"
Pasukan Aliansi mulai mendaki tebing tersebut, mereka dihujani oleh panah api dari pasukan Kekaisaran.
"Huuuaaaa....."
"Khhhaaa....."
Satu per satu prajurit Aliansi jatuh ke bawah, dan menimpa prajurit lain yang sedang mendaki, mereka kesulitan mencapai puncak.
"Tembak!!"
Boom~
"Agghhh...."
"Khhhaaa..."
Sebuah batu besar yang dilemparkan oleh pihak musuh menghantam tembok hingga hancur, beberapa prajurit yang ada di sekitarnya pun terhempas bersama reruntuhan.
"Bertahanlah!!"
"Hiiiaaaa!!!"
Para prajurit lain mencoba mendorong batu tersebut dengan sekuat tenaga agar mereka dapat menolong rekannya yang tertimbun.
"Dorong terus!!"
"Hiiaaa!!!"
"Huuaaaa....."
Perlahan batu besar tersebut pun bergerak dan menggelinding menuju jurang, batu itu menimpa para prajurit Aliansi yang sedang mendaki.
Pertarungan sengit masih terus berlanjut, kedua belah pihak berusaha untuk menaklukan satu sama lain.
Pertahanan Kekaisaran belum tertembus, begitu pula pasukan Aliansi yang terus mencoba mendaki tebing yang terjal meskipun itu sama saja dengan bunuh diri.
"Sialan kau!!"
"Huh?"
"Hiiaaaa!!!"
Seorang prajurit yang berhasil sampai ke puncak segera berlari menuju pasukan Kekaisaran yang sedang mengevakuasi prajurit yang terluka.
"Matilah kau!!!"
"Khhh...."
Prajurit Aliansi tersebut mengayunkan pedang miliknya ke seorang pria yang sedang menyeret temannya yang terluka, namun prajurit lain segera datang dan menahan serangan tersebut.
"Cepatlah pergi!!"
"Baik!!"
Prajurit itu mencoba menahan serangan dari musuh agar mereka bisa menyelamatkan diri.
"Hiiiaaa!!!"
"Agghhh...."
Dengan cepat prajurit itu menghempaskan pria itu hingga membuatnya hampir jatuh, kemudian ia menebas leher pria itu hingga putus.
Namun satu per satu pasukan Aliansi berhasil mencapai puncak, mereka segera menyerbu para penjaga dengan agresif.
"Hiiiaaaa!!!"
Sing~
Sing~
Mereka pun bertarung dengan sangat sengit, para pasukan Aliansi mencoba mengulur waktu untuk rekannya akan bisa mendaki ke puncak, sedangkan pasukan penjaga mencoba menekan mereka sembari menunggu bantuan datang.
"Matilah kau dasar lemah!!"
"Khhh...."
Para pasukan Aliansi mencoba memprovokasi mereka agar terpancing, namun pasukan penjaga berusaha untuk menahan amarah mereka dan tetap fokus dalam pertarungan.
"Hooraaaa...."
Semakin banyak prajurit Aliansi yang berhasil mencapai puncak, jumlah mereka unggul sangat jauh dibandingkan dengan pasukan penjaga.
"Jangan menyerah!!"
"Lebih baik mati di sini daripada harus menanggung malu di hadapan Beliau!"
"Demi kehormatan Sang Dewa Naga!!"
"Hhaaaaa!!!"
Pasukan penjaga tidak gentar sedikitpun, mereka siap jika harus mengorbankan nyawa demi menghalau musuh agar tidak masuk ke dalam.
"Auuuuu....."
"Huh?"
Tidak lama kemudian terdengar suara auman yang menggema, suara itu berasal tidak jauh dari mereka.
Seketika para pasukan pun menyadari bahwa itu adalah pasukan Kekaisaran yang datang membantu.
"Hooraaa....."
__ADS_1
"Agghhhh...."
Seekor serigala berlari dengan sangat kencang dan langsung menerkam salah seorang prajurit musuh yang mencoba membunuh pasukan penjaga.
Ia mencabik-cabik leher prajurit tersebut hingga putus, dan prajurit tersebut tewas seketika.
"Bertahanlah!"
"Baik Nyonya...."
Serigala berbulu putih tersebut adalah Beta, ia memimpin pasukan bantuan yang siap bertempur melawan Aliansi.
"Auuuuu...."
"Serang!!!"
