HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
33.Kembali ke kota tercinta.


__ADS_3

Dia menaruh perempuan itu di atas tempat tidur, dan menyelimutinya, dia membongkar semua isi ruangan, dan tas milik perempuan itu, ternyata dugaannya benar direktur Moo memasang begitu Cctv di dalam kamar untuk menjebaknya, " dasar b*jing*n" ucapnya dengan geram.


Seorang lelaki tertidur lelap di atas tempat tidur yang sangat lembut, membuka matanya perlahan lahan menyesuaikan cahaya matahari pagi masuk lewat jendela.


Dia begitu malas untuk beranjak dari tempat tidur, menutup kembali seluruh tubuhnya dengan selimut.


tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu, "sialan..., menganggu sekali..." kata Direktur itu, berusaha untuk bangun akan tetapi kepalanya terasa berat untuk berdiri, dia duduk sebentar di tepi tempat tidur sembari memijat keningnya.


Beberapa menit kemudian, kepalanya yang pening perlahan lahan menghilang, walaupun belum sepenuhnya sembuh, dia berdiri membuka pintu.


" Selamat pagi...direktur, saya membawakan sarapan beserta, semangkuk sup pereda mabuk" ucap sekretaris Lee melihat atasannya baru bangun tidur, dengan muka kusut, sepertinya kurang enak badan.


Sekretarisnya masuk ke dalam kamar, "apa perlu saya panggilkan dokter?"


" Tidak perlu..." direktur itu menolak, karena dia takut dengan jarum suntik, pernah suatu kali dia sakit di haruskan untuk rawat inap, mamanya dengan susah payah harus membujuknya, itu pun butuh beberapa hari untuk membawanya ke rumah sakit.


"Apa...sudah mendapatkan hasil?" direktur itu bertanya sembari menyruput sup yang masih panas ke dalam mulutnya.


"Sudah direktur,ini..." sekretaris Lee menyodorkan hasil data penyelidikannya, tentang beberapa pegawai proyek hotel berbintang 5 itu.


Direktur Ardian menyelesaikan makannya dengan cepat, penasaran dengan isi laporan itu, dengan teliti membaca lembar demi lembar.


"b*Jing*n... rubah tua itu mempermainkan ku" kata direktur itu dengan muka merah, sangat marah, meremas kertas yang ada di tangganya hingga terobek.


"Pecat..., semua orang yang ada di dalam daftar ini" direktur memberikan kembali kertas yang sudah terobek itu kepada sekretarisnya.


Sekretaris Lee yang berada di sampingnya, meras heran terhadap direktur Moo, berani sekali mempermainkan atasannya ini yang sangat berpengaruh terhadap masa depan Moo group, sama saja mengali lubangnya sendiri.


Menyuruh beberapa anak buahnya untuk memata-matahi proyek milik Ardian group, dan menimbulkan banyak kerugian,

__ADS_1


"baik direktur" ucapnya dengan tegas, langkah kakinya terhenti ketika direktur itu memanggilnya kembali.


"Kirim beberapa tenaga dari pusat untuk datang ke sini, sekarang juga...!, kalau ada sesuatu yang mencurigakan, segera laporkan ke saya!" direktur berkata dengan sangat bengis.


Dan meninggalkan sekretaris Lee yang sejak dari tadi berdiri di hadapannya dengan menundukkan kepalanya, sesekali mengangguk tanda mengerti akan perintah atasannya.


Bar milik Tuan Moo


Pagi pagi terdengar keributan di salah satu kamar bar milik direktur Moo, beberapa pengawal mendobrak pintu kamar itu, terlihatlah seorang perempuan yang masih tertidur dengan lelapnya, yang tidak sadar akan suara gedoran pintu tersebut.


Pengawal yang satu mencari 2 kamera Cctv yang ia letakkan di atas lemari, dan di sudut ruangan itu yang tertutup oleh lukisan di dinding.


Sedangkan pengawal yang lain membongkar tas milik perempuan itu mencari ponsel miliknya, akan tetapi kedua pengawal itu tidak mendapatkan apapun.


Karena mereka tidak menemukan barang itu, padahal barang itu sangat penting bagi atasannya, merasa nyawanya terancam, salah satu pengawal menarik kedua kaki perempuan itu dengan kasar, sehingga membuat perempuan itu jatuh di bawah lantai, memperlihatkan seluruh badannya yang telanjang.


