HAI STEVIE MANIS

HAI STEVIE MANIS
32.Singkirkan tangan mu


__ADS_3

"Mereka merencanakan hal jahat, mereka ingin menjebak direktur Ardian, direktur Moo menyuruh salah satu *******, untuk menaruh obat ke dalam minumannya" pegawai itu menjelaskan apa yang dia dengar tadi.


Pegawai itu adalah anak buah dari sekretaris Lee, sebelum mereka datang ke kota ini sekertaris menyuruh anak buahnya itu untuk memata matai direktur Moo beserta bisnis apa saja yang direktur itu jalani.


"Kamar nomer berapa direktur berada?" tanya sekretaris Lee, anak buah itu memberikan secarik kertas, kunci dan berupa ponsel yang berisi rekaman percakapan antara direktur Moo dengan seseorang.


"aku sudah mentransfer sejumlah uang di no rekening mu, pergilah...malam ini juga dari kota Saun!" seru sekretaris Lee.


" Bagaimana dengan direktur?" tanya anak buahnya itu yang sudah bekerja di Ardian Group bertahun tahun, mengkuatirkan keadaan atasannya yang sedang dalam bahaya.


"Tugasmu sudah selesai...!, anak buah direktur Moo sudah mencium jejakmu, pergilah cepat...!" seru sekretaris Lee dengan nada keras, dan tidak mau di bantah.


" Baik... sekretaris Lee, saya permisi" anak buah itu berlari ke ujung jalan, pandangan sekretaris Lee menuju ke arah anak buahnya yang sedang naik motor, lalu melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, hingga bayangannya tidak terlihat lagi.


Tepat 1 jam lebih 45 menit, sekertaris Lee melihat jam yang melingkar di tangan kanannya, menghirup nafas dalam dalam kemudian dia hembuskan secara perlahan-lahan, cara itu yang sering direktur ajarkan, bisa membantu berpikir jernih.


" Apa yang akan kita lakukan selanjutnya, sekretaris Lee?" tanya supir yang sedang duduk di sebelahnya.


" Kita masuk kedalam!" ucap Sekertaris Lee membuka pintu mobil, diikuti supirnya.


Mereka berdua sudah berada di dalam Bar itu, suara yang sangat bising, bau rokok maupun bau alkohol yang sangat menyengat.


Beberapa perempuan dengan pakaian yang sangat minim, make up yang begitu tebal, memang terlihat sempurna, cantik dengan body seperti sebuah gitar menunjukkan lekukan-lekukan yang sangat sempurna, mukanya bersih, dan putih akan tetapi sudah berapa banyak lelaki memakainya.


Sekretaris Lee menelan salivanya di saat ia menaiki tangga, dan bertemu dengan seorang perempuan, yang tiba tiba merangkul, menempelkan dua gunung miliknya yang begitu besar, dan montok di tubuh sekertaris Lee, " main yuk...!" ucap perempuan itu dari mulutnya yang berbau alkohol


" Singkirkan tangan mu...!, temanku itu mengidap A*DS, kamu mau tertular...?" tanya supir itu dengan nada tinggi.

__ADS_1


" Ich...jijik" ucap perempuan itu dan menjauh dari tubuh sekretaris Lee.


Sekertaris Lee melototi supirnya yang merasa tidak sopan terhadapnya tadi, sedangkan supir itu menundukkan kepalanya dengan ketakutan, sembari berucap "maaf sekretaris Lee..., saya hanya menolong anda."


" Sudahlah..., kita cari direktur sebelum terlambat."


Sekertaris Lee beserta supir itu naik di lantai 3 sesekali melihat pengawal direktur Moo, mereka berdua bersembunyi, dugaannya semuanya meleset ternyata rubah tua itu sangat licik.


Dia kerahkan semua anak buah nya untuk mengawasi mereka, terlihat kamar yang berjejer, mereka mencari satu persatu nomer yang menempel di pintu kamar tersebut.


"Sekertaris Lee...di sini" ucap supir dengan suaranya yang lirih takut kedengaran oleh pengawal direktur Moo.


Tidak tunggu lama sekertaris Lee membuka pintu itu dengan sebuah kunci cadangan yang di dapat dari anak buahnya tadi.


"Direktur..." ucap sekretaris Lee, dengan supirnya bersama sama terkejut, dengan pemandangan di dalam kamar itu, ketika direktur Ardian tanpa mengenakan baju, sedang duduk di tepi tempat tidur memijat keningnya terlalu banyak minum alkohol.


