
Dave melihatnya berjalan merintih kesakitan,
" terlalu lama kamu berjalan " Dave mengendongnya,Resya meronta ronta meminta turun," semakin kamu bergerak,kita akan jatuh sama sama. "
Resya melihat sekeliling, " tidak perlu kuatir, tinggal kita berdua di sini " ucap Dave tahu apa yang dia pikirkan.
Tiba tiba Dave menghentikan mobilnya ketika mendengar panggilan seorang cewek...
Resya dan Dave penasaran siapa yang memanggilnya, ternyata Amel yang berlari menghampiri mereka.
Karena Amel bangun kesiangan dia ketinggalan bis, " Kak...aku numpang ya. "
Resya dengan Dave saling berpandangan,
padahal dia ingin berdua bersama Resya, ingin menolak akan tetapi ketika dia melihat kondisi sepanjang jalan ini tidak ada taksi ataupun angkutan umum lewat, sangat berbahaya untuk seorang cewek.
" Masuklah..." ucap Dave,
karena kejadian kemarin pagi hubungan Amel dengan Resya kurang akrab, mereka tidak tegur sapa.
Ketika Dave menyuruhnya masuk mobil, Amel enggan untuk duduk di kursi belakang alasannya dia mabuk, jadi Amel meminta Resya untuk duduk di belakang.
Resya begitu kaget dengan kemauan Amel,
" ini cewek di kasih hati, minta jantung, selalu saja buat orang jengkel ", gumamnya dalam hati.
" Kalau tidak mau di belakang, tak usah numpang " ujar Dave hendak menancap gas.
Amel membuka pintu belakang, sambil menatap tajam Cewek yang duduk di samping Dave, sedangkan Resya membalas tatapan itu dengan senyuman penuh kemenangan.
Sepanjang perjalanan Amel berusaha mencari perhatian laki laki yang duduk di kursi kemudi, sesekali mengajaknya mengobrol, bercanda, akan tetapi Dave bersikap dingin terhadapnya.
Dengan sikap Dave yang dingin itu, tidak membuat Amel putus asa, dia masih berusaha terus mencari perhatian laki laki itu, karena Dave yang merasa pusing dengan celotehannya, " Amel...kalau kamu tidak bisa diam, aku akan menurunkan kamu di sini, "
Seketika itu juga Amel terdiam sepanjang perjalanan, Resya yang melihat tingkahnya lewat kaca spion terkekeh.
" Turunlah...bukanya rumah mu sudah dekat " ucap Dave kepada Amel,
Amel tidak mau turun karena dia merasa rumahnya masih jauh, masak Dave berani menurunkan Amel cewek cantik di pinggir jalan dengan naik bis,
" kak...rumah ku masih jauh "
__ADS_1
" kamu bisa naik bis atau taksi, aku tidak bisa mengantarkan mu sampai rumah "
Amel tidak beranjak dari tempat duduknya,
" apa perlu aku seret " ucap Dave dengan dingin.
" Tidak perlu...,aku bisa keluar sendiri " jawab Amel, tidak menyangka laki laki ini berkata kasar terhadapnya.
Tadinya Resya yang tertidur nyenyak, tiba tiba terbangun dengan suara bantingan pintu mobil belakang, Dave pun ikut kanget " tidak tahu berterima kasih, kalau ada yang rusak dengan mobilku, kamu ganti rugi. "
" Maaf...kak tidak sengaja " Amel berlalu pergi.
Dave yang dari tadi mengajak cewek yang di sampingnya berbicara, akan tetapi Resya masih bersikap dingin.
Dave adalah tipe laki laki yang tidak pandai merayu, dan agak gengsi meminta maaf duluan kepada siapapun termasuk Resya.
Di sepanjang perjalanan mengantar Resya pulang ke rumahnya,mereka tidak berbicara.
Tidak lama sudah sampai gang dekat rumah Resya, Dave hendak membukakan pintu untuknya, tetapi Resya sudah duluan turun dari mobil.
Membuka tas ransel di kursi belakang, meninggalkan beberapa barang yang bukan miliknya, dan berlalu pergi tanpa sepatah kata pun terucap di bibir Resya maupun Dave.
Keesokan harinya di sekolah.
Resya sengaja berangkat ke sekolah pagi pagi, terlihat halaman sekolah yang masih sepi hanya beberapa mobil maupun motor yang sudah terparkir rapi.
Dia cepat cepat menuju ke dalam kelasnya, dia pikir di dalam kelas itu dia hanya sendiri, tetapi sudah ada murid laki laki yang duduk di meja paling depan, tak lain adalah Al.
