
" sialan lo salah lapak dengan memilih ku , karena aku tidak percaya dengan pernikahan den kenapa kamu terus mengangguku dengan masalah sialan ini " ucap Ariella .
" dan aku tidak perduli dengan hal itu mau kamu percaya ataupun tidak , dan aku akan selalu menganggumu sampai kamu mengerti posisi mu "
" kau egois sekali tuan "
" sesekali orang harus egois "
" aku sarankan kamu mencari wanita lain dan menikah dengannya "
" itu tidak mungkin karena kita sudah menikah , aku tidak ingin ambil pusing dengan mencari wanita lain " jawab Haikal .
" sialan " umpat Ariella yang akan melayangkan kepalan tangannya , hendak memukul Haikal , tapi sayang tangannya tertahan oleh seorang yang lebih besar darinya .
" maaf nona " ucap Miyoko sambil menahan tangan Ariella .
" bawa dia masuk ke mobil " perintah Haikal .
" baik tuan " ucap Miyako yang langsung memutar tubuh Ariella hingga mebelakanginya , lalu dengan cepat meraih tangan satunya lagi dan menahan kedua tangan Ariella ke belakang .
" lepas bangsat " marah Ariella sambil mencoba melepaskan diri namun sayang ia kalah kuat dari laki - laki bertubuh atletis itu .
" maafkan saya nona lebih baik anda menurut , saya tidak ingin menyakiti anda . " jawab Miyako .
Di dalam mobil Ariella terus memberontak hendak mencoba melepaskan diri , tapi sayangnya Miyako mengikat kedua tangannya ke belakang saat laki - laki itu membawanya masuk ke dalam mobil , sesuai perintah Haikal .
" bangsat lepasin gue " marah Ariella sambil menendang kursi di depannya .
" diamlah " ucap Haikal yang duduk di sampingnya sambil melihat tablet .
" sialan gue akan laporkan kalian karena sudah menculik gue "
" laporkan saja aku tidak perduli , cukup aku katakan jika kau istriku masalah akan beres "
" sialan "
Lama di perjalanan hingga kini Mobil berhenti tepat di depan rumah yang cukup besar bak istana .
" nona silahkan keluar " ucap Miyako .
" tidak , gue mau pulang " ucap Ariella .
" saya tidak ingin memaksa anda nona "
" hais ... sialan " ucap Ariella , ia keluar dengan tangan yang masih terikat ke belakang .
" ayo " ajak Haikal , dengan malas dan segala umpatan Ariella berjalan mengikuti Haikal di belakangnya .
Kedatangan Haikal para pelayan langsung menyambut kedatangan tuan mudanya namun saat melihat Ariella di sana semua tampak penasaran , siapa anak yang berjalan dengan tangan terikat di belakangnya , tidak ..! bukan itu mereka lebih bingung saat melihat Ariella berambut panjang dan wajah yang tampak cantik bukankah dia laki - laki .
" siapa dia "
" laki - laki kok cantik ya "
" eh zaman sekarang mah banyak , anak laki - laki kelihatan lebih cantik dari perempuan "
" bener soalnya mereka perawatan " bisik - bisik para maid yang melihat sosok Ariella .
" ehem... " dehem Miyako yang langsung membuat semua terdiam , setelah itu miyako melepas ikatan di tangan Ariella .
" dari tadi kek sakit tau "
" maaf nona "
" kalian semua beri hormat pada nona muda " ucap miyako , bukannya membungkuk hormat mereka tampak bingung dan sedikit terkejut pasalnya miyako menyebutkan nona pada pemuda yang mereka anggap cantik itu .
" ehem .." dehem miyako lagi yang membuat semua orang langsung membungkuk hormat dan mengira jika Miyako salah sebut .
" ya elah ... nggak usah kayak gitu juga kalik lebay amat " ucap Areilla sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" ayo " ucap Haikal yang langsung menarik Ariella dan membuat gadis itu kesal di buatnya .
" lo bisa nggak usah nyentuh - nyentuh gue jijik gue " kesal Ariella tidak dihiraukan oleh Haikal yang malah terus berjalan .
