HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
16.Sebuah lagu "hai... Stevie manis"


__ADS_3

"Kakak marah dengan ku?,kenapa dari tadi diam"sambil memegang lengan Dave.


"Ngak,aku takut...,dengan aku banyak bicara akan membuat kepala mu pusing"jawab Dave menuntun Resya untuk duduk di samping nya.


krucuk...krucuk...suara dari perut Resya terdengar sangat jelas.Dave yang mendengarnya mengernyitkan dahinya, memandang Resya..


Resya merasa malu dan memegang perutnya,


"Apa kamu lapar?"tanya Dave.


Resya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


"Aku akan membeli makanan untukmu"kata Dave berdiri dan keluar ruangan,ia yang sudah berjalan sampai di pintu dan tiba tiba berhenti,bertanya"oh iya...apa tidak sebaiknya kamu telpon orang tuamu,pasti mereka kuatir".


"Tidak perlu mereka ke luar kota,aku tinggal sendiri di rumah".


"Oh begitu"kata Dave dengan penuh keraguan atas jawaban Resya,melangkah pergi menuju kantin,


*****


Resya menatap langit-langit plafond sambil melamun,dia membayangkan wajah Dave yang ganteng hidung mancung,bibirnya yang seksi,Rahang pipi yang tajam,dengan kedua lesung pipi ketika dia tersenyum,mata bulat kecoklatan,ingin rasanya dia mengukir wajah itu di hatinya,sikap manja yang tiba tiba muncul pada diri Resya dan merasa nyaman apabila berada di dekatnya,


"apakah aku jatuh cinta dengan dia,ach...tidak, itu tidak mungkin terjadi,status kita berbeda"ucap Resya lirih.


drrrr...


Pesan masuk,Resya membuka ponsel nya.


"Ada di mana?"__mama.


"Bagaimana ini jujur salah,tidak jujur juga salah,ach... sudahlah"gumam Resya yang masih binggung mau ketik apa?setelah terdiam beberapa menit sambil memikirkan alasan apa yang tepat,


Kalaupun dia menjawab jujur pasti mamanya bukannya bersimpatik,tetapi malahan Resya dapat marah dan pukulan dari mamanya.


"Ada di rumah teman,sedang mengerjakan tugas,besok baru pulang "__Resya

__ADS_1


"Jangan pulang sekalian"___mama.


"Sebenarnya aku anak kandungnya bukan sih" gumam Resya sambil membanting ponselnya di atas meja.


kringgg...suara ponsel Dave berdering,


"Hallo,ya .... bagaimana?apa kok bisa?dasar bocah!"seru Dave sambil berjalan keluar dari kantin,dia yang masih terkejut mendengar berita yang di sampaikan oleh Bryan mengenai Al.


"Dave...kamu masih di situ?hallo"tanya Bryan di balik ponsel.Secara tiba tiba Dave mematikan ponselnya.


Tut tuttt...bunyi ponsel yang sudah terputus


"Cih...sialan,kebiasaan tutup ponsel tanpa permisi"ucap Bryan dengan kesal.


ceklek... suara pintu terbuka membuyarkan lamunan Resya.


"Kakak lama sekali,ku pikir kakak tidak akan kembali lagi"ucap Resya dengan muka sedih.


Dave tidak menjawab pertanyaan Resya dia yang masih kesal mendengar kabar dari Bryan lewat ponsel tadi,meletakkan makanan yang dia beli di atas meja.


"Siapa yang melihat mu,kamu tau kenapa kamu bisa masuk ke sini?"saut Dave sembari membuka bubur ayam yang dia beli di kantin.


"Maksudnya?"tanya Resya dengan mengelengkan kepalanya.


Dave tidak yang menjawab, sebenarnya dia malas membahas soal Al,jadi dia mengurungkan niat nya untuk bercerita pada Resya.


"Kak aku bisa makan sendiri,keningku yang sakit,bukan tanganku!"kata Resya sambil mengambil sendok yang di pegang Dave.


"Biar aku suapin,akh..akh...buka mulutmu".Seru Dave dengan nada jengkel yang sudah ikutan membuka mulutnya.


Tapi Resya tetap saja masih menutup mulutnya rapat-rapat


"ngak mau sebelum kakak,cerita apa maksud pertanyaan tadi"ucap Resya memalingkan muka nya.


