Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
bertemu opa dan oma haikal


__ADS_3

" kamu kenapa riel " tanya David setelah kembali ke kamar .


" tidak " jawab Ariella .


" kamu kepikiran anak tadi "


" kenapa hidup selalu tidak adil "


" ini di dunia bukan surga , jika ingin bahagia maka kamu harus bisa terbiasa dengan penderitaan " jawab David .


" kau benar " jawab Ariella .


" dokter tadi sangat cantik " ucap david .


" ya , lo suka "


" tidak "


" sebentar lagi reva revo sama gilang mau kesini mereka ingin melihat keadaan mu " ucap david lagi .


" kamu mengabari mereka "


" ya "


" jam berapa ini "


" menjelang sore kenapa "


" tidak " jawab Ariella .


" tante wardah datang nanti , karena ada pekerjaan mendadak yang tidak bisa diundur paman jacksen sepertinya dia sedikit telat " kata david .


" tadi aku di beri tau paman gabriel "


Sudah tidak kaget lagi bagi Ariella jika kedua orang tuanya sangat sibuk , bahkan sangat minim untuk menemuinya ataupun sekedar mengajaknya makan bersama , apa lagi di keadaannya yang sedang sakit ini , dari dulu saja yang menjaganya saat sakit hanya ada bu galuh dan marina , serta david yang selalu di sisinya , jangan tanya untuk kedua orang tuanya lagi mereka memang datang tapi tidak sepenuhnya ada untuknya karena pekerjaan selalu saja membuat mereka sibuk , meski ia ada di tempat di mana Ariella sakit tapi pikiran mereka pada pekerjaan tidak akan hilang , seperti tadi malam , meski sang ayah menjaganya tapi yang Ariella tau jika ayahnya hanya pindah bekerja karena laptop dan beberapa berkas selalu ada di tangannya .


" kamu jangan sedih ada aku di sini "


" makasih " jawab Ariella .


" sama - sama "


Disisih lain setelah pulang dari sekolah Haikal langsung menuju kamarnya menganti baju seragam lalu duduk di tempat belajar lagi - lagi buku lah yang menemaninya saat ini .


tok


tok


tok


" masuk "


Ceklik .. suara pintu terbuka , tampak laki - laki dengan perawakan yang tidak muda lagi masuk kedalam kamarnya .


" apa yang kamu lakukan " tanyanya membuat sang empu yang sedang Fokus dengan bukunya langsung menoleh melihat sang kakek yang sudah berdiri di dekat sofa kamarnya .


" opa " panggil Haikal .


" kapan datang " tanya Haikal lagi , pasalnya kemarin kakeknya berada di luarnegeri .


" baru saja tadi pagi jam tuju " jawab kakeknya .


" kakek dengar kemarin kamu mengajak istrimu di sini , ia juga menginap " tanya kakeknya .


" i iya " jawab Haikal .


" baguslah "


" gimana dengan cincin yang nenek kirim , apa kamu sudah menerimanya "


" sudah "


" apa kamu sudah memberikannya "


" sudah "


" dia menyukainya "


" ya dia menyukainya " bohong Haikal .


" itu cincin pernikahan oma yang kakek beri , dan sekarang cincin itu akan di pakai istrimu semoga pernikahan kalian tidak ada akhirnya " kata sang kakek


" lain kali ajaklah ia kesini bertemu kami , kami akan meluangkan waktu untuk menemuinya "


" untuk saat ini tidak bisa "


" kenapa "


" dia masih di rawat di rumah sakit karena kecelakaan " jawab Haikal .


" kecelakaan !!" sahut seseorang dengan suara terkejut yang berasal dari balik pintu , membuat kedua laki - laki beda usia itu menoleh kearah pintu secara bersamaan , tampak sang nenek yang baru masuk dengan pelayan perempuan di belakangnya tengah membawa nampan berisi susu dan cemilan untuk Haikal .


" bagaimana bisa kamu bersantai di sini sedangkan istrimu berbaring sakit di rumah sakit " ucap sang nenek .


" semalam aku sudah menemuinya "


" hanya semalam berapa jam " tanya sang kakek .


