HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
22.Duduk berdekatan


__ADS_3

2 bulan kemudian


Dave dan Resya semakin hari semakin lengket,cowok itu sangat sayang dengan Resya,bahkan Dave memberi perhatian terlalu berlebihan kepada ceweknya,waktu itu Resya membawa 4 buku besar yang menurutnya tidak terlalu berat,tiba tiba Dave muncul membantu membawa buku itu,mengantarnya sampai ke kelas.


Sehingga membuat Teman temannya maupun penghuni sekolah yang tadinya suka menggodanya,sekarang tidak berani lagi,"mau cari mati kamu,menggoda cewek ketua OSIS,penguasa di sekolah ini"bisik seorang murid laki-laki kepada salah satu temannya.


Dave tergolong cowok paling populer di dalam sekolah mau di luar sekolah,siapa yang tidak kenal dengan Dave,cowok tampan,dia yang suka menolong orang ketika mengalami kesusahan,jago dalam hal IT,biarpun dia masih duduk di kelas 3 SMK.


Dia sangat jenius,yang seharusnya dia loncat kelas, Waktu itu dia duduk di bangku kelas 1 SMK kepala sekolah menawarkan untuk loncat masuk di sebuah universitas,akan tetapi dia menolaknya,alasannya cowok itu ingin selalu di dekat cewek yang sekarang sudah menjadi pacarnya.


Resya yang biasanya hidup mandiri tanpa pernah merepotkan orang lain,awalnya merasa tidak nyaman dengan perhatian cowok itu,akan tetapi berangsur angsur cewek itu terbiasa,sehingga membuat hari hari nya penuh warna.


Biarpun cowoknya memberikan perhatian lebih akan tetapi sesosok mandiri dan kuat yang ada di dalam dirinya tidak hilang,pernah suatu kali Dave melarang Resya untuk berjualan di malam hari,dia tidak tega melihat pacarnya mengalami kesusahan"aku bisa memberikanmu uang"ucap cowok itu,


"aku percaya orang tuamu sangat kaya"


"sungguh ini uang hasil jerih payahku selama ini"cowok itu menyodorkan beberapa lembar uang.


Dave menjelaskan kalau selama beberapa tahun ini sejak dia duduk di bangku kelas 1,bekerja sampingan membantu perusahaan papanya yang ada di dalam kota,sambil dia belajar menjalankan bisnis perusahaan keluarganya,papanya memberikan gaji cukup besar padanya,maka itu Dave mempunyai rekening pribadi.


Akan tetapi cewek itu menolaknya sambil berkata"cintailah aku apa adanya."


Sifat Resya yang begitu gigih,kuat,mandiri dalam menjalani hidup,membuat Cowok itu jatuh cinta padanya.


Sya...pulang sekolah,aku tunggu kamu di parkiran seperti biasa____Dave.


Jangan tunggu aku,aku masih ada beberapa urusan____Resya.


Baik...aku yang akan jemput kamu di kelas___Dave


Tidak usah menjemputku,30 menit lagi aku datang___Resya


Bukannya 15 menit lagi... waktunya pulang___Dave

__ADS_1


"Dave ya..."saut Mona yang dari tadi memperhatikan teman satu bangkunya sibuk membalas pesan masuk dari ponsel nya.


Resya menggangukan kepalanya,tidak tunggu lama dia membalas pesan dari Dave,dari pada cowok itu datang,membuat heboh satu kelas lebih baik Resya duluan yang menghampirinya.


Tadinya Resya sudah berjanji dengan Mona dan juga Dewi untuk jalan-jalan ke sebuah tempat nongkrong anak anak muda,Resya meminta maaf kepada kedua sahabatnya itu untuk tidak ikut,kedua sahabatnya untung mengerti kalau Dave ingin mengajak Resya kencan.


Resya dengan terburu buru berlari hingga menabrak seseorang yang tak lain adalah Al,"maaf..."Resya menundukkan kepalanya.


Al hanya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkannya yang masih berdiri.


Dave yang seperti biasa membukakan pintu mobil untuk Resya.


