HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
30.Direktur dan Sekretaris Lee


__ADS_3

"Sekertaris Lee..., butuh berapa lama untuk menuju kota Saun" tanya direktur itu sambil melihat ke luar jendela.


"Sekitar 3 jam pak..." ucap sekertaris Lee.


"Persiapkan semuanya, 30 menit lagi kita ke kota itu."


"Apa pak...?" tanya sekretaris Lee terkejut,


"kenapa begitu mendadak." gumamnya dalam hati.


"Apa aku harus mengulangi perkataan ku lagi?" saut direktur itu dengan tegas.


Tidak lama sekertaris Lee kepercayaan nomer satu dari Ardian Group keluar ruangan, menuju pantry yang terletak di lantai 5, ruangan paling sudut, membuat segelas kopi untuk dirinya, yang sejak dari tadi direktur itu sedikit membuatnya kelelahan.


Pagi-pagi buta ponselnya sudah berdering, dia menyuruh menjemputnya di rumah menuju kantor, meminta menghubungi masing masing kepala divisi, untuk mengadakan rapat dadakan,


"sekertaris Lee..., ini terlalu pagi belum waktunya masuk kantor, aku saja masih di atas tempat tidur, sebenarnya apa yang terjadi dengan pak direktur?, apa kamu tidak bisa membujuknya?" ucap salah satu karyawan tadi pagi, ketika sekretaris Lee menghubunginya.


Aku saja yang sudah bertahun tahun bekerja, menjadi sekertaris tidak bisa menebak bagaimana jalan pikirannya, kecuali satu "anak jalanan itu..."


Di depan pintu pantry berdiri seorang karyawan wanita "sekertaris Lee...apa yang anda pikirkan?, apa anda sudah sarapan?" sambil berjalan mendekati sekretaris itu, dan menyodorkan sebuah kotak makanan yang berisi nasi goreng.


" Terima kasih..." mengambil kotak makanan dari tangan wanita itu.


"Sepertinya anda memikirkan sesuatu..."


"Pak direktur, sedikti membuatku kelelahan, mungkin dari tadi aku belum sarapan" sambil menyendok nasi goreng kedalam mulutnya, wanita itu tersenyum.


Sedikit berbincang bincang, selesai sarapan, dan menghabiskan kopinya yang dia buat tadi, sekretaris Lee keluar dari pantry di ikuti oleh wanita itu.


" Aku permisi dulu..." ucap sekertaris itu, berjalan menuju ruang direktur.

__ADS_1


Direktur Ardian Group berjalan, di ikuti sekertaris Lee di belakangnya yang membawa tumpukan dokumen, sopir telah membukakan pintu untuk mereka.


"Pak...apa tidak sebaiknya kita mengajak anak itu?" ucap sekertaris Lee, tiba tiba sekretaris Lee mendapatkan ide, untuk mengajak anak jalanan itu ikut keluar kota, hanya dia yang bisa membaca pikiran dan kemauan Direktur, dengan begitu pekerjaannya akan semakin ringan.


" Tadinya aku ingin mengajaknya, sepertinya dia mempunyai pekerjaan yang lebih penting." ucap direktur itu, sembari membayangkan wajah seorang perempuan yang sangat dia cintai sudah beberapa hari dia tidak menemui, ataupun mengubunginya sejak kejadian itu.


"Kita singgah makan...,di tempat biasa" direktur memberikan perintah, karena sejak dari tadi pagi perutnya belum terisi apapun.


Tidak lama mobil mewah itu berhenti di sebuah restoran yang sangat sederhana baik makanan, maupun tempatnya.


Direktur itu sudah lama tidak mengunjungi tempat ini. Dia menyuruh sekertarisnya untuk memesan tempat duduk di dekat kolam ikan, sambil mengenang kenangan bersama papanya sebelum papanya meninggal karena kecelakaan.


Sekretaris Lee memandangi direkturnya dengan perasaan iba, "pasti...pak direktur kangen dengan papanya."


Sekertaris itu segera memesan makanan yang di sukai oleh direkturnya, tidak lama pelayan membawa makanan itu, direktur menghirup dalam-dalam aroma masakan yang baru di hidangkan, dan kepulan panas masih terasa di makanan itu.


"Ternyata kamu tahu makanan kesukaan ku..., sekertaris Lee" ucapnya tersenyum,menyuruh sekertaris itu, untuk duduk satu meja dengannya.


