
Resya sejak dari tadi memperhatikan sikap Al yang penuh emosional,kasar,ringan tangan," tidak mungkin,dia bukan Al dan Al bukan dia,dia jauh lebih baik "gumam Resya dalam hati.
Resya semakin yakin,akhirnya dia memutuskan untuk menyimpan puisi dan kenangan kenangan manis itu buat dirinya sendiri,ia melipat kertas itu kembali dan memasukannya ke dalam tas, selembar kertas itu yang sempat ia robek diam diam dari buku Al...
Dave yang sudah sampai di ruangan OSIS,di ikuti oleh Resya di belakangnya.Masa jabatan
Dia sebagai ketua OSIS hampir selesai,Dave harus mencari kandidat baru yang pantas untuk menjadi ketua OSIS beserta pengurus pengurus yang lain tentu saja pemilihan itu di lakukan secara musyawarah,sesuai peraturan dari pihak sekolah.
Resya yang di anggap lebih pantas,mampu menjadi ketua OSIS untuk mengantikannya,semula cewek itu menolak tawarannya,cewek itu beralasan Kalau dia memiliki sifat tidak percaya diri,Dave berusaha untuk memupuk kepercayaan dirinya lagi,akhirnya cewek itu ingin mencobanya dengan syarat Dave harus banyak membimbingnya,Dave menghiyakan dengan senang hati.
Dave memberikan suatu penjelasan mengenai Tugas,tujuan,fungsi,kegiatan OSIS,dan apa tugas utama ketua OSIS.
Resya yang duduk di depannya mendengarkan,sesekali cewek itu menulis poin poin penting,sudah hampir 15 menit lamanya mereka mengobrol,"kamu tunggu di sini,aku beli minuman dan makanan kecil"Dave berlalu keluar ruangan menuju kantin.
Tidak lama dia kembali membawa bungkusan plastik,"minumlah",Dave memberikan minuman dan makanan kecil buat Resya"makasih"
Resya meminum air mineral yang ada di botol.
Cewek itu tidak sengaja melihat di mana Dave sedang mengoyangkan minuman botol yang dia pengang,setelah itu ia menaruh botol tersebut kembali di atas meja akan tetapi Dave menaruhnya dengan posisi terbalik, yang seharusnya tutup botol itu berada di atas tetapi ini di bawah
"Tidak...ini tidak mungkin",Resya terkejut menggelengkan kepalanya,tiba tiba botol yang dia pegang terjatuh,sehingga membuat bajunya basah.
"Sya..."panggil Dave memegang tangan cewek itu yang duduk di depannya.
"Syasa..."Dave memanggilnya ulang,tetapi Resya tidak menyaut,malahan tangan Resya memegang pipi Dave"apakah ini kamu?"
Dave yang merasakan sentuhan tangan yang begitu dingin,membalasnya dengan memegang tangan itu lembut dan berucap"siapa yang kamu maksud?"
Resya tersadar dan melepaskan tangannya"maksudku...kakak dari kapan melakukan itu?"menujuk botol yang terletak di atas meja.
Dave tidak menjawab pertanyaannya,dia malah melakukan adegan ulang seperti tadi mengoyangkan botol itu,menaruh di meja dengan posisi terbalik,mengambilnya lagi dan membuka tutup botol itu lalu meminumnya,"dengan begini jus yang tergumpal di bawah akan tercampur sempurna,rasanya semakin nikmat,mau coba?"ucapnya sembari menyodorkan botol yang habis dia minum kepada Resya,
Resya menggelengkan kepalanya.
"Biarpun wajah mu tidak mirip dengan dia, tetapi kenapa sikapmu yang dewasa,melindungi,penuh kasih sayang, penyabar,gerak gerik disaat makan dan minum sama persis."
__ADS_1
"Tuhan ini kah yang dinamakan memupuk rindu sampai di ujung temu?"
Dave membuka sebuah tas yang berisi laptop beserta perlengkapan menggambar seperti rapido satu set,beserta penghapus dan pengaris di berikan untuk Resya pakai,tetapi dia menolaknya,alasannya dia tidak terbiasa dengan barang itu,walaupun di sekolah ada tugas yang harus mengunakan barang itu,dia lebih memilih pinjam kepada Dewi atau Mona itupun mereka yang mengajarinya.
