Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
Rumah Haikal .


__ADS_3

" sialan lo salah lapak dengan memilih ku , karena aku tidak percaya dengan pernikahan den kenapa kamu terus mengangguku dengan masalah sialan ini " ucap Ariella .


" dan aku tidak perduli dengan hal itu mau kamu percaya ataupun tidak , dan aku akan selalu menganggumu sampai kamu mengerti posisi mu "


" kau egois sekali tuan "


" sesekali orang harus egois "


" aku sarankan kamu mencari wanita lain dan menikah dengannya "


" itu tidak mungkin karena kita sudah menikah , aku tidak ingin ambil pusing dengan mencari wanita lain " jawab Haikal .


" sialan " umpat Ariella yang akan melayangkan kepalan tangannya , hendak memukul Haikal , tapi sayang tangannya tertahan oleh seorang yang lebih besar darinya .


" maaf nona " ucap Miyoko sambil menahan tangan Ariella .


" bawa dia masuk ke mobil " perintah Haikal .


" baik tuan " ucap Miyako yang langsung memutar tubuh Ariella hingga mebelakanginya , lalu dengan cepat meraih tangan satunya lagi dan menahan kedua tangan Ariella ke belakang .


" lepas bangsat " marah Ariella sambil mencoba melepaskan diri namun sayang ia kalah kuat dari laki - laki bertubuh atletis itu .


" maafkan saya nona lebih baik anda menurut , saya tidak ingin menyakiti anda . " jawab Miyako .


Di dalam mobil Ariella terus memberontak hendak mencoba melepaskan diri , tapi sayangnya Miyako mengikat kedua tangannya ke belakang saat laki - laki itu membawanya masuk ke dalam mobil , sesuai perintah Haikal .


" bangsat lepasin gue " marah Ariella sambil menendang kursi di depannya .


" diamlah " ucap Haikal yang duduk di sampingnya sambil melihat tablet .


" sialan gue akan laporkan kalian karena sudah menculik gue "


" laporkan saja aku tidak perduli , cukup aku katakan jika kau istriku masalah akan beres "


" sialan "


Lama di perjalanan hingga kini Mobil berhenti tepat di depan rumah yang cukup besar bak istana .


" nona silahkan keluar " ucap Miyako .


" tidak , gue mau pulang " ucap Ariella .


" saya tidak ingin memaksa anda nona "


" hais ... sialan " ucap Ariella , ia keluar dengan tangan yang masih terikat ke belakang .


" ayo " ajak Haikal , dengan malas dan segala umpatan Ariella berjalan mengikuti Haikal di belakangnya .


Kedatangan Haikal para pelayan langsung menyambut kedatangan tuan mudanya namun saat melihat Ariella di sana semua tampak penasaran , siapa anak yang berjalan dengan tangan terikat di belakangnya , tidak ..! bukan itu mereka lebih bingung saat melihat Ariella berambut panjang dan wajah yang tampak cantik bukankah dia laki - laki .


" siapa dia "


" laki - laki kok cantik ya "


" eh zaman sekarang mah banyak , anak laki - laki kelihatan lebih cantik dari perempuan "


" bener soalnya mereka perawatan " bisik - bisik para maid yang melihat sosok Ariella .


" ehem... " dehem Miyako yang langsung membuat semua terdiam , setelah itu miyako melepas ikatan di tangan Ariella .


" dari tadi kek sakit tau "


" maaf nona "


" kalian semua beri hormat pada nona muda " ucap miyako , bukannya membungkuk hormat mereka tampak bingung dan sedikit terkejut pasalnya miyako menyebutkan nona pada pemuda yang mereka anggap cantik itu .


" ehem .." dehem miyako lagi yang membuat semua orang langsung membungkuk hormat dan mengira jika Miyako salah sebut .


" ya elah ... nggak usah kayak gitu juga kalik lebay amat " ucap Areilla sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .


" ayo " ucap Haikal yang langsung menarik Ariella dan membuat gadis itu kesal di buatnya .


" lo bisa nggak usah nyentuh - nyentuh gue jijik gue " kesal Ariella tidak dihiraukan oleh Haikal yang malah terus berjalan .