" sekitar satu jamaan " jawab Haika membuat sang kakek dan nenek bergeleng mendengar jawaban sang cucu .


" dan kenapa kamu tidak memberi tau kami soal istrimu "


" ak pi .."


" kita bersiap dan segera menjenguknya " kata Sari ayu .


" tap .." ucap Haikal yang langsung terpotong saat neneknha yang langsung menyelanya .


" cepat bersiap " ucap Sari ayu sambil berlalu keluar .


" opa ! kita juga ikut bersiap " ucap Sari ayu dari luar , membuat suaminya langsung bangkit dan keluar menyusul sang istri tercinta .


" bersiap lah " ucap kakeknya sebelum keluar .


" kamu bawa saja itu balik " ucap Haikal pada pelayan yang membawa nampan .


" baik tuan " jawab pelayan itu .


Kembali kerumah sakit dimana ruangan Ariel terisi dengan beberapa teman - taman Ariella , mereka anak - anak yang usianya lebih tua dari Ariella dan david .


" riel mungkinkah ini pelajaran dari tuhan yang maha kuas untu kamu " ucap reva .


" maksud lo " tanya Ariella .


" ya pelajaran buat kamu yaang suka ugal - ugalan di jalan " ucap revo


" bisa jadi , lagian kamu masih bocah nyetir mobil kaya pembalap profesional " sahut gilang .


" bocah emang lo dari mana jam segitu sampai kecelakaan segala " tanya Revo .


" dari club " jawab Ariella membuat david dengan spontan melihat Ariella .


" kamu ada masalah apa ? tapi kenapa harus ke club , tidak seperti biasanya " tanya david yang tidak di jawab oleh Ariella .


" eh bocah tengil mana ada club buka jam segitu lo kalo ngomong mengada - ada deh " sahut galang membuat david merasa lega .


" tau masih bocah juga bahasanya clubing " sahut Revo .


" gila yang nabrak ariel itu artis yang baru naik daun itu " kata Reva


" sakti banget ya tu artis " ucap Ariella .


" maksud lo " tanya reva .

__ADS_1


" bisa naik daun "


" maksudnya baru saja tenar "


" oh kirain anak dukun " sahut revo .


" lo kembaran gue apa dia sih , otaknya kok sama kayak dia "


" tau "


" begok ah "


" terus lo boleh pulangnya kapan "


" nggak tau , tapi gue mau pulang ke rumah nggak nyaman di sini gue "


" oh , kapan mulai pindahnya "


" entah gue belum ngomong sama om gabriel " jawab Ariiella


" ya sudahlah mau di manapun bocil di rawat yang penting cepet sehat , kan sebentar lagi bakal ada pertandingan bola lagi di kota s "


" ya gue pengen cepet sembuh " ucap Ariella .


" ya sudahlah kita sudah lama juga di sini besok kalo ada waktu kita jenguk lo lagi " kata Revo .


" perasaan baru juga setengah jam "


" ya biar lo ada waktu istirahat "


" sehat sehat ya kita pulang dulu " kata Reva .


" ya ati - ati "


" ya cil , " ucap Revo .


" kalian berdua jangan macem - macem dulu masih bocil " ucap reva pada david dan Ariella .


" ye itu kata - kata mutiaranya orang jomblo " sahut Ariella membuat david tertawa .


" lo kalo ngak sakit gue tabok lo ya "


" wek .."


" awas lo gue tunggu lo sembuh " ancam Reva .


" udah sono pulang , sambil cari cowok di jalan " kata david .


" ye lo pikir gue wanita apaan cari cowok di jalan "


" jadi - jadian " sahut gilang yang langsung di sahut tawa renyah dari sodara kembar serta david dan Ariella .


" sialan lo bukannya nolongin sodara yang sedang di nistakan malah ketawa lo " kesal Reva


" sudah ayo pulang musa dan rara " ajak galang sambil narik keduanya untuk keluar .


" dada rel gue pulang dulu " kata Revo .


" da "


" kamu belum makan makan dulu ya gue suapin " kata David .


" hem " jawab Ariella sambil menganguk .