" lo mau gue buat patah tulang ya "
" jagalah sikap mu , di sini aku memiliki pengawal yang lebih dari seperti Miko " ucap Haikal .
" emangnya gue takut " jawab Ariella yang langsung berjalan lebih dulu .
" hufff .."
" kita akan kemana "
" buka pintu di samping kanan mu "
Setelah kepergian Haikal dan Ariella , Miyako yang masih di lantai bawah melihat semua pelayan dan pengawal yang masih berdiri di sana .
" bersikaplah yang sopan dengan nona muda , beliau adalah istir tuan muda " ucap miyako yang membuat semuanya terkejut bukan main di buatnya .
Setelah mengatakan itu Miyako langsung pergi ke luar meninggalkan semua oarang yang terkejut dengan kabar dari Miyako .
" i istri "
" ka ka kapan tu tuan menikah " ucap salah satunya .
" dan apa ! , ternyata tuan muda suka sesama jenis " sahut yang lain membuat mereka semua serempak melototkan kepalanya .
" di sini a aku hanya bekerja jangan bicarakan soal itu aku tidak ingin kehilangan pekerjaan " sahut salah satu pengawal , membuat semuanya langsung terdiam .
Di kamar Haikal , Ariella langsung dudik di sofa dengan kaki yang bertumpu pada kaki satunya dan tangan yang bersedekap di dada , ia bersandar di sofa melihat seisi kamar yang cukup luas dengan sebuah rak yang berisi buku - buku , bisa di tebak jika pemilik kamar adalah kutu buku .
" sekarang jelaskan kenapa lo bawa gue kesini "
" karena kamu istri ku , belajarlah jadi istri yang baik "
" bangsat.. sudah gue bilang kal .." ucap Ariella terpotong .
" aku mau ke kamar mandi , " jawab Haikal yang langsung pergi masuk kedalam kamar mandi .
" sialan " umpat Ariella melihat Haikal yang sudah masuk kedalam kamar mandi .
Dengan malas ariella langsung beranjak , berdiri dari sofa dan langsung merebahkan dirinya di kasur empuk milik Haikal .
" harum " gumam Ariella yang kemudian memejamkan matanya .
Cukup lama Haikal berada di kamar mandi kini ia sudah keluar dari ruang ganti karena kamar mandi tersambung dengan ruang ganti , dengan baju lengkap , dan wajah yang lebih segar serta rambut basah , ia berjalan keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk , berjalan mendekat melihat Ariella yang sudah tertidur pulas disana .
" hufff ... jika bukan karena kakek aku juga tidak ingin melanjutkan pernikahan ini " gumam haikal , setelah mengatakan itu ia pergi ke meja belajarnya .
Pagi harinya Haikal di buat kesal oleh kelakuan Ariella yang tidak bisa di bangunkan sejak pagi tadi , mau tidak mau ia meninggalkan gadis itu sendiri dan berangkat kesekolah karena ia benar - benar takut jika terlambat seperti kemarin .
apa dia tidak takut terlambat ..
Sampai di sekolahan bertapa leganya Haikal jika ia belum bel masuk berbunyi , ia akhirnya bisa berjalan santai Brak .. " aw " pekik seseorang yang terjatuh karena menabrak Haikal yang berjalan di depannya dengan wajah kesal ia berdiri sambil mengibas - ngibas kan roknya yang kotor karena debu lantai .
" kalo jalan itu pake ma ma ta " ucapnya , wajah tampan yang terbentuk sempurna yang tengah melihatnya wajah marah berubah seketika saat melihat orang didepannya .
__ADS_1
" oh ha hai " sapa anak perempuan itu setelah berdiri
"....."
" maaf tadi aku yang terlalu terburu buru , kenalkan namaku emina anak baru di sekolah ini " ucapnya memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya .
"..... " tanpa menjawab hanya menatapnya dari bawah ke atas lalu Haikal pergi begitu saja .
