HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
31.Terjebak


__ADS_3

Tut....tuuuuuut..., sambungan terputus sepihak.


Sekertaris itu mengembalikan ponsel milik direktur, lalu berpamitan untuk istirahat ke kamar yang bersebelahan, dengan kamar direkturnya.


Sejak dari tadi badannya yang lengket, penuh dengan keringat, direktur itu yang suka kebersihan melepas pakaiannya, dan sepatu yang dia kenakan sejak dari tadi pagi ke sembarang tempat, kini badannya yang sudah telanjang terlihat ototnya yang menonjol, menunjukan bahwa dia suka berolahraga, terlihat sangat seksi.


Untuk menghilangkan rasa lelahnya, dia berendam air hangat di bathtub, dia yang kelihatan sangat kesepian, dan merindukan sesosok perempuan yang dia sangat cintai.


Mengusap wajahnya dengan kasar begitu bayangan mamanya beserta seorang lelaki paruh baya yang tak lain adalah ayah tirinya.


Selama 1 jam berendam, hingga terasa badannya sudah lebih segar, direktur itu keluar dari kamar mandi dengan mengunakan jubah mandi.


tok... tok ...tok suara ketukan pintu.


direktur melihat lubang di balik pintu itu, merasa yang mengetuk itu adalah orang yang dia kenal, direktur itu membukakan pintu.


" Maaf... direktur, ini laporan yang anda minta". sekertaris Lee, memberikan berkas yang berupa map berwarna merah, yang berisi data diri beserta foto, dari para pekerja proyek pembangunan hotel bintang 5 kepada direkturnya.


Direktur itu membaca, berkas lembar demi lembar secara teliti, dia mengerutkan alisnya ketika melihat sebuah foto yang menurutnya tidak asing.


" Kamu selidiki orang ini..., kabari aku secepatnya!" perintah direktur.


"Baik..." ucap sekertaris Lee dengan menundukkan kepalanya.


" oh...iya direktur ada undangan jamuan makan dari kolega Anda."


Direktur tahu siapa yang di maksud kolega tersebut.


"Dari mana dia tahu kalau aku berada di kota ini?" tanya direktur itu.


" maaf, saya juga kurang tahu, apa perlu saya selidiki?" ucap sekertaris itu.


"tidak perlu."


Direktur berjalan menuju jendela kamar, sembari berpikir dia melihat ke atas langit, "coba anak jalanan itu ikut, aku tidak akan sepusing ini" gumamnya dalam hati.


"Apa salahnya aku datang ke perjamuan itu?, aku sangat bosan, dan merasa kesepian di kamar ini" ucap direktur itu menyuruh sekretarisnya untuk bersiap siap.


Sekretaris Lee beranjak berdiri ketika melihat Direktur berjalan menghampirinya, memakai setelan jas warna abu abu, adalah warna favoritnya, terlihat gagah, tampan, akan tetapi sangat angkuh, membuat seisi penghuni yang berjenis kelamin perempuan terpesona melihat dirinya.


" aduh ... tampan sekali" ucap salah satu perempuan, melihatnya tanpa berkedip.

__ADS_1


Direktur itu berjalan melewati perempuan itu dengan acuh.


Supir telah membukakan pintu mobil direktur dan sekertarisnya. Jarak antara hotel dengan tempat perjamuan itu tidak terlalu jauh.


Tidak lama mereka sudah sampai di suatu Bar yang sangat mewah khusus untuk kalangan orang kaya.


"Apa kamu yakin ini tempatnya?" tanya direktur.


"betul...direktur ini tempatnya" ucap sekretaris Lee.


"Kamu sudah cek, apa semua aman?"tanya direktur itu lagi.


"Aman...direktur"


" Baiklah...,kalian tunggu disini, setelah 2 jam aku belum kembali, kalian boleh masuk" perintah direktur itu.


Akan tetapi sekretaris Lee, dan sopir itu enggan menunggu di mobil, mereka takut terjadi sesuatu terhadap direkturnya.


"Tapi... Direktur apa tidak sebaiknya, kita berdua ikut masuk?" ucap sekretaris Lee.


"Apa aku harus mengulangi perkataan ku" ucap direktur yang tidak mau di bantah.


"Baik...direktur, segera hubungi kami ketika terjadi sesuatu!" ucap Sekertaris Lee,


Setelah sampai di pintu masuk direktur di sambut oleh dua orang pengawal.


"Silahkan direktur ikut kami!" seru salah satu pengawal itu dengan sopan.


Direktur Ardian mengikutinya, dan tidak lama sampai di suatu ruangan khusus yang sangat tertutup.


tok...tok ...tok... suara ketukan pintu.


