HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
23.Mengajaknya berlibur ke puncak


__ADS_3

Resya binggung ingin duduk di mana, akhirnya dia memutuskan duduk berjauhan dengan Dave,"kenapa duduknya jauh sekali, sekalian saja kamu duduk di luar pintu."


"cuaca agak panas,tidak bagus duduk berdekatan."


Pelayan toko binggung"maaf nona...,AC nya suhunya sudah paling dingin"


"he he he...iya mbk" saut Resya malu.


Saat itu di dalam toko masih sepi pengunjung tidak ada hanya mereka berdua,Dave memilih tempat duduk paling pojok.


Dave tersenyum sambil mengeser tubuhnya mendekati Resya.


Resya mengeser tubuhnya menjauh,


duk bunyi kepala Resya terbentur tembok,dan tubuh Dave telah menguncinya sehingga Resya tidak bisa bergerak kemana mana.


deg...deg ...deg jantungnya berdetak kencang ketika kepala Dave mendekat,"apa kamu pikir aku cowok mesum...?"bisik Dave di telinga Resya,sambil mengambil kue yang berada di dekat cewek itu,


"ehmmm...manis sekali rasanya,mau coba?"Dave hendak menyuapinya,tetapi cewek itu menolak"aku bisa makan sendiri,bisa geser"saut Resya menyuruh cowok itu mengeser tubuhnya.


"Ha ha ha...sorry,aku tadi mau mengambil kue ini saja"kata Dave mengeser tubuhnya, sehingga jarak mereka berdua berjauhan.


Resya membuang nafas lega"dasar laki laki susah di tebak."


*****


1 hari kemudian


Beberapa murid yang mengikuti acara di puncak sudah berkumpul di halaman sekolah,mereka menunggu ketua OSIS yang tidak kunjung datang,"kenapa Resya dengan Dave belum datang?"tanya Bryan mengambil ponsel dalam sakunya hendak menelpon,tetapi diurungkannya,"akhirnya yang di tunggu datang juga."


Dave bergegas menghampiri murid murid tersebut,sebelum berangkat sebagai ketua OSIS dia memimpin doa,"Amien"saut semua peserta bersamaan.


"Baik teman teman kalian berangkat duluan naik bis yang kita sediakan,nanti saya menyusul"ucap Dave berlalu pergi menuju ke mobilnya,diikuti Dewi,Mona,Bryan dan Resya.


Resya melihat ke dua sahabatnya membawa ransel yang cukup besar,dia heran matanya melotot"kenapa kalian membawa ransel,di dalam itu berisi apa?"tanyanya sambil mengangkat tas milik Dewi.


"Tentu saja isinya baju beserta makanan ringan dan obat obatan,kita di puncak selama 3 hari"ucap Dewi.

__ADS_1


"Apa...!"teriak Resya tidak percaya.


"Aku saja cuman membawa tas sekecil ini,bukannya sebentar sore pulang"kata Resya dengan muka datar.


"Resya sayank...perjalanan ke puncak membutuhkan waktu 4 jam,mana mungkin kita pulang cepat"saut Mona memasukkan tas nya di dalam bagasi mobil milik Bryan.


"Cowokmu berbohong padamu..."saut Dewi melirik Dave dan masuk ke dalam mobil,di susul oleh Bryan dan Mona.


Resya melototi Dave yang sedang membukakan pintu untuknya,"ayo masuk..."


Resya tidak bergerak masih di posisi semula"aku tidak bawa bekal,jadi aku mau pulang."


Resya merasa dirinya yang telah di bohongi olehnya,bukannya kemarin ketika di tanya,"apa di puncak akan menginap?,dan


apa saja yang harus di persiapkan?"Dave menjawab pagi berangkat sore pulang, tidak perlu membawa bekal.Karena Dave sebagai ketuanya Resya percaya.


"Aku sudah mempersiapkan semuanya untukmu"ucap Dave menunjuk ransel dan kantong plastik di kursi belakang.


Resya yang sudah tidak bersemangat lagi,rasa rasanya dia ingin pulang,Dave berusaha membujuknya,dia melakukan ini semua agar Resya tidak terlalu capek untuk mempersiapkan semuanya,dan Dave ingin cewek yang ia cintai merasakan liburan, melepas penat karena dia tahu bagaimana capeknya Resya ketika sehabis pulang sekolah,dia harus bekerja sampai larut malam.


