Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
Buatlah dia menerima


__ADS_3

Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu , Ariella kembali tinggal di apartemen , dia juga selalu menghindari Haikal membuat Haikal bingung dengan sikap Ariella yang pemurung jangkan Haikal bu galuh marina bahkan para teman - temannya tampak bingung dengan sikap Ariella yang lebih pendiam dari biasanya .


Apalagi hari ini Ariella terlihat lemas dan pucat sudah berulang kali david menyarankan agar ariella beristirahat tapi Ariella terus menolaknya , membuat david dan yang lain khawatir , begitupun dengan Haikal yang melihat Ariella saat mereka berpapasan Haikal yang mau ke kelas bersama pak hadi dan Ariella yang aka ke kamar mandi Ariella terlihat pucat dan matanya sayu membuat Haikal juga khawatir .


Dan saat ini Haikal tengah menyusul Ariella bersama teman - temannya yang berada di atap sekolah .


" riel lo kamu istirahat saja lihat kamu pucat " kata david .


" nggak papa aku baik - baik saja "


" lo pucat riel istirahat saja " kata alex .


" iya lo " kata aldo .


" gue gue baik - baik saja " jawab Ariella .


" lo sekarang sering murung nggak seperti biasanya jadi kagak seru " kata aldo .


" benar , lo lebih sering murung di banding bikin ulah seperti biasanya lo bikin paman gabriel pengangguran karena nggak ngurusin masalah lo lagi " kata david .


" ya lo bener lihat bu tatik kayak kagak ada kerjaan kasian gue lihatnya " kata aldo


" iya lo riel " kata alex .


" kalo ada masalah bilang dong " kata aldo .


" riel aku mau bicara " sahut seseorang yang baru datang membuat ketiga temannya menoleh melihat asal suara .


" aku malas " jawab Ariella .


" hanya sebentar " kata Haikal .


" sudahlah lebih baik kita pergi dulu " ajak david pada kedua temanya .


" ayolah " kata aldo dan ketiganya langsung pergi meninggalkan Haikal dan Ariella .


" kamu sakit ? kamu terlihat pucat ? " kata Haikal .


" jika tidak ada urusan lebih baik lo pergi " kata Ariella .


" riel " panggil Haikal , Haikal duduk di samping Ariella tapi Ariella langsung berdiri dan ingin pergi namun di tahan oleh Haikal .


" aku ingin bicara sebentar " kata Haikal menahan tangan Ariella .


" tapi gue nggak mau bicara lo " jawab Ariella menepis tangan Haikal .


" hanya sebentar " kata Haikal lagi membalik wajah Ariella .


" tapi ak ..." kata Ariella belum selesai berbicara Haikal langsung membungkam mulut Ariella dengan bibirnya .


Kenapa aku tidak bisa melawan ini ... batin Ariella memejamkan matanya menikmati sentuhan lembut di bibirnya .


" biarkan aku bicara sebentar " kata Haikal melepas ciumannya tapi Ariella tak menginginkan itu ia dengan antusias mencium balik Ariella bukan sekedar mencium ia juga melu** , yang membuat Haikal terkejut ia terdiam sejenak kemudian ia membalas ciuman itu , keduanya menikmati ciuman hingga kini posisi Haikal yang duduk di bangku dan Ariella yang duduk di atasnya .


Ciuman itu berlangsung lama hingga keduanya kehabisan nafas dan melepasnya , dengan nafas mereka yang ngos - ngosan .


Apa yang aku lakukan .... batin Ariella menatap Haikal begitupun sebaliknya .


Tidak ini tidak boleh ... batinnya lagi yang langsung bangkit dari pangkuan Haikal dan langsung pergi begitu saja .


" aril " panggil Haikal yang langsung mengejarnya .


Apa yang terjadi padaku aku begitu menginginkannya ... batin Ariella dengan berlari .


" riel " panggil Haikal yang masing mengikutinya .


" ariel tunggu sebentar " kata Haikal tidak dihiraukan Ariella yang terus berlari , namun di tengah jalan entah kenapa kepala Ariella terasa semakin pusing bahkan pandangannya terasa buram dan semakin mengelap Buk ... Ariela terjatuh dan semua yang melihatnya langsung berkerumun melihatnya .


" ariel " panggil dea dan yang lain .


" riel " panggil dea mengguncang tubuh Ariella .


" ar ariel " panggil Haikal yang langsung berlari mendekat .


" ariel ariel bangun " kata Haikal mengangkat kepala Ariella dan menepuk pelan pipi gadis itu.


