HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
4."Ach..., kalian masih muda."


__ADS_3

Resya yang tertawa melihat tingkah Dave.


"mau ojek tidak?" tanya Dave kembali kepada Resya sebab dia sudah menawarkan untuk yang ketiga kalinya.


"tidak terimakasih" saut Resya berlalu pergi meninggalkan Dave yang masih bengong.


"Sialan aku di tolak" gerutunya


"Ganteng iya, tajir iya, apa kurangnya diri ku" dia berucap lagi, sambil mengendarai motornya.


Saat itu di sepanjang jalan nampak sepi, Resya berharap melihat ojek, maupun angkutan umum lewat, dia membayangkan sesuatu hal buruk akan terjadi padanya.


Dia begitu menyesal menolak ajakan kakak kelasnya, sepertinya dia begitu baik, tampan, memang agak sombong, Dia membayangkan ketampanan seorang Dave, yang dia rasa tidak membuat bosan, akan tetapi semakin di pandang, wajahnya semakin tampan.


"Ach...aku membayangkan yang tidak tidak, jelas saja kita berbeda, dia dari keluarga kaya, sedangkan aku..." ucap Resya sambil berjalan.


Tiba tiba suara klakson mobil mengagetkannya, dia menoleh ke belakang terlihat sebuah mobil mengikutinya, Resya berjalan dengan cepat, semakin dia berjalan cepat, mobil itu melaju dengan cepat pula, akhirnya dia memutuskan untuk berlari.


Resya tersandung batu dan terjatuh di tempat yang gelap, ketika Resya bangun, suara langkah kaki mendekatinya, dia sudah bersiap-siap hendak menarik kaki itu, dan memukulnya.


"Resya....ini aku" saut seorang cewek membantunya berdiri.


"Dewi..."


"Kamu ngapain..., malam malam berjalan sendirian" tanya Dewi, membantu mengambil tas milik Resya yang jatuh di tanah.


"Mau pulang..."


"Aku antar kamu pulang!, jam segini mana mungkin ada ojek" kata Dewi.


Resya masuk ke dalam mobilnya dan bertanya "sedangkan kamu...ngapain malam malam ke luar rumah,"


"Biasa anak muda..."saut Dewi dengan suara genitnya.


Dewi mengajaknya makan "kita makan yuk..., aku yang traktir."


Tidak lama mereka sudah sampai di sebuah restoran mewah, mereka di sambut oleh pelayan, pelayan itu yang begitu akrab dengan Dewi, berbeda dengan Resya yang mendapatkan tatapan sinis.


Dewi yang melihat itu berkata "dia temanku..., layani dia dengan baik".

__ADS_1


"Baik nona, kami minta maaf" kata manager restoran, sambil melirik pelayan disebelahnya.


Dewi, dan Resya sudah duduk di meja makan, Dewi melihat sekilas tanpa membaca daftar menu yang telah di berikan pelayan itu, "seperti bisa menu favorit ku" kata Dewi mengembalikan daftar menu itu kepada pelayan.


Resya membaca dengan teliti makanan, minuman, dan harga yang tercantum di daftar menu tersebut, berkata dengan nada keras "makanannya mahal sekali."


Membuat orang yang berada di dalam restoran melihatnya, dia cepat cepat menutup mulutnya.


"Aku yang traktir" ucap Dewi.


Resya memilih dengan teliti harga yang paling murah, didalam hatinya "sayang uang di hambur hamburkan hanya untuk makanan semahal ini."


Pelayan sudah mengantarkan pesanan Resya nasi goreng, dan teh panas, Dewi sibuk mengunyah makanan favoritnya, berbeda dengan Resya yang masih memandang peralatan makan yang ada di atas meja." "Makan nasi goreng saja, begitu banyak peralatannya" gumam Resya dalam hati.


Dewi yang sedari tadi melihat Resya yang kebingungan "gunakan sedok saja."


"Ech... iya maaf" saut Resya malu.


"Bagaimana menurutmu dengan Dave?" tanya Dewi.


"Sombong...,tapi orang nya baik sih" ucap Resya, mengunyah nasi yang ada di mulutnya.


