HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
14.Meminta maaf


__ADS_3

Dave mengurungkan niatnya untuk menyusulnya,dia pasti marah besar, memang Dave yang salah.


Dave mengusap mukanya dengan kasar menyesali perbuatannya.


"Nak,besok kamu bisa meminta maaf padanya, kalau cewek lagi marah, mau minta maaf ribuan kali tidak akan di dengarkan"ucap paman sembari mengajaknya untuk sarapan.


"Baek paman, terima kasih"ucap Dave,yang masih memikirkan bagaimana meminta maaf pada Resya.


Dave sehabis makan mengobrol dengan paman itu,tidak sedikit Paman membagikan cara menaklukkan seorang cewek, jangan salah paman itu mantan play boy di zamannya dulu,padahal paman itu mempunyai muka yang biasa-biasa saja,hanya bermodalkan pintar main gitar dan bernyanyi.


Sesekali Dave tertawa mendengar cerita paman itu.


Dave merasa senang berbincang bincang dengan paman itu,sampai ia lupa waktu sudah siang,hari ini sengaja tidak pergi ke sekolah.


Dave menyodorkan beberapa lembar uang,mengucapkan terimakasih karena sudah memberi tumpangan  dan berpamitan pulang.


Dave menunggu bis di halte,cukup lama dia menunggu setelah beberapa jam bis datang,di dalam bis ia masih memikirkan kejadian tadi malam yang sangat memalukan,ia ingin meminta maaf secepatnya kepada Resya,ia mengeluarkan ponselnya ingin mengetik kata kata permintaan maaf,dia urungkan dan memasukkan kembali ponselnya di dalam saku, hingga 3 kali Dave melakukan hal yang sama, ketika dia sudah sampai di dekat rumahnya,Dave turun kemudian jalan kaki menuju rumahnya sekitar 30 menit,karena jarak halte bis dengan rumah nya cukup jauh, seumur umur Dave tidak pernah melakukan hal seperti ini,ia berani berkorban hanya untuk seorang gadis Resya namanya.


Apa kata dunia?kalau mereka melihat anak dari keluarga Ardian berjalan kaki,ia yang sudah kelelahan,banyak keringat bercucuran di dahinya, akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat di sebuah tenda yang menjual es buah,kenapa udaranya panas sekali,sambil mengusap keringatnya "paman pesan es 1 ya."


"Ech tuan Dave,mari silahkan duduk."kata penjual es itu sambil memberikan kursi plastik pada Dave.


Dave termasuk pelanggan setia,ia paling senang minum es buah apalagi kalau musim panas begini, tak jarang juga penjual itu sesekali mengobrol dengan Dave layaknya seorang teman akrab.


Dave yang terkenal ramah,tidak sombong,dan murah hati, pernah suatu saat ketika paman itu kewalahan melayani pembeli,Dave tidak malu membantu paman itu berjualan dan mencuci gelas,sampai paman itu sendiri sungkan kok ada ya,orang kaya mau melakukan pekerjaan begitu.


"Mobil Tuan di mana?"tanya Paman itu pada Dave yang melihat tubuhnya sudah mandi keringat sampai Paman itu mengeryitkan dahi, tumben anak muda ini yang biasanya wangi bau keringat.


"Bosan naik mobil"saut Dave menelan air ludahnya ketika paman itu memberi segelas es buah.


"Pasti misi cinta ya"kata Paman itu penasaran.


"Paman ini, seperti tidak pernah muda saja!"seru Dave sudah menghabiskan setengah gelas es buah.


Tiba tiba ada seorang perempuan turun dari motor hendak membeli es,dia berdiri tepat di sebelah Dave.


"Paman pesan 5 porsi,1 minum disini,4 bungkus ya"kata perempuan itu melirik Dave sembari menutup  hidungnya.

__ADS_1


"Geser...!"seru perempuan itu dengan nada ketus,yang masih menutup hidungnya.


"Ini nona"kata paman itu menyodorkan gelas berisi es buah.


Perempuan itu yang sudah duduk bersebelahan dengan Dave,Dave yang merasa risih atas tingkah laku perempuan itu,ia mengeser tempat duduk menjauh darinya.


"Lebih jauh lagi lebih baik,sudah  bau,miskin lagi"kata perempuan itu memandang Dave dengan sinis.