Di sisi lain Haikal yang sudah berada di perjalan menuju rumah sakit di mana Ariella di rawat , dengan menaiki mobil yang berjalan di depan mobil kakek dan neneknya .


Setelah perjamuan untuk tamu pentingnya selesai jacksen langsung menuju Rumah sakit , karena sejak pagi tadi ia tidak melihat keadaan putrinya .


" apa david masih ada di sana "


" iya tuan sejak pagi tadi "


" hufff .... setelah ini biarkan ia pulang dan beristirahat dia pasti lelah "


" baik tuan "


" mereka masih sulit di hubungi "


" hem mungkin mereka juga sibuk , di sana keduanya merawat orang sakit juga , biarlah kalo begitu besok david suruh sekolah , biar nanti yang jaga ariel saya yang mengatur "


" baik tuan "


Bertepatan dengan jacksen wardah juga baru datang bersama asistennya .


" kamu baru datang " tanya jacksen pada wardah .


" aku sibuk " jawab wardah sambil berjalan di samping jacksen .


Di kamar Ariella yang tampak sibuk tengah mengonta - ganti cenel tv , sdangkan david asik bermain game .


" hais .." klotak .... suar remot tivi yang di letakkan Ariella dengan keras membuat david terkejut .


" lo kenapa "


" bosen gue "


" terus lo mau apa "


" entahlah "


Ceklik ... suara pintu terbuka tampak Jacksen dan Marcel yang baru datang bersama wardah dan asistennya .


" selamat malam sayang " ucap jacksen , membuat kedua remaja di dalamnya menoleh .


" ...."


" gimana keadaan mu " tanya wardah kali ini , sambil berjalan mendekati putrinya mengikuti jacksen .


" ...."


" kenapa diam saja " tanya jacksen , mengecup kening sang putri dengan lembut .


" david kamu pulang besok kamu harus sekolah " ucap gabriel .


" tap "


" pulanglah vid kamu bisa kesini lagi kalo pulang sekolah oke " kata Jacksen .


" ba baiklah " jawab David meski sedikit kecewa .


" kenapa harus pulang sih , kenapa nggak di sini aja " ucap Ariella pada gabriel .


" maaf nona muda besok david harus sekolah "


" ya tinggal nggak masuk kasih surat izin "


" ariel biarkan kak david pulang besok ia kesini lagi " ucap wardah .


" huff .."


" gue pulang dulu ya cepet sehat " pamit David .


" ya ati - ati " kata Ariella yang di jawab senyum oleh sang empu .


" saya pulang dulu " kali ini pamit ke Jacksen dan wardah .


" iya ati - ati " kata wardah .


" iya "


" tunggu paman di luar , nanti paman nyusul " jawab gabriel .


" ya " jawab david , keluar terlebih dulu .

__ADS_1


" kamu sudah makan " tanya Jacksen sambil mengelus puncak kepala sang putri , setelah gabriel dan david pulang .


" sudah " jawab Ariella .


" paman gabriel gue mau pulang "


" tapi dokter bilang nona masih belum bisa pulang "


" dirawat saja di rumah " ucap Ariella .


" nona muda apa ada pelayanan di sini yang kurang nyaman "


" kaamar mandinya kecil , dan tidak ada game "


" oh em .. ya memang tidak ada game nona , baiklah besok akan saya urus " jawab gabriel .


" pindah ke tempat ded ya "


" no "


" biar ada pelayan yang bantu urus "


" no "


" game keluaran terbaru "


" yes " jawab Ariella yang hanya bisa membuat Jacksen bergeleng pelan .


" saya permisi dulu " ucap gabriel .


" hem baiklah jangan lupa ga..."


" iya tuan saya faham "


" bagus kamu bisa pulang "


" ya " jawab gabriel langsung berbalik dan melangkah akan keluar namun langkahnya terhenti saat seseorang membuka pintu .


" tu tuan muda hai .. tuan mario " sapa gabriel membuat Jacksen dan wardah langsung menoleh begitupun dengan ariella yang langsung melihat kearah depan pintu , yang tampak dua orang yang sudah tua dan satu orang yang sangat ia kenal batang hidungnya , siapa lagi kalo bukan orang yang datang kemarin malam .