" Direktur Moo...tamu anda sudah datang" ucap salah satu pengawal itu.


" suruh direktur Ardian masuk!" perintah direktur Moo.


Direktur Ardian masuk ruangan itu, dia melihat sekeliling terlihat di meja banyak minuma bir yang berkelas, dengan beberapa cemilan untuk pelengkapnya, di samping direktur ada 3 perempuan pekerja sex kelas atas, dengan pakaian yang sangat seksi, sebagai lelaki normal yang masih sangat muda tentu saja akan tergiur dengan pemandangan tersebut.


Direktur Ardian menelan salivanya ketika melihat perempuan perempuan yang sangat seksi di hadapannya.


Melihat wajah koleganya direktur Moo tersenyum, seolah olah dia bangga dengan bisnis Bar termegah, dan berkelas ini adalah miliknya.

__ADS_1


"Apa aku datang terlambat?, mana hidangan segar itu?, atau jangan sampai direktur Moo sudah mencicipinya terlebih dulu."


Direktur Moo yang merasa tersinggung dengan perkataan yang di lontarkan oleh direktur Ardian kepada dirinya.


" Ha...ha...ha, anda sangat lucu, saya lebih tua dari Anda, tentunya saya lebih berpengalaman, mana mungkin saya mencicipi hidangan segar milik orang lain" ucap direktur Moo.


"Menjijikkan..." gumam direktur Ardian dalam hati.


Ha...ha...ha ..., mereka berdua tertawa bersama sama untuk mencairkan suasana.


Direktur Ardian duduk di depan direktur Moo, mereka menikmati minuman keras yang sudah di sediakan sedari tadi.


Direktur Ardian sudah biasa dengan minuman keras tersebut, seberapa banyak yang ia minum ia tidak akan mabuk. Dalam dunia bisnis perjamuan yang seperti ini sudah biasa, untuk menjalin keakraban antar kolega kolega.


Direktur Moo memanggil 3 orang perempuan, dan berkata kembali kepada direktur Ardian


" Silahkan anda pilih"


Direktur Ardian sudah mengetahui apa maksud perkataannya itu, dia melihat satu per satu perempuan yang sudah berada di depannya.


"Hmm...aku rasa, Anda lebih tua dan lebih berpengalaman, bagaimana kalau anda yang memilihnya untuk ku direktur Moo" ucap direktur Ardian.


"Baiklah..., karena direktur Ardian masih muda, dan butuh hidangan yang segar, jadi aku memilih dia untuk anda" ucap direktur Moo menunjuk perempuan dengan tato yang menempel di bagian pahanya


" Apa masih kurang direktur...?" tanya direktur Moo.


" Aku rasa cukup 1 dulu."


Perempuan itu mendekati direktur Ardian, tiba tiba Direktur itu terbatuk, ketika mencium bau minyak wangi yang sangat menyengat di tubuh perempuan itu, dengan gayanya yang begitu genit sengaja menempelkan dua gundukan miliknya yang terlihat menjebul di tubuh direktur Ardian, pakaiannya yang sengaja minim seksi untuk memikat lawan jenisnya, mereka adalah perempuan perempuan yang sangat terampil, dan terlatih.


Direktur Moo berpamitan diikuti oleh kedua perempuannya, Di dalam ruangan itu tinggal direktur Ardian, dengan seorang perempuan itu


Perempuan itu menyodorkan minuman berulang ulang kali kepada direktur Ardian sembari merayunya untuk berbuat lebih jauh lagi, bagaimana perempuan itu tidak tergoda yang dihadapannya adalah lelaki muda, tampan, dan kaya.


"Dari pada melayani laki laki tua seperti direktur Moo...,bukanya yang ini lebih menyenangkan" gumam perempuan itu di dalam hatinya, sambil sibuk berusaha membuka kancing baju satu persatu milik direktur Ardian yang sudah mabuk karena kebanyakan minum.


Tempat parkir Bar Moo


Salah satu pegawai keluar dari bar tersebut dengan mengendap ngendap menghampiri sebuah mobil, " Sekretaris Lee...gawat" ucap pegawai.


"Apa yang terjadi?" tanya sekretaris Lee, menyuruh pegawai itu masuk ke dalam mobil, supaya tidak terlihat orang lain.

__ADS_1


"Mereka merencanakan hal jahat, mereka ingin menjebak direktur Ardian, dan direktur Moo menyuruh salah satu ******* untuk menaruh obat ke dalam minuman milik direktur" pegawai itu menjelaskan apa yang dia dengar tadi.


__ADS_2