" sialan .... tapi gak papalah ganteng banget gila , awas saja gue bakal bikin lo kepincut , baru saja gue masuk sekolahan ini sudah ketemu pangeran "
Di sisih lain Ariella yang baru bangun dari tidurnya langsung ke kamar mandi membersihkan diri , sebenarnya tadi dia tau jika Haikal membangunkannya dan dia juga terbangun hanya saja dia lebih memilih pura - pura tidur hanya untuk membuat anak laki - laki seumurannya itu kesal .
Selesai mandi dan berganti baju seragam milik Haikal dengan kemejanya yang sedikit kebesaran juga celananya yang ia pakaikan sabuk , setelah itu Ariella langsung keluar kamar , dan mendapati para pelayan di sana menatapnya dengan tatapan aneh .
" nona muda , tuan muda hai .. .." ucap Miyako yang baru masuk rumah setelah mengantar Haikal sekolah dan mendapat Ariella yang sudah rapi dengan baju serangam .
" di mana mobil gue " potong Ariella .
" di depan nona "
" baiklah " jawab Ariella yang langsung keluar , untung saja di mobilnya ada tas sekolahnya meski dengan mata pelajaran kemarin .
Sampai di sekolah , seperti biasa gerbang yang sudah di tutup satu jam yang lalu , baru menampakkan mahluk yang sudah tidak asing lagi .
" ariel lagi ariel lagi " gumma pak satpam sambil bergeleng membuka pintu gerbang untuk Ariella .
Keluar dari mobil , Ariella langsung masuk kedalam kelasnya tanpa menganggu bu tatik lagi , hari ini tidak ada anak yang terlambat kecuali dirinya ya hanya dirinya yang tengah santai berjalan masuk kedalam kelasnya untung guru pengajar berhalangan hadir .
" telat lagi riel " tanya Alex .
" seperti yang kamu lihat " jawab Ariella dengan santai .
" eh eh ..lo pada tau nggak di kelas sebelas ada anak baru " ucap salah seorang teman perempuan satu kelasnya yang bikin heboh .
" yang mana "
" wah lo ketinggalan dia anak pindahan yang baru saja masuk tadi pagi yang rambutnya warna kuning pirang "
" kalian nggak ada kerjaan selain mengosip " sahut Aldo .
" nggak ada , lo jadi orang ngak usah ganggu risih gue " sahut Tania anak yang terkenal biang gosip di sekolah .
" ya elah tan idup lo penu dosa banget sih " kata Aldo emang keduanya sering banget berantem kayak tikus dan kucing .
" idup lo sendiri emang nggak "
" lama lama lo pada gue nikahin berisik banget jadi orang " sahut Ariella .
" ih najis mending gue nikah sama hanoman dari pada dia "
" selera lo buruk banget sih tan sudah bagus di nikahin sama aldo malah milih si hanoman " sahut Alex .
" bodo amat mending nikah sama hanoman dari pada sama si mahluk astral kayak dia " ketus Tania .
" ye gue juga ogah kalek nikah sama lo mending gue nikah sama dewi sinta "
" dewi sinta yang ogah nikah sama lo serem banget masak nikah sama laki - laki jadi - jadian " solot Tania yang mengundang tawa semua anak di kelas yang mendengarkan perdebatan Tania dan aldo begitupun Ariella dam Alex yang juga ikut tertawa .
" bangsat lo ... gue sumpahin lo beneran nikah sama si hanoman "
" bodoh amat "
Sedangkan dikelas sebelas ips tiga tampak anak berambut lirang yang batu mengenalkan diri merasakan kuping kirinya yang terasa panas .
" ih siapa sih yang lagi ngomongin gue "
" apa ada pertanyaan " tanya guru .
" ...."
" baik jika tidak ada pertanyaan coba buat tiga soal sesuai materi , lalu tukar soal kalian dengan teman , kemudian kerjakan soal dati teman kalian " jelas sang guru , dengan cepat semua membuat soal seperti yang di perintah sang guru , cukup dengan lima belas menit semua menukar buku mereka dengan anak sebelahnya .
" gue tukeran sama lo ya " ucap Aoka kepada salah satu temannya yang duduk disampingnya .
" nggak gue tukeran sama dia " tolak temannya .
