HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
25.Pertengkaran yang tak berujung


__ADS_3

Mendengar suara teriakan minta tolong,semua penghuni villa keluar menuju danau.


Dave yang saat itu berada di teras mendengar suara teriakan,dia panik di pikirnya Resya dalam bahaya.


Tidak lama Dave datang melihat kejadian seorang perempuan tenggelam,dengan cepat dia berenang ke dalam danau membantunya naik ke atas,"Amel..."Dave menepuk pipinya berulang kali.


Terliat perempuan itu susah untuk bernafas,Dave hendak membuat nafas buatan akan tetapi dia urungkan ketika melihat Resya berdiri di sampingnya,


"Biar aku saja!"seru seorang cowok yang sudah jongkok di dekat Amel terbaring,


"Tidak perlu..."teriaknya bangun dan mendorong tubuh cowok itu yang hendak menciumnya.


Cowok itu mengumpat kesal,kenapa tiba tiba Amel terbangun.


"Amel,kamu tidak apa apa?"kenapa kamu bisa masuk ke dalam danau?"tanya Dave, melepaskan jaket miliknya dan memakaikannya.


Hati Resya sakit melihat adegan itu,"dasar laki laki egois,tidak punya perasaan,kamu anggap apa aku ini?patung,"


meremas kedua tangannya hingga menimbulkan bekas kuku di telapak tangan itu.


"Bagaimana bisa kamu masuk ke dalam danau?"tanya Dave lagi membantunya berdiri,


Amel sempat melirik Resya dan bercerita


"Pagi pagi... aku terbangun,keluar jalan jalan untuk melihat danau yang di tumbuhi banyak bunga,lalu Resya datang...,"perkataannya terpotong.


"Jangan takut,ceritakanlah yang sebenarnya"Dave berkata demikian,karena melihat dia ketakutan.


"Lalu Resya datang,kita sempat berdebat soal pemilihan ketua OSIS,dia menyuruh ku mengundurkan diri,tetapi tiba tiba dia mendorongku"ucap Amel menangis,


"Apa salahku,hanya untuk jabatan itu kamu hampir menghilangkan nyawa temanmu sendiri"ucap Amel dengan suara yang parau akibat menangis.


"Omong kosong...!,itu tidak benar...!"seru Resya tidak percaya akan cerita perempuan itu yang terlalu berlebihan.


"Apa buktinya kalau aku mendorongmu?"seru Resya lagi.


"Aku...,aku melihat kamu mendorongnya ke dalam danau"saut seorang perempuan muncul dari balik kerumunan.


"Memang betul apa yang di katakan oleh Amel,waktu itu aku berada di danau ini"ucapnya lagi


"Kalau memang benar,kamu berada di danau ini,kenapa kamu tidak menolongnya"Resya mengernyitkan dahinya,bahwa dia yakin waktu kejadian itu,tidak ada seorang pun di danau ini kecuali dirinya dan Amel.


"Karena kamu mengancamku,"ucap perempuan itu lagi.

__ADS_1


"Omong kosong...itu semua tidak benar"teriak Resya.


"Sedangkan kamu,kenapa hanya berdiri di atas tidak menolongnya?" pertanyaan ini yang dari tadi Dave ingin katakan.


"Kak...karena aku tidak bisa berenang,aku berusaha menarik tangannya,untuk keluar dari danau ini,akan tetapi dia menepis tanganku,dan sebenarnya dia duluan menam..."


"Cukup... semua sudah jelas,coba kamu lihat danau ini dalam Sya...,manusia bodoh mana yang ingin menenggelamkan dirinya sendiri"


Dave yang merasa kecewa dengan perempuan yang sangat dia cintai.


"Kamu...harus minta maaf kepada Amel"ucap Dave menatap tajam Resya.


"Aku Ti-dak ber-sa-lah..."kata Resya dengan penuh penegasan.


"Aku sangat kecewa denganmu..."


"Min-ta maaf...cepat"teriakan Dave, membuat semua orang yang melihatnya takut dan membubarkan diri.


"Siapa kamu sehingga berani berteriak kepada ku?ucap Resya yang sudah malas melihat drama itu dan berlalu pergi.


Langkah kakinya terhenti ketika mendengar teriakan Dave lagi"coba kalau kamu berani, melangkahkan kakimu,aku akan..."


