
Dua anak cewek terlihat mondar mandir di depan villa sedang menunggu seseorang,akan tetapi tidak kunjung datang.
" Dave..." panggil Dewi ketika melihat Dave keluar dari kamarnya.
" Kamu lihat Resya ?, dari tadi pagi dia belum kembali. "
" Bukannya dari tadi bersama kalian "ucap Dave.
Hari semakin petang,mereka sudah mencarinya ke mana mana, akan tetapi tidak menemukannya, tiba tiba suara langkah kaki berjalan semakin mendekat, ketika yang Dave lihat itu adalah Resya hatinya begitu lega dan berucap " sungguh menyusahkan saja,dari mana saja kamu? "
Resya tidak menjawab dia berjalan melewati Dave, " terserah aku mau kemana,apa urusanmu. "
Dave menarik tangan Resya " kita semua mengkuatirkanmu,besok pagi kita pulang, "
" aku tahu,lepaskan..."teriak Resya berusaha melepaskan tangannya.
Semakin dia ingin melepas tangannya, Dave semakin mencengkramnya kuat, membuat Resya merintih kesakitan, "ach...sakit,lepaskan..." teriak Resya lagi dan berlalu meninggalkan Dave.
Resya masuk ke dalam kamarnya di susul oleh kedua sahabatnya itu, karena badannya terasa lengket dan bau keringat dia menuju mandi.
Kedua sahabatnya menunggu Resya di dalam kamar, sudah hampir 1 jam lebih dia tidak keluar dari kamar mandi, tidak biasanya dia mandi selama ini.
Karena kuatir terjadi sesuatu padanya, Dewi mengetuk pintu kamar mandi dengan keras, "Sya...buka pintunya, apa yang kamu lakukan di dalam stu, "
karena Resya tidak menyaut Dewi mengetuk pintu itu lebih keras lagi, " Sya...buka pintunya" teriak Dewi.
Resya sebenarnya malas untuk bertemu dengan kedua sahabatnya itu, pasti mereka akan melontarkan banyak pertanyaan.
Ketika Dewi hendak mendobrak pintu itu, Resya muncul tercium bau sabun di tubuhnya," aku baik baik saja. "
" Syukurlah..."ucap kedua sahabatnya bersamaan.
" Sya...apa betul yang di katakan Amel " tanya Dewi dengan suara pelan, takut Resya tersinggung.
"Jadi kalian lebih percaya dia, dari pada aku " jawabnya melihat Mona dan Dewi bergantian.
" Maksudnya bukan begitu..., semua orang menyudutkan kamu "kata Dewi
" Itu tidak benar,aku lelah ingin istirahat " Resya naik ke atas tempat tidur.
" Itu kan...aku bilang apa, Resya tidak mungkin melakukan hal sejahat itu" ucap Mona menyengol bahu Dewi.
__ADS_1
" Apa tidak sebaiknya kamu makan dulu, dari tadi siang kamu belum makan" ucap Dewi lagi.
" Aku sudah makan, pergilah..." teriak Resya.
" Kamu makan di mana?, di sekitar sini..." perkataan Dewi terputus, ketika mulutnya di bekap tangan Mona.
" Kamu terlalu banyak bicara, Resya ingin istirahat " Mona menarik tangan Dewi, untuk keluar dari kamar itu.
Ketika kedua sahabatnya sudah keluar dari kamar,Resya yang tidak bisa tidur,termenung menatap langit langit kamar, " oh...Tuhan,apa yang akan terjadi esok. " Dia menggaruk rambutnya yang tidak gatal dengan penuh kecewa.
Dengan kejadian yang menimpanya, pasti dia akan jadi bahan olokan, di kucilkan oleh semua orang, dan pastinya dia akan mendapatkan hukuman dari pihak sekolah, yang lebih parahnya lagi beasiswa yang aku pertahanankan selama ini pasti akan di cabut." Aku harus mencari kerja sambilan ke mana lagi. "
Di dapur nampak Dave sedang duduk sendiri menikmati segelas kopi, " Apa dia sudah tidur? " dia bertanya ketika melihat Mona dan Dewi.
Mona tahu siapa yang di maksudnya" iya dia sudah tertidur. "
Penantiannya sia sia, Dave yang segaja malam malam berada di dapur untuk menunggu Resya dan meminta penjelasan kepadanya.
