
Apa yang lucu?"tanya Dewi sambil mencubit bahu Resya.
"Kakimu lecet?"tanya Resya melihat kaki Dewi.
"Ngak"Dewi melihat kakinya yang telanjang.
"Ech....kok bisa"Dewi tersadar ketika sepatunya di tenteng Bryan dan merampas sepatu itu dari tangan Bryan.
*****
Bryan mengeser kursi"duduk lah"saut Bryan kepada Dewi.
"Ech iya makasih"saut Dewi yang sudah salah tingkah.
"Jadi kalian sudah baikan ni...!!!"ucap Dave.
*****.
Cinta memang tidak bisa di tebak...
Yang dulunya membenci sekarang saling mencintai....
Engkau yang bisa membuat hatiku luluh lantah ...
Dan pada akhirnya....
Akan ku kembalikan kendali hatiku pada sang pemilik hati....
Sejak saat itu hubungan Bryan dan Dewi semakin dekat,setiap kali pergi dan pulang sekolah mereka selalu bersama sama,kedua orang tua mereka yang sudah saling kenal yang dulunya adalah tetangga baik, sehingga hubungan Bryan dan Dewi di setujui,bahkan orang tua Bryan menyarankan mereka untuk segera menikah,tetapi Dewi menolak alasan dia belum siap nikah muda dan dia ingin menjadi wanita karier dari seorang anak tunggal pewaris satu satunya dari keluarga Fernandes,karena dia masih harus belajar banyak untuk menjadi seorang pembisnis yang sukses seperti papanya.
Bryan menghargai keputusan Dewi,dan Bryan dengan setia akan menunggu ketika Dewi sudah siap untuk menikah.
Dewi dan Bryan berusaha menjodohkan Resya untuk berpacaran dengan Dave,Resya yang sangat pemalu,pendiam belum pernah berpacaran,akhirnya Dave yang harus aktif di bantu Bryan dan Dewi.
*****
Waktunya pulang sekolah Resya pulang sendiri,karena kedua temannya Dewi dan Mona mengikuti kegiatan yang di selenggarakan oleh OSIS.Dia berjalan menunggu bis"panas sekali hari ini,tenggorokan ku kering sekali",Dia yang ingin membeli sebotol air mineral dia urungkan setelah melihat uang di dalam sakunya tidak cukup,"nanti sampai di rumah baru minum"Resya menelan air ludahnya sembari naik bis.
Dia duduk di dekat jendela, membuka jendela itu,terasa sejuk ketika angin masuk,Dia termenung meratapi nasibnya yang begitu rumit,harus memikul beban seorang diri,"akan sampai kapan,sebenarnya aku lelah Tuhan",air matanya tiba tiba terjatuh membasahi pipinya.
"Hari ini cuacanya panas sekali"Dave tiba tiba duduk di samping Resya dan menyodorkan sebotol air mineral padanya.
Resya kaget cepat cepat mengusap air matanya dengan tangan,
Dave yang saat itu mengetahui Resya yang sedang bersedih dalam hati nya bertanya tanya"sebenarnya ada apa dengan mu?"
"Air!"seru Dave,berharap Resya menerima sebotol air mineral itu.
__ADS_1
"Kakak kok bisa di sini?,bukannya ada kegiatan OSIS?,mobil kakak di mana?"Resya bertanya sembari menerima botol itu.
Dave tidak menjawab,dia memandang ke depan sembari melihat di luar jendela.
"Bang.... kiri"kata Dave kepada kondektur itu sambil memberi beberapa lembar uang.
"Ayo turun"Dave menarik Resya untuk turun dari bis,
"Kita mau kemana?"tanya Resya.
"Nanti juga tau"Dave berjalan sambil mengandeng tangan Resya erat seolah olah tidak ingin melepaskannya.
Mereka berdua berjalan kaki kira kira 10 menit terlihat sebuah pantai yang begitu indah,pantai itu terlihat bersih,tidak terlalu banyak pengunjung,Resya melepaskan sepatunya sembarang tempat,dia berlari dan berteriak kencang"achhhhh........". Seakan-akan beban di dalam pundaknya hilang seketika.
Dave dari kejauhan melihat itu hati nya sangat senang,dia berlari menyusul Resya"kamu senang".
"Sangat senang,padahal aku sering lewat jalan ini,tetapi tidak melihat pantai ini"kata Resya.
"Pantai ini letaknya sangat tertutup, jadi tidak banyak orang yang tau"kata Dave sambil menyubit hidung Resya.
"Ach..."Resya berusaha menyingkirkan tangan Dave.
