
Dewi dan Resya merasa penasaran, mereka menganggukan kepalanya bersama.Tetapi Tuan itu mengerutkan keningnya melihat mereka berdua secara bergantian.
"Ach..., kalian belum cukup umur" sambil berlalu Tuan itu pergi menuju ke tempat istrinya berada.
"Sayang ada apa? "tanya istrinya.
"biasa anak muda, mereka bilang mama kelihatan cantik" ucap suaminya itu sambil memegang pipi istrinya.
Istrinya tersipu malu "itu juga berkat papa."
Sudah semakin larut Resya dan Dewi pulang, diperjalanan Dewi penasaran akan tips yang hendak di bilang seseorang paruh baya di restoran tadi.
Dia masih menebak nebak tidak juga menemukan jawaban, dan bertanya kepada Resya,
"Sya kamu tau tips apa yang Tuan tadi maksudkan?"
Resya yang dari tadi sudah capek, kekenyangan sudah tertidur pulas "Huh pantas di tanya tidak menjawab" gerutu Dewi.
Hanya butuh beberapa menit mereka sudah sampai di gang masuk rumah Resya.
"Sya..., kita sudah sampai" ucap Dewi, sembari menepuk pipi Resya.
Resya menguap membuka matanya,
"ach..., sudah sampai ya, aku ketiduran maaf..."
"Iya... santai saja, besok aku jemput kamu disini ya" ucap Dewi.
Resya belum menghiyakan Dewi sudah melajukan mobilnya.
Pagi pagi Dewi sudah menjemput Resya,
di dalam mobil Dewi yang mengantuk sesekali menguap "Sya kamu tau tips apa yang Tuan itu maksud?, dari tadi malam aku kurang tidur gara gara memikirkan hal itu."
Resya menggelengkan kepalanya sesekali mengingat ingat perkataan Tuan itu tadi malam, sehingga membuatnya teringat akan perkataan tuan itu,
" bukanya..., Tuan itu bilang kita kan masih muda, berarti hal itu menyangkut orang dewasa, sedangkan kita belum cukup umur."
"oh iya..., bodoh nya aku" kata Dewi, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mereka berdua sudah sampai di sekolah, Tiba tiba berpapasan dengan salah satu cowok yang tak lain adalah Al "pagi cantik."
"Pagi Al" sapa Resya dengan malu.
Sedangkan Dewi menyaut "minggir!" sambil mendorong bahu Al.
Dewi yang sudah malas dengan Al dia berjalan duluan.
Berbeda dengan Resya yang masih berjalan dengan santainya diikuti Al.
"Ech...,tiba tiba jaketku berat sekali" gumam Resya dalam hati, dan seketika itu tubuhnya miring ke kiri, dia meraba raba jaket, mungkin ada sesuatu di dalam saku jaketnya itu.
Dia memasukan tangganya ke dalam saku, dan ternyata batu.
__ADS_1
"ach...sialan, siapa yang menaruh batu ini?" teriak Resya menoleh ke kiri, kanan, dan belakang dia melihat Al terkekeh,
"Al.....kamu sungguh menyebalkan!" Resya geram, dia ingin memukul bahu Al, Al menghindar, Resya semakin di buat nya jengkel, berkata dengan ancaman,
"awas ya kalau mengangguku lagi."
Al hanya tersenyum berjalan dengan cepat meninggalkan Resya.
Bunyi bel tanda masuk kelas, Resya duduk di depan dekat Dewi, ketika Resya hendak melepas jaketnya berbunyi, tak...ketukan meja yang sangat keras, dia mencari sumber bunyi itu dari mana asalnya, meraba raba jaketnya, dan membuang nafas kesal, Resya berteriak "hufh...Al kamu sangat menyebalkan."
Hanya Al yang bisa membuat Resya menjadi seekor betina yang sangat ganas, dengan teriakannya semua yang berada dalam kelas menoleh ke arahnya dengan heran.
Sedangkan Resya yang tidak mempedulikan tatapan mereka, dia berdiri menuju tempat di mana Al duduk,
tiba tiba "selamat pagi..." suara sapaan guru masuk dalam kelas.
Resya menghentikan langkahnya, kembali duduk sambil mengepalkan tangannya, "urusan kita belum selesai."