" ya elah kita bertiga tukerannya plis " ucap Aoka memohon sayangnya sang teman tetap saja menolak malah ia tersenyum mengejek pada Aoka yang sudah tertekan batinnya .
" oka kenapa " tegur sang guru saat melihat Aoka sedikit ribut dengan yang lain .
" eh e engak pak " jawab Aoka .
" nih " kata Haikal yang langsung menyodorkan bukunya dan mengambil buku Aoka , tapi dengan erat Aoka menahan bukunya agar tidak di ambil Haikal , dan terjadilah aksi tari - menarik Haikal dan Aoka .
" oka " panggil sang guru lagi saat melihat murid yang duduk didepannya tengah tarik menarik buku .
Dengan berat Aoka memberikan bukunya dan menerima buku Haikal .
ya tuhan kenapa gue harus duduk di dekat dia sih .... batin Aoka .
Dengan cepat Haikal menyelesaikan soal yang di buat Aoka , cukup sederhana soal yang di buat temannya itu bahkan di bilang sangat muda bagi Haikal , berbeda dengan Haikal Aoka yang tengah puyeng karena soal yang di buat temannya itu .
" lo kalo bikin soal mikir - mikir dulu kek .."
" sudah "
" sudah mak.."
" sudah gue pikir "
Sambil terus menggaruk kepalanya Aoka rasanya ingin sekali memukul teman yang duduk di bangku sebelahnya itu , waktu terus berjalan dan Haikal sudah menyelesaikan soal dari Aoka sejak tadi dan teman temannya yang lain juga sudah menyelesaikan soal mereka , berbeda dengan Aoka yang masih tertekan di bangkunya .
" apa sudah selesai "
" sudah pak "
" jika sudah kembalikan buku ke teman kalian lalu koreksi jawaban dari teman kalian setelah itu kumpulkan buku nya ke depan "
" iya pak " jawab serempak .
" mana "
" bangsat belum selesai lo sih buat soal sulit " gerutu Aoka .
" nggak kok "
" ya menurut lo nggak menurut gue "
" cepet kerjakan "
" lo kasih bocoran dikit napa "
" tinggal pake rumusnya "
" ya gue tau "
" lalu "
__ADS_1
" hah sudahlah berdebat denganmu tidak ada gunanya " kesal Aoka yang kembali fokus dengan soal Haikal .
Bel istirahat berbunyi semua berbondong - bondong ke kantin , begitupun dengan Ariella bersama teman - temanya , kali ini mereka tidak main bola mereka lebih memilih kekantin untuk mengisi perut mereka karena pagi tadi Ariella tidak sarapan , sebelum berangkat ke kantin Ariella mampir dulu ke kelas ipa dua memanggil David sang teman yang beda kelas dengan dirinya , sedangkan Alex dan Aldo sudah berangkat ke kantin lebih dulu .
" dav "
" woy "
" kantin "
" ya " jawab David yang langsung menghampiri Ariella untuk berangkat ke kantin bersama .
" yang lain "
" duluan "
" oh "
Di sisih lain Aoka yang masih kesal dengan soal Haikal sejak pelajaran pagi tadi hinga siang hari di jam istirahat ini pun Aoka masih kesal dengan Haikal gara - gara soal Haikal nilainya memburuk dan mendapat nilai di paling buruk di kelas .
" haikal ke perpus " tanya Winda .
" nggak "
" lalu "
" kantin " jawab Haikal yang langsung berjalan menyusul Aoka yang berjalan lebih dulu .
" nggak seperti biasanya " gumam Winda .
" eh gu gue ikut " kata Winda yang ikut berlari menyusul Haikal .
" ngapain lo " ketus Aoka saat Haikal berjalan di sampingnya .
" barengan "
" kemana "
" kantin "
" lo biasanya ke perpus mending ke perpus saja gue enek lihat lo " omel Aoka sambil terus berjalan tanpa memperhatikan orang yang berjalan di sampingnya .
" kalian kenapa ? bertengkar ? " tanya Widia yang berjalan di samping Haikal .
" tanya aja sama es balok " jawab Aoka .
