
" kamu kenapa riel " tanya David setelah kembali ke kamar .
" tidak " jawab Ariella .
" kamu kepikiran anak tadi "
" kenapa hidup selalu tidak adil "
" ini di dunia bukan surga , jika ingin bahagia maka kamu harus bisa terbiasa dengan penderitaan " jawab David .
" kau benar " jawab Ariella .
" dokter tadi sangat cantik " ucap david .
" ya , lo suka "
" tidak "
" sebentar lagi reva revo sama gilang mau kesini mereka ingin melihat keadaan mu " ucap david lagi .
" kamu mengabari mereka "
" ya "
" jam berapa ini "
" menjelang sore kenapa "
" tidak " jawab Ariella .
" tante wardah datang nanti , karena ada pekerjaan mendadak yang tidak bisa diundur paman jacksen sepertinya dia sedikit telat " kata david .
" tadi aku di beri tau paman gabriel "
Sudah tidak kaget lagi bagi Ariella jika kedua orang tuanya sangat sibuk , bahkan sangat minim untuk menemuinya ataupun sekedar mengajaknya makan bersama , apa lagi di keadaannya yang sedang sakit ini , dari dulu saja yang menjaganya saat sakit hanya ada bu galuh dan marina , serta david yang selalu di sisinya , jangan tanya untuk kedua orang tuanya lagi mereka memang datang tapi tidak sepenuhnya ada untuknya karena pekerjaan selalu saja membuat mereka sibuk , meski ia ada di tempat di mana Ariella sakit tapi pikiran mereka pada pekerjaan tidak akan hilang , seperti tadi malam , meski sang ayah menjaganya tapi yang Ariella tau jika ayahnya hanya pindah bekerja karena laptop dan beberapa berkas selalu ada di tangannya .
" kamu jangan sedih ada aku di sini "
" makasih " jawab Ariella .
" sama - sama "
Disisih lain setelah pulang dari sekolah Haikal langsung menuju kamarnya menganti baju seragam lalu duduk di tempat belajar lagi - lagi buku lah yang menemaninya saat ini .
tok
tok
tok
" masuk "
Ceklik .. suara pintu terbuka , tampak laki - laki dengan perawakan yang tidak muda lagi masuk kedalam kamarnya .
" apa yang kamu lakukan " tanyanya membuat sang empu yang sedang Fokus dengan bukunya langsung menoleh melihat sang kakek yang sudah berdiri di dekat sofa kamarnya .
" opa " panggil Haikal .
" kapan datang " tanya Haikal lagi , pasalnya kemarin kakeknya berada di luarnegeri .
" baru saja tadi pagi jam tuju " jawab kakeknya .
" kakek dengar kemarin kamu mengajak istrimu di sini , ia juga menginap " tanya kakeknya .
" i iya " jawab Haikal .
" baguslah "
" gimana dengan cincin yang nenek kirim , apa kamu sudah menerimanya "
" sudah "
" apa kamu sudah memberikannya "
" sudah "
" dia menyukainya "
" ya dia menyukainya " bohong Haikal .
" itu cincin pernikahan oma yang kakek beri , dan sekarang cincin itu akan di pakai istrimu semoga pernikahan kalian tidak ada akhirnya " kata sang kakek
" lain kali ajaklah ia kesini bertemu kami , kami akan meluangkan waktu untuk menemuinya "
" untuk saat ini tidak bisa "
" kenapa "
" dia masih di rawat di rumah sakit karena kecelakaan " jawab Haikal .
" kecelakaan !!" sahut seseorang dengan suara terkejut yang berasal dari balik pintu , membuat kedua laki - laki beda usia itu menoleh kearah pintu secara bersamaan , tampak sang nenek yang baru masuk dengan pelayan perempuan di belakangnya tengah membawa nampan berisi susu dan cemilan untuk Haikal .
" bagaimana bisa kamu bersantai di sini sedangkan istrimu berbaring sakit di rumah sakit " ucap sang nenek .
" semalam aku sudah menemuinya "
" hanya semalam berapa jam " tanya sang kakek .
