HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
21.Mendapatkan pengantinya


__ADS_3

Semuanya terdiam hanya terdengar suara tetesan air hujan beserta hembusan angin,Resya tidak tau mau jawab apa?, memang Dave seorang cowok yang tampan,baik,perhatian,siapa yang tidak suka dengan seorang Dave Albert Ardian.


Semua cewek berebut ingin menjadi pacarnya,tetapi"aku tidak pantas buat kamu kak,aku miskin tidak punya apa apa, bukankah masih banyak cewek di luar sana yang lebih pantas,"


"kalau pun aku bersedia,itupun aku masih takut kehilangan untuk kedua kalinya"


Dave mengangkat dagu Resya berusaha menyembunyikan kesedihannya,"beri aku kesempatan,aku sangat menyayangimu lebih dari apapun"ucap Dave menyentuh pipi Resya dengan tangan kanannya.


Resya tidak menjawab,dia hanya tersenyum,cukup lama suasana itu hening tanpa ada kata kata terucap dari bibir mereka.


Dave sudah menerima resiko ketika nantinya akan di tolak Resya.


Hujan sudah berhenti Dave menarik tangannya untuk masuk ke rumah,"kak...aku mau"ucap Resya lirih,


"Aku tidak dengar"Dave yang pura pura tuli,


"Aku mau..."teriak Resya,


"Mau apa?"tanya Dave ulang,


"kamu sungguh menyebalkan,sudah ach...aku pulang saja"kata Resya kesal.


Dave menarik tangan Resya, sehingga membuat tubuhnya jatuh di pelukan Dave,


"ach..."Resya kaget,


"Tetaplah di sini"bisik Dave di telinganya,sambil memeluk cewek yang dia cintai itu,tidak ingin melepaskannya.


Resya meronta"jangan terlalu kencang,aku tidak bisa bernafas,"


Dave mengendorkan pelukannya sembari tersenyum.


Resya bertanya kepadanya,sejak kapan dia mencintainya,cowok itu bercerita sejak pertama kali bertemu di tempat parkir, waktu itu Resya berkaca,"kamu berbeda dari cewek cewek yang pernah aku kenal,kamu begitu polos tanpa polesan,apa adanya, sedangkan cewek lain di luar sana hanya melihat materi,dan penampilan"


"Betulkah..."kata Resya tersenyum memandang wajah Dave yang begitu tampan.

__ADS_1


"iya... bagaimana dengan kamu?"tanya Dave memegang dagu Resya.


"tidak tahu..."Resya menggelengkan kepalanya.


"Kok bisa tidak tahu"Dave mengernyitkan dahinya dengan kecewa, ketakutan nya muncul jangan sampai Resya bersedia jadi pacarnya hanya untuk pelarian.


"iya tidak tahu sejak kapan,aku masih binggung akan perasaan ku pada mu,akan tetapi ketika aku melakukan kegiatan apapun di rumah atau di sekolah di dalam otakku yang aku ingat hanya kamu, kamu dan kamu yang begitu menyebalkan,dingin,kejam"ucap Resya mengingat ingat kejadian di saat pertama kali Resya bertemu dengan Dave.


"Apa aku sejahat itu?"ucap Dave yang sudah memelas.


"iya...itu dulu"jawab Resya,Dave mendengar perkataannya itu merasa lega.


Dave pergi ke dapur untuk mengambil kue black forest,di dalam perjalanan menuju Rumah,Dave berpesan kepada pembantunya untuk membuatkan kue itu kesukaan Resya.


Tidak lama Dave kembali menghampiri Resya dengan membawa kue,"aku bawakan sesuatu buat kamu"suara Dave mengangetkan Resya.


"Ini kesukaanmu bukan"kata Dave menaruh nampan di atas meja kayu,Resya binggung dari mana Dave tahu kue kesukaannya.


Dave tahu apa yang Resya pikirkan"tentu saja aku tahu dari Mona."


Dave menyesal bicara seperti itu, sehingga membuat Resya curiga,dengan kesal mengumpat didalam hati"sialan,harusnya aku pura pura tidak tahu apa yang dia sukai,ini cewek teliti sekali,ke depannya aku harus berhati hati dalam berucap dan bertindak."