" Kak...,sikap kakak terhadap Resya sudah keterlaluan, itu semua tidak benar"ucap Mona memberanikan diri.
" Kamu tahu apa? bukannya semua sudah jelas " Dave menyeruput sedikit demi sedikit kopi itu yang masih terasa panas.
" Sebenarnya dia pacarnya atau bukan sih..., cowok susah di tebak "gerutu Mona dalam hati sambil meliriknya.
" Kalian terlalu banyak bicara , perempuan tidak bagus begadang , pergilah tidur " Dave berkata dengan menatap tajam kedua sahabat Resya bergantian.
Dewi dan Resya melihat tatapan itu ketakutan, cepat cepat menyeruput teh yang mereka buat tadi, dan pergi meninggalkannya sendiri.
Dave mengingat kembali akan perkataan kedua sahabat kekasihnya itu, mungkin ada benarnya juga.
mengingat ingat secara detail kejadian tadi pagi, tetapi dia tidak menemukan keanehan sama sekali.
Keesokkan harinya.
Pagi pagi Resya sudah bersiap, Dave melihat dia kesusahan membawa tas ransel itu,
" biar aku bantu " Laki laki itu mengambil tas dari tangan Resya.
" Aku tidak butuh bantuanmu " seru Resya mengambil kembali tasnya di tangan laki laki itu.
" Terserah..., dasar keras kepala " ucap Dave menatapnya dingin.
__ADS_1
Resya hendak menaruh tas itu di punggungnya, karena tas itu yang begitu berat membuat dia terjatuh kebelakang ,
brukk...
Suara tubuh Resya terjatuh di lantai,
" aduh ...sakit sekali " dia memegang pantatnya yang terpukul keras di lantai.
" Kamu tidak apa-apa? " tanya Dave , membantunya berdiri, akan tetapi cewek itu menolaknya.
" Aku bisa berdiri sendiri! " dia berkata dengan nada keras.
" Lihatlah... dirimu, kalau kamu memang mampu, kamu tidak mungkin terjatuh " Dave tertawa meledek.
" Ini... semua gara gara kamu, kalau kamu tidak memberikan tas seberat ini,aku tidak mungkin terjatuh " teriaknya sambil berusaha berdiri.
" ach...! " Resya menjerit,ketika tali tas ransel itu menjerat kakinya , untungnya Dave dengan cepat memegang tubuhnya, sehingga dia tidak terjatuh untuk ke dua kalinya.
" Lepaskan, jangan pegang pegang. "
" Keras kepala..." Dave membawa tas itu, lalu berjalan di ikuti Resya sembari memegang pantat nya yang masih terasa nyeri.
Resya bukannya menuju mobil Dave akan, tetapi dia menuju mobil Bryan, " aku numpang kalian ya..." ucapnya dengan nada memohon.
Kedua sahabatnya yang sedang berada di dalam mobil saling berpandangan.
"Tidak boleh...,ayo masuk! " Dave seperti biasanya membukakan pintu untuk cewek yang dia cintai itu.
Resya enggan satu mobil dengannya, " coba tadi tidak ada acara jatuh,pasti aku tidak ketinggalan bis."
"Sya... pergilah dengan Dave , dia ingin berbicara sesuatu denganmu, memang dia agak kasar akan tetapi dia takut kehilanganmu dan takut terjadi sesuatu pada dirimu. " Bryan berkata membujuk Resya karena menurutnya mereka berdua butuh waktu untuk lebih terbuka lagi.
Saat mobil Bryan sudah tidak dapat di lihat oleh jangkauan mata,Resya masih berdiri di tempatnya semula.
Membuat Dave tidak sabar menunggunya untuk masuk ke dalam mobil " apa perlu aku gendong " ucapnya mengoda Resya.
" Aku bisa berjalan sendiri " cewek itu berjalan tertatih memegang pantatnya yang masih terasa nyeri.
Dave melihatnya berjalan merintih kesakitan,
" terlalu lama kamu berjalan " Dave mengendongnya,Resya meronta ronta meminta turun," semakin kamu bergerak,kita akan terjatuh sama sama. "
__ADS_1
Resya melihat sekeliling,"tidak perlu kuatir, tinggal kita berdua di sini " ucap Dave tahu apa yang dia pikirkan.
Tiba tiba Dave menghentikan mobilnya ketika mendengar panggilan seorang cewek...