
Dengan amarah yang berapi - api , Ariella mengendarai mobilnya dengan ngebut , membuat sopir sang ibu yang tengah mengikutinya dari belakang sudah tertinggal cukup jauh .
Disisi lain setelah mendapat telfon dari nyonya besar , Marina langsung memberi tau sang ibu soal Ariella dengan cepat kedua nya pergi ke apartemen tempat Ariella tinggal .
Di tempat lain Jacksen Wardah , Mario dan sang istri sudah sampai di sebuah restoran yang disebutkan mario tadi .
" tuan jacksen saya mengajak anda kemari untuk membicarakan soal tadi , soal pernikahan cucu saya dan putri anda " jelas mario .
" iya tuan saya tau "
" karena pernikahan sudah terjalin dan sudah sah saya ingin membicarakannya dengan anda , jika saya menginginkan pernikahan ini berlanjut mau bagaimanapun mereka sudah menikah dan sudah sah menjadi sepasang suami istri dan tidak pantas untuk berpisah " jelas Mario .
" tapi tuan maaf anak saya masih cuku ..." ucap Wardah .
" saya tau begitupun dengan cucu saya "
" tapi bagaimana dengan putri saya lihatlah tadi bagaimana dia , anda tau sendirikan dan saya tidak ingin melihatnya marah ataupun menangis jika dia tidak menginginkannya saya tidak bisa memaksa dia putri tunggal saya anak satu - satunya bagi saya " jelas jacksen .
" saya tau dan saya faham posisi anda , ada berdua ayah dan ibunya bisa menyayanginya seperti sebelumnya dan putri anda bisa melakukan semua secara bebas seperti sebelumnya pula sebagaiman anak seusianya tapi tetap denga status istri cucu saya dan kebebasan itu akan ber akhir jika mereka sudah sah di mata hukum " jelas istri Mario .
" begini kita akan menikahkan mereka sesuai prosedur negara setelah mereka sudah benar - benar siap " jelas Mario .
" kalian mengerti maksud kami " ucap istri Mario .
" kami sudah tua untuk ini dan membutuhkan seorang penerus , cucu kami memang sudah pantas untuk menjadi penerus tapi dia juga harus menikah agar bisa menjadi seorang penerus , sebelum kejadian ini kami sudah membicarakan soal ini dan sudah berencana untuk perjodohannya dengan gadis lain tapi saat kami mendapat kabar ini kami sedikit terkejut " sahut Mario .
" tapi bukankah pernikahan keduanya karena salah faham anda melihatnya sendiri kan jika para aparat desa salah menuduh " ucap Wardah .
" tapi bukankah kebenaran terungkap setelah keduanya sah menikah " jawab Nyonya Mario .
" tapi maafkan ini bukan sebuah pernikahan karena terpaksa lagian mereka masih terlalu muda " jawab jacksen
" jika bukan pernikahan lalu apa ? bukankah mereka menyetujui untuk menikah tadi masalah usia kita seperti yang saya bilang tadi jika mereka akan menikah setelah mereka siap dan saat sudah cukup usia " jawab Mario .
" tapi .." kata Wardah yang terhenti .
" pernikahan itu sudah terjadi "
" saya tidak bisa berkata apa - apa ? saya tidak mengatakan setuju atu tidak biarlah waktu yang mengatur " jawab Jacksen final .
" baiklah kalo begitu " jawab Mario .
Galuh dan Marina yang sudah khawatir mereka menunggu Ariella di apartemen gadis itu dengan wajah cemas .
" kenapa dia tidak sampai - sampai " ucap Galuh .
" tenang lah buk mungkin dia ada di perjalanan " sahut Marina untuk menenangkan sang ibu meski dirinya juga tidak bisa merasa tenang .
" tapi mar apa kamu ingat jika sudah begini ia akan ngebut ngebutan dijalan jika terjadi sesuatu bagaimana "
" buk tenanglah percaya sama marina ariel akan baik - baik saja "
" tapi .."
ceklik .... blam ... suara pintu yang di buka dengan kasar dan di tutup dengan kasar pula .
" ariel " panggil Galuh dam Marina bersamaan mencoba mendekati gadis itu tapi sayang gadis itu tidak memperdulikan keberadaan keduanya dan langsung pergi masuk kedalam kamar dan menguncinya rapat - rapat .