"iya aku tunggu di taman belakang sekolah" ucap Al, sambil mengedipkan salah satu matanya.
Ketika pelajaran di mulai Resya melihat beberapa hari ini, bangku samping yang biasa Mona duduki kosong.
"Ada apa dengan Mona apa dia sakit?" tanya Resya kepada Dewi.
Dewi tidak menjawab hanya mengangkat bahunya pertanda mengetahuinya.
Dia mengingat ingat terakhir bertemu Mona apakah ada sesuatu yang mencurigakan,
"Sut sut...sut"suara seorang murid cowok sambil menarik ujung baju Resya.
Resya yang merasa terganggu dengan suara itu, dia menoleh ke belakang, dan begitu terkejut.
"Ngapain kamu di sini!, bukannya tempat dudukmu di sana?" seru Resya sambil, menunjuk tempat duduk Al semula, dan Resya kembali menghadap ke depan.
"sut sut sut...." panggil Al lagi dengan menarik ujung bajunya.
Akan tetapi Resya tidak memperdulikannya.
Al yang merasa di cuekin tidak putus asa, dia mengulang lagi hal yang sama, Resya tanpa menoleh ke belakang dia berkata
"apa kamu belum puas sejak dari tadi pagi, sampai sekarang kamu mengangguku."
Al tidak menjawab dia mengulangi hal yang sama "sut sut sut...."
Resya menoleh matanya melotot dan berteriak "apa?"
"Aku mencintaimu..."
Dek dek dek dek..... jantung Resya berdetak kencang.
Seakan akan suara detak jantung itu menggema di dalam kelas, selama ini dia tidak pernah seperti ini, Resya yang masih shock terdiam mereka saling bertatapan, Resya masih dalam kondisi sadar bergumam dalam hati"ach....pasti Al hanya bercanda."
Berbeda dengan Al yang senyum-senyum tidak merasa bersalah masih setia menunggu jawabannya.
__ADS_1
.
"Aku tidak mencintaimu" ucap Resya memalingkan mukanya ke depan melanjutkan menulis.
Duk suara benturan meja lumayan keras yang di sebabkan Al menundukkan kepalanya, dengan frustasi sehingga dahinya memerah,
Dewi yang melihat kejadian itu tertawa,
"apa yang lucu?" tanya Resya.
"tidak ada" jawab Dewi singkat.
Sepulang sekolah ada seorang cowok yang sedang berjalan sendirian melihat sebuah rumah, di depan halaman rumah tersebut tumbuh bunga mawar berwarna merah,kuning,dan putih.
"wohhh...."gumam cowok itu.
Setelah beberapa menit dia sudah sampai di sebuah taman dia sedang menunggu seseorang yang tak lain adalah Resya,
Al berpikir mungkin tadi Resya menganggapnya bercanda, tetapi kali ini pasti rencananya berhasil,
1 jam sudah berlalu...
"pasti dia datang," ucapnya.
2 jam berlalu...
Al yang merasa kakinya kram dia duduk di pinggir trotoar sambil memegang 3 tangkai bunga mawar yang berwarna berbeda,
3 jam berlalu...
membuat kelopak bunga mawar itu jatuh tertiup angin.
4 jam berlalu...
bunga mawar yang dia pegang tersisakan beberapa kelopak saja,
"ya..., lain kali aku akan membelikanmu bunga plastik saja supaya bertahan lama" Al berkata.
Dan pulang dengan meninggalkan 3 tangkai bunga itu di atas trotoar...
"Sya... ayo aku antar kamu pulang" kata Dewi sembari membuka mobil miliknya supaya Resya masuk.
"Nanti aku pulang sendiri, aku ada perlu"saut Resya.
"Kamu ada perlu apa?" tanya Dewi penuh curiga.
"Nanti aku cerita" saut Resya,
Dewi masih penasaran, kenapa Resya menyembunyikan sesuatu kepadanya, Dewi bertanya tanya dalam hatinya "jangan sampai tentang kejadian tadi di kelas."
Resya berlalu meninggalkan Dewi yang masih bertanya tanya, dan berniat untuk mengikutinya,
Resya berjalan kaki menuju ke suatu tempat yang letaknya tak jauh dari sekolahnya...
__ADS_1