"Cocok..., kalian sama sama cantik, dan tampan" kata Resya dengan tersenyum, Dewi yang mendengar jawaban Resya dia ikut tersenyum genit


"ya..., iyalah siapa yang tidak suka dengan cewek cantik seperti ini" Dewi berkata sambil mengedip ngedipkan sebelah matanya sok imut.


Resya yang melihat itu merasa geli, dan tertawa.


"Bantu aku mendekatinya" saut Dewi.


ugh ughuuuu... Resya tersedak mendengar perkataannya, Dewi segera menepuk nepuk punggung Resya. Bagaimana tidak terkejut Resya yang tidak pernah berpacaran, apalagi memikirkannya.


Dewi sedang merencanakan untuk mendekati Dave, dia tidak peduli biar pun dia perempuan akan menembaknya lebih dulu, Resya masuk dalam rencana tersebut.


"Mana ada cewek menembak duluan" ucap Resya menggelengkan kepalanya melihat temannya yang sedang di mabuk cinta."ini zaman millenial, ya adalah..." saut Dewi tidak mau kalah.


"Setahu aku, laki laki semakin di kejar semakin menjauh, kalau di lihat dari tipe kak Dave, dia tidak suka dengan cewek manja, dan genit" ucap Resya.


"apa...?, kamu bilang aku manja dan genit" teriak Dewi, menatap perempuan yang sedang duduk di depannya.

__ADS_1


"Ech...maaf bukan begitu maksudku, aku tidak bilang kalau kamu manja dan genit" ucap Resya penuh ketakutan,


"aduh...aku salah bicara, jangan sampai aku di suruh bayar makanan ini sendiri, aku mana ada uang" gumam Resya dalam hati.


Dewi terdiam mencerna kata-kata yang di ucapkan Resya ada benarnya juga"apa aku seburuk itu".


"ngak juga, cuaman sedikit..."suara Resya lirih takut Dewi lagi.


Dewi terdiam sesaat untuk berpikir "baiklah...aku akan mengubah gayaku, kamu ,aku suka berteman dengan mu."


Tiba tiba pandangan Dewi beralih pada pasangan suami-istri yang berada di meja yang tidak jauh dari mereka, pasangan tersebut terlihat mesra, suaminya terlihat sangat menyayangi istrinya itu, mereka terlihat berbeda usia sekitar 10 tahun, istrinya lebih mudah dari suaminya.


Suaminya sesekali membersihkan sisa makanan di bibir istrinya mengunakan tisue "sayang...,makannya pelan pelan!" ucap suaminya.


"aku terlalu lapar, apa kamu malu melihat ku begini?" istrinya bertanya.


"Tidak, justru aku semakin gemas melihatmu" saut suami itu yang melihat istrinya makan dengan lahapnya.


"Aduh... so sweet" Dewi membayangkan seandainya itu dia bersama Dave.


Resya yang melihat tingkah temannya senyum-senyum sendiri, sambil melihat sepasang suami-istri tersebut.


Resya menepuk tangan Dewi dan berkata "Wii..., sadar, lihatlah suami istri itu melototimu"


"ada masalah...?" ucap seorang lelaki paruh baya, menghampiri Dewi dan Resya karena lelaki itu merasa tidak nyaman, sejak dari tadi Dewi memandanginya terus.


"Ech..., maaf tuan, saya salut dengan sikap anda memperlakukan istri anda dengan begitu istimewa, sehingga kami yang melihatnya terkagum, dan sangat iri" ucap Dewi yang pintar bicara berharap lelaki itu tidak marah kepadanya.


"oh..., begitu ya..., bagaimana wajah ku kelihatan lebih muda, bukan? padahal umur kita berbeda 10 tahun lho..., apa kamu ingin tahu rahasianya?" tanya lelaki itu.


Dewi dan Resya merasa penasaran, mereka menganggukan kepalanya bersama. Akan tetapi lelaki itu mengerutkan keningnya melihat mereka berdua secara bergantian "ach kalian belum cukup umur" sambil berlalu lelaki itu pergi menuju menghampiri istrinya.


"Sayang ada apa?" tanya istrinya.


"Biasa anak muda, mereka bilang mama kelihatan cantik" kata suaminya itu, sambil memegang pipi istrinya.


Istrinya jadi tersipu malu "ach...malu, di sini banyak orang, nanti saja sampai di rumah."


 

__ADS_1


__ADS_2