HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
8.Tak bergairah lagi


__ADS_3

"Ini..., alamat yang aku minta dari sekolah" ucap Resya, sambil menyodorkan secarik kertas, dia berusaha menghubungi tetapi di luar jangkauan.


Resya yang tidak menyerah mencoba mengetuk pintu rumah yang ada di sebelah perempuan paruh baya tadi, tetapi sia sia tidak ada yang membuka pintu.


"Sya tunggu..." teriak Dewi, ketika Resya tiba tiba berlari menuju rumah berwarna hijau berjarak 3 rumah dari rumah Mona.


"Kenapa... aku tidak terpikirkan dari tadi" ucap Resya yang mengetuk pintu sebuah rumah yang sederhana, di depan pintu rumah tersebut terdapat sebuah papan nama bertuliskan Ketua RT.


Sudah 3 kali Resya mengetuk pintu, tidak ada yang menyaut.


Resya dengan Dewi hendak meninggalkan rumah itu, tiba tiba ada sebuah mobil berhenti di hadapan mereka.


"Nona..., anda mencari siapa?" tanya seorang paman, sambil memandang Resya dengan Dewi bergantian.


"Maaf pak..., saya Resya dan ini teman saya Dewi bisa kita bicara sebentar?" ucap Resya dengan sopan kepada paman itu.


"Iya..., silahkan bisa saya bantu?" kata paman itu penuh curiga.


"Saya temannya Mona warga sini" ucap Resya. Ketika mendengar nama Mona di sebut, paman itu ketakutan, dan berkata "maaf saya tidak ada hubungannya dengan anak itu, saya masih banyak pekerjaan, jadi lebih baik kalian pergi dari sini."


"Tolong..., beri tahu kepada kami di mana keluarga Mona, Mona sekarang berada di rumah sakit" Reysa memohon dengan mengatupkan kedua tangganya.


Resya bercerita mengenai kondisi Mona saat ini, membayangkan seandainya kalau anaknya yang terjadi sesuatu seperti Mona, dia sebagai seorang bapak pasti tidak tega,"kita bicara di dalam rumah,mari silahkan masuk"paman itu membuka pintu dan menyuruh Resya dan Mona untuk duduk.


Resya melihat lihat isi dalam rumah itu dengan teliti,ada sebuah foto keluarga yang terdiri dari 2 anak usia sekitar 5 tahun dan 10 tahun, seorang istri yang cantik,kulit putih yang sedang memeluk paman itu,foto itu diambil 1 bulan yang lalu tetapi"di mana istri dan 2 kedua anaknya,apakah paman itu tinggal sendirian di sini"gumam Resya dalam hati.


"Apakah paman tahu di mana keluarga Mona?".


"Apakah dia kecanduan?tanya paman itu,dalam hati Resya dari mana dia tahu padahal aku belum cerita apa apa,jangan sampai paman ini tahu mengenai kehidupan Mona.

__ADS_1


Dengan desakan Resya,paman itu bercerita bahwa Mona dan kedua orangtuanya tinggal di komplek ini, sekitar 2 tahun yang lalu kedua orangtuanya mengalami kecelakaan dan meninggal,dia tinggal dengan kakaknya laki-laki.


Hidup Mona hancur gara gara kakaknya yang menjual dirinya kepada laki laki hidung belang,selalu memberi obat obatan terlarang padanya,kalau menolak kakaknya itu akan membunuhnya.Warga sini ingin membantu dan melapor polisi tetapi warga tidak mendapat bukti yang kuat,dan kakaknya sekarang menjadi buronan polisi terkena kasus perdagangan manusia,obat obatan terlarang dan pembunuhan.


"Apa!!Mona tidak pernah bercerita kepada kami"kata Dewi yang dari tadi diam.


"Kenapa kompleks ini sepi seperti kota mati tidak ada aktifitas di luar rumah?"tanya Resya yang dari tadi dia ingin menanyakan pertanyaan itu.


Warga sini ketakutan,pembunuh dan transaksi narkoba di lakukan di rumah Mona,kakaknya seorang penjahat yang licik, berpengaruh di dunia hitam bukan hanya di kota ini tetapi di kota kota besar lainnya,dia bisa mengancam dan membunuh siapa pun yang menghalangi rencananya.