Di dalam mobil hening,Dave melihat ceweknya melamun heran"apa tadi aku bicara terlalu kasar,"


Sedangkan cewek itu masih memikirkan Al yang bersikap aneh tidak seperti biasanya,"ach ... sudahlah,barangkali Al mempunyai masalah pribadi."


Tidak lama Dave memarkirkan mobilnya di suatu pusat perbelanjaan,"kita buat apa datang ke sini?"tanya Resya.


"Nanti kamu juga tahu"Dave mengandeng Resya menuju suatu toko tempat menjual baju dengan harga murah,dia tahu betul ketika Dave mengajak Resya ke toko baju bermerk pasti menolak.


Di puncak udaranya sangat dingin Dave membelikan beberapa baju hangat untuk Resya.


"Apa aku boleh mengajak kedua sahabat ku?"tanya Resya.


"Boleh"


"Betulkah...yes..."Resya senang,dia cepat cepat mengambil ponselnya hendak memberitahukan Dewi dan Mona.


Resya begitu lama menelpon sahabatnya itu, sedangkan Dave yang tidak sabar,dia langsung memilih beberapa baju hangat untuk Resya"mbak tolong pilih beberapa baju yang cocok buat cewekku"Dave berkata kepada pelayan toko sambil menunjuk Resya yang berada di depan pintu.


Tidak lama pelayan toko itu sudah selesai memilih beberapa baju untuk Resya,pelayan itu menyuruh Dave melihat baju itu, jangan sampai ada yang tidak dia sukai,"ok...kalau aku suka,pastinya dia juga suka"ucap Dave mengambil kartu debit di dalam dompetnya"berapa semuanya?"


Setelah 30 menit lamanya Resya menelpon,dia mengakhiri percakapanya dan menuju toko itu,"ayo... aku temani kamu, belanja baju!"serunya.

__ADS_1


"sudah selesai"Dave menunjukkan beberapa kantong belanjaan kepada Resya.


"Banyak sekali,kamu mau jualan di puncak?"tanya Resya mengambil beberapa kantong di tangannya.


"iya...aku mau jualan"ucap Dave asal.


Mereka yang dari tadi kecapean,berkeliling Mall yang sangat besar itu,"kita singgah di situ yuk!"ajak Resya menunjuk toko kue yang berjejer di etalase dengan beranekaragam black forest.


Mereka berdua sudah sampai di depan pintu toko tersebut,"selamat siang nona silahkan masuk!"ucap pelayan toko kue.


"ech...maaf mbak tidak jadi"ucap Resya menarik tangan Dave.


"Ada apa? kenapa tidak jadi,bukannya itu kue kesukaanmu?,nanti aku yang traktir"ketika Dave berjalan masuk ke toko kue itu,akan tetapi Resya menarik tangannya.


"Kita minum es buah saja"saut Resya tersenyum,Dave mengernyitkan dahinya, terdiam beberapa detik baru tersadar"pasti kamu takut aku ciummu lagi"gumam Dave dalam hati sambil tersenyum usil.


Resya melihat sekeliling mencari sebuah stand yang menjual es buah"nah itu..."di saat dia ingin mengandeng tangan Dave,akan tetapi Dave sudah berada di dalam toko kue itu sedang memesan sesuatu.


Resya berdiri di depan pintu toko itu"aku ingin minum es buah,"


"aku sudah terlanjur memesan kue"Dave menujuk kue yang di bawa pelayan itu.


"kamu memesan kue sebanyak itu?"Resya membulatkan matanya kaget,


"kalau kamu tidak mau,aku buang saja"Dave mengambil kue itu hendak membuangnya di tempat sampah yang ada di dekatnya,tentu saja itu untuk mengancam Resya.


"Jangan buang kue itu"Resya berjalan menghampirinya,


Resya binggung ingin duduk di mana, akhirnya dia memutuskan duduk berjauhan dengan Dave,"kenapa duduknya jauh sekali, sekalian saja kamu duduk di luar pintu."


"cuaca agak panas,tidak bagus duduk berdekatan,"


Pelayan toko binggung"maaf nona...,AC nya suhunya sudah paling dingin"

__ADS_1


"he he he..."iya mbk aku tahu saut Resya malu.


Dave tersenyum sambil mengeser tubuhnya mendekati Resya...


__ADS_2