" lo mau gue buat patah tulang ya "


" jagalah sikap mu , di sini aku memiliki pengawal yang lebih dari seperti Miko " ucap Haikal .


" emangnya gue takut " jawab Ariella yang langsung berjalan lebih dulu .


" hufff .."


" kita akan kemana "


" buka pintu di samping kanan mu "


Setelah kepergian Haikal dan Ariella , Miyako yang masih di lantai bawah melihat semua pelayan dan pengawal yang masih berdiri di sana .


" bersikaplah yang sopan dengan nona muda , beliau adalah istir tuan muda " ucap miyako yang membuat semuanya terkejut bukan main di buatnya .


Setelah mengatakan itu Miyako langsung pergi ke luar meninggalkan semua oarang yang terkejut dengan kabar dari Miyako .


" i istri "


" ka ka kapan tu tuan menikah " ucap salah satunya .


" dan apa ! , ternyata tuan muda suka sesama jenis " sahut yang lain membuat mereka semua serempak melototkan kepalanya .


" di sini a aku hanya bekerja jangan bicarakan soal itu aku tidak ingin kehilangan pekerjaan " sahut salah satu pengawal , membuat semuanya langsung terdiam .


Di kamar Haikal , Ariella langsung dudik di sofa dengan kaki yang bertumpu pada kaki satunya dan tangan yang bersedekap di dada , ia bersandar di sofa melihat seisi kamar yang cukup luas dengan sebuah rak yang berisi buku - buku , bisa di tebak jika pemilik kamar adalah kutu buku .


" sekarang jelaskan kenapa lo bawa gue kesini "


" karena kamu istri ku , belajarlah jadi istri yang baik "


" bangsat.. sudah gue bilang kal .." ucap Ariella terpotong .


" aku mau ke kamar mandi , " jawab Haikal yang langsung pergi masuk kedalam kamar mandi .


" sialan " umpat Ariella melihat Haikal yang sudah masuk kedalam kamar mandi .


Dengan malas ariella langsung beranjak , berdiri dari sofa dan langsung merebahkan dirinya di kasur empuk milik Haikal .


" harum " gumam Ariella yang kemudian memejamkan matanya .


Cukup lama Haikal berada di kamar mandi kini ia sudah keluar dari ruang ganti karena kamar mandi tersambung dengan ruang ganti , dengan baju lengkap , dan wajah yang lebih segar serta rambut basah , ia berjalan keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk , berjalan mendekat melihat Ariella yang sudah tertidur pulas disana .


" hufff ... jika bukan karena kakek aku juga tidak ingin melanjutkan pernikahan ini " gumam haikal , setelah mengatakan itu ia pergi ke meja belajarnya .


Pagi harinya Haikal di buat kesal oleh kelakuan Ariella yang tidak bisa di bangunkan sejak pagi tadi , mau tidak mau ia meninggalkan gadis itu sendiri dan berangkat kesekolah karena ia benar - benar takut jika terlambat seperti kemarin .


apa dia tidak takut terlambat ..


Sampai di sekolahan bertapa leganya Haikal jika ia belum bel masuk berbunyi , ia akhirnya bisa berjalan santai Brak .. " aw " pekik seseorang yang terjatuh karena menabrak Haikal yang berjalan di depannya dengan wajah kesal ia berdiri sambil mengibas - ngibas kan roknya yang kotor karena debu lantai .


" kalo jalan itu pake ma ma ta " ucapnya , wajah tampan yang terbentuk sempurna yang tengah melihatnya wajah marah berubah seketika saat melihat orang didepannya .

__ADS_1


" oh ha hai " sapa anak perempuan itu setelah berdiri


"....."


" maaf tadi aku yang terlalu terburu buru , kenalkan namaku emina anak baru di sekolah ini " ucapnya memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya .


"..... " tanpa menjawab hanya menatapnya dari bawah ke atas lalu Haikal pergi begitu saja .


