HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
10.Kencan buta


__ADS_3

Cowok itu tidak memperdulikan panggilan Resya dia melanjutkan langkahnya keluar dari apotik itu.


Resya masih mengerutu"dasar cowok aneh."


Resya yang sudah mendapatkan obat dan pembalut pergi kekasir"semuanya berapa?"tanya Resya.


"Sudah di bayar oleh Tuan tadi"kata pelayan apotik itu.


"Oh...ok makasih"Resya buru buru mengambil barang yang dia beli lalu berlari,siapa tahu dia bisa mengejar cowok itu di luar....


Resya menuju tempat parkir tetapi dia tidak melihat cowok itu,dia tidak menyerah mencari dengan berjalan dari ujung ke ujung,"hoi kita di sini"teriak Dewi di dalam mobil.


Mata Resya melihat sekeliling berharap menemukan cowok itu tetapi tidak ada.Dia berjalan menuju mobil Dewi


"Lama sekali,kita hampir lumutan"kata Mona mengerutu kesal.


"Aduh maaf,tadi Al bikin kekacauan di dalam apotik"kata Reysa menyodorkan uang dan kantong plastik kepada Dewi.


"Maksudmu Al teman kita satu kelas?"saut Mona.


"Hm"jawab Resya menganggukan kepala.


"Trus uang apa ini,kok utuh?"Dewi bertanya sembari mengayun ayunkan uang itu di tangannya.


"Al yang membayar obat dan pembalut ini"kata Resya matanya melihat bingkisan yang di pegang Dewi.


Resya menceritakan kejadian Al yang tidak sengaja menabrak dirinya "kenapa Al bersikap begitu dingin dan sombong,setau aku bukanya dia orangnya periang,ramah,ech tetapi dia sekarang tambah ganteng lho"kata Resya sambil membayangkan cowok itu.


"Cie.....cie...cie,yang lagi jatuh cinta"seru Dewi dan Mona bersamaan.


"Ech apaan sih kalian"kata Resya tersipu malu,"tetapi benar kok dia tambah ganteng di balik sikapnya yang cool itu"gumam Resya mengungkapkan kekagumannya di dalam hati.


Tadinya Mona ingin bermain ke rumah Dewi,tetapi dalam perjalanan pamannya menelpon menyuruhnya untuk pulang lebih cepat.


Tidak lama Mona sudah sampai di rumahnya,mereka saling berpamitan dan tinggallah Resya dengan Dewi di dalam mobil itu,tiba tiba suara pesan masuk dari ponsel Dewi,dia mengambil ponsel tersebut di dalam saku bajunya,Sambil tersenyum Dewi membalas pesan itu


Lagi buat apa ------Yayan


Lagi balas pesan dari kamu ------Dewi


Sayang....sudah makan?     -----Yayan

__ADS_1


Belum.....                              -------Dewi


Kok belum,kalau kamu sakit aku bagaimana-----Yayan


Lagi di jalan,baru naik mobil sebentar lagi sampai rumah      -----Dewi


Ok nanti kalau sudah sampai kasih tau ya,see you emuach emuach  ------Yayan


Resya yang sudah bosan menunggu Dewi cengar-cengir dari tadi"sampai kapan kamu seperti itu."


"Ech....iya"kata Dewi memasukkan ponselnya kedalam saku dan melajukan mobilnya.


Di sepanjang perjalanan pulang,Dewi bernyanyi,sesekali Resya mengamati temannya ini sambil berpikir tidak biasanya Dewi seperti ini, apakah dia sedang jatuh cinta tetapi dengan siapa?.


Tidak lama mereka sudah sampai.


"Siang tante"sapa Resya melihat mamanya Dewi yang sedang duduk di ruang tengah.


"Siang...nak,ayo makan"ajak mamanya Dewi.


"Ma...kita ganti pakaian dulu di atas"kata Dewi.


******


Di dalam kamar Bryan dan Dave sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing,Dave yang sedang duduk di meja belajar sambil menikmati secangkir teh dengan beberapa kue.


Sedangkan Bryan melonjorkan kakinya di atas tempat tidur  sambil tersenyum chatt dengan beberapa cewek,Dia yang sudah mulai bosen berdiri melangkahkan kakinya menuju jendela kamar dia yang terkenal playboy tetapi dia telah jatuh cinta pada seorang cewek,sembari  membayangkan wajah cewek yang dia cintai sejak dulu,tetapi susah untuk dia raih,"bagaimana apakah kamu sudah mendapatkan cewek itu?"kata Dave membuyarkan lamunannya.


"Sebentar jam 5 sore kita akan bertemu di cafe EVE,temanin aku"jawab Bryan.


"Enggak mau itu misi kamu,jangan bawa bawa aku bro..."saut Dave menolak ajakannya.