Para pasukan Kekaisaran langsung menyerbu, mereka membantai satu per satu pasukan Aliansi yang mencoba mendaki tebing tersebut.
"Maju!!"
"Auuuu....."
Omega dalam wujud serigala berwarna abu-abu melompat ke dalam jurang, para serigala lain pun ikut melompat dan menerkam satu per satu prajurit yang sedang mendaki.
"Agghhhh...."
"Khhhaaa...."
Para serigala menjadikan mayat prajurit itu sebagai pijakan yang membuatnya tidak mengalami luka saat mendarat di tanah.
Dengan agresif ia menerkam dan mencabik-cabik mereka, pasukan Aliansi tidak bisa menghalangi kelincahan para serigala tersebut.
"Hancurkan pelontar itu!!"
"Siap!!"
Beta dan Omega berkoordinasi satu sama lain dengan sangat baik, membuat musuh kewalahan, mereka berlari melewati barisan prajurit dan menargetkan pelontar batu.
"Bentuk formasi bertahan!"
Prajurit Aliansi mencoba melindungi pelontar itu agar tidak dihancurkan, namun itu tidak berdampak apapun bagi para serigala, dengan kelincahan yang mengerikan mereka berhasil menghancurkan peralatan mereka.
"Sial!!!"
"Ini sama saja bunuh diri!!"
Pihak Aliansi telah salah mengambil keputusan untuk menyerang Kekaisaran, karena tembok pembatas ada di atas bukit membuat mereka harus mendaki.
"Mundur!!"
Akhirnya setelah pertempuran yang panjang, pasukan Aliansi berhasil di pukul mundur, sebagian dari mereka melarikan diri.
"Eh?
"Tidak mungkin!!!"
Namun sepertinya itu bukanlah pilihan yang tepat, karena dari kejauhan tampak rombongan pasukan Kekaisaran yang telah kembali.
Mereka pun akhirnya terkepung, dari depan dan belakang, susah tidak ada cara lagi untuk melarikan diri.
"Hiaaaa!!!"
Pasukan Kekaisaran yang baru datang langsung menyerbu prajurit Aliansi yang mencoba melarikan diri.
Prajurit yang telah putus asa segera menjatuhkan senjata mereka dan berlutut dihadapan pasukan Kekaisaran, mereka dikirim ke medan perang hanya untuk mati sia-sia.
Akhirnya musuh berhasil dikalahkan, meskipun sebagian tembok pembatas hancur akibat serangan pelontar, namun tidak ada pasukan yang berhasil masuk ke dalam wilayah Kekaisaran.
"Alpha!"
"Syukurlah kalian berhasil menahannya!"
Beta dan Omega bertemu dengan Alpha bersama pasukannya, Alpha mengapresiasi para prajurit yang berhasil mempertahankan perbatasan dengan baik.
"Sigma memberi tahu kami bahwa musuh akan menyerang dari barat, maka dari itu kami bergegas kemari!"
"Untuk sekarang kita akan beristirahat di sini!"
"Baik!"
Hari semakin gelap dan pasukan Kekaisaran memutuskan untuk beristirahat di tempat tersebut.
Di sisi lain para Assassin yang menyusup ke dalam markas musuh sedang mencoba menyelamatkan para petinggi Tiga Kerajaan yang di sandera.
"Baik..."
"Agghhh...."
Kelompok pertama yang di pimpin oleh Gilbert menyusup ke dalam ruang bawah tanah, ada banyak sekali penjaga yang siaga di tempat tersebut, kemungkinan besar ada seoeang sandera di sana.
"Maju!"
"Khhaaa...."
"Agghh...."
Para Assassin membunuh satu per satu prajurit penjaga dengan lihai, langkah kaki mereka begitu senyap seakan tidak terdengar sama sekali, dengan satu serangan mereka dapat membunuh musuh seketika.
"Berpencar!"
Gilbert mengkoordinasikan serangan dengan sangat baik, tingkat keberhasilan misi ini terbilang cukup tinggi karena kemampuan para Assassin yang tidak bisa diragukan lagi.
"Khhaaa...."
Gilbert membuka sebuah pintu besi secara perlahan, ia melihat seorang penjaga yang sedang tertidur di sebuah kursi dan satu lagi yang sedang berjaga.
