GROWING

GROWING
70


__ADS_3

Sebuah berita besar, menghentak seantero negeri. Tidak hanya masyarakat biasa yang dibuat terkejut dengan keputusannya. Tapi para pelakus bisnis pun dibuatnya terbengong-bengong.


Mereka semua tahu, bagaimana seorang pemuda biasa, memulai bisnis berjualan kue dari rumahnya yang kecil dan sederhana, lalu tumbuh dan berkembang pesat hingga akhirnya mempunyai puluhan cabang outlet yang tersebar di seluruh pelosok negeri ini.


Dan hanya dalam hitungan detik saja, keputusannya untuk menutup seluruh cabang outletnya itu -- hingga hanya menyisakan satu outletnya saja di Jakarta -- sungguh sebuah berita yang sangat menggemparkan!


Siapa yang tidak kenal dengan rasa lezat dan cita rasanya yang kaya dari setiap kue-kue pilihan dan terbaik yang disajikan oleh Nata Pattiserie?


Dengan jumlah karyawannya yang hampir menyentuh angka seribu orang, Nata -- dengan keputusannya itu, sudah sangat mantap dan tidak akan ditariknya kembali.


Ratusan karyawannya di phk dengan jumlah pesangon diatas rata-rata. Selain itu, Nata juga tak lupa untuk mengucapakan rasa terima kasih dan permohonan maafnya kepada seluruh karyawannya.


Tidak ada raut sedih maupun cemas di wajahnya. Tekadnya sudah bulat untuk meninggalkan negara ini. Dia berjanji dalam hati, untuk tidak akan kembali ke Indonesia, sampai hari itu datang. Hari dimana hati dan keyakinannya sudah mengatakan bahwa ia harus kembali ke negara dimana ia lahir, besar, hingga sukses seperti sekarang ini.


Sandra sebagai orang paling dekat dan dipercayanya pun, tak bisa melakukan apa-apa. Sebab semua keputusan ini ada di tangan Nata.


Minggu berganti bulan. Dan bulan punĀ  berganti tahun. Nata memang hanya menyisakan satu outlet Nata Pattiserienya di Indonesia. Namun sebenarnya dia kini telah punya ratusan outlet Nata Pattiserie lainnya, yang tersebar hampir di seluruh belahan dunia ini.


Kehadirannya di dunia internasional, sungguhlah sangat-sangat mengejutkan. Banyak khalayak yang mempertanyakan tentang siapa dirinya dan bagaimana latar belakangnya.


Sebab bisnis Nata Pattiserie yang digadang-gadang itu, kabarnya sudah bisa disejajarkan dengan perusahaan waralaba besar lainnya seperti McDonald dan KFC.


Cita rasa kuenya yang unik, aneh, dan lezat, ternyata mampu diterima oleh jutaan lidah penduduk dunia yang berasal dari berbagai suku dan iklim.


Tahun pun sudah berganti lagi. Tanpa disangka, Majalah Forbes mengukuhkan namanya dalam jajaran lima puluh orang paling kaya dan berpengaruh di dunia.


Namanya kian melejit, ketika dia -- berhasil menduduki peringkat sepuluh besar sebagai orang paling kaya di dunia pada tahun berikutnya.


Nata Factory, adalah pabrik permen dan cokelat terbesar yang pernah ada, yang didirikannya di dataran China. Dengan berdirinya pabrik ini, namanya makin menjadi sorotan bukan hanya para pemain bisnis kelas dunia. Tapi juga para pemimpin negara yang saling berlomba untuk merebut hatinya.


Di pertengahan tahun yang sama, Nata menuliskan sesuatu dalam akun media sosialnya. Ia mengatakan bahwa ia akan mendirikan sebuah sekolah, dan mega proyek yang belum disebutkan secara jelas.


Namun keesokkan harinya, ketika ia menuliskan, 'Inilah saat yang tepat untukku, kembali ke negara asalku. Indonesia.', Semua orang terhentak bukan main.


Pasalnya, sungguh tak ada yang menyangka kalau ternyata Nata yang bisa menguasai beberapa bahasa asing itu, ternyata berasal dari Indonesia.


'Nata Institute, Nata Livingwood, Nata Hospital, adalah proyekku yang sedang berjalan. Indonesia, aku sangat merindukanmu..'


Sandra yang pagi itu sedang menikmati ubi dan pisang rebus di halaman samping, sampai harus tersedak ketika Hassel memberitahukan hal mengejutkan itu padanya.


"Ternyata Kak Nata diam-diam membangun ini semua, mami!! Kak Nata merahasiakan ini semuanya sendirian..!!"

__ADS_1


Sandra menelan ludah. Telunjuknya terus menggeser layar iPad anaknya. Memperhatikan foto demi foto yang sulit untuk dipercayainya.


Belum habis rasa penasaran Sandra melihat foto-foto itu, ponselnya bergetar. Panggilan masuk dari nomer Nata.


Klik.


'Tante sama Hassel lagi apa?'


"Nata..." Suara Sandra agak goyah.


