HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
1.Pura pura pingsan


__ADS_3

 


"Mengagumimu dari kejauhan bukanlah kesalahan tapi sebuah keikhlasan."


Hari terakhir daftar ulang calon murid SMK favorit di kota ini, murid laki laki paling banyak dari pada murid perempuan.


"Apakah ini awal dari sebuah keberuntunganku atau kegagalanku."


Resya yang merasa gugup ketika melihat begitu banyak manusia berjenis kelamin laki-laki, "dimana perempuannya?"


Rasanya Resya ingin menyungkil mata mereka satu-satu, ketika melihat sekumpulan anak laki laki memandanginya tanpa berkedip.


" Jangan...melihatku seperti itu !, sebelum aku berangkat, aku sudah berdandan dengan rapi, apa ada sesuatu di mukaku?, sialan aku lupa membawa cermin, nah...itu cermin!" gumam Resya dalam hati.


"Hmm...cantik, sempurna" kata Resya sambil tersenyum di depan kaca jendela mobil.


Sreeeett....


Tiba-tiba kaca mobil itu terbuka, Resya melihat seorang cowok duduk di dalam mobil, dan mereka saling bertatapan sehingga membuat jarak mereka sangat dekat.


"Minggir...!" seru laki laki itu, hendak keluar dari mobilnya.


"Maaf kak..., aku tidak sengaja" Resya meminta maaf sambil menjauh dari mobil itu.


Laki laki itu melangkah keluar dari mobilnya, tingginya sekitar 170 cm, rambutnya hitam, lurus tubuhnya berbau harum parfum.


"Lain kali jangan dekat dekat dengan mobil ini yah!" seru lelaki itu, sambil melotot ke arah Resya.


Dia terdiam, tidak tahu harus berkata apa,


lalu lelaki itu pergi tanpa melihat Resya.


"Sialan! dasar sombong, mudah-mudahan tidak bertemu kamu lagi" ujar Resya.


Sedangkan di suatu ruangan, laki laki itu membayangkan wajah perempuan yang tidak sengaja ia temui tadi, " hm...aku tidak sabar ingin bertemunya lagi."


Resya Soedjarwo adalah anak dari 2 bersaudara, kakaknya seorang laki-laki, dia mempunyai sifat pendiam, tidak percaya diri, pintar dan teliti, tinggi badan 165 cm, mempunyai rambut hitam panjang sebahu, hidung kecil dan mancung, mulut kecil dengan bibir yang tipis sehingga kelihatan merah merona, matanya bulat, muka oval.


Kakaknya bernama Joe sifatnya cuek, manja, pemalas, dan ibu nya sangat menyayanginya, sehingga membuat Resya memendam rasa iri pada kakaknya itu.


Sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga dan ayah bagi kedua anak itu, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ibunya bekerja sebagai pembuat catering makanan.


Resya pernah bertanya kepada ibunya tentang siapa ayah kandungnya, tetapi ibunya tidak menjawab pertanyaannya, hanya diam termenung, dan seharian ibunya sering marah-marah dengan alasan tidak jelas, sejak hari itu dia tidak pernah lagi menanyakan kepada ibunya tentang ayah kandungnya.


" Hufh...hari ini terasa panas sekali, padahal udaranya masih pagi" gumam Resya dalam hati, sebab tubuhnya sudah berkeringat karena melihat banyaknya cowok di sekolah yang baru di masukinya.


Dia pun tetap melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah tersebut.


Lalu memandang sekelilingnya untuk mengetahui situasi dan kondisi sekolah tersebut.


"Hai...,kamu murid baru juga ya!" kata seorang cewek menepuk bahunya, Resya yang kaget sambil melihat cewek itu yang sudah berdiri di sampingnya sambil tersenyum.


Gadis tersebut wajahnya cantik, semua barang yang menempel di badannya bermerk, dan tubuhnya mengeluarkan bau harum wangi parfum mahal.


Karena dia sering membaca majalah fashion, sehingga dia mengetahui dan mengenal barang barang bermerk tersebut,


dalam hatinya dia berkata, "wah... anak ini pasti anak orang kaya."


Resyapun menjawab "iya saya anak baru" sambil menganggukkan kepalanya.


"Namaku Dewi" kata cewek itu.


"Aku Resya" saut Resya lagi.


Dewi mengajak Resya berjalan sama sama untuk melihat situasi dan kondisi sekolah baru mereka.


"Kamu dulu sekolah di mana?" tanya Dewi.


"SMP negeri 1" jawab Resya.


"Sedangkan kamu sendiri dulu sekolah di mana?" tanya Resya.


"Saya sekolah di SMP mandiri" jawab Dewi.


"Ternyata...benar dugaanku" gumannya dalam hati, sebab sepengetahuannya yang bersekolah di SMP tersebut hanya anak orang kaya.

__ADS_1


"kenapa kamu sekolah di sini?" tanya Resya, sebab dia merasa ada yang aneh, kenapa Dewi mau bersekolah disini?.