Kemudian ia pun mengambil sebuah belati dari kotak senjata yang ada di paha kiri miliknya, setelah itu ia melemparkan belati tersebut hingga tepat menancap di kepala prajurit tersebut.
"Nikmatilah mimpi abadimu!"
"Agghhh....."
Prajurit yang sedang tertidur pulas tidak menyadari akan hal itu, dan dengan santai Gilbert menikam prajurit tersebut hingga mati.
"Siapa kau?!"
Ada tiga orang yang dikurung dalam sebuah sel, mereka sepertinya raja, ratu, dan tuan putri seperti sandera yang sebelumnya.
"Tenaglah, aku kemari untuk membebaskanmu!"
"Benarkah!"
Gilbert pun merusak lubang kunci sel tersebut dan membukakan pintu kepada mereka, dengan wajah penuh harapan para sandera itu keluar dari sana.
"Siapa kau?"
"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, ikutilah aku!"
"Baik..."
Mereka pun pergi dari ruang bawah tanah bersama para Assassin lainnya.
Kelompok Assassin yang lain sedang menuju sebuah menara yang kemungkinan besar menjadi tempat penyaderaan yang terakhir.
Mereka menembakkan sebuah besi yang dapat menancap di tembok dan mulai memanjat menggunakan tali.
Saat sampai di puncak menara, mereka melihat ada banyak sekali prajurit yang menjaga tempat tersebut, kemudian mereka pun memberikan isyarat satu sama lain untuk memulai serangan.
"Huh?"
"Apa ini!?"
"Kuhukuhuk...."
Beberapa bom asap tiba-tiba meledak di sekitar prajurit itu, seketika seluruh ruangan dipenuhi oleh kabut asap yang menghalangi pandangan mata, para prajurit tersebut pun menjadi panik dan berusaha mengusir asap tebal itu.
"Khhaa...."
"Huuaaaa...."
"Siapa di sana?!"
Tidak lama kemudian mulai terdengar suara jeritan dari mereka, di dalam kabut yang tebal para prajurit tidak bisa melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi.
"Huh?"
"Agghhh...."
"Hiiiaaa...."
Para prajurit mencoba meningkatkan kewaspadaan mereka, namun dalam sekejap satu per satu dari mereka tewas berjatuhan.
Sekilas bayangan hitam melesat di antara gumpalan asap dan menghilang begitu saja.
"Target telah dibersihkan!"
__ADS_1
Setelah beberapa saat akhirnya gumpalan asap mulai memudar dan hilang, hanya menyisakan para Assassin yang berdiri di antara tumpukan mayat.
"Huh?"
"Ikutlah bersama kami!"
Mereka pun segera menbebaskan para sandera yang ada di dalam sebuah ruangan, beberapa Assassin segera melompat dari atas menara dan bergelantungan menggunakan tali yang mereka gunakan sebelumnya.
Sedangkan yang lain mengawal para sandera turun dari tempat itu.
Beberapa saat kemudian para Assassin dan sandera yang telah dibebaskan berkumpul di sebuah ruangan.
"Misi sukses!"
"Kerja bagus!"
Delta, Gilbert, dan para Assassin yang lain telah berhasil membebaskan para sandera, total mereka adalah sembilan orang yang masing-masing adalah raja, ratu, dan tuan putri.
"Apa yang akan kalian lakukan?!"
"Kami ingin kalian mengakhiri konflik ini segera!"
"Kalian punya kemampuan untuk melakukan hal itu!"
Mereka pun berdiskusi mengenai konflik antara Kekaisaran Naga dengan Aliansi Tiga kerajaan.
"Kami ingin membuat perjanjian damai dengan kalian!"
"Baiklah, kami akan mengusahakannya!"
Setelah mendengar permintaan dari Kekaisaran, para pemimpin Aliansi pun menyetujuinya.
"Baiklah semuanya, kita memiliki misi baru!"
"Yaitu menyabotase pertempuan petinggi Aliansi yang korup itu!"
"Siap!!"
Kemudian Delta mengumumkan misi baru kepada para Assassin yang ada di sana, mereka akan melakukan sabotase saat pertemuan para petinggi Aliansi diselenggarakan.
"Kabur katamu?!"
"Bagaimana mungkin!"
Para petinggi yang berkumpul di dalam ruangan terkejut sata mendengar laporan bahwa tawanan berhasil kabur.
"Benar tuan!"
"Ada penyusup yang berkeliaran di sini!"
