
Jangan sampai temanmu kasih no salah,coba kamu telpon dia"seru Dave dengan nada ketus
"Baek aku akan telpon,kalau aku yang benar kalian siap siap menyingkir dari sini"saut Dewi mengambil ponsel dan mencari kontak dengan nama Yayan,ponsel tersambung kring....kring.....
Mereka semua di kejutkan oleh suara bunyi telpon yang tak jauh dari mereka berdiri...
Dewi merasa heran pandangannya mengarah pintu masuk cafe itu,tetapi tidak di dapati seorang pun masuk di dalam cafe,bunyi deringan ponsel semakin dekat.Mereka mencari sumber bunyi itu.
Dewi maju mendekati Bryan,mereka saling bertatapan.Bryan dengan polosnya tidak menyadari bahwa deringan itu berasal dari ponselnya,"ech... ternyata ponselku yang berbunyi"Bryan mengambil ponselnya dari saku celana,mengeser ikon berwarna hijau
"Hallo...."ucap Bryan.
Dewi melotot hendak mencengkeram Bryan,Bryan yang kebingungan apa maksud tatapan itu karena tidak mendapatkan balasan di balik ponselnya,Bryan melihat layar depan ponselnya ada sebuah nama Dewiku.
Dewi merampas ponsel Bryan,dan berteriak"Bryaaaaaaaannn...!!!"
Teriakan Dewi sampai terdengar di luar cafe,untungnya cafe itu masih sepi,beberapa pelayan mendekat bertanya tetapi Dave mengusir pelayan itu dan berkata"ini urusan sepasang kekasih kita tidak boleh ikut campur",pelayan itu pergi meninggalkan mereka.
Bryan berlari menuju pintu keluar cafe sedangkan Dewi berteriak"tungguuu .... jangan lari,kamu hutang penjelasan kepada ku!!!".seketika itu Bryan berhenti membuat jarak mereka hanya beberapa meter.
"Kamu mempermainkan ku,kamu berusaha membohongiku,kamu tidak pernah berubah dari dulu,dasar play boy tengik....!!!!"seru Dewi melepaskan sepatunya dan melempar sepatu itu kearah Bryan,untungnya Bryan menghindar dengan cepat berlari keluar cafe,Dewi yang masih kesal berlari mengikutinya.
"Aku tidak membohongimu...!!!"ucapan Bryan terputus ketika Dewi bertanya"kalau tidak berbohong kenapa kamu memakai nama dan muka samaran?".
"Nama dan muka itu adalah asli bukan samaran,kamu sendiri tau kan nama kecilku Yayan,dan yang di foto itu,aku ambil waktu di luar negeri karena pengaruh kamera yang sangat canggih jadi aku kelihatan lebih ganteng kan"Bryan menjelaskan dengan terkekeh.
"Cih....dasar norak"Dewi membuang ludah sambil menggaruk garukan kepalanya yang tidak gatal mengumpat dalam hati"sialan bodohnya aku,memang aku yang salah tidak teliti pantas saja,rayuan Yayan waktu itu mengingatkan ku pada Bryan play boy tengik ini".
"Apa maksud kamu pertemuan ini?,kamu sengaja mempermalukanku?"tanya Dewi yang hendak melempar sepatunya yang masih tersisa 1.
Bryan mundur satu langkah,dia mengenal betul dengan sikap Dewi kalau marah,Bryan berusaha menenangkannya"aku tidak bermaksud begitu,pertemuan ini bukan main main,aku ingin mengungkapkan perasaan ku yang dulu ku pendam bahwa aku sangat mencintaimu."
Dewi terkejut dengan pengakuan Bryan,sepatu yang tersisa 1 jatuh di lantai buk...
Bryan mengambil kesempatan maju beberapa langkah mendekatinya, sehingga membuat jarak mereka semakin dekat Dewi mundur menjauh tiba tiba Dewi hampir terjatuh terpeleset karena dia menginjak genangan air,untungnya Bryan menangkap tubuhnya.
"lepaskan aku!!!"seru Dewi.
__ADS_1
"Tidak"Bryan memeluk tubuh Dewi lebih erat
"Lepaskan!!!"
Bryan terdiam,Dewi yang belum siap menjaga keseimbangan tubuhnya tiba tiba Bryan melepaskan pelukannya"ach....!!"teriak Dewi yang sudah terjatuh dalam genangan air.
