HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
35.Seorang wanita lebih muda 10 tahun.


__ADS_3

Terlihat seorang lelaki lebih tua 5 tahun darinya, menyambut kedatangan wanita itu di depan pintu.


Wanita itu mencoba menutupi kesedihannya.


Dengan membalas senyuman lelaki itu.


"Hai...,dari mana saja?" lelaki itu mendekatinya, dan mencium keningnya


Dia tidak menjawab hanya tersenyum.


"Ayo...ikut aku" Lelaki itu mengandeng tangannya menuju ke dapur, terlihat begitu banyak jenis masakan Indonesia,


wanita itu begitu terkejut " kamu... masih ingat makanan kesukaanku?" ucap wanita itu sembari mencicipi salah satu masakan itu.


"hm...lezat" ucapnya.


" Tentu saja..., semua aku yang memasaknya" ucap lelaki itu, biarpun lelaki itu seorang pembisnis, akan tetapi dia pintar memasak terutama masakan indonesia.


"Sayank...bukanya kamu menyukai ini, aku tadi minta bibi untuk membeli sayur sayuran yang segar..." lelaki itu mengambil capcay kuah, dan menyuapi wanita itu.


Lelaki itu mengeser tempat duduk untuk wanitanya, dan dia sendiri duduk berada di sampingnya, sembari makan di selingi dengan obrolan ringan.


Pertama kali mereka bertemu di sebuah salah satu kampus ternama yang ada di Indonesia, walaupun wanita itu berdarah campuran Irlandia dengan Indonesia, akan tetapi dia lebih suka kuliah di Indonesia begitu pula dengan masakannya.


"Apakah direktur Ardian tidak mau menemui, ayah sambungnya?" tiba tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut lelaki di sampingnya, sehingga membuat wanita itu menaruh kembali sendoknya yang dia pegang.


"Kamu tahu sendiri..., dia sangat sibuk mengurus perusahaan" ucap wanita itu mencari alasan agar lelaki yang sudah dia nikahi selama beberapa tahun ini, percaya bahwa anak sambungnya tidak membencinya.


"Kalau begitu aku harus sering-sering pulang ke rumah, supaya bisa lebih mengenalnya." sebab suaminya itu selama ini mengurus bisnis miliknya yang berada di luar negeri.


Sehingga mengharuskan dia satu bulan sekali pulang bertemu dengan keluarganya, ketika di sibuk dengan urusan perusahaan, membuat dirinya tidak bisa pulang, jadi istrinya yang akan berkunjung untuk menemuinya.


******


Waktu semakin larut, wanita itu berdiri di dekat jendela kamar, sembari melihat di luar.


"kenapa...kamu begitu keras kepala sekali, kapan kamu pulang?, mama...merindukanmu, rumah ini terasa sepi tanpa mu nak..." gumam wanita itu dalam hati.


ceklek...


bunyi pintu terbuka, akan tetapi istrinya tidak sadar, ketika suaminya masuk ke dalam.


Suami itu melihat istrinya yang sedang berdiri di dekat jendela, di biarkannya terbuka, sehingga angin dengan bebasnya masuk meniup pakaian tidurnya yang melekat di tubuh seksinya, apalagi dengan pantulan cahaya lampu menunjukan bagian dalam miliknya terlihat jelas.

__ADS_1


Suaminya berjalan mendekat, lalu memeluknya dari belakang, merapikan rambutnya yang sebahu ke samping dan menciumi leher jenjang istrinya sambil berbisik di telinganya "angin malam tidak baik buat tubuhmu."


Ketika istrinya membalikkan badan, tiba tiba suaminya mencumbunya, dia sebagai laki laki yang normal hasratnya tidak bisa terbendung lagi, dengan sekuat tenaga wanita itu mendorong lelaki yang sudah beberapa tahun menjadi suaminya.


"Apa kamu belum bisa melupakannya?, sampai kapan kamu akan menyiksa diri kamu sendiri, aku tahu di balik senyuman mu itu tersimpan rasa kesepian yang sangat dalam, pastinya suamimu yang sudah berada di surga menginginkan istrinya selalu bahagia, aku... tidak akan memaksamu, aku akan setia menunggu, hingga kamu mau melakukan kewajiban mu sebagai istri..." ucap lelaki itu melepaskan pelukannya, berusaha untuk mengatur nafasnya yang naik turun, dan mundur beberapa langkah.


"Selama aku masih di sini, anakmu tidak akan pulang..., besok pagi aku akan kembali ke luar negeri" lelaki itu berucap dengan nada kesal merasa di tolak.


"Aku akan tidur di kamar tamu, oh iya...angin malam tidak baik untukmu, apalagi dengan menggunakan pakaian yang setipis itu" ucap lelaki itu, dan berjalan meninggalkan kamar itu.


Ketika lelaki itu membuka pintu kamar tamu tiba tiba istrinya datang, dan memeluknya dengan erat seakan akan tidak mau ia lepaskan, dia menyesal telah menolaknya.


"Bukankah... suami istri harus tidur seranjang" ucap wanita itu menarik tangan suaminya menuju kamarnya.