"Ada deh..." saut Dewi sambil tertawa genit.


Karena capek berjalan jalan keliling sekolah, Dewi mengajak Resya ke kantin, ternyata kantin tersebut banyak laki laki.


Terdengar siulan menggoda mereka berdua "hai... cantik!"


Resya pun menjadi gugup, sedangkan Dewi tenang bahkan menatap cowok cowok tersebut sambil berkata "ngak level ya."


Setelah Dewi membeli 2 teh botol, dia cepat cepat mengajak Resya keluar dari kantin, mereka mencari tempat yang teduh sambil mengobrol.


Tak terasa waktu sudah siang, "sudah saatnya aku pulang" kata Resya.


"ya sudah...,sampai besok ya!" seru Dewi.


"Aku pulang..." kata Resya yang sudah sampai di rumah, melihat mamanya duduk di sofa sambil nonton televisi.


"Merokok tidak bagus buat kesehatan!" Resya berkata dengan suara pelan, yang melihat ibunya sedang merokok,


"Tau apa kamu anak kecil, kenapa baru pulang...?, di belakang cucian sudah menumpuk!" teriak ibu Resya yang sedang menghisap rokok sambil menikmati secangkir kopi.


"Harusnya mama menasehati kakak, suruh dia bangun sudah siang!" seru Resya sambil matanya melirik pintu kamar kakaknya,


"dia laki laki, sedangkan kamu perempuan biarkan dia tidur" seru ibu Resya masih duduk di posisinya semula.


"Justru dia laki laki, yang nantinya akan menjadi kepala rumah tangga, apakah ibu tahu..., setiap dia berangkat sekolah selalu membawa senjata tajam, apakah itu wajar?" kata Resya dengan berteriak.


"Kamu... berani berteriak pada ibumu, dasar anak tidak tahu diri" pakkk... suara tamparan ibu Resya mendarat di pipi kirinya.


"Ibu..." Resya berlari memegang pipi kirinya, seketika itu air matanya jatuh.


Dia masih tidak percaya dengan kejadian barusan.


"Sebenarnya aku anak kandungnya bukan?"


Seandainya Ayah ada di tengah tengah kita.


Pasti ibunya akan menjadi seorang ibu yang bijaksana, kakak yang sekarang duduk di kelas 3 SMA, tahun depan sudah lulus.


"Akhirnya selesai juga" katanya sambil merenggangkan kaki, dan tangganya sehabis mencuci.


"Mau kemana?" tanya ibu Resya.


"Ke rumah oma" saut Resya sambil berjalan meninggalkan ibunya.


Jarak rumah Resya dengan omanya sangat dekat. Oma tinggal bersama adik dari ibu Resya.


"Oma..." teriak Resya, sambil memeluk erat wanita tua yang ada di depannya, rambut yang sudah memutih, kulit yang sudah keriput, oma yang selalu menyayangi dan mencintai Resya lebih dari apapun.


"Sya...,mari sini duduk!" seru oma, menepuk kursi kosong yang ada di sebelahnya.


"Kenapa dengan pipimu?"


"digigit serangga berdarah dingin, oma tidak usah kuatir, aku baik baik aja".


Dia sengaja menutupi kejadian yang dia alami tadi di rumah, supaya Oma tidak mengkuatirkannya.


"Nyali kamu besar juga..., berani mengatakan ibu kamu serangga berdarah dingin" oma tertawa, memegang giginya yang hampir jatuh. Mereka berdua akhirnya tertawa terpingkal pingkal, biarpun oma sudah tua, akan tetapi rasa humornya tidak kalah dengan anak muda.


"Biar bagaimanapun serangga itu mama kamu, dia bersikap begitu pasti ada sebabnya, hormatilah dia yang sudah mengandung selama 9 bulan, dan melahirkan kamu sehingga menjadi seorang gadis cantik,mandiri seperti ini" oma menasehati Resya sambil mengusap kepalanya.


"Iya oma..., kedepannya Resya akan bersikap sopan" kata Resya yang berusaha menahan air matanya tidak jatuh.


"Sebentar tidur dengan oma ya...!,apa kamu sudah makan?"


"Belum oma.." sautnya sambil menggandeng Oma ke dapur untuk makan bersama sama, saat mereka berdua sedang makan, tiba tiba kringgg...Ponsel Resya berbunyi "hallo....iya Tante, nanti Resya ke sana."


Resya  yang sudah habis makan berpamitan.


"Oma...aku pergi dulu ya, tadi tante telepon meminta tolong Resya untuk membantunya berjualan."


"Pulang jangan malam malam!" seru oma berjalan mengikuti Resya keluar rumah.


"Siap,da.. oma" Resya berpamitan dan mencium pipi omanya.

__ADS_1


"Sialan... aku bangun kesiangan, hari pertama MOS(Masa Orientasi Siswa)" Resya mengerutu kesal, terburu buru masuk kamar mandi.


"oma..berangkat dulu ya" Resya berpamitan.