" sekitar satu jamaan " jawab Haika membuat sang kakek dan nenek bergeleng mendengar jawaban sang cucu .
" dan kenapa kamu tidak memberi tau kami soal istrimu "
" ak pi .."
" kita bersiap dan segera menjenguknya " kata Sari ayu .
" tap .." ucap Haikal yang langsung terpotong saat neneknha yang langsung menyelanya .
" cepat bersiap " ucap Sari ayu sambil berlalu keluar .
" opa ! kita juga ikut bersiap " ucap Sari ayu dari luar , membuat suaminya langsung bangkit dan keluar menyusul sang istri tercinta .
" bersiap lah " ucap kakeknya sebelum keluar .
" kamu bawa saja itu balik " ucap Haikal pada pelayan yang membawa nampan .
" baik tuan " jawab pelayan itu .
Kembali kerumah sakit dimana ruangan Ariel terisi dengan beberapa teman - taman Ariella , mereka anak - anak yang usianya lebih tua dari Ariella dan david .
" riel mungkinkah ini pelajaran dari tuhan yang maha kuas untu kamu " ucap reva .
" maksud lo " tanya Ariella .
" ya pelajaran buat kamu yaang suka ugal - ugalan di jalan " ucap revo
" bisa jadi , lagian kamu masih bocah nyetir mobil kaya pembalap profesional " sahut gilang .
" bocah emang lo dari mana jam segitu sampai kecelakaan segala " tanya Revo .
" dari club " jawab Ariella membuat david dengan spontan melihat Ariella .
" kamu ada masalah apa ? tapi kenapa harus ke club , tidak seperti biasanya " tanya david yang tidak di jawab oleh Ariella .
" eh bocah tengil mana ada club buka jam segitu lo kalo ngomong mengada - ada deh " sahut galang membuat david merasa lega .
" tau masih bocah juga bahasanya clubing " sahut Revo .
" gila yang nabrak ariel itu artis yang baru naik daun itu " kata Reva
" sakti banget ya tu artis " ucap Ariella .
" maksud lo " tanya reva .
__ADS_1
" bisa naik daun "
" maksudnya baru saja tenar "
" oh kirain anak dukun " sahut revo .
" lo kembaran gue apa dia sih , otaknya kok sama kayak dia "
" tau "
" begok ah "
" terus lo boleh pulangnya kapan "
" nggak tau , tapi gue mau pulang ke rumah nggak nyaman di sini gue "
" oh , kapan mulai pindahnya "
" entah gue belum ngomong sama om gabriel " jawab Ariiella
" ya sudahlah mau di manapun bocil di rawat yang penting cepet sehat , kan sebentar lagi bakal ada pertandingan bola lagi di kota s "
" ya gue pengen cepet sembuh " ucap Ariella .
" ya sudahlah kita sudah lama juga di sini besok kalo ada waktu kita jenguk lo lagi " kata Revo .
" perasaan baru juga setengah jam "
" ya biar lo ada waktu istirahat "
" sehat sehat ya kita pulang dulu " kata Reva .
" ya ati - ati "
" ya cil , " ucap Revo .
" kalian berdua jangan macem - macem dulu masih bocil " ucap reva pada david dan Ariella .
" ye itu kata - kata mutiaranya orang jomblo " sahut Ariella membuat david tertawa .
" lo kalo ngak sakit gue tabok lo ya "
" wek .."
" awas lo gue tunggu lo sembuh " ancam Reva .
" udah sono pulang , sambil cari cowok di jalan " kata david .
" ye lo pikir gue wanita apaan cari cowok di jalan "
" jadi - jadian " sahut gilang yang langsung di sahut tawa renyah dari sodara kembar serta david dan Ariella .
" sialan lo bukannya nolongin sodara yang sedang di nistakan malah ketawa lo " kesal Reva
" sudah ayo pulang musa dan rara " ajak galang sambil narik keduanya untuk keluar .
" dada rel gue pulang dulu " kata Revo .
" da "
" kamu belum makan makan dulu ya gue suapin " kata David .
" hem " jawab Ariella sambil menganguk .
