
Resya yang masih berdiri di depan cermin,melihat baju yang ia pakai merasa tidak cocok untuk dirinya,terlalu ketat,membuat tubuhnya terlihat sangat seksi.
Di biarkan rambutnya sebahu tergerai dan di lehernya tergantung sebuah syal berwarna jingga,menambah aura kecantikannya dari dalam, terpancar keluar dengan alami...
"Maaf aku terlambat..."ucap Resya berdiri di depan pintu dapur,membuat semua orang menoleh asal suara itu.
Tak terkecuali Dave melihat Resya tanpa berkedip"hai stevie manis..."ucapnya lirih.
Salah satu laki laki langsung berdiri, mempersilahkan Resya untuk duduk,"silahkan duduk..."laki laki itu mengeser kursi di sebelahnya,
laki laki itu tidak sadar ketika Dave melototinya.
"Apa perlu aku tegaskan lagi,kalau aku pacarnya..."seru Dave membuat seisi ruangan itu menghentikan aktifitasnya.
"Cih...begitu posesifnya,baru jadi pacar"ucap cowok itu kembali duduk.
Dave menarik tangan Resya untuk duduk di sampingnya.
Resya yang merasa malu ketika pandangan seisi ruangan itu tertuju padanya,berbeda dengan anak perempuan yang merasa iri,dengan kecantikan Resya sehingga banyak laki laki kagum padanya.
Dave yang dari tadi mengaduk ngaduk nasi di piringnya,dia menyesal telah membelikan baju untuknya.
Dewi dengan bangga melirik Resya dengan tersenyum lebar"ide ku baguskan,aku yang menyuruh Dave membeli baju untuknya"
Dewi dengan Mona tersenyum saling berpandangan,karena merekalah yang membuat Resya menjadi seorang perempuan paling cantik di tempat ini.
"Kenapa dari tadi kamu mengaduk ngaduk makananmu,apa makanannya kurang enak"kata Resya kepada cowok yang duduk di sampingnya.
"Aku tidak selera makan lagi"kata Dave meneguk segelas air sampai habis.
"Kenapa?"tanyanya ulang.
"Siapa yang memilih ini baju?"tanya Dave memegang ujung baju Resya.
"Bukannya kamu yang membelikannya untukku"kata Resya mengernyitkan dahi,
"Ganti bajumu!"seru Dave
"Kak...bajuku bau keringat,mana mungkin aku pakai lagi"
__ADS_1
Bryan tertawa melihat tingkah laku temannya,yang terlalu berlebihan terhadap pacarnya,dia bisa memakluminya karena selama ini temannya tidak pernah pacaran.
"Bukanya dia cantik memakai baju itu"Dewi berkata sembari menunjuk baju yang di pakai Resya.
"Aku tidak mau semua laki laki memandanginya"saut Dave.
"Seharusnya kamu senang,pacarmu jadi idaman semua laki laki"ucap Bryan sambil terkekeh,
"Yang ada aku bisa jantungan"Dave memukul kepala temannya.
"Aku akan ganti baju"kata Resya setelah mendengar perdebatan antara Dave dengan Bryan.
"Tidak perlu,aku rela sakit jantung karena mu"ucap Dave menarik tangan Resya.
Sehabis makan malam semua orang berkumpul di luar villa dekat danau,terlihat Resya bersama kedua sahabatnya duduk bersama dengan beberapa temannya yang lain,sedang bernyanyi diringi gitar dan api unggun berada di tengah tengah mereka.
Suasana dan suara petikan gitar itu mengingatkannya akan kenangan masa kecilnya,di saat cowok masa kecilnya itu menyanyikan sebuah lagu untuknya,"kamu dimana,sedang apa?"
Resya menatap api unggun itu membayangkan wajah cowok masa kecilnya,yang tidak bisa dia lupakan.
Sedangkan Dave menatap Resya dengan rasa iba,tiba tiba lamunannya di kagetkan oleh suara anak laki laki menyodorkan sebuah gitar,untuk menyuruhnya bernyanyi,"bukannya kamu pandai bermain gitar"ucap seorang laki laki itu pada Dave.
"Aku lagi malas"Dave berkata dengan tatapan matanya tak lepas dari Resya.