Prajurit tersebut menjelaskan kepada mereka bahwa para tawanan tersebut telah dibebaskan oleh penyusup.
"Tuan, saya datang melapor!"
"Hah, apa lagi?!"
Tidak lama kemudian datang seorang prajurit lagi dengan tergesa-gesa.
"Pasukan kita gagal menaklukan Kekaisaran!"
"Cih, sialan!!"
Mendengar hal itu mereka semakin marah, tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan sebelumnya.
"Kau, lagipula semua ini salahmu!"
"Hah, apa maksudmu?!"
"Rencana bodohmu telah gagal!"
Salah seorang petinggi menyalahkan yang lainnya atas kegagalan tersebut, situasi pun menjadi sangat tegang, mereka saling menyalahkan satu sama lain.
"Rencanaku sudah sangat sempurna!"
"Prajuritmu lah yang tidak kompeten!"
"Kaulah yang buta map, kau tidak bisa melihat kondisi geografis dengan benar!!"
Perdebatan terus terjadi di antara mereka, semua orang mencari pembenaran atas diri masing-masing.
Crrack~
Di saat situasi tegang tersebut, tiba-tiba kaca jendela pecah secara bersamaan dan sekelompok orang berjubah hitam menerobos masuk.
"Huh?"
Di saat semua orang lengah, Delta dan para Assassin lainnya segera menyerang mereka, Gilbert mengeluarkan Hidden Blades miliknya dan langsung menikam para prajurit penjaga.
"Khhhaaa...."
"Agghh...."
"Ada apa ini?!"
"Siapa kalian?"
Para petinggi pun panik dan segera berlari menuju pintu keluar, para prajurit pun segera melindungi mereka dari serangan para Assassin.
"Hiiaaa!!"
"Khhh sial....."
"Mengapa pintunya terkunci!"
Para petinggi mencoba membuka pintu tersebut, namun mereka terjebak di dalam ruangan.
"Khhhaaa....."
Salah seorang prajurit menyerang Gilbert, namun dengan sigap ia menghindar dan menghunuskan belati miliknya tepat di leher prajurit tersebut hingga menembusnya, darah pun menyembur dan prajurit itu tewas seketika.
"Huuuaa...."
"Siapa kalian?!"
Delta berjalan menuju para petinggi itu, ia membantai satu per satu orang yang menghalanginya dengan sekejap mata.
Darah yang melumuri tangannya mulai berceceran di tanah, kuku-kukunya yang tajam bergesekan satu sama lain mengeluarkan suara yang mengerikan.
"Senang bertemu dengan kalian!"
"Kami adalah Assassin Kekaisaran yang datang untuk membunuhmu!"
Para prajurit telah dibantai habis, mayat mereka tergeletak berserakan di lantai dengan luka yang mengerikan.
"Apa kalian punya kata-kata terakhir?!"
"Tu-tunggu!"
"Mari kita bicarakan ini baik-baik!"
Para petinggi itu pun ketakutan menatap Delta dan Assassin lainnya, mereka mencoba mengemis ampunan kepada Delta.
"Ah maaf!"
"Kami tidak bisa bicara sekarang!"
Namun Delta menolaknya sembari memainkan jarinya, kuku-kukunya saling bergesekan, ia bermaksud mengintimidasi mereka.
"To-tolong dengarkan kami!"
"Kami tidak ingin basa-basi!"
"Hiii..."
Para petinggi itu pun terus mencoba membujuk Delta, namun seketika Delta menodongkan kukunya tepat di wajah salah seorang petinggi tersebut.
Jarak antara kuku Delta dan mata petinggi itu sangat dekat, bahkan hampir menggoresnya.
"A-apa yang kalian mau?"
"Hoo, sepertinya kau mengerti maksudnya!"
"Letakkan senjata kalian dan menyerahlah saat ini juga!"
Delta pun meminta mereka untuk menyerah, dan mengancamnya jika menolak.
"Baiklah, kami menyerah!"
Dengan tubuh gemetar mereka pun akhirnya menyerah, Delta segera menurunkan tangannya dari wajah petinggi itu.
"Bawa mereka!"
Kemudian ia mengikat mereka dan membawanya keluar dari ruangan.
Kabar itu telah sampai ke pihak Kekaisaran, mereka pun segera bergegas berangkat menuju wilayah Aliansi, kemenangan multak itu telah tiba.
__ADS_1