Di sisi lain Haikal yang sudah berada di perjalan menuju rumah sakit di mana Ariella di rawat , dengan menaiki mobil yang berjalan di depan mobil kakek dan neneknya .
Setelah perjamuan untuk tamu pentingnya selesai jacksen langsung menuju Rumah sakit , karena sejak pagi tadi ia tidak melihat keadaan putrinya .
" apa david masih ada di sana "
" iya tuan sejak pagi tadi "
" hufff .... setelah ini biarkan ia pulang dan beristirahat dia pasti lelah "
" baik tuan "
" mereka masih sulit di hubungi "
" hem mungkin mereka juga sibuk , di sana keduanya merawat orang sakit juga , biarlah kalo begitu besok david suruh sekolah , biar nanti yang jaga ariel saya yang mengatur "
" baik tuan "
Bertepatan dengan jacksen wardah juga baru datang bersama asistennya .
" kamu baru datang " tanya jacksen pada wardah .
" aku sibuk " jawab wardah sambil berjalan di samping jacksen .
Di kamar Ariella yang tampak sibuk tengah mengonta - ganti cenel tv , sdangkan david asik bermain game .
" hais .." klotak .... suar remot tivi yang di letakkan Ariella dengan keras membuat david terkejut .
" lo kenapa "
" bosen gue "
" terus lo mau apa "
" entahlah "
Ceklik ... suara pintu terbuka tampak Jacksen dan Marcel yang baru datang bersama wardah dan asistennya .
" selamat malam sayang " ucap jacksen , membuat kedua remaja di dalamnya menoleh .
" ...."
" gimana keadaan mu " tanya wardah kali ini , sambil berjalan mendekati putrinya mengikuti jacksen .
" ...."
" kenapa diam saja " tanya jacksen , mengecup kening sang putri dengan lembut .
" david kamu pulang besok kamu harus sekolah " ucap gabriel .
" tap "
" pulanglah vid kamu bisa kesini lagi kalo pulang sekolah oke " kata Jacksen .
" ba baiklah " jawab David meski sedikit kecewa .
" kenapa harus pulang sih , kenapa nggak di sini aja " ucap Ariella pada gabriel .
" maaf nona muda besok david harus sekolah "
" ya tinggal nggak masuk kasih surat izin "
" ariel biarkan kak david pulang besok ia kesini lagi " ucap wardah .
" huff .."
" gue pulang dulu ya cepet sehat " pamit David .
" ya ati - ati " kata Ariella yang di jawab senyum oleh sang empu .
" saya pulang dulu " kali ini pamit ke Jacksen dan wardah .
" iya ati - ati " kata wardah .
" iya "
" tunggu paman di luar , nanti paman nyusul " jawab gabriel .
" ya " jawab david , keluar terlebih dulu .
__ADS_1
" kamu sudah makan " tanya Jacksen sambil mengelus puncak kepala sang putri , setelah gabriel dan david pulang .
" sudah " jawab Ariella .
" paman gabriel gue mau pulang "
" tapi dokter bilang nona masih belum bisa pulang "
" dirawat saja di rumah " ucap Ariella .
" nona muda apa ada pelayanan di sini yang kurang nyaman "
" kaamar mandinya kecil , dan tidak ada game "
" oh em .. ya memang tidak ada game nona , baiklah besok akan saya urus " jawab gabriel .
" pindah ke tempat ded ya "
" no "
" biar ada pelayan yang bantu urus "
" no "
" game keluaran terbaru "
" yes " jawab Ariella yang hanya bisa membuat Jacksen bergeleng pelan .
" saya permisi dulu " ucap gabriel .
" hem baiklah jangan lupa ga..."
" iya tuan saya faham "
" bagus kamu bisa pulang "
" ya " jawab gabriel langsung berbalik dan melangkah akan keluar namun langkahnya terhenti saat seseorang membuka pintu .
" tu tuan muda hai .. tuan mario " sapa gabriel membuat Jacksen dan wardah langsung menoleh begitupun dengan ariella yang langsung melihat kearah depan pintu , yang tampak dua orang yang sudah tua dan satu orang yang sangat ia kenal batang hidungnya , siapa lagi kalo bukan orang yang datang kemarin malam .