Sampai di kantin seperti biasa Haikal yang selalu menjadi pusat perhatian banyak anak di kantin yang terpesona dengan kedatangannya , wajah yang tampan dan menawan yang selalu menjadi candu bagi para cewek yang melihatnya .
Sudah dua kali ini pangeran sekolah kekantin biasanya tidak terlibat batang hidungnya lebih anehnya saat melihat Haikal duduk Bersama Ariella dan teman - teman , kalo melihat Aoka duduk di sana sih sudah biasa tapi kalo Haikal , seperti hal yang luar biasa perpaduan antara air dan minyak tidak bisa bersatu .
" gue ikut duduk sini ya " kata Aoka yang baru datang , di ikuti Haikal dan Winda yang juga ikut duduk disana .
" duduk saja " jawab Alex .
Seperti kemarin Haikal melihat Ariella yang duduk selalu di samping David keduanya tampak sibuk memainkan ponsel tanpa memperhatikan sekitarnya , tapi yang bikin Haikal tertegun saat melihat seragam yang di pakai Ariella itu adalah miliknya pas dia kelas satu .
Dia memakai seragam ku ...
" he pasangan pasutri kalian pesan apa " tanya Aldo , membuat Haikal langsung menoleh kearah Aldo lalu beralih kearah David dan Ariella .
Mereka berpacaran ...
" samain aja " jawab David .
" lo riel "
" sama "
" lo yang bayar ya riel " ucap Aldo .
" gue aja " jawab David .
" oh ok " jawab Aldo .
" ayo ka "
" gue "
" ya lo masak winda "
" ya sudah sama winda kalo bisa sama es batu ini " jawab Aoka .
" lo ya , ya sudah kal ayo " ajak Aldo , Haikal yang merasa terpanggil hanya berdiri dan mengikuti kemana Aldo pergi namun langkahnya sempat terhenti saat mendengar David berbicara .
" parfum kamu tidak seperti b biasanya "
" ya ini bukan seragam ku "
" lalu seragam siapa ? " tanya David dengan terkejut membuat Ariella tersadar dengan perkataannya .
" oh eh hhhh .. ini ini ya seragam aku tapi parfum punyanya i itu em ded ya dedy sepertinya baru , kemarin aku menginap di sana " jawab Ariella , mendengar itu Haikal kembali melanjutkan langkahnya mengikuti Aldo dengan senyum miring yang terlihat samar .
" punya your dedy ? "
" ya "
" apa di sana kamu tidak punya parfum "
" ha habis "
" oh " jawab David kemudian .
" lo kalo ngomong kayak orang ketahuan selingkuh " celetuk Alex .
" lo kalo ngomong ko ngajak ribut " jawab Ariella .
Beberapa menit kemudian Aldo datang dengan Haikal membawa dua nampan minuman dan makanan .
" satu nampan lagi berada di sana lo ambil lex "
" ya elah " jawab Alex tapi tetap saja berdiri , tidak lama kemudian ia kembali lagi dengan nampan berisi makanan .
Disisih lain seorang gadis berambut pirang berdiri dengan mata yang tampak mencari cari tempat untuk ia duduk , dengan nampan berisi makanan dan minuman ia berdiri di tengah banyaknya para siswa - siswi yang menikmati makan siangnya di sana , di pojok paling belakang ia melihat wajah yang tidak asing baginya saat wajah itu tidak sengaja menoleh , wajah yang tadi pagi ia lihat .
" di sana " ucapnya dengan senyum .
Kembali ketempat Ariella dan teman - teman yang mana mereka tengah asik makan menikmati makan siangnya dengan sedikit canda dan perbincangan .
" halo kak boleh aku ikut duduk di sini " sapa seorang membuat semua serempak menoleh kearah suara kecuali Haikal seakan tidak perduli .
" duduk saja " jawab Ariella .
" makasih kak " jawabnya yang langsung duduk tepat di samping Haikal mengeser duduk Winda .
" aw " pekik Winda .
" oh maaf ya kak " jawabnya dengan wajah tanpa dosa .
__ADS_1
" ha halo kak kakak yang tadi pagi itu kan " tanya gadis itu pada Haikal yang mendapat respon dingin dari empunya .