Resya menghargai jerih payahnya,dia tidak mempermasalahkannya,Dave hanya memandanginya dengan tersenyum saat Resya makan kue itu dengan lahap.


Dave mendekatinya,tiba tiba bibir Dave menjilat sisa butter cream yang masih menempel di sudut bibir Resya,


"hmm...manis"Dave merasakan sisa butter cream itu,


Resya kaget atas sikap Dave"ech...kak jorok"


Dave tidak mempermasalahkan"habisnya enak sih"


"Apa kamu sering melakukannya dengan cewekmu?"


"sebelumnya aku belum pernah berpacaran,aku lakukan ini hanya dengan mu"

__ADS_1


Resya tidak percaya atas perkataannya"mana mungkin cowok setampan kamu,belum pernah pacaran?"


"Terserah kamu mau percaya atau tidak"Dave melanjutkan mencium bibir Resya dengan lembut,Resya yang belum ada persiapan dan pengalaman hanya pasrah bibirnya di cium sedikit agresif tetapi penuh kelembutan,Dave yang tahu batas batas normal,ketika nafasnya naik turun tidak beraturan melepaskan ciuman itu.


Dave melihat bibir Resya yang sudah memerah seperti buah cherry, menyentuh bibir itu"maafkan aku,apakah sakit?",masih memandang Resya yang menundukkan kepalanya merasa malu,Dave tahu betul Resya yang belum pernah berciuman dengan cowok lain,begitu pula dengan dirinya pertama kali ini dia mencium seorang cewek, itupun belajar lewat artikel dari internet.


Resya mengigit bibir bawahnya,sambil mengingat ingat kejadian barusan,antara malu dan bahagia ingin merasakan ciuman itu lagi,yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.


"Syasa...kamu tidak apa apa"


"iya..."Resya tersipu malu,membuat Dave ingin menggodanya lagi"kalau kamu suka,kita bisa melakukannya lagi,"


"apaan sih..."Resya memukul dada Dave,dia tidak menghindar justru pasrah akan sentuhan Resya itu,sejujurnya dia ingin menciumnya lagi,"bibir merah merona seperti buah cherry ketika di gigit terasa manis,dan mengeluarkan aroma wangi itu yang membuat ketagihan.


"Apa kamu tidak capek,menggodaku terus"ucap Resya.


Dave tersenyum"kamu terlihat lebih manis,ketika aku goda"


"sudah sore,aku ingin pulang."


Dave membantu Resya membuka pintu mobil bagian depan,sebelum melajukan mobilnya dia melihat Resya sekilas,dan mendekatinya,menundukkan kepala perasis di depan tubuh Resya,*deg deg deg*...Dave mendengar jantung Resya berdetak kencang"kamu lupa memakai seat belts"ucap Dave membantu memakaikannya,


Resya membuang nafas lega,dia pikir Dave akan menciumnya lagi.


Resya tersenyum kecut"dasar cowok gila,suka sekali menggodaku awas ya,tunggu pembalasan ku"


Dave menyembunyikan senyuman penuh kemenangan dan melajukan mobilnya dengan perlahan,sehingga membuat Resya yang saat itu kecapean tertidur.


Dave merapikan rambut cewek itu yang jatuh menutupi wajahnya"aku berjanji akan selalu ada buat mu."


Tidak lama mereka sudah sampai di depan gang rumah Resya,Dave akan membangunkan cewek itu tetapi mengurungkan niatnya,ketika dilihatnya tertidur sangat pulas.


"S**angat manis,satu kecupan saja,tidak lebih,"Dave mencium pipi Resya dengan perlahan lahan supaya tidak bangun,dan dia iseng mengambil foto ketika Resya tertidur,ceklek...ceklek...suara jepretan kamera sebanyak 2 kali,"ya... tersimpan."


Dave belum puas melihat foto itu,masih di pandangi dan dia tersenyum bahagia ketika foto itu menjadi wallpaper layar depan ponselnya.

__ADS_1


Sudah hampir satu jam, akhirnya Resya terbangun,kaget saat melihat Dave senyum senyum sembari melihat ponselnya,"apa yang lucu?kamu mengambil foto ketika aku tertidur ya"teriak Resya jengkel,berusaha merampas ponsel di tangan Dave.


__ADS_2