Siapa orang tua itu .. lalu kenapa ada si gila juga di sini ...batin Ariella saat melihat siapa yang datang .
Jacksen dan wardah langsung berdiri dan menghampiri Mario dan istrinya .
" selamat malam tuan mario " sapa Jacksen . Marcel langsung berpamitan untuk keluar .
" malam tuan Jacksem nyonya wardah gimana kabar anda "
" sangat baik anda sendiri "
" saya juga sangat baik tuan " ucap Mario .
" silahkan duduk dulu " jawab wardah .
" makasih tapi sebelumnya saya ingin melihat keadaan cucu menantu saya dulu " ucap Mario membuat senyum Jacksen berubah menjadi senyum kaku .
" s silahkan " ucap Jacksen , memberi jalan untuk menuju Ariella berada .
" bagaimana keadaan mu nak " tanya Mario .
" em ba baik " jawab Ariella Dia siapa sih ..
" ini buat kamu aku bawakan cemilan dan ini dari opa dan oma " kata Haikal membuat mata Ariella beralih melihat ke arah remaja seumurnya yang berdiri si sampingnya meletakkan bunga beberapa cemilan dan buah - buahan .
Opa ? Oma , mereka kakek dan neneknya si gila ini ...batin Ariella .
" maafkan kami baru tau tadi " ucap Sari ayu .
" tidak papa nyonya "
" kamu cantik sekali " kagum Ayu .
" makasih " jawab Ariella dengan senyum canggung .
" em ka kalian kakeknya si gil ... haikal " tanya Ariella .
" iya pasti kamu lupa dengan kami yang datang di waktu pernikahan kalian waktu itu "
" i iya " jawab Ariella apa itu bisa di sebut pernikahan .
" dia mirip sekali dengan mu tuan jacksen , cantik kayak anda yang juga tampan " puji Ayu lagi
" terima kasih " jawab Jacksen dengan senyum .
" sudah berapa hari di rawat di rumah sakit "
" tiga hari dan besok sudah mau pulang "
" kenapa "
" biar ada yang bantu jaga pelayan di rumah , kalo di sini kayaknya sedikit sulit , saya juga harus mengurus pekerjaan nggak bisa sampai dua puluh empat jam " jelas Jacksen .
" silahkan duduk tuan nyonya " kata wardah .
" oh iya - iya " jawab Ayu .
" kamu jaga istri mu di sini " kata Mario pada Haikal yang di jawab anggukan .
Haikal duduk di kursi dekat Ariella sedikit memberi jarak ia takut jika tiba - tiba perempuan bar - bar itu menjambak rambutnya lagi , sedangkan Kakek dan neneknya duduk di sofa bersama Jacksen dan wardah disana sambil berbincang .
" lo ngapain kesini "
" menurut lo "
" anji .."
" nggak baik seorang nona muda berkata kasar "
" lo bisa diam nggak "
" ...."
" itu kakek dan nenek lo "
" ya "
Sedangkan di sofa Mario dan Ayu serta Jacksen dan wardah .
" biar haikal ikut jaga dan merawat sampai sembuh "
" tapi bukanya sekolah "
" dia bisa ikut kelas online "
" em .."
" mereka terlihat serasi " ucap Sari ayu sambil melihat Haikal dan Ariella yang tampak berbicara dengan akrab , padahal yang aslinya keduanya saling berdebat , satu orang yang tampak dingin dan santai satunya tampak emosian dan suka mengumpat .
serasi ? di lihat dari sini memang mereka tampak serasi ..batin wardah .
" soal pernikahan me.." ucap Jacksen yang terhenti .
" lebih baik di lanjutkan seperti yang saya katakan waktu itu " jawab Mario .
" apapun yang terjadi pernikahan sudah di jalankan tidak baik jika kita merusak hubungan yang sudah di saksikan tuha " jelas Sari ayu .
" kita juga bisa menjalin hubungan " ucap Mario .
" bukankah begitu nyonya wardah "
" eh i iya " jawab wardah .
" tuan saya permisi undur diri " pamit gabriel .
__ADS_1
" i iya hati - hati " jawab Jacksen .