"Makan dulu...!" seru oma, duduk di ruang tengah sambil membaca koran.


"Ini hari pertama MOS oma...Resya sudah terlambat" kata Resya lagi sambil berjalan keluar rumah.


Di sekolah semua murid baru sudah berbaris di lapangan, sesuai dengan jurusannya masing masing.


"Dimana dia..., apakah betul cewek itu sekolah di sini?" gumam Seorang cowok yang dari tadi sedang mencari seseorang.


Resya berjalan mengendap ngendap masuk di suatu barisan, "huh... akhirnya" katanya lirih dengan mengusap keringat yang keluar dari keningnya.


"Hei...kamu yang memakai pita merah, tas abu abu" teriak seorang laki laki dengan menujukkan jari.


Semua orang saling berpandangan dan melihat arah tangan itu, kira kira siapa orang yang dia maksud.


Resya menoleh ke kiri dan ke kanan, bertanya dengan salah satu perempuan "siapa yang dia maksud?"


"Kalau bukan kamu siapa lagi," tiba tiba terdengar suara teriakan laki laki yang sudah berada di belakangnya.


"Kenapa harus aku?" tanya Resya.


"Ya..., hanya kamu yang memakai pita merah, tas abu abu datang terlambat" Saut cowok itu dengan nada tinggi, sambil menunjuk rambut miliknya, yang di ikat ekor kuda.


Dalam hatinya merasa tidak asing dengan muka laki laki ini, " oh...iya aku ingat, cowok sombong waktu itu di mobil, kenapa harus bertemu dengan dia lagi?" gumamnya sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Lari keliling lapangan 3 putaran!" seru laki laki itu.


"Tidak mau... yang benar saja, aku perempuan, baru juga terlambat beberapa menit saja..." saut Resya dengan cuek.


"Memangnya..., kenapa kalau kamu perempuan?, mau di tambah lagi 5 putaran" kata laki laki itu, sambil mengerutkan dahinya.


"Iya iya..." teriak Resya, berlari menuju lapangan, yang diikuti laki laki itu dengan senyum liciknya.


Karena dia belum sarapan pagi, tiba tiba kepalanya terasa pusing.


laki laki itu sedang memperhatikannya,Tiba-tiba brukk...


Resya jatuh di tanah, laki laki itu berlari menghampirinya "hai...bangun."


lelaki itu menepuk pipi Resya, akan tetapi Resya tidak bangun juga.


"Hai... cewek bodoh, kamu tidak apa apa?, pakai acara pingsan lagi" ucap laki laki itu dengan panik.


Saat menuju ke UKS mereka jadi pusat perhatian, banyak laki laki maupun perempuan yang iri melihat pemandangan, seperti seorang pangeran yang sedang menggendong tuan putri di negeri dongeng, sangat serasi dan mesra.


Di UKS


"Berat sekali, ini perempuan" kata laki laki itu lirih, sambil meletakkan Resya di atas tempat tidur.


"Kamu teman satu kelas perempuan lemah ini ya...?, jaga dia aku panggil dokter dulu!" seru lelaki itu, kepada salah satu perempuan yang sudah berada di samping Resya.


"Namanya Resya" saut perempuan itu dengan nada kesal, sebab dia melihat kertas bertuliskan Resya di dada cewek pingsan tersebut.


"Ach terserah..., merepotkan saja" teriak lelaki itu, sambil berjalan keluar.


"Dia sudah pergi?" tanya Resya membuka mata perlahan lahan, sambil melihat sekeliling UKS.


Sedangkan perempuan yang berada di sampingnya, kaget melihat Resya bangun.


"Iya..., memanggil dokter, apa kamu baik baik saja?, namaku Mona teman satu kelasmu nantinya" kata perempuan itu.


"Kenapa harus panggil dokter, aku tidak apa-apa?, aku pura pura pingsan"


saut Resya yang hendak duduk di pinggir tempat tidur.


"Apa?, kamu pura pura pingsan?, kenapa kamu cari masalah dengan dia, dia itu ketua OSIS namanya Dave Albert Ardian" kata Mona terkejut, yang tadinya duduk di samping Resya tiba tiba beranjak berdiri.


"Memangnya kenapa?, lebih baik pura-pura pingsan dari pada pingsan beneran, baru jadi ketua OSIS" kata Resya yang kaget ketika melihat seorang lelaki yang tak Laen adalah Dave di depan pintu.


"Kakak sudah lama di situ,kenapa tidak masuk?, maaf sudah merepotkanmu" ucap Resya sambil melirik Mona yang menundukkan kepalanya, mereka takut kalau seandainya Dave mendengarkan percakapannya tadi


"Makanlah...!, sebelum kamu pingsan beneran" seru Dave, menyodorkan bungkusan yang berisi makanan untuk Resya

__ADS_1


"Jadi...kakak sudah lama di situ?" tanya Resya ulang, sambil menunjuk pintu di mana Dave tadi berdiri.


__ADS_2