"Bryaaaaaaaannn...!!kamu sengaja ya"teriak Dewi kesal melihat roknya yang sudah basah.
"Bukannya,kamu bilang lepaskan."
"Ach....sungguh kamu sangat menyebalkan!!!"teriak Dewi hendak berdiri Bryan mengulurkan tangannya.
Sedangkan Dave dari tadi memandangi cewek yang berdiri di depannya terpesona begitu manis dengan kaos simple motif dan rok slim flowers yang elegan, membiarkan rambutnya sebahu jatuh tergerai,berbeda ketika dia melihat Resya di sekolah penampilannya yang biasa-biasa saja,memang dari sananya dia cantik natura,apalagi kalau di poles sedikit jadinya akan seperti begini."hai cantik silahkan duduk"kata Dave sembari menarik kursi untuk Resya.
Resya yang hendak pergi memisahkan Dewi dengan Bryan yang sedang berkelahi tetapi Dave menghalanginya,"biarkan saja,nanti juga saling berpelukan,sebenarnya mereka saling mencintai tetapi mereka tidak sadar"saut Dave menarik Resya untuk duduk.
"Aku bisa duduk sendiri."
"Kalian kan berteman,kenapa kakak setega itu"
Resya yang baru tahu berkata"oh begitu ya"sembari melirik Dewi dengan Bryan yang masih beribut.
"Apa perlu aku suapin"kata Dave yang memegang sendok untuk menyuapi Resya.
"Aku bisa makan sendiri"ucap Resya.
*****
Dewi yang masih mengerutu menyalahkan Bryan karena roknya basah"lihat ini rok ku basah."
Bryan menarik pinggang Dewi"kamu mau apa,lepaskan"kata Dewi memberontak.
"Berisik,perempuan tidak baik terlalu cerewet"saut Bryan sambil mengikatkan jaketnya di pinggang Dewi.
"Sudah selesai,dengan begini tidak kelihatan dalamannya"saut Bryan tersenyum menggoda.
"Maksud kamu...."perkataan Dewi terpotong, ketika tiba tiba ciuman Bryan mendarat di bibir Dewi.
__ADS_1
Ciuman itu biarpun sekilas tetapi sangat berkesan bagi Dewi,bagaimana tidak Bryan yang selalu bisa mencairkan suasana,yang tadinya Dewi terlalu cerewet sekarang terdiam sambil mengigit bibir bawahnya.
"Aku sudah lapar"kata Bryan mengandeng Dewi untuk masuk ke dalam,
Dewi berkata dengan lirih menundukkan kepalanya"apakah cewek kamu tidak marah."
"Aku tidak punya cewek"
"Omong kosong,bukannya kamu play boy"
"Aku sekarang mantan playboy, berkat seorang cewek aku bisa berubah dari kehidupan ku yang lama,kamu mau tau siapa cewek itu"kata Bryan lagi.
Dewi terdiam pikirannya campur aduk,dia binggung"apa maksud ciuman barusan, sekarang dia malah mengagumi seorang cewek di depan ku,dasar cowok aneh"gerutu Dewi dalam hati."
"cewek itu kamu"kata Bryan tidak menunggu lama lagi.
Namanya juga mantan play boy bisa membuat seorang Dewi tersipu malu lagi,Bryan mengandeng Dewi untuk masuk ke dalam cafe.
"Itu apa yang aku bilang,betulkan"kata Dave sembari melirik Dewi dan Bryan yang berjalan menghampirinya.
Resya yang saat itu sedang makan terhenti ketika melihat mereka berdua dan menahan tawanya,bagaiman tidak tertawa mereka saling bergandengan Dewi berjalan dengan kaki kosong sedangkan tangan Bryan yang satunya menenteng sepatu Dewi.
"Apa yang lucu?"tanya Dewi sambil mencubit bahu Resya.
"Kakimu lecet"tanya Resya melihat kakinya.
"Ngak"sambil Dewi melihat kebawah kakinya yang telanjang.
"Ech....kok bisa"Dewi tersadar ketika sepatunya di tenteng Bryan dan merampas sepatu itu.
*****
Bryan mengeser kursi"duduk lah"saut Bryan kepada Dewi.
"Ech iya makasih"saut Dewi yang sudah salah tingkah.
"Jadi kalian sudah baikan ni...!!!"ucap Dave
__ADS_1