"Lihat...ini,bagaimana menurutmu"kata Dave menyodorkan ponselnya yang memperlihatkan foto seorang cewek cantik kepada Bryan,"Jangan sampai itu bukan wajah aslinya"seru Bryan yang sudah berpengalaman soal cewek.


"Tapi ini asli bro"saut Dave lagi sembari memperlihatkan foto cewek itu.


"Apa kamu pernah video call dengan dia?"tanya Bryan sambil pergi menuju ruang ganti untuk bersiap siap.


Dave yang di tanya terdiam, mengingat ingat,ketika dia berkali kali mengajak video call tetapi cewek  itu menolaknya dengan banyak alasan.


Bryan yang sudah memakai hoodie sedangkan di bagian luarnya memakai leather jacket di padukan dengan celana jeans terlihat tampan dan berkarisma.

__ADS_1


Berulang kali berdiri di depan kaca dan menyemprotkan minyak wangi di seluruh tubuhnya sehingga seluruh ruangan di penuhi bau itu,Dave yang saat itu sedang duduk di sofa sembari bermain ponsel mengendus ngendus dari mana asal bau itu."Yang ada cewek menjauh,emangnya kamu mayat hidup ya"ujar Dave sambil terkekeh.


"Berisik,pergi mandi cepat,nanti temanin aku"kata Bryan mendorong Dave ke kamar mandi.


"Aku nanti jadi obat nyamuk"saut Dave lagi berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Tidak akan,aku sudah mencarikan teman kencan buatmu"kata Bryan mendorong Dave masuk kamar mandi dan menutup pintu itu keras brak


Di dalam kamar mandi Dave mengerutu kesal"selalu saja memaksa"dia penasaran seperti apa wanita kencannya sambil membayangkan tiba tiba tok tok tok suara ketukan pintu yang sangat keras."mandi apa tidur"teriak Bryan di luar kamar mandi.Dave membuka pintu sedikit lalu berkata


"Berisik,ayo sini mandi sama sama."


"Kamu gila ya"teriak Bryan berlalu pergi.Dave menutup pintu sambil terkekeh lagi.


Dave memakai pakaian milik Bryan sebab ukuran badan mereka berdua sama.


*****


Tidak lama mereka sudah sampai di sebuah cafe EVE yang elite hanya orang kaya bisa masuk ke tempat itu,Bryan sudah reservasi tempat itu 1 hari sebelumnya,dia memesan 2 meja,1 meja buat dirinya yang 1 lagi buat Dave,yang menghadap ke laut,sengaja dia membuat janji sekitar jam 5 sore supaya bisa melihat matahari terbenam"bukankah itu sangat romantis"gumamnya dalam hati sambil tersenyum.


"Selamat sore tuan Bryan silahkan"kata pelayan cafe ketika Bryan baru masuk di pintu.Pelayan itu sudah mengenalnya,karena Bryan termasuk pelanggan di cafe ini,"silahkan Tuan,ini meja anda"kata pelayan itu menunjukkan 2 meja pesanan Bryan.


Pelayan itu berpamitan dan pergi,Bryan dan Dave melihat lihat pemandangan yang sangat memukau langit yang berwarna jingga menandakan matahari segera terbenam."sudah jam 5 lebih, mereka jadi datang tidak?"tanya Dave melihat jam yang melingkar di tangannya.


Bryan yang di tanya tidak menjawab, pikirannya campur aduk sebenarnya mereka jadi datang tidak,dia berinisiatif untuk menelpon tetapi di urungkan setelah melihat 2 gadis berjalan menuju mejanya.


"Kalian..."seru Dewi terkejut menunjukkan jarinya ke arah Dave dengan Bryan bergantian.


Dave melirik Resya ikut terkejut dan berseru"kalian ngapain ke sini".


Dewi diam tidak menjawab malahan dia cuek dan duduk"Sya...kita duduk di sini,meja ini sudah kita pesan"Resya yang binggung dengan situasi itu dia ikut duduk di sebelah Dewi.


"Nona cantik,meja ini sudah di pesan Bryan 1 hari sebelumnya,iya kan Bryan"kata Dave menyengol bahunya,tetapi Bryan diam saja.


"meja ini sudah di pesan temanku"kata Dewi sambil mengingat ingat nomer meja yang sempat teman cowoknya kasih lewat chatt kemarin.


"Jangan sampai temanmu kasih no salah,coba kamu telpon dia"seru Dave dengan nada ketus


"Baek aku akan telpon,kalau aku yang benar kalian siap siap menyingkir dari sini"saut Dewi mengambil ponsel dan mencari kontak dengan nama Yayan,sudah dapat lalu menaruh ponsel di dekat telinga kring.... kring....kring.....


Mereka semua di kejutkan oleh suara bunyi telpon yang tak jauh dari mereka berdiri...

__ADS_1


__ADS_2