Itulah ciri khas dari seorang direktur Ardian Group, dibalik mukanya yang menyeramkan, ada sikap sopan santun terhadap orang yang lebih tua, tidak ada jarak bawahan, ataupun atasan di luar kantor, direktur itu bisa bersikap sangat profesional.


Akan tetapi tidak banyak yang tahu juga dengan wajahnya, sehingga kolega koleganya yang belum mengenal dia, mereka pikir direktur tampan itu adalah seorang karyawan biasa dari Ardian Group.


Bagi sekertaris Lee makanan yang di depannya itu biasa biasa saja, seperti makanan yang di jual di pinggir jalan, akan tetapi direktur bisa menghabiskan makanan itu tanpa tersisa, " Maaf...pak, ini tisuenya..." ucap sekertaris Lee, sambil memberikan tisue untuk membersihkan mulut direktur yang sudah blepotan, " oh...iya makasih" ucap direktur itu, mengusap mulutnya dengan tisue.


" Sama-sama, pak..." ucap sekertaris itu lagi.


Sebuah mobil mewah terparkir rapi, sangat mencolok dari kendaraan yang lain, "Silahkan pak...!" seru sopir yang mempersilahkan direktur untuk masuk mobil.


Di seberang jalan nampak seorang perempuan sedang melihat mobil mewah beserta pemiliknya " sepertinya aku kenal dengan mobil mewah itu, beserta pemiliknya" gumamnya dalam hati, sembari mengingat ingat siapa pemilik mobil itu.


" Dewi...,kamu sedang melihat apa?" tanya mamanya, dia hendak bertanya akan tetapi ragu ragu apa mungkin mamanya mengenali pemilik mobil mewah itu."coba aku bertanya kepada mama...,dari pada aku penasaran."

__ADS_1


" Ma...coba mama lihat mobil mewah itu, apa mama tahu siapa pemiliknya?" tanya Dewi, menunjuk mobil yang berada di ujung jalan.


"Oh...itu milik Ardian Group perusahan ternama di kota ini, tetapi mama tidak pernah bertemu, ataupun melihat wajahnya di media sosial, dia di juluki dengan direktur tampan, dan bilangnya sih...tidak suka terekspos.


"oh..." Dewi merasa penasaran akan direktur tampan itu.


Sudah 4 jam berlalu akhirnya sampai juga di kota Saun, di mana letak proyek tersebut tidak jauh dari perkotaan.


Sekertaria Lee, dan direktur berjalan beriringan dengan mengunakan Alat Pelindung Diri, mereka sudah di sambut oleh kepala proyek.


Kepala proyek melaporkan apa saja kendala yang membuat proyek hotel berbintang 5 ini, seharusnya 60 persen sudah terlaksana, akan tetapi baru 30 persennya saja.


Karena begitu cerdasnya seorang direktur Ardian Group, masalah sebesar apapun bisa dia atasi dengan ide ide yang sangat brilian.


"kepala proyek..., aku menginginkan data identitas semua pekerja yang lengkap, malam ini laporkan kepada saya" ucap direktur itu berjalan keliling area proyek, di lihatnya hanya beberapa pekeja yang masuk.


Hari sudah sore, di dalam perjalanan tadi sekretaris Lee sudah reservasi hotel dengan 2 kamar, yang terletak di tengah kota.


Kriiiing....suara ponsel milik direktur, dia mengambil ponsel di balik saku jasnya, terlihat sebuah nama Mamaku,


" Sekertaris Lee...,tolong angkat, bilang saja aku baru sibuk, tidak bisa di ganggu!" direktur itu menyerahkan ponsel miliknya.


Sekretaris Lee mengeser cursor warna hijau di layar ponsel itu, lalu menyapa dengan sopan,


"selamat sore...nyonya."


"sekretaris Lee..., aku ingin berbicara dengan atasanmu."


" maaf...nyonya direktur sedang sibuk tidak bisa di ganggu..."


"begitu sibuknya, sampai dia tidak mau berbicara dengan ibu kandungnya sendiri"

__ADS_1


Tut....tuuuuuut..., sambungan terputus sepihak.


Sekertaris itu mengembalikan ponsel milik direktur, lalu berpamitan untuk istirahat.


__ADS_2