
" apa ini yang kamu maksud pergi ke acara hataman alumni " kata Haikal , ya sekarang dia tengah berdiri di depan disetadion .
" sudah diam saja " kata Ariella yang langsung menarik Haikal menyusul david yang sudah bersama temannya .
Keramaian hal yang sangat tidak di sukai Haikal terlihat dari wajahnya yang tampak tidak senang .
" woy vid siapa dia " tanya reva .
" tunangannya ariel " jawab david yang membuat reva terkejut .
" tunagan ? terus lo " tanya reva yang belum tau siapa david sebenarnya , berbesa dengan gilang dan revo .
" eh lo bilang cuma pacar " kali ini revo yang bertanya .
" nanti akan aku ceritakan lebihnya bang " kata david pada gilang .
" oke lah " jawab gilang .
" eh gila lo belum jawab gue " kata reva pada david.
" sudahlah entar gue ceritain " sahut gilang .
" tau nih kepo " jawab revo .
" sudah tuh dia datang " kata david saat melihat Ariella yang sudah dekat .
" riel " sapa gilang sambil melebarkan kedua tangannya akan memeluk Ariella
" nunggu lama " tanya Ariella yang langsung menyambut pelukan gilang dan membuat orang di belakangnya tampak memasang wajah dingin .
" ayo " ajak gilang yang langsung merangkul dan membawa Ariella masuk lebih dulu , melihat itu Haikal ingin mencegahnya tapi sudah dulu di cegah oleh david .
" ini kenalkan teman - teman kami " kata david Haikal .
" kayak pernah libat wajahnya kagak asing " kata revo .
" hem seperti pernah lihat " kata reva .
" kenalkan diri mu " kata david saat Haikal tidak segera mengenalkan diri malah sibuk mencari Ariella yang sudah masuk kedalam lebih dulu bersama gilang .
" haikal " kata Haikal .
" reva dan ini kembaran aku revo " kata reva .
" lo ganteng banget " kata reva .
" lo kalo lihat orang ganteng dikit sudah letoy lo " kata revo yang langsung menutup mata reva .
" gue duluan " kata revo sambil membawa reva pergi menjauh .
" sudah ayo " ajak david di ikuti Haikal .
" siapa yang bersama ariel tadi " tanya Haikal dan tidak di jawab david yang malah menariknya untuk mengikuti langkahnya .
Di ruang vip Ariella yang duduk di dekat gilang dengan gilang yang merangkul bahu Ariella , yang membuat Haikal tampak kesal .
Apa ini yang dia lakukan ...apa dia lupa ada suaminya di sini ... batin Haikal yang kesal melihat Ariella dan gilang .
" ayo masuk " kata david .
Berdiri di samping Ariella yang tidak memperdulikan keberadaannya , membuat Haikal semakin di buat kesal .
" ehem ..." dehem Haikal yang membuat gilang menoleh kearahnya setelah fokus dengan ponselnya .
" riel " panggil gilang untuk menyadarkan cewek yang juga masih fokus dengan ponselnya .
" kenapa " tanya Ariella tanpa menoleh .
" kekasih mu " bisik gilang yang langsung saja Ariella menoleh kearah orang dengan wajah dingin yang berdiri di sampingnya .
" duduklah " kata Ariella menarik Haikal agar duduk di sampingnya tapi Haikal malah menarik tangannya agar berdiri .
" kita pulang " kata Haikal .
" tidak , pertandingan akan di mulai " kata Ariella menepis tangan Ariella .
" kita pulang atau aku ak..." ucap Haikal yang langsung terpotong saat Ariella langsung menariknya duduk di sampingnya dengan kasar .
" apa kamu tidak mendengarkan aku "
" tidak " kata Ariella .
" sudahlah turuti saja " sahut gilang yang menatap Haikal dan tersenyum miring .
Siapa dia .. batin haikal yang terpaksa duduk di tempat yang tidak ia sukai , keramaian dan kericuhan , ia terlihat tidak nyaman duduk disana .
Pertandingan sudah di muali ini sudah setengah pertandingan namun tidak ada yang memasukkan gol di pertandingan malam ini .
" sial mereka cukup tangguh " kata reva .
" ya "
" jangan sampai pinalti " kata david .
" wah aku bisa gila kalo seperti ini " kata Ariella sambil meminum air mineral .
__ADS_1
" kita lihat saja " kata gilang .
Hingga di penghujung pertandingan Semua tampak fokus melihat idolanya yang terus mengiring bola menuju ring .
" ayolah "
"sedikit lagi "
" dan .."
" gol " terika semua orang bersamaan tak terkecuali Ariella dan para temanya yang langsung kegirangan dan saling memeluk yang membuat Haikal makin tidak senang saat di mana pemandangan kedua yang ia lihat gilang yang memeluk Ariella begitupun sebaliknya .
" mereka matan kekasih " bisik david yang membuat Haikal menoleh kearahnya .
Mantan kekasih .... lalu pantaskah perempuan bersuami memeluk mantan kekasihnya di depan suaminya ...batin haikal yang tampak mengepalkan tangannya dengan sangat erat .
