
Resya tersenyum tidak salah lagi,mama cowok masa kecilnya juga menyukai bunga yang sama,dia ingin memastikan lagi dan tidak sabar ingin bertemu dengan orang tua itu,dia berharap akan mendapatkan petunjuk.
Mereka berdua masuk ke rumah utama,"ayo masuk"Dave menarik tangan Resya.
Resya terkesima ketika melihat rumah itu yang begitu besar,tetapi sepi tidak ada penghuninya,hanya beberapa pembantu,dua orang satpam,dan Dave.
Resya berpikir Dave mempunyai saudara.
Dave menyuruh Resya duduk di ruang tengah, sedangkan dia sendiri pergi ke kamar yang berada di lantai atas,untuk berganti pakaian.
Tidak lama seorang wanita paruh baya, datang membawa 2 gelas air,"silahkan di minum nona"ucap wanita itu.
"makasih..."kata Resya sembari melihat wajah wanita itu,
"apakah kita pernah bertemu?"tanya Resya.
"Maaf non,saya rasa kita belum pernah bertemu"saut Wanita itu, Tetapi Resya masih penasaran,sepertinya mereka pernah saling kenal dan merasa tidak asing lagi,ketika wanita itu berpamitan hendak ke dapur melanjutkan pekerjaannya, Resya memegang tangannya"bibi tolong ingat ingat lagi,aku Resya teman kecil majikan bibi yang dulu."
"Maaf nona,saya sudah tua,ingatan saya berkurang,saya permisi dulu"
"tunggu bibi!"ucap Resya mau menyusul wanita itu ke dapur tetapi diurungkan ketika melihat Dave turun dari kamarnya.
"Kenapa kamu tidak minum?apa kamu tidak menyukainya?"tanya Dave melihat gelas di atas meja berisi minuman dingin tetapi masih utuh.
"Aku menunggu kakak turun"kata Resya yang sudah canggung, jangan sampai Dave. mengetahui percakapan ku tadi dengan wanita itu.
Dave duduk bersebelahan dengan Resya,dia mulai mengajari Resya cara menggambar desain dengan menggunakan laptop,Resya memperhatikan dengan sungguh sungguh apa yang di jelaskan oleh Dave yang duduk di sampingnya,pantas saja Dave sangat mahir dalam hal satu ini dan bisa mendapatkan kepercayaan oleh sekolah untuk mengikuti lomba desain antar provinsi,dia membawa pulang piagam,dan memenangkan juara 1 setingkat provinsi.
Resya yang sedang menatap wajah cowok ini,tiba tiba terkejut ketika cowok ini bertanya"apa kamu sudah mengerti?"
"ech ...iya sudah"Resya asal bicara,padahal dia sama sekali tidak memperhatikan.
Dave melanjutkan bagian selanjutnya,sembari meneguk minuman dingin yang berada di atas meja.
__ADS_1
Resya melihat sekeliling ruangan tidak menemukan orang tua Dave, akhirnya Resya memberanikan diri bertanya"orang tua kakak dimana?"
"mama dengan papa ku berada di luar negeri, ada urusan bisnis"
"aku di sini tinggal bersama beberapa pelayan dan 2 orang satpam"ucap Dave lagi
Resya merasa sedikit kecewa,tetapi dia tidak putus asa berusaha mencari tahu lagi mengenai kedua orang tuanya,"pasti kakak sangat menyayangi mereka"
"hm"ucap Dave singkat.
Resya menengok di bawah meja siapa tau menemukan album foto keluarga,akan tetapi tidak mendapatkannya.
Dave yang sedikit kecewa dengan Resya yang dari tadi sibuk sendiri tidak memperhatikannya"Syasa sebenarnya ada apa dengan kamu,dari tadi kamu tidak fokus"
"Maaf kak,a-ku..."perkataan Resya terputus ketika Dave berkata"aku tahu kamu sedang memikirkan cowok masa kecilmu."
Deg...
Resya kaget,dari mana dia bisa tahu,
saut Dave memandang Resya,dalam hati Resya"iya iya memang kamu anak paling jenius,sombong sekali."