Blam ...prang ...cetyar ... suar barang yang di lempar terdengar cukup keras dari arah pintu .
" arghhhh...." teriak Ariella dengan amarah yang sudah melup - luap
" nak nak tenang nak " bujuk Galuh dari luar sambil mengetuk pintu kamar .
Prang .... brak ...... suara suara itu masih terdengar dan semakin membuat Galuh ataupun Marina khawatir .
Sampai di rumah Haikal langsung menuju kamarnya dan segera membersihkan diri , hari ini begitu melelahkan dan perutnya masih terasa kram gara - gara pukulan para penjahat itu , syukurlah anak perempuan itu segera datang menolongnya jika tidak ia sudah babak belur wajah akan membiru .
Selesai mandi Haikal segera menganti baju , sambil berdiri di depan kaca mengancingkan baju nya , Haikal sekilas teringat dengan gadis yang ia nikahi tadi , gadis berpenampilan tomboy .
" ternyata dia anak yang selalu menjadi incaran media , yang selalu menjadi misterius , putri jacksen dan seorang desainer terkenal " gumam Haikal , selesai mengancingkan bajunya ia beralih duduk di ranjang sedetik kemudia dia merebahkan tubuhnya di ranjang empuk nan halus miliknya .
" tapi kenapa tuan jacksen dan nyonya wardah menyembunyikan dia dari media "
Lalu memejamkan matanya , beberapa detik kemudian ia tertidur dan menikmati alam mimpinya .
Cukup lama Ariella didalam dengan amarah dan sekarang tidak terdengar teriakan dan lemparan barang yang terdengar keras di luar , dan saat inilah Galuh dan Marina bisa mencoba masuk dengan mengunakan kunci serep .
Ariella yang terduduk sambil bersandar di kasur , terlihat tangannya berdarah , dengan cepat Marina kembali keluar mencari kotak obat , dan Galuh ia mencoba mendekati anak perempuan yang sudah seperti anaknya sendiri , anak yang ia rawat sejak usianya satu bulan itu , tengah terduduk berantakan , di peluknya tubuh lemah itu dengan sayang .
" nak " pangil Galus sambil memeluk dan mengelus lembut Ariella , kemudian di lepas tubuh itu setelah itu di tatap wajah anak perempuan didepannya yang tengah menangis , dengan lembut pula ia mengusap air mata itu .
" tenang disini ada ibu jangan nangis lagi ada ibu " ucap Galuh dengan tangis .
" kenapa ariel harus hidup jika ariel terus sendiri , ariel tidak punya siapa - siapa ariel sebatang kara "
" tidak tidak nak ada ibu disini , ariel nggak sendiri lagi anak ibu yang cantik ini ngga sendiri " ucap Galuh yang langsung memeluk Ariella lagi dengan sayang .
" buk riel "panggil Marina yang membuat Galuh melepas pelukannya , lalu dengan segera Marina dan Galuh membantu Ariella duduk dan bersandar di kasur , dengan lembut Marina mengobati luka Ariella .
" aw " pekik Ariella kala terasa perih di tangannya .
" sakit bukan makanya jangan sok soan mukul kaca " omel Marina sambil menahan tangis , gadis yang selalu di anggap sebagai adiknya sendiri yang selalu di sayangi dan di jaga dengan sepenuh hati , selalu saja membuatnya khawatir .
__ADS_1
" aw sakit " pekik Ariella lagi bukannya memperlembut Marina malah menekan lukanya .
" aw aw .... **** ... " pekik Ariella .
" marina " tegur sang ibu .
" rasain tuh " ucap Marina .
" bu dengar dia "
" marina mending kamu pergi kedapur dan buat makan malam "
" hais iya - iya dasar bocah tukang ngadu " ucap marina sebelum pergi ia menjitak kepala Ariella .
" marina " tegur ibunya lagi dan Marina segera pergi lari keluar .
" sudah - sudah biar ibu obati " ucap Galuh melanjutkan mengobati tangan Ariella dengan lembut .
Sampai di kediamannya Mario beristirahat sebentar merenggangkan ototnya , cukup melelahkan hari ini sepulang dari bandara ia harus segera keluar kota mendatangi sang cucu .
" kita sudah terlalu tua " ucap Mario .