Paman itu menulis diatas lembar kertas lalu di berikannya pada Resya"ini alamat paman Mona,kalian bisa kesana".


"Ech,baik Tuan terimakasih banyak"kata Resya tersenyum


Mereka berpamitan untuk menuju alamat tersebut.


*****


"Aku pikir persoalan ku lebih berat, ternyata masih banyak di luar sana yang tidak seberuntung aku"kata Dewi membuyarkan lamunan Resya.


Resya tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya masih terbawa situasi akan cerita paman itu.


Dewi yang berjanji tidak akan lagi mengunakan obat haram itu dan dia akan minta tolong orang tua nya untuk menangkap kakak Mona,agar tidak meresahkan masyarakat termasuk Mona.


"Sya apa benar ini rumahnya?"tanya Dewi yang menghentikan mobilnya tepat di depan pagar besi.


Sedangkan Resya melihat alamat yang tertulis di kertas itu"betul ini"jawab Resya sembari memperlihatkan kertas kepada Dewi.


"Kita coba tanya satpam itu"saut Dewi turun dari mobil diikuti Resya.

__ADS_1


"Permisi,apa benar rumah ini alamatnya ini"kata Dewi sembari menyodorkan kertas itu pada satpam.


"Oh iya bener nona,kalian siapa ya?"tanya satpam itu dengan melihat Resya dan Dewi bergantian.


"Kami temannya Mona,bisa kita bertemu dengan Pamannya"kata Resya.


"Oh temannya non Mona,mari silahkan masuk"saut satpam itu dengan ramah mendorong pintu pagar dan mempersilahkan Resya dengan Dewi masuk,setelah mereka sudah sampai di teras satpam tersebut mempersilahkan duduk di teras.


Tidak lama seorang laki laki sekitar umur 50an datang bersama satpam itu"kenapa tidak kamu suruh masuk kedalam"kata seorang laki laki itu yang tak lain adalah paman Mona kepada satpam.


"Maaf tuan"kata satpam itu dengan menundukkan kepalanya.


Paman itu menyuruh Resya dan Dewi masuk ke dalam dan mereka bercerita tentang maksud kedatangannya,dan menceritakan kembali apa yang tetangga Mona ceritakan kepadanya,tak lupa pula mengenai kakak Mona yang berusaha menghancurkan masa depan Mona paman itu kaget,sangat marah muka yang tadinya putih menjadi merah"b***s*t,dia sudah menipuku,katanya Mona baik baik saja".


"Bagaiman keadaan Mona sekarang,antar paman sekarang"teriak Paman itu berdiri menyuruh sopirnya untuk menyiapkan mobil.


*****


Jarak rumah paman itu dengan rumah sakit sekitar 30 menit,Resya dengan Dewi merasa lega sudah bertemu dengan paman Mona yang sangat menyayanginya buktinya paman itu begitu kuatir akan keadaan ponakannya,dan sesampainya di rumah sakit paman itu bertemu dengan dokter yang merawat Mona, memintanya untuk berusaha dan seberapa besar biayanya dia akan membayarnya supaya Mona sembuh.


*****


Selama 1 bulan Mona menjalani Rehabilitasi,dan di bantu dokter piskolog,Mona yang dinyatakan sembuh,dokter memperbolehkannya untuk pulang,Pamanya takut kalau suatu saat nanti Mona akan kambuh dari traumanya,dia mempunyai inisiatif untuk menjual Rumah Mona dan mengajaknya untuk tinggal bersamanya.


Berkat bantuan relasi papa Dewi polisi telah berhasil membekuk kakak Mona,dan mendapatkan hukuman seumur hidup.Sekarang masyarakat sekitar kompleks rumah Mona yang bisa beraktifitas seperti dulu lagi tidak di hantui rasa takut,


Sedangkan pihak sekolah beserta masyakarat sekitar rumah Mona berjanji tidak akan mempublikasikan kejadian yang menimpanya.


*****

__ADS_1


Terlihat seorang cowok yang sedang duduk terdiam melamun yang tak lain adalah Dave.Dia merasa hampa, kesepian ketika cewek yang biasanya seperti cacing kepanasan ketika melihat muka gantengnya sudah tidak bergairah lagi dengannya..


__ADS_2