Resya lagi tidak mood untuk berbicara, lewat begitu saja di depan Al.
Al tahu pasti Resya lagi banyak pikiran.
Laki laki itu mendekati Resya, " tumben datangnya sepagi ini " ucap Al,duduk di sebelahnya.
"Harusnya itu pertanyaan yang aku lontarkan buat kamu " ucap Resya dengan dingin.
Sepertinya jam pertama tidak ada pelajaran, " ikut aku..." ucap Al menarik tangan Resya secara paksa.
Resya enggan mengikuti Al, " mau ada pelajaran atau tidak, aku ingin tetap disini. "
Resya menghindar dari murid murid satu sekolah, dia pikir sejak kejadian di villa, pasti dia jadi bahan olokan, dan banyak yang bully dia, apalagi dia sudah mempersiapkan diri ketika Kepala sekolah memanggilnya.
__ADS_1
" Tinggalkan aku sendiri...,kalau kamu mau pergi, pergilah..." ucap Resya mendorong tubuhnya. Sebenarnya Al ingin menghibur Resya seperti yang dia lakukan di villa, mungkin Resya membutuhkan waktu sendiri,
Jadi Al meningkatkannya.
Apa yang di takutkan Resya menjadi kenyataan gosip tentang kejadian di villa itu begitu cepat sekali menyebar, teman temannya yang tidak suka terhadapnya banyak yang mengolok, melempar kertas, bungkus makanan di tubuhnya.
Membuat seragam yang dia kenakan kotor,"berhenti..., kalau tidak, aku akan laporkan kepada kepala sekolah " Dewi mendekati Resya, membantunya untuk berdiri.
Mendengar ancaman Dewi, sekumpulan anak yang melempari Resya membubarkan diri.
" Sya...kamu tidak apa apa? " Dewi berkata, sambil membantu membersihkan bajunya yang kotor.
" Aku...tidak apa apa, aku pergi ke kamar mandi dulu " Resya berkata mengambil tasny yang jatuh di lantai dan pergi meninggalkan Dewi sendirian.
Resya yang tadinya ingin, pergi ke kamar mandi membersihkan diri, di urungkan ketika melihat di depan kamar mandi tersebut banyak anak anak yang melempari dia.
Dengan berjalan perlahan, dia menuju ke suatu tempat, tidak lama dia sudah sampai dengan nafas yang ngos ngosan dia duduk lemas dengan pakaian yang sangat kotor dan bau keringat, melihat ke atas saat itu cuaca terlihat mendung, tiba tiba seorang laki laki memantulkan bola basket di lantai, suara itu semakin dekat.
" Kamu mengikutiku ya..." ucap Resya kepada laki laki itu, ketika dia ingin mendekatinya, Resya berkata " jangan mendekat..., tubuh ku bau, kotor. "
" Pakailah ini, supaya tubuhmu tidak bau dan kotor " ucap laki laki itu, yang tak lain adalah teman satu kelasnya Al.
Al memberikan sebuah bingkisan yang berisi kaos,tisu dan sebotol air mineral,
" pergilah ke kamar mandi itu " Al berkata sambil menunjuk kamar mandi yang berada di pojok lapangan basket.
Resya tidak mau merepotkan Al, awalnya dia menolak akan tetapi setelah dia melihat baju yang dia kenakan terlalu kotor, dia mengambil bingkisan itu lalu pergi ke kamar mandi.
Tidak butuh lama Resya berganti baju, berdiri di depan Al, "syukurlah kalau pas di tubuhmu."
" Mau main basket..." tiba tiba Al melempar bola itu ke hadapan Resya, dengan sigap Resya menangkapnya.
" Bermainlah yang semangat..." ucap Al ketika melihat Resya bermain tidak penuh energik.
" Kalau aku menang,bagaimana...? "ucap Resya memantulkan bola itu di lantai berulang kali.
Al begitu bahagia ketika melihatnya tersenyum, Al tahu pasti dia akan kalah ketika melawan Resya, karena dia paling jago bermain basket," terserah kamu...,mau minta apa ! " seru Al.
Resya bermain dengan penuh bersemangat dan lincah, Al yang berusaha mengimbanginya, sesekali mereka bercanda, saling mengejek satu sama lain seakan akan lapangan basket itu milik mereka berdua.
Mereka tidak sadar akan kehadiran seseorang dengan matanya yang tajam, raut muka penuh amarah yang sedari tadi mengawasi gerak gerik mereka.
__ADS_1