
Terlihat seorang cowok yang sedang duduk terdiam melamun yang tak lain adalah Dave.Dia merasa hampa, kesepian ketika cewek yang biasanya seperti cacing kepanasan tetapi sekarang ketika melihat muka gantengnya sudah tidak bergairah lagi dengannya.
"Hufh.....hari ini cuacanya panas sekali,sepanas hatiku"gerutu Dave meminum air mineral yang ia beli di kantin,
"hai bro ...melamun terus"kata Bryan teman satu kelasnya,mengagetkannya hingga botol yang Dave pegang hampir terjatuh.
"Menurut kamu apakah aku kurang menarik lagi?"tanya Dave yang sudah menyodorkan mukanya ke depan muka Bryan,sehingga membuat kepala mereka saling terbentur.
Bryan yang begitu kesal sambil memegang dahinya yang terbentur"dari sana nya kamu sudah ganteng,biarpun nantinya rambutmu memutih,mukamu keriput tetap masih menarik,memang siapa yang bilang kamu tidak menarik lagi?"Dia bertanya pada Dave.
Dave bercerita ketika dia hendak menawarkan bantuan untuk mengantar Resya pulang tetapi Resya menolaknya,dan beberapa hari yang biasanya Dewi suka bersikap genit,yang suka mencari perhatian sekarang tidak ada lagi sesosok itu dalam diri Dewi,
Bryan yang mendengar Dave bercerita tertawa seolah olah mengejeknya, Bryan yang merasa heran seorang Dave yang terkenal ganteng,tajir,pintar menjadi rebutan banyak cewek-cewek di tolak oleh seorang gadis yang biasa-biasa saja.
"Atau jangan sampai kamu sedang jatuh cinta"canda Bryan sambil ketawa.
"Sembarangan aku tidak pernah jatuh cinta,amit-amit"kata Dave sambil mengusap usap dadanya.
"Hati hati nanti kualat kamu"seru Bryan lagi.
Dave yang merasa di ledek hendak pergi,langkahnya terhenti ketika Bryan menarik krah baju Dave sambil berkata"mau ke mana aku belum selesai bicara".
"Pulang,teman susah kamu ketawa, apakah itu pantas di sebut teman"kata Dave.
"Bagaimana kalau kita main main dengan ini?"seru Bryan sambil menggoyang goyangkan ponselnya ke arah Dave.
"Game di ponselku sudah terlalu banyak,aku bosen, carilah sesuatu yang baru"seru Dave.
"Bukan Game"kata Bryan lagi.
"Lalu apa"tanya Dave dengan penasaran.
"coba lihat,aku sudah bermain aplikasi ini beberapa bulan lalu"kata Bryan memperlihatkan ponselnya di layar paling depan terdapat aplikasi dating.
__ADS_1
"Apa kamu gila ya,ngak ach"kata Dave.
"Ini seru lho,aku aja ketagihan kita bisa mencari cewek sengala usia dan dari seluruh dunia, ceweknya cantik-cantik,di jamin tidak akan kesepian lagi"kata Bryan yang terkenal play boy di kelasnya.
Dave berpikir apa salahnya juga kalau dia mencobanya,namanya anak muda penjelajahan dulu mencari pengalaman, gumamnya dalam hati sambil tersenyum senyum sendiri.
"Bagaimana?"tanya Bryan menepuk bahu Dave.
Dave yang sudah menyodorkan ponselnya menyuruh Bryan memasukkan dia di aplikasi itu,Setelah selesai Bryan memberikan ponsel tersebut pada Dave"sudah bisa di mulai".Bryan berpamitan untuk pergi duluan karena dia akan bertemu dengan seorang cewek yang dia kenal lewat aplikasi itu."Semoga beruntung"kata Bryan sambil menepuk bahu Dave.
Dave terdiam dia disibukkan dengan aplikasi itu.
*****
Ketika Dewi menuju tempat parkir,dia melihat Dave sedang duduk sendirian asyik bermain ponsel"ach biarkan saja"gumamnya dalam hati, Resya yang melihat tingkah Dewi yang akhir akhir ini cuek terhadap Dave heran"kamu tidak menghampiri Kak Dave?"tanya Resya.
"Enggak"jawab Dewi.