"Kamu...akan apa?"tanya Resya menoleh di kebelakang,


"Kak..."ucap Amel yang kedinginan dari tadi mendekati Dave.


"pergi...ganti bajumu"Dave berkata meninggalkan Amel seorang diri.


Amel tersenyum penuh kemenangan,karena rencananya yang tersusun rapi telah berhasil,ketika dia masuk ke dalam kamar,terlihat sahabatnya yang sudah lama menunggunya


"Kamu sudah gila ya,hampir saja kamu mati tenggelam"ucap sahabatnya itu.


"Cinta itu butuh pengorbanan,"saut Amel.


"Cih...ini namanya cinta buta."


"akting mu hebat,aku berhutang pada mu"ucap Amel memeluk sahabatnya itu.


Semua anak anak saling bergosip tentang kejadian tadi pagi,membuat nama baik Resya tercemar,bisa jadi Resya sebagai calon ketua OSIS di diskualifikasi,dan satu satunya calon ketua OSIS yang akan mengantikan Dave adalah Amel.


Sejak kejadian itu Resya enggan untuk pulang ke villa,dia menyendiri di sebuah taman yang letaknya agak jauh dari villa milik Dave.


Pikirannya memutar kembali kejadian di mana cowok yang sangat dia cintai dengan mudahnya lebih mempercayai cewek lain.

__ADS_1


"Dasar laki laki egois,mau menang sendiri,dia pikir di dunia ini cuman dia yang tampan, masih banyak laki laki lain yang mau dengan ku"Resya terbakar api cemburu,ketika melihat Dave memberikan jaketnya kepada Amel.


"Iya...laki laki itu aku!"seru Al berjalan mendekati Resya.


"Sejak kapan kamu di situ?kamu mengikuti ku"ucap Resya dengan suara ketus


"Sejak tadi"ucap Al,duduk di sebelah Resya.


"Apa kamu seperti mereka?mengangapku seorang penjahat"Resya bertanya,tanpa memandang Al.


"Aku berbeda"Al berkata sembari menyodorkan sekotak nasi berisi lauk dan botol air mineral untuk Resya.


Al sengaja menyuruh penjaga villa membungkus 1 kotak nasi itu,Resya belum makan siang sejak kejadian tadi pagi.


"Terimakasih"ucap Resya membuka kotak itu dan memakan dengan lahapnya,membuat mulutnya penuh dengan nasi,Al yang melihat pemandangan itu yang begitu lucu tersenyum"makannya pelan pelan,tidak ada yang meminta."


Al berhasil menghiburnya dengan cerita cerita lucu,membuat Resya tertawa menunjukan gigi putihnya, sehingga dia bisa melupakan sejenak masalah tadi pagi.


"Mereka telah membangunkan seekor singa betina yang sedang tertidur,ternyata aku salah menilai mu,aku pikir kamu sangat rapuh,ketika menghadapi suatu masalah,sebagai cewek ujung ujungnya pasti menangis"Al berkata sembari menatap Resya dari ujung kaki sampai rambut,


"luar biasa cewek ini."gumam Al.


Resya memukul lengan Al,ketika dia disamain dengan singa.


Resya yang sudah tahan banting dengan perjalanan hidupnya selama ini,kalau di hitung hitung lebih banyak susahnya daripada senang nya.


Dalam prinsipnya sebesar apapun masalah yang dihadapi,dia berjanji untuk tidak menangis,justru harus semakin kuat.


"Terakhir... kapan kamu menangis?"tanya Al yang penasaran akan perjalanan hidup Resya.


"Kalau aku tidak salah,ketika ibu ku menampar aku terakhir kalinya,gara gara hal sepele"


"Terakhir kali...?"tanya Al bertanya lebih jauh lagi.


"Sudahlah...Al,sudah malam kita pulang ke villa!"ajak Resya yang sudah berdiri.


Akan tetapi Al enggan untuk pulang,dia ingin lebih lama lagi bercerita dengannya,tidak tahu kenapa Al merasa nyaman di sisinya,


Dua anak cewek terlihat mondar mandir di depan villa sedang menunggu seseorang,akan tetapi tidak kunjung datang.


"Dave..."panggil Dewi ketika melihat Dave keluar dari kamarnya.


"Kamu lihat Resya?,dari tadi pagi dia belum kembali"

__ADS_1


"Bukannya dari tadi bersama kalian"ucap Dave dengan kuatir takut terjadi sesuatu padanya.


__ADS_2