" ariel bangun " panggil Haikal lagi .


Disisi lain David dan teman - teman yang berjalan dari arah berlawanan melihat kerumunan di depan mereka , membuat mereka penasaran apa yang terjadi .


" ada apa itu " kata aldo .


" kak david " panggil seorang siswi


" eh suapa itu anak " kata alex .


" tau " jawab david .


" kak david kesini kak ariella pingsan " teriak siswi itu , yang langaung saja membuat david berlari mendekat .


" eh ariel " kata aldo dan alex bersamaan yang langsung berlari mengikuti david .


" ada apa ini ? Apa yang terjadi " kata david dengan nada khawatir .


" dia pingsan , lo bawa aja ke uks " kata dea .


" baikalah " kata david yang langsung mengangkat tubuh Ariella .


" tapi kak david petugas uks tidak ada dan perawat juga tidak ada sekarang " jelas seorang siswi .


" iya benar uks tutup tadi teman sekelas ku di bawa pulang karena perawat nggak ada " sahut yang satunya .


" kita bawa kerumah sakit " kata Haikal .


" baiklah " kata david yang langsung membawa Ariella ketempat parkir , begitu pun Haikal yang berjalan di samping david .


Pemandangan itu membuat para siswi iri melihatnya bagaimana tidak dua pangeran sekolah mengkhawatirkan satu cewek .


" kapan gue jadi kayak kak ariel di perhatikan dua pangeran "


" mimpi li "


" udah kaya keren idaman para pangeran "


" kita ma apa "


" sebutir debu "


Sedangkan yang tidak tau apa yang terjadi pada Ariella , di buat heboh melihat pemandangan yang lewat du depan mata .


" wih lihat kak ariel kenapa tuh "


" wah pemandangan macam apa ini "


Sedangkan di tempat lain seseorang yang tampak mengepalkan tangannya ia terlihat sangat kesal melihat pemandangan itu .


" kenapa harus dia ? " gumamnya .


Berbeda dengan satu orang lagi yang duduk santai di bangku sambil menelfon seseorang .


" apa kamu tau seseorang akan segera merebutnya darimu "


" saranku kembalilah dan rebut ia kembali "

__ADS_1


Di rumah sakit Ariella segera di tangani dokter , sedangkan Haikal dan david duduk di luar dengan wajah kawatir .


" kembalilah ke sekolah aku akan menjaganya " kata Haikal .


" siapa kamu berani sekali mengusir ku "


" guru akan memberi mu catatan merah "


" aku tidak perduli "


" tapi "


" kamu tau ariel didalam sedang tak sadarkan diri dan kamu menyuruhku pergi kesekolah " kata david .


" ada aku di sini aku akan mengabari mu , aku akan memastikan dia baik - baik saja " kata Haikal .


" tidak aril sangat penting jika terjadi sesuatu padanya "


" aku suaminya aku akan menjaganya , aku akan memberi tau mu keadannya , kamu harus kembali ke sekolah " jelas Haikal .


" tidak ak.. "


" bukankah kamu harus mengizinkan ariel " kata Haikal .


" aku tau tapi "


" pergilah , aku janji aku akan mengabarimu "


" tap ..."


" ada aku suaminya " kata haikal .


" hais .... baiklah " kata david yang langsung pergi meski sebenarnya dia tidak tega tapi mengingat sekolah ia masih harus mengizinkan Ariella dan dirinya yang tak mungk8n bisa membolos karena sang paman gabriel pasti akan memarahinya .Tepat setelah David pergi dokter keluar .


"gimana keadaannya dok " tanya Haikal .


" sebentar sebelum saya menjelaskan adek siapanya pasien dan kemana perginya teman adek tadi "


" saya su eh tunagnya dan teman saya kembali ke sekolah " jawab Haikal .


" tunangan ? "


" ya " jawab Haikal .


" boleh adek telfon wali adek dan wali tunangan adek , saya akan jelaskan nanti setelah orang tua kalian datang " jawab dokter .


" tapi kenapa dok " tanya Haikal .


" saya akan menunggu di rungan saya jika mereka datang panggil saya "


" apa sakitnya serius "


" sakitnya tidak serius tapi masalahnya serius " jelas dokter .


" cepat kamu hubungi " kata dokter lagi .


" baik " jawab Haikal yang langsung menghubungi opanya tapi sayangnya dia tidak punya nomor jacksen untung sang kakek yang akan mencoba untuk menghubungi jacksen .


Di dalam ruangan serba putih Ariella yang baru sadar melihat sekeliling ruangan serba putih yang tampak asing baginya .