" sialan .... tapi gak papalah ganteng banget gila , awas saja gue bakal bikin lo kepincut , baru saja gue masuk sekolahan ini sudah ketemu pangeran "


Di sisih lain Ariella yang baru bangun dari tidurnya langsung ke kamar mandi membersihkan diri , sebenarnya tadi dia tau jika Haikal membangunkannya dan dia juga terbangun hanya saja dia lebih memilih pura - pura tidur hanya untuk membuat anak laki - laki seumurannya itu kesal .


Selesai mandi dan berganti baju seragam milik Haikal dengan kemejanya yang sedikit kebesaran juga celananya yang ia pakaikan sabuk , setelah itu Ariella langsung keluar kamar , dan mendapati para pelayan di sana menatapnya dengan tatapan aneh .


" nona muda , tuan muda hai .. .." ucap Miyako yang baru masuk rumah setelah mengantar Haikal sekolah dan mendapat Ariella yang sudah rapi dengan baju serangam .


" di mana mobil gue " potong Ariella .


" di depan nona "


" baiklah " jawab Ariella yang langsung keluar , untung saja di mobilnya ada tas sekolahnya meski dengan mata pelajaran kemarin .


Sampai di sekolah , seperti biasa gerbang yang sudah di tutup satu jam yang lalu , baru menampakkan mahluk yang sudah tidak asing lagi .


" ariel lagi ariel lagi " gumma pak satpam sambil bergeleng membuka pintu gerbang untuk Ariella .


Keluar dari mobil , Ariella langsung masuk kedalam kelasnya tanpa menganggu bu tatik lagi , hari ini tidak ada anak yang terlambat kecuali dirinya ya hanya dirinya yang tengah santai berjalan masuk kedalam kelasnya untung guru pengajar berhalangan hadir .


" telat lagi riel " tanya Alex .


" seperti yang kamu lihat " jawab Ariella dengan santai .


" eh eh ..lo pada tau nggak di kelas sebelas ada anak baru " ucap salah seorang teman perempuan satu kelasnya yang bikin heboh .


" yang mana "


" wah lo ketinggalan dia anak pindahan yang baru saja masuk tadi pagi yang rambutnya warna kuning pirang "


" kalian nggak ada kerjaan selain mengosip " sahut Aldo .


" nggak ada , lo jadi orang ngak usah ganggu risih gue " sahut Tania anak yang terkenal biang gosip di sekolah .


" ya elah tan idup lo penu dosa banget sih " kata Aldo emang keduanya sering banget berantem kayak tikus dan kucing .


" idup lo sendiri emang nggak "


" lama lama lo pada gue nikahin berisik banget jadi orang " sahut Ariella .


" ih najis mending gue nikah sama hanoman dari pada dia "


" selera lo buruk banget sih tan sudah bagus di nikahin sama aldo malah milih si hanoman " sahut Alex .


" bodo amat mending nikah sama hanoman dari pada sama si mahluk astral kayak dia " ketus Tania .


" ye gue juga ogah kalek nikah sama lo mending gue nikah sama dewi sinta "


" dewi sinta yang ogah nikah sama lo serem banget masak nikah sama laki - laki jadi - jadian " solot Tania yang mengundang tawa semua anak di kelas yang mendengarkan perdebatan Tania dan aldo begitupun Ariella dam Alex yang juga ikut tertawa .


" bangsat lo ... gue sumpahin lo beneran nikah sama si hanoman "


" bodoh amat "


Sedangkan dikelas sebelas ips tiga tampak anak berambut lirang yang batu mengenalkan diri merasakan kuping kirinya yang terasa panas .


" ih siapa sih yang lagi ngomongin gue "


" apa ada pertanyaan " tanya guru .


" ...."


" baik jika tidak ada pertanyaan coba buat tiga soal sesuai materi , lalu tukar soal kalian dengan teman , kemudian kerjakan soal dati teman kalian " jelas sang guru , dengan cepat semua membuat soal seperti yang di perintah sang guru , cukup dengan lima belas menit semua menukar buku mereka dengan anak sebelahnya .


" gue tukeran sama lo ya " ucap Aoka kepada salah satu temannya yang duduk disampingnya .


" nggak gue tukeran sama dia " tolak temannya .