"kenapa kamu tidak memakai jaket?"Dave melepaskan jaketnya,lalu menaruh jaket itu di punggung Resya.
"Nanti kakak...kedinginan"Resya menolak.
"Aku laki laki,aku masih memakai baju tebal yang berlengan panjang"Dave berkata sambil duduk di sebelahnya.
"Kalian bikin ngiri,ingat di sini ada yang jomblo,dari pada jadi obat nyamuk,lebih baik aku kabur"ucap Mona berdiri dari tempat duduknya.
"Siapa suruh jadi jomblo!"seru Dave tertawa.
Dewi dengan Bryan ikutan pergi meninggalkan mereka berdua.
Resya terdiam masih menikmati nyanyian yang diiringi petikan gitar dari seorang teman Dave,sambil bernyanyi dengan suara lirih sembari bertepuk tangan.
Dave yang merasa kedinginan dia mengeser tubuhnya,membuat tubuh mereka saling menempel.Resya mengetahui sebenarnya laki laki yang di sampingnya kedinginan,"apa masih dingin?"tanya Resya.
__ADS_1
"hangat"ucap Dave tersenyum,sembari membetulkan jaket itu supaya bisa menutupi punggung mereka berdua.
Hari ke dua di villa
Udara terasa dingin membuat Resya malas turun dari tempat tidur"Ooo..."Resya menguap, matanya sedikit terbuka menyesuaikan cahaya matahari masuk melewati celah celah jendela,melihat kedua sahabatnya yang masih tertidur pulas.
Resya beranjak dari tempat tidurnya,membuka tirai jendela melihat pemandangan pagi hari di sekitar danau itu sangat indah di tumbuhi bebagai macam bunga warna warni.
Tidak tunggu lama Resya memakai jaketnya lalu menuju danau itu yang tidak jauh dari villa,dia berlari,memutar tubuhnya sesekali menghirup udara pagi yang sangat segar tidak bisa di temui di daerah perkotaan.
Suara langkah kaki yang begitu dekat menghampiri Resya,"Akan ku rampas kebahagiaanmu itu,"
Dia terkejut saat mendengar ucapan itu,menoleh ke belakang sudah berdiri seorang perempuan yang tak lain adalah teman satu kelas Dave.
"Ech...kakak ada di sini juga,lihat bunganya begitu indah ya"ucap Resya sembari memperlihatkan jenis bunga kesukaannya.
Suasana hening...
Resya yang merasa aneh dengan sikap kakak kelasnya"apa kakak baik baik saja?"
perempuan itu tidak membalas justru menatap tajam,membuat Resya ketakutan.
"Jangan...menatapku tajam seperti itu"Resya mundur 2 langkah menjauh,di ikuti perempuan itu maju satu langkah mendekatinya,
Resya mengernyitkan dahi"sebenarnya apa maunya perempuan ini?"
merasa terancam Resya mundur 2 langkah lagi,duk...
suara sepatu Resya terbentur batu,dia tidak bisa menghindar, mereka berdua sudah berada di pinggir danau.
Perempuan itu maju memegang dagu Resya
"Hidupku hancur,gara gara kamu merebut Dave dari ku"
"lepaskan...aku tidak bermaksud merebutnya dari mu"seru Resya menepis tangan perempuan itu.
"Kamu berani dengan ku..."perempuan itu hendak menampar muka Resya,akan tetapi Dia berusaha menghindar dan menjaga keseimbangan tubuhnya,berbeda dengan perempuan itu yang tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga terjatuh di danau byuuur...
Resya yang tidak bisa berenang, ketika dia mengulurkan tangannya untuk membantunya naik,akan tetapi perempuan itu menepis tangan Resya ,"tolooong...aku tidak bisa berenang"perempuan itu berteriak minta tolong.
__ADS_1
Mendengar suara teriakan minta tolong,semua penghuni villa keluar menuju danau,Dave yang saat itu berada di teras mendengar suara teriakan,dia panik di pikir Resya dalam bahaya.
Tidak lama Dave datang melihat kejadian itu berenang ke danau membantu perempuan itu naik ke atas"kamu tidak apa-apa...?"