Pengawal yang lain menampar, dan menendang muka perempuan itu dengan sangat kejam tak berperikemanusiaan, sehingga darah segar keluar dari bibirnya yang pecah, dan mukanya lebab karena pukulan itu.


"Ampun... ampun, apa salah ku...?, aku sudah melakukan semua perintah tuan Moo..." ucap perempuan itu sesekali mendesis kesakitan.


Tidak lama tuan Moo memanggil perempuan itu ke dalam ruangannya, berharap perempuan itu mendapatkan belas kasihan, dan pengampunan akan kesalahannya, malah sebaliknya dia mendapatkan pukulan lagi dari tuannya itu.


" Aku... tidak mau melihat perempuan ini lagi, bawa dia keluar...!" seru direktur Moo.


Pengawal direktur Moo menyeret tubuh perempuan itu yang sudah pingsan, terjatuh di lantai, akibat pukulan di kepalanya.


1 hari kemudian di ruangan direktur Moo, datang seorang wanita yang sangat seksi, rok yang sangat mini, yang tak lain adalah sekretaris pribadi direktur Moo.


Perlahan mendekati tuannya itu, dan memijit bahunya, dengan penuh kelembutan, dan sesekali berbuat nakal, direktur Moo yang merasa senang dengan kenakalannya, dia menikmatinya sehingga suara desahan keluar dari mulutnya, membuat nafasnya naik turun tidak beraturan.


Tanpa sengaja pintu di buka ceklek...

__ADS_1


seorang laki laki melihat pemandangan itu, begitu terkejut, dan membalikkan badannya.


Sekretaris itu segera merapikan pakaiannya, dan keluar dari ruangan itu, sedangkan direktur Moo sendiri merapikan pakaian yang menempel di tubuh, dan dasinya yang berantakan.


"Maaf...direktur, semua proyek kita di batalkan secara sepihak" kata laki laki itu, yang tak lain adalah karyawan yang bertanggung jawab atas semua proyeknya.


"Apa...?, tidak mungkin..." direktur Moo marah, dia melempar semua barang yang ada di depannya, memukul meja kerjanya hingga patah.


Dengan pembatalan beberapa proyek mengakibatkan direktur Moo mengalami kerugian yang sangat besar, bahkan saham yang dia miliki anjlok.


Sedangkan yang membatalkannya itu tak lain adalah perusahaan induk dari Ardian Group, akan tetapi direktur Moo tidak mengetahuinya.


Siangnya direktur Ardian mengunjungi proyek hotel berbintang 5 itu, menambahkan banyak tenaga dari pusat, untuk mempercepat proyek tersebut selesai tepat waktu.


Setelah kondisi di lapangan sudah kondusif, direktur Ardian menyuruh sekertarisnya untuk bersiap siap pulang ke pusat.


Akan tetapi direktur Ardian ingin berkunjung di suatu daerah yang letaknya di pinggir kota "Lewat..., jalan kenangan no 54!" seru direktur itu, sembari tersenyum memandangi kota yang sangat dia cintai.


Tidak lama mobil mewah itu sampai di depan sebuah rumah minimalis, yang sangat sederhana sekali.


"Kalau ada yang mencariku, bilang saja aku sedang keluar kota" ucap direktur itu.


"Baik direktur..." jawab sekertaris Lee, kemudian supir itu membukakan pintu untuknya.


Sopir beserta sekretaris Lee menurunkan koper, beserta barang barang pribadi milik direkturnya, mengantarkannya sampai di depan pintu rumah itu.


"Kerja kalian sudah selesai, pulanglah...!" seru direktur Ardian kepada mereka. Dan mereka pun berlalu pergi.


Tidak lama seorang lelaki mendengar bunyi mobil yang tidak asing bagi dirinya, keluar dari dalam rumahnya.


Dia terkejut dengan sesosok lelaki tampan yang berada di depannya. Mereka saling berpelukan, merindukan satu sama lain,

__ADS_1


"apa kamu baik baik saja?, kenapa tidak mengajakku?, kamu tahu..., di luar sana sangat berbahaya?" begitu banyak pertanyaan yang dia lontarkan kepadanya.


__ADS_2