" ya elah kita bertiga tukerannya plis " ucap Aoka memohon sayangnya sang teman tetap saja menolak malah ia tersenyum mengejek pada Aoka yang sudah tertekan batinnya .


" oka kenapa " tegur sang guru saat melihat Aoka sedikit ribut dengan yang lain .


" eh e engak pak " jawab Aoka .


" nih " kata Haikal yang langsung menyodorkan bukunya dan mengambil buku Aoka , tapi dengan erat Aoka menahan bukunya agar tidak di ambil Haikal , dan terjadilah aksi tari - menarik Haikal dan Aoka .


" oka " panggil sang guru lagi saat melihat murid yang duduk didepannya tengah tarik menarik buku .


Dengan berat Aoka memberikan bukunya dan menerima buku Haikal .


ya tuhan kenapa gue harus duduk di dekat dia sih .... batin Aoka .


Dengan cepat Haikal menyelesaikan soal yang di buat Aoka , cukup sederhana soal yang di buat temannya itu bahkan di bilang sangat muda bagi Haikal , berbeda dengan Haikal Aoka yang tengah puyeng karena soal yang di buat temannya itu .


" lo kalo bikin soal mikir - mikir dulu kek .."


" sudah "


" sudah mak.."


" sudah gue pikir "


Sambil terus menggaruk kepalanya Aoka rasanya ingin sekali memukul teman yang duduk di bangku sebelahnya itu , waktu terus berjalan dan Haikal sudah menyelesaikan soal dari Aoka sejak tadi dan teman temannya yang lain juga sudah menyelesaikan soal mereka , berbeda dengan Aoka yang masih tertekan di bangkunya .


" apa sudah selesai "


" sudah pak "


" jika sudah kembalikan buku ke teman kalian lalu koreksi jawaban dari teman kalian setelah itu kumpulkan buku nya ke depan "


" iya pak " jawab serempak .


" mana "


" bangsat belum selesai lo sih buat soal sulit " gerutu Aoka .


" nggak kok "


" ya menurut lo nggak menurut gue "


" cepet kerjakan "


" lo kasih bocoran dikit napa "


" tinggal pake rumusnya "


" ya gue tau "


" lalu "

__ADS_1


" hah sudahlah berdebat denganmu tidak ada gunanya " kesal Aoka yang kembali fokus dengan soal Haikal .


Bel istirahat berbunyi semua berbondong - bondong ke kantin , begitupun dengan Ariella bersama teman - temanya , kali ini mereka tidak main bola mereka lebih memilih kekantin untuk mengisi perut mereka karena pagi tadi Ariella tidak sarapan , sebelum berangkat ke kantin Ariella mampir dulu ke kelas ipa dua memanggil David sang teman yang beda kelas dengan dirinya , sedangkan Alex dan Aldo sudah berangkat ke kantin lebih dulu .


" dav "


" woy "


" kantin "


" ya " jawab David yang langsung menghampiri Ariella untuk berangkat ke kantin bersama .


" yang lain "


" duluan "


" oh "


Di sisih lain Aoka yang masih kesal dengan soal Haikal sejak pelajaran pagi tadi hinga siang hari di jam istirahat ini pun Aoka masih kesal dengan Haikal gara - gara soal Haikal nilainya memburuk dan mendapat nilai di paling buruk di kelas .


" haikal ke perpus " tanya Winda .


" nggak "


" lalu "


" kantin " jawab Haikal yang langsung berjalan menyusul Aoka yang berjalan lebih dulu .


" nggak seperti biasanya " gumam Winda .


" eh gu gue ikut " kata Winda yang ikut berlari menyusul Haikal .


" ngapain lo " ketus Aoka saat Haikal berjalan di sampingnya .


" barengan "


" kemana "


" kantin "


" lo biasanya ke perpus mending ke perpus saja gue enek lihat lo " omel Aoka sambil terus berjalan tanpa memperhatikan orang yang berjalan di sampingnya .


" kalian kenapa ? bertengkar ? " tanya Widia yang berjalan di samping Haikal .


" tanya aja sama es balok " jawab Aoka .