"Cepat buka mulutmu,jangan manja,Akh..."seru Dave yang dari tadi menunggu Resya membuka mulutnya.

__ADS_1


"Kakak tidak lapar,kita makan sama sama yuk"ajak Resya.


"Aku sudah makan di kantin tadi,kamu makanlah,apa kamu mau tinggal di rumah sakit ini lama?"saut Dave sambil mengerutkan alisnya.


"Aku mau pulang cepat,akh,,,,"seru Resya yang sudah membuka mulutnya lebar-lebar,Dave memasukkan bubur ke dalam mulut Resya.


Sehingga membuat jarak keduanya berdekatan,dan mata mereka saling bertatapan.


"Tampan,ya...?"ucap Dave sambil mencubit pipi Resya.


Resya tanpa sadar menjawab"iya...sangat"


"ech..."seru Resya,dalam hatinya dia menyesal bicara begitu padanya.


"Jelas saja tampan,kalau tidak mana mungkin cewek banyak yang ngantri"ucap Dave dengan sombongnya.


Bubur di dalam piring sudah habis,Dave menaruh piring di atas meja sembari memberikan Resya obat dan segelas air,Resya yang dari tadi menguap pengaruh obat,tidak lama dia tertidur.


Dave dengan setia menemaninya,dia merebahkan tubuhnya yang terasa capek di sofa tidak jauh dari tempat tidur Resya.Dari kejauhan dia memandangi Resya,di dalam hatinya bertanya tanya"sekian lama aku mengenalnya,tidak pernah Resya mengenalkan orang tuanya,tadi ketika aku menyuruhnya memberi kabar kepada orang tuanya,seperti dia menyembunyikan sesuatu."


Dave melihat ponsel Resya di atas meja,"kebetulan Resya tertidur,apa sebaiknya aku melihat ponselnya"gumamnya,yang sudah berdiri,dia ragu dan duduk kembali, akhirnya Dave berdiri lagi dan melangkahkan kakinya menuju meja itu,dia melihat Resya yang saat itu tidur dengan lelap, dengan cepat dia mengambil ponsel itu dan keluar ruangan.


Sekali tekan tombol yang ada di samping ponsel itu langsung menyala,untungnya ponsel Resya tanpa kata sandi dengan begitu Dave dengan mudah mencari tahu, sebenarnya apa yang telah di sembunyikannya,karena Resya selalu tertutup.


Dave pertama kali membuka pesan masuk,dia kaget membaca pesan dari mama Resya,setelah itu dia membuka galeri,di situ terdapat banyak sekali foto Resya dari waktu kecil hingga SMA,memang sejak lahir Resya sangat cantik,tetapi dia pendiam dan pemalu,hampir semua foto yang diambil,dia berusaha menutup wajahnya dengan tangannya.


Tetapi ada 1 foto di pantai dia terlihat sangat cantik tanpa polesan,mengenakan long dress selutut warna pink dengan motif bunga,rambutnya sebahu di biarkannya terurai berantakan di tiup angin,tersenyum manis bagai model papan atas,Dave tersenyum,cepat cepat mengirim foto itu ke ponselnya,klik....yak berhasil tersimpan.


Semakin Dave penasaran akan kehidupan pribadi Resya,matanya memicing ketika dia melihat sebuah foto,ketika Resya bersama teman satu kelasnya,yang dari kejauhan terlihat Al memandangi Resya,foto itu di ambil 1 Minggu yang lalu,"cih...ternyata kamu sudah lama mengaguminya,ternyata betul apa kata Bryan."


Dave di buat penasaran akan sesosok Al,dia mengeser naik layar ponsel Resya,sambil pikirannya kemana mana"jangan sampai Resya juga mencintainya."Akan tetapi sayang sekali dia tidak mendapatkan petunjuk.


Dave membuang nafas hufh...,ketika hendak mematikan ponsel Resya,Dia melihat sebuah foto laki laki umur sekitar 30 tahun mengendong seorang balita perempuan,laki laki itu mirip sekali dengan Resya,"jangan sampai ini ayahnya Resya."


Begitu banyak foto yang tersimpan di galeri ,tidak ada foto mama dan kakaknya,apakah sebegitu bencinya kamu dengan mereka?

__ADS_1


"ech...apa ini?"ucap Dave lirih ketika melihat di layar ponsel itu,suatu Rekaman sebuah lagu yang berjudul "hei Stevie manis"


__ADS_2