" itulah sebabnya kita harus segera pensiun dan menyerahkan semua kepada haikal dia sudah cukup mampu untuk banyak hal karena kamu sudah menggemblengnya sejak dini " ucap Sari Ayu sang istri .
" benar juga , dan untungnya kita tidak harus lelah untuk mencarikannya pasangan , apalagi pasangan itu berasal dari keluarga yang bukan main - main dan anak itu istimewa "
" benar juga tuhan sudah tau apa yang kita perlukan "
" benar "
Sebelum kembali Jacksen serta Wardah mampir dulu ketempat Ariella tingal , rasa bersalah membuat mereka tidak tenang mau bagaimana pun putrinya anak satu - satunya .
Selesai di obati makan dan bersih diri Ariella tertidur dengan lelap dengan di temani bu Galuh dan Marina di sampingnya , gadis itu terlihat begitu tenang saat tertidur , dan semakin terlihat cantik .
Ting ...tung ... ting .... tung .... suara bel berbunyi dengan cepat Marina segera membukanya .
" marina "
" nyonya tuan "
" bagaiman dengan Ariella "
" sudah tertidur setelah ..."
" di kamarnya " sahut Wardah yang langsung berjalan masuk menuju kamar Ariella , begitupun dengan Jacksen .
Dilihatnya kamar sang putri yang berantakan cermin yang sudah pecah tv dengan layar yang retak tak berbentuk , dan masih banyak lagi barang di kamar itu yang sudah rusak , untungnya Marina dan bu Galuh segera membereskan bagian lantainya agar aman saat di injak .
Melihat kamar yang seperti itu dengan Cepat Jacksen menelfon orangnya untuk membersihkan kamar dan menganti barang - barang yang rusak dengan yang baru dengan versi terbaru .
" iya bu terima kasih sudah menjaganya " jawab Wardah .
" sama - sama nyonya kalo begitu saya keluar dulu " pamit bu Galuh .
" bu galuh " panggil Jacksen menghentikan langkah wanita itu .
" iya tuan "
" apa tangan ..."
" iya tuan " sahut Galuh yang sudah tau apa yang akan di tanyakan tuannya .
" makasih "
" sama - sama tuan "
Melihat dan menatap putrinya saat tidur Jacksen dan Wardah berjalan medekat dan duduk disamping sang putri , jaksen yang berada di kanan dan Wardah yang berada di kiri , menatap lekat wajah putri yang sudah semakin besar sambil mengingat masa kecil putrinya , Wardah dan Jacksen cukup lama berada disana menemani sang putri .
" saat masih kecil dia juga sering merajuk " ucap Jacksen sambil mengelus pipi halus sang putri .
" ya saat tidak di turuti membeli sesuatu pasti dia akan merajuk sambil berdiam diri didalam kamar " sahut Wardah .
" ya dan aku akan pusing di buatnya , bagaimana cara membujuknya " ucap Jacksen .
Keduanya mengingat bagaimana masa kecil sang putri yang menggemaskan yang selalu membuat mereka pusing karena tingkahnya . Dan senyum tipis mereka terpancar karena mengingat semua itu .
" tidurlah yang nyenyak sayang " ucap Jacksen lalu mencium sang putri dengan lembut .
" apa kamu akan menginap " tanya Jacksen kepada mantan istrinya .
" tidak besok aku akan keluar negeri , kalo kamu ? " jawab Wardah .
" aku ada proyek yang tidak bisa ditinggal dan sekarang aku sudah mau pergi karena dua jam lagi ada perjalanan keluar negri " jawab Jacksen yang langsung berdiri dan keluar kamar meninggalkan Wardah yang masih ada didalam .
" bu Galuh "
" iya tuan "
" nanti akan datang beberapa orang untuk mengurus kamar Ariella "
" baik tuan "
" saya titip dia saya permisi harus segera berangkat " pamit jacksen .
__ADS_1
" iya tuan hati - hati dijalan "
" iya .
Masih di kamar sang putri , Wardah yang masih menemani putrinya mengelus lembut wajah putrinya menyingkirkan rambut yang menggangu tidur sang putri .
" sayang maafin mom ya , maaf kalo mom belum bisa jadi mom yang baik tapi mom sangat menyayangi kamu mom sangat sedih saat kamu mengatakan itu tadi sore maafkan mom ya " ucap Wardah .
