HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
34.Kenapa bisa di panggil nyonya


__ADS_3

Pagi pagi karyawan dari ARDIAN Contracting Company, di kagetkan oleh kedatangan seorang wanita paruh baya, yang mempunyai wajah sangatlah cantik, walaupun usiannya sudah berkepala 4, akan tetapi masih kelihatan 10 tahun lebih muda dari usianya, dari cara berpakaian sangatlah fashionable.


Baru pertama kali ini dia menginjakkan kakinya di gedung ini, setelah perusahaan ini didirikan.


Berjalan melewati meja resepsionis, diikuti oleh asisten pribadinya.


"Nona... tunggu ada keperluan apa anda kemari?" teriak salah satu pegawai Ardian Group kepada wanita itu.


Mendengar teriakan itu, tiba tiba satpam datang mencegat wanita itu beserta asistennya.


Merasa terancam asistennya berkata


" Atasan saya mau bertemu dengan direktur utama Ardian."


"Apa sudah ada janji?" tanya satpam itu.


"Apa perlu harus membuat janji dulu?" ucap wanita itu, maju satu langkah mendekati satpam.


"Maaf..., dengan tidak mengurangi rasa hormat, silahkan anda keluar, sebelum anda membuat janji" ucap Satpam itu dengan tegas akan tetapi sopan.


Wanita itu merasa harga dirinya di injak injak, dengan matanya yang melotot berkata "berani sekali...mengusir ku, kamu tidak tahu siapa saya."


Keributan itu menjadi pusat perhatian semua karyawan yang berada di lantai bawah.


Sekretaris Lee keluar dari lift tiba tiba melihat keributan itu, dan menghampirinya, dia kaget ternyata yang datang adalah Nyonya besar mama dari direktur Ardian,


" Maaf...nyonya, ini semua karena kelalaian semua pegawai di sini" ucap sekertaris Lee menundukan kepalanya.


Semua terheran termasuk satpam itu, "wanita masih muda, cantik, anggun, kenapa bisa dipanggil nyonya?, sebenarnya wanita ini siapa?" gumam satpam itu dalam hati.


" Minta maaf... cepat!, nyonya ini adalah orang tua dari direktur Ardian, bos kalian..." ucap sekertaris Lee kepada Satpam beserta seluruh karyawan.


Semua orang terdiam, kaget sampai ada yang berkata "wow...buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, pantas direktur itu sangat tampan, lihatlah mamanya begitu cantik anggun, bagaiman muka papanya?"


Semua karyawan beserta satpam itu menundukkan kepalanya meminta maaf "nyonya maafkan kami"


"sudahlah...lupakan, kerja kalian sangat bagus, teliti..." ucap wanita itu berlalu pergi.


" Terimakasih...Nyonya" Satpam itu berkata dengan terkejut, dia berpikir pasti akan di pecat.

__ADS_1


Wanita itu berjalan diikuti oleh sekertaris Lee, dan asisten pribadinya " kenapa kalian memandangiku?, kalian kagum akan kecantikan ku..., nanti aku akan kasih tahu kalian, sekarang bubar kembali bekerja...!" perintah wanita itu dengan tersenyum.


"Baik nyonya..." saut semua karyawan terutama yang berjenis kelamin wanita, sangat gembira seakan akan mendapatkan kembali berlian yang sudah lama menghilang


Wanita itu terkenal dengan keramahannya, biarpun orangnya cerewet akan tetapi dia baik hati, suka berbagi, sehingga membuat semua karyawannya betah bekerja di bawah pimpinannya.


Tidak lama wanita itu beserta sekertaris Lee sampai di ruang tamu, "dimana atasan kamu?" wanita itu bertanya sambil duduk dengan mengetuk ngetukkan ujung bolpoin di atas meja sehingga mengeluarkan bunyi tuk...tuk...tuk


Sekretaris Lee menjawab " maaf...nyonya, direktur sedang berada di luar kota."


Sambil memangku dagunya dengan tangan kanan wanita itu berkata "Bukannya...kamu selalu di sampingnya."


" Selalu saja...membuat keputusan sepihak, tidak bertanya dahulu, ada apa sebenarnya?, apa yang dia sembunyikan?" wanita itu bertanya lagi.


Sekertaris Lee belajar dari direkturnya bagaimana menyikapi ketika nyonya besarnya marah, dia hanya menundukkan kepala tanpa berkata apa-apa, "itu...lebih baik" gumam Sekretaris Lee.