Dave tahu betul bahwa Resya sangat butuh barang itu,karena sekarang jaman modern mengerjakan tugas mengambar harus memakai itu supaya cepat,"aku jarang memakainya,anggap saja aku menjualnya,kamu bisa membayarnya dengan cara menyicil."
Dave terpaksa mengatakan itu supaya Resya mau menerimanya.
"Baiklah,aku janji ketika aku ada uang,aku langsung membayarnya"kata Resya dengan tersenyum bahagia.
Yang tadinya Resya bahagia,tiba tiba raut mukanya berubah sedih"kenapa lagi?"ucap Dave memegang tangan Resya.
"Aku tidak bisa mengunakannya kak"
"sebentar sepulang sekolah,aku singgah ke rumah mu,akan membantumu"ucap Dave.
"Jangan...di tempat lain saja"Resya melarang Dave datang ke rumahnya.
"kalau begitu,ke rumahku saja"kata Dave.
Resya yang masih berpikir sepertinya itu ide yang bagus,dengan begitu bisa mencari tahu di mana cowok masa kecilnya berada.
"kak...boleh aku bertanya"
"apa..."
"apa kakak pernah mengalami kecelakaan?,maksudnya yang membuat kakak kehilangan ingatan atau kakak yang harus operasi wajah"Resya bertanya dengan memberanikan diri sambil mengigit bibir bawahnya erat erat,takut kalau cowok yang di depannya ini salah paham.
Mendengar pertanyaannya,Dave bukan marah tetapi merasa lucu"ha ha ha ha..."
Resya mengernyitkan dahinya dan berkata"apanya yang lucu kak?"
"ya pertanyaanmu lah"
"aku tidak pernah kecelakaan,apalagi terbentur membuat diriku kehilangan ingatan dan operasi wajah"saut Dave lagi.
__ADS_1
"Maaf kak"Resya menundukkan kepala dan berpamitan untuk masuk ke kelas,bunyi bel selesai istirahat sudah berbunyi.
Resya berjalan keluar ruang OSIS,mendapati Al yang sedang duduk di lantai"ngapai kamu di situ,nguping ya."
"aku dari tadi nunggu kamu"ucap Al bangun dari duduknya.
"aku tidak menyuruhmu menunggu"saut Resya berjalan menuju kelasnya dengan di ikuti Al.
*****
Sepulang sekolah Al mengajak untuk pulang sama sama akan tetapi Resya menolak.
"Syasa...ayo"Dave membuka pintu mobil untuknya.
Ketika Resya berjalan,tangan Resya di tarik sehingga membuatnya teriak kesakitan"ach...lepaskan."
Al melepaskan tangan Resya dengan menatap Dave tajam.
Dave tidak membalas tatapan itu,dia tahu bagaimana sifat Al,yang emosional,nanti ujung ujungnya akan berkelahi.
Resya ketakutan akan sikap Al yang penuh amarah,berlari menuju Dave.
Resya sudah masuk dalam mobil"kamu tidak apa-apa?"
"aku tidak apa-apa kak"Resya memegang pergelangan tangan kirinya yang membekas warna merah.
"Betul tidak apa-apa?lihatlah tangan kamu merah"ucap Dave ikut memegang pergelangan tangannya.
Perumahan Elite milik Dave Albert Ardian
Tidak lama mereka sudah sampai di rumah Dave, mereka berdua di sambut oleh pak satpam menundukkan kepalanya"siang tuan muda."
Dave membalas dengan ramah"siang pak."
Rumah Dave yang begitu besar sebelum masuk ke rumah utama mereka harus melewati pos satpam terlebih dahulu setelah itu melewati halaman yang di tumbuhi segala macam jenis bunga"sangat indah,apakah mama kamu menyukai bunga?"tanya Resya membuka kaca jendela mobil.
__ADS_1
"iya...kalau kamu suka,kamu boleh sering sering datang"
Resya tersenyum tidak salah lagi,mama cowok masa kecilnya juga menyukai bunga yang sama,dia ingin memastikan lagi dan tidak sabar ingin bertemu dengan orang tua itu,dia berharap akan mendapatkan petunjuk...