" jaga diri baik - baik mom sayang putri mom tidur yang nyenyak " ucap Wardah , lalu mencium kening putrinya dengan lembut dan keluar meninggalkan putrinya yang masih tertidur lelap sendiri di kamarnya .
Esok Hari yang cerah matahari bersinar terang , haikal sudah siap dengan seragam sekolahnya dan tas yang sudah melekat di pundaknya , ia turun kebawah untuk sarapan pagi sebelum berangkat sekolah .
" pagi opa oma " sapa Haikal .
" pagi nak " jawab Haikal dan Sari Ayu bersamaan
Mereka makan dengan tenang hanya ada suara garpu dab sendok yang beradu dengan piring , hinga beberapa menit acara makan mereka selesai dan Haikal akan berpamitan untuk berangkat sekolah , tapi dihentikan oleh sang kakek .
" duduklah sebentar opa ingin mengatakan hal penting " ucap Mario membuat Haikal kembali terduduk .
" kamu sudah tau sekarang oppa dan oma sudah semakin tua , dan sebentar lagi opa ataupun oma mu ini akan segera pensiun , dan kamu sebagai penerus tunggal yang akan meneruskan opa menggantikan ayahmu "
" haikal tau pa " jawab Haikal .
" untuk bisa jadi penerus kamu harus memiliki pendamping , yaitu dengan menikah "
" me menikah ! "
" ya "
" bukankah kamu kemarin sudah menikah " sahut sang nenek .
" opa dan oma sudah berbicara dengan kedua orang tuanya , kalian akan menikah sah dimata negara setelah kalian cukup umur , hari ini opa hanya berpesan kepadamu , kamu sudah menikah dan beristri jadi kamu sudah memiliki tanggung jawab sebagai laki - laki " ucap sang kakek membuat Haikal hanya bisa diam .
" mengerti kamu "
" mengerti " jawab Haikal .
Sinar matahari yang menerobos lewat jendela kaca tak membuat gadis yang tengah terpejam dengan nyenyak itu terganggu , hinga suara Marina yang melengking membuat gadis itu terbangun dari tidurnya .
" assstaga ariel bangun udah siang bocah "
" ARIELLA PUTRI JACKSEN " panggil Marina
" apa kamu habis makan speaker berisik sekali " ucap Ariella sambil duduk dan menguap sepertinya dia masih ngantuk .
" kamu nggak sekolah "
" ngak aku lagi sakit " jawabnya .
" kalo begitu setidaknya kamu bangun bersih diri terus sarapan bukan ngebo "
" ya ya bawel "
" awas tidur lagi " ucap Marina yang langsung keluar kamar .
Ariella masih setia duduk mengumpulkan nyawa , di lihat sekeliling kamar yang sudah rapi dan sudah berubah , semua barang yang kemarin malam ia rusak sudah tidak ada , dan sudah di ganti dengan barang baru dengan versi baru .
" hah .... menyebalkan " gumam Ariella yang langsung berdiri dan beranjak masuk kedalam kamar mandi .
Di perjalanan Haikal masih memikirkan perkataan sang kakek soal pernikahan yang ia lakukan kemarin , pernikahan karena salah faham .
" miko " panggil Haikal .
" iya tuan "
" nanti sore aku ingin bertemu dengan anak perempuan itu "
" maaf tuan anak perempuan yang mana "
" yang kemarin aku nikahi " jawab Haikal membuat Miyako mengerem mendadak , dia sangat kaget mendengar tuannya mengatakan menikah .
" ada apa" tanya Haikal .
" tu tuan su sudah menikah "
" hem "
" kapan t tuan menikah , dengan siapa kenapa saya tidak tau " tanya Miyako membuat Haikal hanya bisa mengurut kepalanya .
" kemarin sebelum kamu datang dengan aparat polisi , kamu tau anak perempaun yang marah - marah kemarin "
" marah marah " gumam Miyako mencoba mengingat kejadian yang di katakan Haikal .
" oh ... anak perempuan itu "
" ya nanti sore aku ingin bertemu dengannya "
" apa dia yang tuan nikahi "
" ya lakukan pekerjaanmu dengan benar "
" ba baik tuan "
__ADS_1
Ha tuan haikal menikah dengan gadis itu , wah selera tuan muda ternyata yang seperti itu .....