Dan yang lebih parah lagi melihat seorang perempuan tertidur di atas ranjang tanpa mengenakan baju, hanya berselimutkan kain menutupi tubuhnya, sedangkan semua pakaian milik perempuan itu di buang sembarang tempat.


Sedangkan sekertaris Lee dan supirnya mematung, yang masih tidak percaya, dengan kondisi yang dia lihat barusan.


" Jangan berpikir macam macam, kamu kira aku tidak bisa mendapatkan perempuan yang lebih bagus dari dia, kalian kira aku sekotor rubah tua itu?" direktur Ardian melontarkan pertanyaan pertanyaan itu kepada bawahannya.


"Kami tidak bermaksud begitu, kami percaya pada anda, maaf kan kami...!"seru kedua bawahannya sembari menundukan kepalanya.


Direktur menyuruh kedua bawahannya itu untuk mengurus perempuan itu yang telah tertidur nyenyak seperti orang mati, menyuruh sekertaris Lee menaruh beberapa lembar uang di atas meja untuk perempuan itu.


Sekertaris Lee hendak mengecek semua isi di dalam kamar, siapa tahu direktur Moo menyuruh anak buahnya menaruh Cctv di dalam kamar,

__ADS_1


Tiba tiba direktur Ardian berkata " sekretaris Lee...,tidak perlu kamu mencarinya, aku sudah membereskan semuanya termasuk ponsel perempuan itu."


Sekretaris Lee merasa tidak enak karena atasannya itu selalu melangkah lebih cepat di banding dirinya sebagai anak buah.


"Apa perlu kita singkirkan perempuan ini?" ucap supir.


" tidak perlu, kita ikuti permainan rubah tua itu." ucap direktur Ardian dengan sorotan matanya yang tajam seperti seekor harimau, yang akan menerkam musuhnya dengan satu kali terkaman


Dia merasa di permainkan oleh direktur Moo, selama ini tidak ada yang berani menganggunya, kini direktur Moo telah membangunkan seekor harimau "tunggu pembalasanku..." gumam direktur Ardian dalam hati, dan menarik topi untuk dia kenakan supaya pengawal direktur Moo tidak mengenalinya.


Direktur berserta bawahannya keluar dari kamar itu dengan cara mengendap ngendap.


"Hai...kalian sedang apa?" suara anak buah direktur Moo, melihat 2 lelaki sedang memapah seseorang.


"Bos...,gadis gadis disini sangat liar, sehingga membuat kawanku tidak mampu lagi untuk berjalan, jadi kami mengantarkannya pulang, dari pada disini dia membuat keributan" ucap lelaki yang lainnya.


"Ha... ha.. ha, pergilah!" seru anak buah itu, sembari tertawa.


"Maaf direktur..., saya tidak sopan tadi" ucap supir mengikuti langkah direkturnya.


"Kerja bagus..." ucap direktur menepuk bahu supirnya.


Dia yang suka kebersihan, dan merasa jijik atas sentuhan perempuan itu, cepat cepat menuju kamar mandi mengosok gosok seluruh tubuhnya dengan sabun.


Ingatannya memutar kembali kejadian tadi di saat perempuan itu menuangkan minuman di dalam gelasnya, ketika perempuan itu hendak ke kamar mandi, dia ingin meminum alkohol yang sudah perempuan tadi tuang ke dalam gelasnya, akan tetapi tiba tiba dia urungkan niatnya, ketika melihat botol plastik ukuran kecil terjatuh di bawah meja.


Dia mengikuti permainan perempuan itu, dia yang pura pura mabok, dan menuju kamar maksiat itu, terpaksa melucuti pakaian perempuan itu tanpa sehelai benang pun, dan menyuruh perempuan itu minum anggur.

__ADS_1


Dengan bujuk rayuan lelaki tampan yang di hadapannya, perempuan itu meneguk satu gelas anggur yang di campur dengan obat miliknya, tidak lama perempuan itu jatuh hingga pingsan tak sadarkan diri di atas tempat tidur, mungkin karena dia menaruh obat itu terlalu banyak, sehingga perempuan itu langsung pingsan.


Dia menaruh perempuan itu di atas tempat tidur, dan menyelimutinya, dia membongkar semua seisi ruangan dan tas milik perempuan itu, ternyata dugaannya betul direktur Moo memasang begitu banyak Cctv di dalam kamar untuk menjebaknya, " dasar b*jing*n" ucapnya dengan geram.


__ADS_2