" gue ada di mana " gumamnya .


" infus , ada apa denganku " gumamnya lagi saat melihat tangannya yang terpasang infus .


Ceklik ... Suara pintu membuat Ariella menoleh dan melihat siapa yang datang , Haikal yang baru masuk dan tengah berjalan mendekatinya .


" apa kamu baik - baik saja " tanya Haikal .


" kamu di rumah sakit tadi kamu pingsan "


" pingsan ? " kata Ariella .


" ya , apa ada yang kamu keluhkan "


" tidak " jawab Ariella .


" seperti kepala pusing atau perut sakit " tanya Haikal .


" kepalaku sedikit pusing tapi tidak papa kok " jawab Ariella .


" apa kamu mau sesuatu " tanya Haikal .


" hem " jawab Ariella menganggu pelan


" apa "


Entah kenapa ia ingin sekali Haikal membuatkan sesuatu untuknya .


" ak aku ingin salat buah "


" sa salat buah "


" ya tapi kamu yang buat " jawab Ariella .


" aku yang buat ? "


" ya "


" apa kamu masih marah padaku , aku minta maaf " kata Haikal yang mengira jika Ariella menyuruh dirinya membuat salat buah karena dia masih marah padanya .


" aku ingin makan salat buah tapi kamu yang buat , apa susahnya sih kalo nggak mau bikinin juga nggak papa " kesal Ariella yang membuat Haikal bingung .


" bu bukan begitu mak.."


" sudah mending lo pergi enek gue lihat muka lo " kesal Ariella .


" riel kamu ke .. "


" sudah pergi "


" ya , sudah jika butuh sesuatu panggil saja aku " ucap Haikal pada akhirnya .


" gue nggak butuh bantuan lo " ketus Ariella .


" baiklah " kata Haikal yang langsung keluar .


" sialan tu anak , kenapa keluar ninggalin gue guekan lagi sakit "


" hais ... sialan memang sialan tu orang "


" bang*** "


" anak anji** "


" ba** "


" huf .... kenapa gue kesel ya sama anak tikus " ucapnya sendiri .


Di sisi lain Jacksen yang baru sampai di bandara setelah beberapa minggu berada dj luar neggri menguris proyekny ia langsung menuju rumah sakit tempat Ariella di rawat setelah mendapat , dan baru saja mendapat telfon dari Maro soal keadaan putrinya , sedangkan tangan kanan Mario bersama miyako yang kini sudah sampai di rumah sakit menunggu kedatangan jacksen .


" tuan apa perlu kita beri tau pada nyonya wardah "


" nanti saja " kata jacksen .

__ADS_1


" apa yang terjadi pada Ariella " gumam Jacksen cemas .


" tenang saja pasti dia baik - baik saja " kata gabriel .


Sampai di rumah sakit Jacksen di temani gabriel langsung menuju tempat di mana Haikal berada .


" di mana Ariella " tanya jacksen saat sudah tiba di tempat di mana Haikal bersama dua orang yang mengawalnya .


" dokter sudah menunggu " jawab Haikal .


" apa dia baik - baik saja "


" ya dia sedang beristirahat " jawab Haikal .


" tuan kenalkan saya fauzan " kata fauzan .


" eh ya saya jacksen " jawab jacksen .


" lebih baik kita segera menemui dokter secepatnya soal keadaan nona muda " kata fauzan


" baiklah di mana dokternya " kata jacksen .


" disana " jawab Haikal .


Di sisi lain Ariella yang sudah mulai bosan di tinggal di ruangan tak berwarna , ia berinisiatif mencari Haikal , dengan membawa infusnya sendiri ia keluar .


" kemana si kutu buku " gumam Ariella .


" jangan - jangan si kutu pergi " gumamnya , entah kenapa ia menjadi sangat kesal .


" awas aja kalo sampai ketemu bakal gue jambak rambutnya sampai botak " ucapnya entah kenapa ia ingin menangis karen tidak menemukan keberadaan Haikal .


" sialan itu bocah emang " gumamnya .


" hais ... kenapa gue nangis " ucapnya mengusap Air mata yang entah kenapa juga turun .


" dimana sih ni anak anji** " ucapnya kembali berjalan mencari Haikal .


Di depan sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka , Ariella menghentikan langkahnya saat mendengar suara seseorang yang di kenal .


" apa an anak saya ham hamil " ucapnya yang membuat penasaran Ariella .