'Tante, sebentar lagi akan ada orang yang datang untuk menjemput kalian. Nanti akan kujelaskan semuanya disini."


Sandra baru akan menjawab, namun Nata sudah memutuskan teleponnya.


Hanya berselang setengah jam, orang yang di maksud Nata tadi sudah datang menjemput. Dan bahkan dengan empat mobil box besar yang berhenti persis di jalan depan rumahnya yang sempit.


"Mami, kita mau pindah kemana sih?!"


"Ibu Sandra, silahkan.." Seorang pria dengan setelan jas hitam, mempersilahkan Sandra, Hassel, dan Mbok Sumirah untuk naik ke dalam alphard hitam yang sudah disediakan khusus oleh Nata."


"Tapi barang-barang saya.."


"Anak buah saya yang akan mengurusnya."


"Akhirnya, Hassel bisa ngerasain naik mobil bagus juga.."


Sandra membiarkan anaknya itu berceloteh sesuka hati. Karena saat ini, cuma ada satu orang yang memenuhi isi kepala. Dan orang itu adalah Nata.


Dua jam lamanya perjalanan yang mereka tempuh. Sandra membaca plang hijau yang dipasang di tengah-tengah jalan tol.


Sentul..?


Mobil mewah itu kini melewati sebuah gerbang perumahan bertuliskan Nata Livingwood yang di depannya di jaga oleh sepuluh penjaga berseragam sekaligus.


"Keren...!!"


Sandra melempar pandangannya keluar jendela. Matanya cuma menangkap deretan pohon asam tinggi besar dan berdaun lebat. Barulah beberapa ratus meter ke depan, sebuah pemandangan lain nyaris membuat jantungnya berhenti berdetak.


Di kejauhan sana, dia melihat dua gedung pencakar langit yang masih dalam tahap pembangunan. Dan tak jauh dari gedung itu, sudah berdiri kokoh bangunan tinggi yang entah ada berapa tingkatan lantainya.


Tak sampai disitu, Sandra juga melihat bagaimana deretan rumah-rumah berbagai ukuran yang berderet rapih sekali. Pohon-pohon rindang di pinggiran jalan, dan juga kursi-kursi besi dan tempat sampah, yang diletakkan hampir di setiap jarak dua ratus meteran sekali.

__ADS_1


Mobil mereka sampai juga di sebuah rumah tak bertingkat, namun kelihatan memanjang ke samping. Nata sudah berdiri di depan rumah itu, menyambut mereka.


"Nata..." Hanya kalimat itu yang meluncur dari mulut Sandra.


Nata mengajak ketiga orang itu melihat rumah baru mereka. Rumah yang jauh dari kesan mewah itu, namun ternyata isi perabotannya sangat lengkap, dan aura hangat serta kenyamanan langsung meliputi ketiga orang itu.


"Kita tetap sekamar kan, kak?!" Tanya Hassel.


Nata mengangguk. Lalu dia memperlihatkan kamar barunya pada Hassel.


"Wohooo, ini sih keren banget!!" Hassel berseru riang. Apalagi saat Nata membuka jendela kamarnya, yang ternyata langsung menghadap ke danau buatan.


"Aku minta supaya dipercepat, karena aku kan gak bisa meninggalkan kalian lama-lama terus di rumah yang lama."


Mbok Sumirah langsung mengambil sapu dan lap kotor. Namun Nata melarangnya.


"Mbok istirahat aja. Biar aku menyuruh orang untuk membersihkannya."


"Tidak apa-apa, Den. Si Mbok masih kuat.."


"Gimana kalau mbok buatin kita sirup dingin aja?"


"Ohhh.., baik Den."


Sementara menunggu si mbok membuatkan minum, Nata dan Sandra keluar dari rumah. Berjalan-jalan menuju tepian danau buatan. Kelihatan jelas para tukang yang masih sibuk kesana kemari dengan alat-alat beratnya.


"Maaf kalau aku tidak memberi tahu, tante.."


"Pasti kau takut kalau Tante ikut campur.."


Nata menggeleng seraya melempar senyum. "Tante suka dengan rumahnya? Apa ada yang perlu di rombak..?"


Sandra mengalungkan tangannya pada lengan Nata. Lalu keduanya berjalan-jalan kecil menelusuri tepian danau.


"Tante kira, kau sudah tak mau kembali kesini."


"Hmmm, tadinya sih begitu. Tapi setelah kupikir-pikir, ada tiga orang yang tak bisa kutinggalkan begitu saja."


"Nata..." Sandra menyenderkan kepalanya pada lengan Nata. "Setelah ini, apalagi yang akan kau lakukan...?"


Nata terdiam sejenak. Matanya memandang lurus ke depan. Ke sebuah bangunan kaca di seberang danau itu, dengan tulisan 'Nata Institute', terpampang jelas pada bagian depannya.

__ADS_1


"Yang akan kulakukan..." Nata menghirup nafas dalam-dalam. "Mungkin, aku akan menjadikan Nata Institute sebagai sekolah terbaik dan terhebat yang pernah ada di dunia ini.."


...##### ...


__ADS_2