"Kenapa?"tanya Resya lagi
Resya yang merasa belum percaya dia melihat muka Dewi dengan begitu teliti sambil menaruh telapak tangan di dahi Dewi dan berkata"aku tidak percaya".
Dewi sambil berkata"terserah" berjalan diikuti Mona dan Resya.
Ketika mereka sudah masuk dalam mobil tiba tiba suara pesan masuk berkali kali dari ponsel Dewi,Mona yang penasaran hendak mengambil ponsel dari tangga Dewi,tetapi Dewi menepis tangan Mona"sok penting sekali,memang siapa yang kirim pesan banyak sekali"kata Mona yang berusaha mengintip ponsel yang di pegang Dewi.
"Ada deh,mau tahu aja"jawab Dewi menyembunyikan ponselnya.
"Kenapa kamu sekarang main rahasia dengan kita"saut Mona mengerutkan keningnya.
"Nanti kalian juga tahu"kata Dewi tersenyum.
*****
__ADS_1
Dewi mengerutkan kening sembari memegang perutnya"perut ku sakit,kayaknya aku datang bulan".
"Kamu tidak apa apa,bair aku yang nyetir"kata Mona dengan kuatir.
"Aku tidak apa apa"kata Dewi.
Tiba tiba Dewi menghentikan mobilnya di depan apotik"kita singgah beli obat"saut Dewi yang hendak turun dari mobil,tetapi Resya menyaut "biar aku yang turun,rok mu ada noda darah".Dewi melihat roknya akhirnya masuk kembali kedalam mobil,Mona meminjamkan jaketnya kepada Dewi,dan Dewi mengikat jaket itu untuk menutupi rok bagian bawahnya.
Resya berjalan masuk ke apotek dia mencari obat yang tersusun rapi di atas rak,tiba tiba seorang cowok tinggi,putih,tidak sengaja menyengol bahunya,tubuh Resya yang tidak seimbang menyenggol beberapa obat yang semula tersusun rapi di atas rak seketika jatuh berantakan di lantai "brukk....".
"Aduh...."kaki Resya mundur beberapa langkah dengan cepat menghindar dari botol obat yang terbuat dari kaca jatuh di lantai,tetapi sepatu Resya yang begitu licin menginjak cairan lengket dan "ach..."Resya berteriak dengan histeris.
Tangan cowok yang begitu kekar,kuat memegang bahu Resya yang hampir jatuh di lantai sehingga mereka saling berpegangan."ech....tidak sakit"saut Resya sambil memegang pantat dengan kedua tangannya.
"Ehm....ehm...."cowok itu berdehem.Resya yang mendengar suara itu langsung berdiri dan berseru"Al ngapain kamu disini".
Tetapi cowok itu tidak menjawab melepaskan bahu Resya,jaket yang ia kenakan dia kebaskan dengan kedua tangannya seolah olah sehabis menyentuh barang kotor dan mundur beberapa langkah memberi jarak, semua orang yang berada didalam apotik menghampiri Resya dan cowok itu"aduh siapa yang mau ganti rugi ini"kata seorang pelayan apotik itu.
"Aku yang akan ganti rugi"seru cowok itu dengan dingin
"Hitung semuanya"kata cowok itu kagi pada pelayan apotik.
"Baik Tuan tunggu sebentar"kata pelayan apotik dengan lega menuju meja kasir,yang diikuti oleh cowok itu,"ini tuan bonnya"kata pelayan memberi secarik kertas.
Cowok itu memberi beberapa lembar uang kepada pelayan apotik itu dan pergi,Resya memanggil cowok itu"Al tunggu kenapa kamu begitu dingin, harusnya aku yang marah padamu, kamu yang menabrak ku duluan".
Cowok itu tidak memperdulikan perkataan Resya dia melanjutkan langkahnya keluar dari apotik itu.
Resya masih mengerutu"dasar cowok aneh."
Resya yang sudah mendapatkan obat dan pembalut pergi kekasir"semuanya berapa?"tanya Resya.
"Sudah di bayar oleh Tuan tadi"kata pelayan apotik itu.
__ADS_1
"Oh...ok makasih"Resya mengambil barang yang dia beli lalu berlari dengan cepat siapa tahu dia bisa mengejar cowok itu di tempat parkir....