Sampai di kantin seperti biasa Haikal yang selalu menjadi pusat perhatian banyak anak di kantin yang terpesona dengan kedatangannya , wajah yang tampan dan menawan yang selalu menjadi candu bagi para cewek yang melihatnya .


Sudah dua kali ini pangeran sekolah kekantin biasanya tidak terlibat batang hidungnya lebih anehnya saat melihat Haikal duduk Bersama Ariella dan teman - teman , kalo melihat Aoka duduk di sana sih sudah biasa tapi kalo Haikal , seperti hal yang luar biasa perpaduan antara air dan minyak tidak bisa bersatu .


" gue ikut duduk sini ya " kata Aoka yang baru datang , di ikuti Haikal dan Winda yang juga ikut duduk disana .


" duduk saja " jawab Alex .


Seperti kemarin Haikal melihat Ariella yang duduk selalu di samping David keduanya tampak sibuk memainkan ponsel tanpa memperhatikan sekitarnya , tapi yang bikin Haikal tertegun saat melihat seragam yang di pakai Ariella itu adalah miliknya pas dia kelas satu .


Dia memakai seragam ku ...


" he pasangan pasutri kalian pesan apa " tanya Aldo , membuat Haikal langsung menoleh kearah Aldo lalu beralih kearah David dan Ariella .


Mereka berpacaran ...


" samain aja " jawab David .


" lo riel "


" sama "


" lo yang bayar ya riel " ucap Aldo .


" gue aja " jawab David .


" oh ok " jawab Aldo .


" ayo ka "


" gue "


" ya lo masak winda "


" ya sudah sama winda kalo bisa sama es batu ini " jawab Aoka .


" lo ya , ya sudah kal ayo " ajak Aldo , Haikal yang merasa terpanggil hanya berdiri dan mengikuti kemana Aldo pergi namun langkahnya sempat terhenti saat mendengar David berbicara .


" parfum kamu tidak seperti b biasanya "


" ya ini bukan seragam ku "


" lalu seragam siapa ? " tanya David dengan terkejut membuat Ariella tersadar dengan perkataannya .


" oh eh hhhh .. ini ini ya seragam aku tapi parfum punyanya i itu em ded ya dedy sepertinya baru , kemarin aku menginap di sana " jawab Ariella , mendengar itu Haikal kembali melanjutkan langkahnya mengikuti Aldo dengan senyum miring yang terlihat samar .


" punya your dedy ? "


" ya "


" apa di sana kamu tidak punya parfum "


" ha habis "


" oh " jawab David kemudian .


" lo kalo ngomong kayak orang ketahuan selingkuh " celetuk Alex .


" lo kalo ngomong ko ngajak ribut " jawab Ariella .


Beberapa menit kemudian Aldo datang dengan Haikal membawa dua nampan minuman dan makanan .


" satu nampan lagi berada di sana lo ambil lex "


" ya elah " jawab Alex tapi tetap saja berdiri , tidak lama kemudian ia kembali lagi dengan nampan berisi makanan .


Disisih lain seorang gadis berambut pirang berdiri dengan mata yang tampak mencari cari tempat untuk ia duduk , dengan nampan berisi makanan dan minuman ia berdiri di tengah banyaknya para siswa - siswi yang menikmati makan siangnya di sana , di pojok paling belakang ia melihat wajah yang tidak asing baginya saat wajah itu tidak sengaja menoleh , wajah yang tadi pagi ia lihat .


" di sana " ucapnya dengan senyum .


Kembali ketempat Ariella dan teman - teman yang mana mereka tengah asik makan menikmati makan siangnya dengan sedikit canda dan perbincangan .


" halo kak boleh aku ikut duduk di sini " sapa seorang membuat semua serempak menoleh kearah suara kecuali Haikal seakan tidak perduli .


" duduk saja " jawab Ariella .


" makasih kak " jawabnya yang langsung duduk tepat di samping Haikal mengeser duduk Winda .


" aw " pekik Winda .


" oh maaf ya kak " jawabnya dengan wajah tanpa dosa .

__ADS_1


" ha halo kak kakak yang tadi pagi itu kan " tanya gadis itu pada Haikal yang mendapat respon dingin dari empunya .


__ADS_2