Dave yang masih memandang Resya berkata"apa kamu tidak bisa melupakan cinta monyet mu itu?"
Resya marah ketika mendengar perkataan Dave"kakak tidak pernah mengerti seperti apa keadaan ku waktu kecil dulu,yang selalu di kucilkan teman-teman,bahkan kedua orangtuaku sendiri,hanya cowok masa kecilku yang selalu berada di sisiku mau menerima ku apa adanya"Resya berkata dengan nada sedih, yang tadinya pipinya kering sekarang basah oleh air mata keluar
Dave mendekatinya mengusap air mata dengan lembut"apa aku bisa mengantikan cowok itu?"
"kakak terlalu sempurna buat ku,lagi pula aku tidak mau kehilangan seseorang ke sekian kalinya,dan aku takut orang itu mengingkari janjinya"
"berikan aku kesempatan"
"seperti kamu memberikan kesempatan pada cowok itu untuk bahagia"
__ADS_1
"maksud kakak apa?"
"ya...maksudku"Dave yang keceplosan bicara,dia bingung mau menjelaskannya bagaimana supaya Resya tidak bersedih.
"begini...,ehm kalau seandainya cowok itu sudah mempunyai pacar,dan hidupnya bahagia,apa kamu ikhlas?,apa kamu akan tetap mencarinya?,buktinya kalau memang dia mencintaimu,dia akan mencarimu sampai di ujung dunia"
Resya terdiam dia mencerna perkataan Dave barusan ada benarnya juga,buat apa aku bersusah payah memikirkan dia sedangkan dia sudah bahagia dengan cewek lain.
"Cobalah lepaskan bayangan masa lalu mu"kata Dave mengangkat dagu Resya, yang dari tadi kepalanya menunduk karena sedih.
Resya menarik nafas panjang setelah itu menghembuskannya kembali, begitulah rutinitas Resya Ketika dia mengalami tekanan.
"Baik aku berjanji"ucap Resya tersenyum.
"Nah begitu dong"Dave mengusap kepalanya dengan lembut.
Dave mengajak Resya berjalan jalan di halaman rumahnya untuk menghilangkan kesedihannya,halaman itu di tumbuhi bunga mawar berwarna warni.
"bolehkah aku memetiknya"
"biar ku ambilkan gunting"Dave berjalan ke dapur mengambil gunting,Tidak lama dia kembali dengan membawa gunting dan memetik bunga mawar untuk Resya"apa kamu senang"
"iya aku senang sekali, terimakasih"ucap Resya spontan memegang tangan Dave.
Dave dan Resya berjalan berdampingan,sangat mesra sekali bercanda di halaman itu,Tiba tiba bayangan seseorang muncul di balik tirai jendela kamar lantai atas dengan tatapan tajam,penuh kebencian,dan cemburu yang membutakan akal sehatnya,semua barang barang yang ada di atas meja dia lempar berserakan di lantai.
Sedangkan mereka berdua tidak mengetahuinya.
Yang tadinya cuaca mendung,tiba tiba turun hujan,mereka berdua berteduh di sebuah pendopo yang berada di halaman itu,baju Resya basah terkena air hujan,Dave yang saat itu memakai jaket yang masih terikat di pinggangnya dia lepaskan untuk Resya pakai sembari Dave berkata"aku cinta kamu."
Dave yang merasa momen itu pas buat dia mengungkapkan perasaannya yang sekian lama terpendam,berbeda dengan Resya yang masih binggung dengan perasaannya,dia terdiam sambil memandang Dave.
Dave memegang tangan Resya dengan lembut berharap dia tidak menolaknya.
__ADS_1
Semuanya terdiam hanya terdengar suara tetesan air hujan beserta hembusan angin,Resya tidak tau mau jawab apa?, memang Dave seorang cowok yang tamapan,baik,perhatian,siapa yang tidak suka dengan seorang Dave Albert Ardian,semua cewek berebut ingin menjadi pacarnya,tetapi"aku tidak pantas buat kamu kak,aku miskin tidak punya apa apa, bukankah masih banyak cewek di luar sana yang lebih pantas"
"kalau pun aku bersedia,itupun aku masih takut kehilangan untuk kedua kalinya"