Resya yang bermain pasir layaknya anak kecil dan Dave dengan setia menemaninya,tiba tiba hujan turun,mereka berlari mencari tempat berteduh"kita ke sana"ucap Dave.
Resya yang sudah kedinginan bajunya basah terkena air hujan, tubuhnya menggigil,Dave melepaskan jaketnya Resya menolak "tidak usah,baju kakak juga basah".
"Makasih"kata Resya tersenyum.
Dave yang saat itu kedinginan,tiba tiba memegang kedua tangan Resya erat erat, mengeser tubuhnya supaya lebih dekat lagi,Resya tidak menolak.
"Apa kamu masih kedinginan"ucap Dave memeluk Resya kuat kuat.
"Tidak terlalu"ucap Resya tersenyum.Mereka menunggu hujan berhenti tetapi hujan semakin deras,tidak terasa sudah gelap.
"Kak bagaimana?,sudah malam pasti bis juga tidak ada"kata Resya dengan kuatir.
"Maaf kan aku,coba kalau aku tidak mengajakmu kesini,pasti kamu sudah di rumah dan istirahat"kata Dave dengan penuh penyesalan.
"Semua sudah terjadi,kita cari jalan keluar"
"Kita tidak mungkin bermalam di tempat ini,kita ke pondok itu"kata Dave menunjuk suatu pondok yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
Mereka yang sudah sampai di pondok itu,melihat seorang paman ternyata paman ini menjual pakaian dan aksesoris"permisi paman,kira kira kalau jam segini kendaraan masih ada?"tanya Dave.
"Jam segini sudah tidak ada lagi"saut paman itu.
Resya yang sudah gelisah,matanya melihat lihat jalanan siapa tau ada kendaraan yang lewat dan dia bisa menumpang.
__ADS_1
Dave yang melihat sebuah kendaraan motor terparkir di depan pondok itu"paman bisa saya sewa kendaraan itu,besok saya kembalikan,ini barang jaminannya"Dave memberi beberapa lembar Uang,kartu nama dan ponselnya yang sangat mahal.
Derrrrr....der....suara petir yang menyambar,"achhhhh..."Resya menjerit memeluk Dave.
Dave yang melihat Resya ketakutan mempererat pelukannya.
"Kak aku takut"kata Resya yang sudah menangis.
"Tidak apa-apa,ada aku"saut Dave lagi.
"Sebentar lagi ada badai,kalian tidak bisa pulang,paman sarankan untuk menginap disini saja, kebetulan ada kamar 1 kosong di lantai atas"ucap paman itu.
Dave yang melihat Resya ketakutan karena petir akhirnya menyetujui saran paman itu"baik paman,bisa tunjukkan kamar itu pada kami".
Mereka sambil berjalan,paman itu bercerita kalau dia tinggal bersama anak dan istrinya,mereka sedang pergi ke kota besok baru pulang.
Paman itu sudah membukakan pintu kamar"sementara kalian tidur di sini."
"Terimakasih paman,biar saya tidur di sofa,dan teman saya di tempat tidur"kata Dave sambil melihat sofa yang ada di pojok ruangan kamar.
Paman itu sudah pergi,tinggallah Resya dan Dave di dalam kamar itu.
Resya yang masih ketakutan akan suasana rumah itu."tidak akan terjadi apa apa,paman itu orang baik". Kata Dave.
"Ganti bajumu"kata Dave menyodorkan baju dan celana yang dia beli di paman itu.
Resya masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian,tidak butuh waktu lama Resya pun keluar.
Dave melirik Resya yang sudah mengenakan baju itu"untung pas"sambil berlalu pergi ke kamar mandi.
Karena cuaca yang terlalu dingin Dave tidak lama lama di kamar mandi,padahal dia paling cinta kebersihan,badan lengket keluar keringat sedikit saja dia bisa mandi Berjam jam.
"Kenapa belum tidur"kata Dave melihat Resya masih duduk di tepi tempat tidur.
Tok tok tok suara ketukan pintu,Dave membuka pintu ternyata paman itu,"ini selimut dan minuman jahe yang bisa menghangatkan tubuh kalian."
"Makasih paman"ucap Dave.
"Iya jangan sungkan,saya permisi dulu."
Dave memberikan minuman itu kepada Resya,"makasih kak"Resya menyeruput sedikit demi sedikit minuman itu lalu meletakkannya di atas meja.
"Tidurlah ada aku di sini menjagamu"kata Dave berjalan menuju sofa sembari menikmati minuman jahe.
Derrrr......derr...derr... Suara petir yang sangat keras menyambar,
Resya ketakutan menutup kedua telinganya sambil menjerit-jerit,Dave berdiri mendekati Resya dan memeluknya....
__ADS_1