Siapa orang tua itu .. lalu kenapa ada si gila juga di sini ...batin Ariella saat melihat siapa yang datang .


Jacksen dan wardah langsung berdiri dan menghampiri Mario dan istrinya .


" selamat malam tuan mario " sapa Jacksen . Marcel langsung berpamitan untuk keluar .


" malam tuan Jacksem nyonya wardah gimana kabar anda "


" sangat baik anda sendiri "


" saya juga sangat baik tuan " ucap Mario .


" silahkan duduk dulu " jawab wardah .


" makasih tapi sebelumnya saya ingin melihat keadaan cucu menantu saya dulu " ucap Mario membuat senyum Jacksen berubah menjadi senyum kaku .


" s silahkan " ucap Jacksen , memberi jalan untuk menuju Ariella berada .


" bagaimana keadaan mu nak " tanya Mario .


" em ba baik " jawab Ariella Dia siapa sih ..


" ini buat kamu aku bawakan cemilan dan ini dari opa dan oma " kata Haikal membuat mata Ariella beralih melihat ke arah remaja seumurnya yang berdiri si sampingnya meletakkan bunga beberapa cemilan dan buah - buahan .


Opa ? Oma , mereka kakek dan neneknya si gila ini ...batin Ariella .


" maafkan kami baru tau tadi " ucap Sari ayu .


" tidak papa nyonya "


" kamu cantik sekali " kagum Ayu .


" makasih " jawab Ariella dengan senyum canggung .


" em ka kalian kakeknya si gil ... haikal " tanya Ariella .


" iya pasti kamu lupa dengan kami yang datang di waktu pernikahan kalian waktu itu "


" i iya " jawab Ariella apa itu bisa di sebut pernikahan .


" dia mirip sekali dengan mu tuan jacksen , cantik kayak anda yang juga tampan " puji Ayu lagi


" terima kasih " jawab Jacksen dengan senyum .


" sudah berapa hari di rawat di rumah sakit "


" tiga hari dan besok sudah mau pulang "


" kenapa "


" biar ada yang bantu jaga pelayan di rumah , kalo di sini kayaknya sedikit sulit , saya juga harus mengurus pekerjaan nggak bisa sampai dua puluh empat jam " jelas Jacksen .


" silahkan duduk tuan nyonya " kata wardah .


" oh iya - iya " jawab Ayu .


" kamu jaga istri mu di sini " kata Mario pada Haikal yang di jawab anggukan .


Haikal duduk di kursi dekat Ariella sedikit memberi jarak ia takut jika tiba - tiba perempuan bar - bar itu menjambak rambutnya lagi , sedangkan Kakek dan neneknya duduk di sofa bersama Jacksen dan wardah disana sambil berbincang .


" lo ngapain kesini "


" menurut lo "


" anji .."


" nggak baik seorang nona muda berkata kasar "


" lo bisa diam nggak "


" ...."


" itu kakek dan nenek lo "


" ya "


Sedangkan di sofa Mario dan Ayu serta Jacksen dan wardah .


" biar haikal ikut jaga dan merawat sampai sembuh "


" tapi bukanya sekolah "


" dia bisa ikut kelas online "


" em .."


" mereka terlihat serasi " ucap Sari ayu sambil melihat Haikal dan Ariella yang tampak berbicara dengan akrab , padahal yang aslinya keduanya saling berdebat , satu orang yang tampak dingin dan santai satunya tampak emosian dan suka mengumpat .


serasi ? di lihat dari sini memang mereka tampak serasi ..batin wardah .


" soal pernikahan me.." ucap Jacksen yang terhenti .


" lebih baik di lanjutkan seperti yang saya katakan waktu itu " jawab Mario .


" apapun yang terjadi pernikahan sudah di jalankan tidak baik jika kita merusak hubungan yang sudah di saksikan tuha " jelas Sari ayu .


" kita juga bisa menjalin hubungan " ucap Mario .


" bukankah begitu nyonya wardah "


" eh i iya " jawab wardah .


" tuan saya permisi undur diri " pamit gabriel .

__ADS_1


" i iya hati - hati " jawab Jacksen .


__ADS_2