"suara itu seperti suara ded tapi siapa yang hamail " gumam Ariella mendekat ke arah pintu untuk mendengar pembicaraan orang di dalam ruangan tersebut .


" ha hamil " kata haikal terkejut


" iya pak , itulah sebabnya saya memanggil wali dari keduanya " kata dokter .


" selain kehamilan , saya juga ingin menjelaskan keadaan putri anda , selain usianya masih terlalu muda kesehatannya saat ini juga harus di jaga dengan baik , karena keadaan ibu sangat lemah dan saya sarankan untuk anda membawanya ke dokter kandungan " jelas dokter .


" bagaiman ini bisa terjadi " ucap jacksen menatap Haikal .


" lebih baik ini di bicarakan secara kekeluargaan , mai bagaimanapun semua sudah terjadi dan sekarang saran saya kedua pihak untuk memperhatikan ibu dan anak " jelas dokter .


" jelaskan pada saya "


" tuan lebih baik kita bicara di luar " kata fauzan .


" benar tuan " sahut gabriel .


" ikut saya keluar " kaya jacksen yang langsung berdiri di ikuti Haikal yang berjalan di belakangnya , dan an saat jacksen baru keluar ia sudah dikejutkan dengan keberadaan putrinya yang berdiri di depan pintu .


" Ariel " panggil jacksen .


" ded siapa yang hamil " tanya Ariella .


" haikal " panggil Ariella saat Haikal baru keluar .


" bukan aku kan ded " tanya Ariella beralih menatap sang ayah namun tak ada jawaban , jacksen terdiam dan menundukkan kepalanya .


" jelaskan padaku " kata Ariella pada Haikal tapi sama saja tak ada jawaban dari Haikal .


" nggak mungkin aku kan " kata Ariella


" aku nggak mungkin hamil kan " ucapnya yang mulai meneteskan air mata .


" sayang dengarkan ded "


" ded aku ngak hamil kan bukan aku kan "


" sayang " kata jacksen .


" nggak jika itu benar aku , aku nggak mau hamil " kata Ariella .


" anak ini nggak boleh hidup " ucap Ariella melepas infusnya yang membuat jacksen terkejut karena darah sang putri keluar , begitupun dengan Haikal ia juga terkejut .


" nggak dia harus tetap hidup " ucap Haikal .


" nggak nggak gue nggak mau hamil , anak ini nggak seharusnya ada " kata Ariella dengan tangis dan memulai memukul perutnya .


" sayang hentikan ini , dengarkan ded dulu " kata jacksen menahan tangan Ariella .


Haikal yang melihat aksi Ariella begitu shok .


" nggak aku nggak mau hamil " ucap Ariella masih berusaha memukul perutnya .


" sayang tenang tenang dulu " kata jacksen .


" enggak dia nggak boleh hidup " kata Ariella .


" SAYANG ! " bentak jacksen membuat Ariella terkejut dan menghentikan aksimemukul perutnya , ini pertama kali bagi Ariella merasakan bentakan dari sang ayah bukan hanya Ariella yang terkejut Haikal fauzan dan gabriel serta dokter yang keluar karena keributan .


" dengarkan ded "


" tenangkan dirimu "


" dengarkan ded " kata jacksen memeluk sang putri untuk menenangkannya , namun tubuh sang putri semakin lemah dan ambruk , Ariella kembali pingsan .


" ar ariel " panggil jacksen .


" kita bawa ke ruang rawat " kata dokter dan jacksen langsung membawa putrinya di bantu miyako yang sigap membawa infus .


" tuan haikal " panggil Fauzan .


" tuan , tuan datanglah dan temui istri tuan "


" dia dia ti.." kata Haikal .


" tuan anda seorang laki - laki , anda harus bisa lebih dewasa dan menenangkan istri anda cobalah untuk membuatnya menerima keadaanya dan menerima anak kalian " kata fauzan .


" tapi "


" cobalah tuan susul dan terus berada di sampingnya " kata fauzan .


" ba baiklah aku akan kesana " kata Haikal


" tuan haikal " panggil gabriel membuat langkah Haikal terhenti .


" dia anak yang baik , dia tidak pernah melukai hati siapapun dia memang kasar tapi sebenarnya hatinya sangat lembut , cobalah untuk memahaminya dan mana mungkin dia tega membunuh darah dagingnya sendiri percayalah " jelas gabriel .


" dia hanya shok , cobalah buat dia mengerti dan menerimanya " kata gabriel .


" akan aku coba " kata Haikal lalu melanjutkan langkahnya menyusul jacksen .

__ADS_1


__ADS_2