"Aku ingin bicara dengan atasanmu...cepat!" perintah wanita itu menyodorkan ponselnya.


wanita itu mengerutu kesal dengan tingkah anaknya, selalu menyelesaikan masalah diam diam, dan menghilang begitu saja.


Tidak lama ponsel terhubung dengan direktur Ardian.


Tiba tiba wanita itu mengambil ponsel yang masih menempel di telinga sekertaris Lee


"Hai...anak tidak tahu diri, menghilang meninggalkan masalah, pulang... atau mama segel perusahaanmu yang kamu dirikan dengan susah payah" ancam mamanya.


"Bicaralah...ada apa dengan kamu?" seru wanita itu penuh amarah.


"Ma...soal pembatalan proyek dengan perusahaan Moo, itu aku yang memerintahkannya, toh... itu juga tidak merugikan kita kan..." ucap direktur.


"Bukan soal rugi, atau tidak, mama sudah pikirkan baik baik, ini berpengaruh besar buat kemajuan perusahaan peninggalan papamu"


"Kalau soal itu... mama tidak usah kuatir, aku sudah mencari perusahaan yang mau kerja sama dengan kita, bahkan perusahaan itu lebih baik dari pada perusahaan Moo." ucap direktur berusaha menenangkan orang tuanya.


Wanita itu diam, awalnya sedikit kuatir, akan tetapi di sisi lain dia percaya dengan kecerdikan, dan kepintaran anak semata wayangnya itu yang masih sangat muda, yang tidak seharusnya dia memikul beban seberat ini mengurus perusahaan peninggalan papanya seorang diri, yang harusnya seumuranmu bersenang senang melihat dunia luar.


"Ma...mama masih di situ?" ucap direktur itu di balik telpon.


"Kapan kamu pulang...?" tanya mamanya.

__ADS_1


"Jangan... bahas itu dulu aku masih ada urusan."


"Dalam 24 jam kamu tidak pulang, jangan berharap perusahaan kamu beroperasi lagi..." ucap mamanya penuh ancaman.


Tut...tuuut... Sambungan telpon terputus.


Menyimpan kembali ponsel miliknya, tanpa berkata apa apa berjalan keluar ruangan, meninggalkan sekretaris Lee sendirian.


Sedangkan sekertaris Lee membuang nafas lega ketika amarah nyonya besar selesai dengan damai, walaupun kata kata terakhir agak terkejut bagi orang lain, tetapi buat sekertaris Lee tidak, perkataan itu hanya sebuah ancaman belaka, sebenarnya dia hanya kuatir akan keadaan anak semata wayangnya itu, yang sudah beberapa hari tidak pulang.


Wanita itu keluar dari lift di sambut sapaan yang hangat, dan ramah oleh semua karyawan terutama karyawan wanita, yang menginginkan tips tersebut, "nanti... asisten ku akan memberikan pada kalian" ucap wanita itu dan berlalu pergi.


"Pulang...!" wanita itu berseru kepada supirnya, mobil mewah itu sudah melaju meninggalkan gedung Ardian Contrakting Company.


"Andai saja...kamu masih hidup,


sudah berjalan 2 tahun kamu


meninggalkan kita,


aku akan selalu menjaga harta kita satu satunya,


lihatlah...anak kita sudah besar,


dia tumbuh menjadi seorang anak muda yang tampan, cerdas,


mirip sekali denganmu...,


selalu mempunyai kejutan-kejutan, yang membuat orang lain terkagum, tidak bisa menebak jalan pikirannya termasuk aku seorang mama yang 9 bulan mengandung, dan melahirkannya" gumam wanita itu sembari tersenyum melihat sebuah foto yang terpasang sebagai wallpaper di bagian depan ponsel miliknya.


Kemudian dia melihat sebuah cincin yang masih melingkar di jari manisnya, kenangan kenangan indah bersama suaminya berputar kembali dalam ingatannya, sehingga membuat air matanya terjatuh membasahi pipinya.


Pandangan seperti itu adalah hal yang biasa bagi sopir, dan asisten pribadinya, yang sudah bertahun tahun bersamanya, atasannya dari luar yang kelihatan ceria terpancar dari mukanya, akan tetapi di balik itu dia menyimpan sebuah kerinduan yang mendalam.


"Nyonya...kita sudah sampai" ucap lirih asisten pribadinya, membuat lamunannya buyar.


" Iya..." ucapnya.


Seperti biasanya supir membukakan pintu untuknya, wanita itu berjalan yang berusaha tersenyum menyembunyikan kesedihannya itu, Tiba tiba seorang lelaki lebih tua 5 tahun darinya menyambut kedatangan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2