Sesosok bayangan seorang anak muda berada di bawah tangga melihat pemandangan itu, dan berucap dengan lirih "sungguh besar cinta papa kepada wanita itu..."


Akan tetapi sepasang suami istri itu tidak mengetahui kedatangannya.


Sejak lelaki itu menikahinya, wanita itu tidak pernah melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang istri, akan tetapi dia dengan sabar, dan setia menunggunya, akhirnya mereka berdua naik ke atas tempat tidur berpelukan, saling merindukan satu sama lain.


"Sayank...apa kamu sudah tidur?" suaminya bertanya, menyentuh tubuh istrinya dengan lembut.


Sudah beberapa kali memanggil istrinya, akan tetapi ia tidak menyaut, "trus...apa maksud mu menyuruh ku tidur seranjang?,untuk melihatmu tertidur lelap..." gerutu lelaki itu sambil menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


Sedangkan istrinya sebenarnya hanya pura pura tertidur, membuka matanya sembari tersenyum geli melihat tingkah suaminya.


*****


Mobil mewah milik direktur "ARDIAN" Contrakting Company pagi pagi sudah berada di depan rumah kontrakan sederhana milik temannya, sepulang dari urusan bisnisnya di luar kota, sudah beberapa hari ini menginap di rumah itu.


"Hampir tiap hari Resya menemuiku, dia selalu bertanya tentangmu?" ucap Leon kepada Dave, yang sedang bersiap siap pergi kekantor.


"Aku malas membahasnya..." ucap Dave berjalan keluar dari kamar, menuju ruang tamu.


"Jangan mempermainkannya..." ucap Leon mengikutinya, dengan mata melotot melihat Dave.


" Aku... tidak pernah mempermainkannya, justru dia yang mempermainkan ku, aku... melihatnya bersama laki laki lain di lapangan basket." kata Dave dengan nada keras, kembali menatap mata Leon dengan tajam.


"Itu tidak mungkin, pasti..."


Dave memotong perkataan Leon "sudahlah...aku masih banyak kerjaan." "sekretaris Lee...jalan!"


Mobil itu melaju meninggalkan rumah kontrakan milik Leon.

__ADS_1


Sedangkan Resya yang tidak mengetahui keberadaan Dave lelaki yang dia cintai, beberapa hari ini hidupnya tidak tenang, dia memikirkan Dave menghilang tanpa kabar, ketika di hubungi ponselnya di luar jangkauan.


tok tok tok...


suara ketukan pintu berulang kali, sepertinya tidak ada orang, akan tetapi Resya melihat jendela kamar terbuka "mungkin saja...dia di belakang tidak mendengar."


tok tok tok...


Resya kembali mengetuk pintu itu, tidak lama keluarlah seseorang "hah...ngapai kamu di sini!" seru Resya, dengan Dave bersamaan, karena terkejut mereka saling menunjukkan jari telunjuknya.


"Kak...kamu kemana saja, aku mencarimu..." kata Resya dengan tersenyum, melepaskan helm dari kepalanya.


"Betulkah...?, sekarang sudah menemukanku, pergilah...!" seru Dave, menyingkirkan tangga Resya yang menghalangi pintu itu.


"Kak... tunggu, ada apa dengan mu...,aku salah apa?" ucap Resya dengan mendorong pintu sekuat tenaga, akhirnya pintu itu terbuka.


"Jadi selama ini..., kamu tidak merasa bersalah?" tanya Dave memandang mata Resya dengan tajam.


Resya yang tidak tahu apa-apa, dia menggelengkan kepalanya sembari menatap Dave.


"Sungguh...kamu sangat keterlaluan" ucap Dave.


"Bagaimana aku tahu...?, kalau kamu tidak memberitahuku" ucap Resya lagi.


"Kenapa kamu bisa berduaan dengan Al di lapangan basket?" tanya Dave dengan suara lirih.


"Ha...ha...ha..." Resya tidak menjawab pertanyaannya, akan tetapi dia malah tertawa melihat Dave yang sikapnya seperti anak kecil.


Dave jengkel akan sikap Resya yang tertawa mengejeknya,


"Ach..." Resya berteriak kesakitan, karena tiba tiba Dave menggigit hidungnya yang mancung hingga merah.


"Aku dengan Al hanya berteman tidak lebih" ucap Resya memegang hidungnya yang sakit.


Resya berusaha untuk membangun kepercayaan Dave kembali, dengan meminta maaf, akan tetapi Resya harus berjanji untuk menjauh dari Al, Awalnya Resya tidak menyetujuhinya, akan tetapi demi hubungan mereka berdua Resya terpaksa mengiyakan.


"Kenapa kamu harus menjadi tukang pengantar makanan?" tanya Dave dengan muka sedih melihat kekasihnya yang bertambah kurus, dan hitam, pengaruh dia kerja di siang hari.


Dave menyesal meninggalkannya berlama lama.


Tadinya dia sangat lapar, awalnya ingin menyuruh bawahannya mengantarkannya makanan, akan tetapi dia urungkan karena perjalanan antara kantor dengan rumah Leon sangatlah jauh, jadi dia memakai jasa pengantar makanan.


"Makanlah..." ucap Dave.

__ADS_1


 


 


__ADS_2