Dave mendapat tatapan itu hanya tersenyum,memang betul pakaian dan tubuhnya itu sangat lengket bau keringat.


"Jaga bicara kam..."tiba tiba teguran paman terhadap perempuan itu terhenti.


"Paman...tidak apa apa"kata Dave sambil tersenyum.


"kamu memang memiliki hati yang mulia tuan"


Dave memberi satu lembar uang kepada paman itu"paman ini."


"Kembaliannya"seru paman itu memberikan uang kembalian,tetapi Dave menolaknya.


"Nona jaga bicara anda"saut paman memandang perempuan itu.


"Paman saya permisi dulu jemputan saya sudah datang"kata Dave menuju sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan tidak jauh dari Dave berdiri.


"Silahkan tuan muda,maaf terlambat tadi ketika tuan menelpon saya ada di dapur "kata supir itu,membantu membuka pintu mobil untuk Dave.


"Paman,apa aku tidak salah lihat"tanya perempuan itu.


"Tentu saja tidak,yang nona singgung tadi itu adalah tuan muda Ardian.


Perempuan itu tidak percaya,ia mengutuki dirinya sendiri"kenapa paman tidak ngomong dari tadi."


"Anda tidak memberikan saya kesempatan buat bicara tadi"saut paman itu.


"Aduh bodohnya aku,dia anak orang kaya gitu lho,paman punya nomer ponselnya?"tanya perempuan itu dengan nada genit.


Tidak tunggu lama paman menggelengkan kepalanya,kalau punya pun aku tidak akan memberikannya kepadamu,dalam hatinya"dasar cewek matre."

__ADS_1


Setelah menghabiskan es, perempuan itu berpamitan sembari menyodorkan secarik kertas,"ini apa nona?"paman itu bertanya.


"Ini nomer ponselku,nanti tolong berikan kepada Tuan muda Ardian"kata perempuan itu dengan memohon.


Paman  yang melihat tingkah nya mengerutkan dahinya, setelah perempuan itu pergi menjauh,paman itu membuang kertas itu di tong sampah,"kamu bukan tipe tuan muda."


Dave yang sudah sampai dirumahnya,dia sudah membersihkan badannya,sambil mengingat ingat kejadian tadi Dave memaki"Dasar cewek matre,coba kalau aku bertemu dengannya lagi,lihat saja..."


Ia mengambil ponsel untuk menelpon Resya,tetapi dia urungkan akhirnya dia mengirim pesan:


Hai... Sya,aku minta maaf kejadian tadi di pantai_____Dave.


Sudah berjam jam Dave menunggu jawaban,tetapi Resya belum menjawab juga,Dave sesekali melirik ponselnya.Ia tidak sabar mengambil ponselnya kembali dan mengirim pesan:


Sya aku mohon maafkan aku___Dave


Resya belum juga menjawab,tetapi Dave tidak menyerah,mengirim pesan lagi


Sya...__Dave


Syasa...___Dave


Akhirnya ia memberanikan diri untuk menelpon duluan tetapi tetap saja Resya tidak mengangkat ponselnya,sudah berkali-kali Dave menelpon usahanya sia sia"apakah Resya masih marah padaku."


Hingga tengah malam Dave menunggu balasan sampai ia terlelap,ponsel yang tadinya ia pengang sudah terjatuh di lantai.


Sedangkan Resya yang terasa lelah pulang dari berjualan langsung menuju ke kamarnya merebahkan tubuhnya untuk tidur.


Pagi pagi badan Resya terasa pegal pegal,rasanya ia malas untuk berangkat ke sekolah.Karena hari ini ada tugas yang harus di kumpulkan terpaksa ia berjalan menuju kamar mandi dan siap siap ke sekolah.


Dave yang sengaja berangkat pagi pagi untuk bertemu Resya.


Resya melangkahkan kakinya dengan lesu tak bergairah akibat kecapean tadi malam,tiba tiba tangannya di tarik"sya...tunggu aku mau bicara"ucap Dave.


"Kakak ada apa?"tanya Resya yang sudah lupa akan kejadian di pantai waktu itu.


"Aku telpon,kirim pesan tetapi kamu tidak membalasnya,apa kamu masih marah?,aku minta maaf"Dave memegang tangan Resya.

__ADS_1


__ADS_2