"Maaf kan aku.. ,aku tidak bermaksud membohongimu,masuklah...teman teman pasti sudah menunggu kita"ucap Dave.


Dave hanya tersenyum dan menutup pintu mobil itu.


Di sebuah villa milik keluarga Dave


4 jam sudah berlalu,bis tersebut sudah tiba di sebuah vila milik Dave,di susul mobil milik Bryan.


Tidak lama mobil milik Dave tiba,Dave memanggil penjaga vila untuk mengantarkan mereka ke kamar masing masing,Bryan 1 kamar dengan Dave,sedangkan Resya satu kamar dengan kedua sahabatnya itu.


Di saat mereka sedang rebahan,tiba tiba suara ketukan pintu mengangetkan mereka,


tok...tok...tok


Resya berdiri membuka pintu,"ada perlu apa?"tanyanya Resya


"mau antar ini..."Ucap Dave mengangkat tas ransel yang begitu besar untuk Resya,

__ADS_1


"di dalamnya ada apa,kenapa berat sekali,"


"nanti kamu buka sendiri"ucap Dave menaruh tas itu di dekat pintu.Dia berpamitan dan berlalu pergi,Resya yang masih bengong memandang tas ransel itu.


"Siapa Sya...?"tanya Dewi bangun dari tempat tidurnya.


"Dave memberikan ini pada ku"ucap Resya menarik ransel itu yang begitu berat,masuk ke dalam kamar,


"apa isinya?"saut Mona penasaran, ingin membuka ransel itu.


Mona turun dari tempat tidur membuka ransel itu,di keluarkannya satu persatu barang yang ada di dalam ransel tersebut,"apa apaan ini!,baru juga pacaran sudah membelikan pakaian dalam,"


Resya yang melihat itu semua merasa terkejut sekaligus malu.


"Coba lihat..."Mona mengangkat b*a yang dia pegang dan mengukurnya di dada Resya,"wow...kok bisa pas ya,jangan sampai kalian sudah mela-ku-ka..."perkataan Mona terpotong ketika Resya menutup mulutnya,Mona meronta berusaha melepaskan tangan Resya"aku tidak bisa bernafas"ucap Mona dengan terengah-engah.


"Kamu bicara sembarangan,aku masih perawan tahu..."ucap Resya dengan kesal.


"Maksud ini semua apa,kok bisa ukurannya begitu pas!"saut Mona menggoyang goyangkan pakaian dalam itu di tangannya.


"Ya...mana ku tahu,kemarin kita ke mall belanja bersama,siapa tahu dia bertanya kepada pelayan."saut Resya dengan muka cemberut.


Resya mengerutu kesal," Dasar laki laki mesum,awas ya..."


"Sya...kamu tidak perlu marah kepadanya,dia ingin memberikan yang terbaik untukmu,dia sangat mencintaimu lebih dari apapun,apakah pernah Dave memaksamu untuk berbuat hal yang tidak pantas,aku kenal dia sudah lama,sejak kecil"kata Dewi.


"Dan... sebenar-nya...aku yang mengusulkan untuk membelikanmu pakaian dalam"ucap Dewi lagi dengan muka datar takut Resya marah,mendengar ucapan Dewi,"achhh...dasar kamu jahat..."Resya berteriak melempar bantal di mukanya.


"Awalnya dia tidak mau,tetapi aku memaksanya"ucap Dewi menghindar dari lemparan Resya.


"Wi...lihat ini lucu ya, ternyata Dave jago dalam hal satu ini"ucap Mona menenteng pakaian dalam itu.


Dewi melihat Mona memainkan barang yang di pegang tertawa terbahak bahak membuat perutnya sakit,tadinya Resya yang cemberut merasa di ejek,akhirnya ikutan tertawa juga,membuat air matanya keluar.


Waktunya makan siang,mereka bertiga keluar dari kamar menuju ke dapur.


Mona dengan Dewi duluan keluar kamar.

__ADS_1


Sedangkan Resya masih sibuk di depan cermin melihat baju yang ia kenakan merasa tidak cocok untuk dirinya,yang terlalu ketat,sehingga menunjukan postur tubuhnya yang seksi,di biarkan rambutnya sebahu tergerai dan dilehernya tergantung sebuah syal berwarna jingga,menambah aura kecantikannya dari dalam, terpancar keluar dengan alami...


__ADS_2