" sepertinya ada yang cemburu " bisik gilang saat melihat Haikal , dengan cepat Ariella melepas pelukannya dan menoleh melihat Haikal yang langsung menariknya keluar ruang vip .
" lepas " kata Ariella menepis tangan Haikal .
" apa kamu sudah gila , memeluk seorang lelaki lain di depan suamimu " kata Haikal dengan amarah .
" lalu apa salahnya aku juga tidak menginginkan pernikahan ini " ucap Ariella .
" aku tidak perduli dengan itu yang kamu harus tau semua sudah terjadi "
" apa kamu sudah gila mempertahankan pernikahan aneh ini , pernikahan yang terjadi karena terpaksa dan tanpa rasa cinta " ucap Ariella .
" aku tidak perduli dengan cinta tapi pernikahan ini akan tetap terjalin " jawab Haikal .
" karena kamu seorang penerus " gumam Ariella yang tidak di dengar Haikal .
" dan pernikahan sangat penting "
" untuk meraih keinginanmu , menjadi penganti kakekmu , dan memeiliki keturunan agar meneruskan namamu dan keluargamu kelak "
" kamu fikir hubungan tanpa cinta akan mudah , sedangkan hubungan dengan cinta saja bisa gagal " lanjut Ariella .
" kenapa kalian di sini aku mencari kalian kemana - mana " kata david yang baru datang .
" yang lain sudah menunggu , ayah mu sudah mengatur pertemuan dengan pemain favoritmu mu jangan biarkan kesempatan ini " kata david .
" baiklah " kata Ariella yang langsung berjalan lebih dulu meninggalkan Haikal yang masih terdiam di sana .
" ayo lo nggak ikut " kata david melihat Haikal yang masih setia berdiri di sana .
" sudahlah pertengkaran bisa di lanjutkan di rumah sekarang waktunya menghibur diri " kata david yang langsung menarik haikal .
" jangan pikirkan hal tadi hubungan dengan kak gilang sudah berakhir sejak tiga tahun lalu dan mereka hanya menjalin pertemanan saja tidak lebih " jelas david sambil terus berjalan dan di ikuti Haikal .
Tiga tahun yang lalu ...
" sialan tadi dia ganteng banget pas dilihat dari dekat " kata reva yang terus saja mengatakan itu sambil melihat fotonya dengan pemain favoritnya .
" lo otak kalo ada yang ganteng langsung saja encer " kata revo .
" lo diam " kata reva .
" ini sudah malam kita cabut dulu " kata gilang .
" benar juga " kata revo
" kalian bertiga langsung pulang atau mau kemana " tanya reva pada Ariella Haikal , dan david .
" pulang " sahut Haikal
" oh ok hati - hati dijalan bocah - bocah " kata reva .
" baiklah nenek " jawab Ariella yang membuat reva kesal ingin rasanya ia menjitak kepala Ariella , tapi sayang ia keduluan revo dan gilang yang langsung menariknya pergi .
" kita pulang dulu kalian hati - hati di jalan " kata gilang sambil melambaikan tangannya pergi .
" udah ayo kita juga harus pulang " kata david .
"ok " jawab Ariella .
Ketiga nya langsung masuk mobil dengan david yang menyetir mobilnya , Ariella yang duduk di kursi belakang dan Haikal yang duduk di samping kemudi .Malam semakin larut jalanan yang mereka lewati hampir sama seperti jalanan yang waktu pertama kali Haikal dan Ariella bertemu ,bedanya jalan ini lebih banyak di tumbuhi pepohonan di kanan kiri jalanan di banding sawah yang luas dengan tanaman padi di setiap kanan kiri jalannha , dan itu membuat Haikal sedikit menegang saat ini .
" apa tidak ada jalan lain yang lebih ramai "
" ada tapi akan semakin jauh " jawab david .
" bukankah lebih aman jalan yang lebih ramai meski jaraknya lebih jauh " kata Haikal .
" hem.. di jalan seperti ini memang rawan begal " sahut Ariella yang duduk di kursi belakang sambil memainkan ponselnya .
" iya , apa kita putar balik " kata david .
" lanjutkan saja kita sudah separuh perjalanan ini " kata Ariella .
" apa kalian tidak mengutamakan keamanan " kata Haikal .
" apa kamu takut " kata Ariella .
" ti tid ..."
__ADS_1
" kita putar balik saja aku tidak ingin mengambil resiko " kata david kali ini memutar balik mobilnya dan memilih ke jalur lain .
" perjalanan berangkat tadi kita lewat sini apanya yang seram " kata Ariella .
" ini sudah malam " jawab Haikal .
" apa bedanya " kata Ariella .
" kebanyakan penjahat memiliki niatan buruk di waktu seperti ini dan di tempat yang seperti ini " kata Haikal .
" jalan yang akan kita lewati ini akan lebih lama karena kita akan jalan memutar jadi melewati tiga kota " jelas david .
" tu kan " kata Ariella .
" jalaan tadi juga melewati kota lain "
" hanya satu kota " jawab Ariella .
" sudahlah jangan bertengkar " kata david .
Mobil kembali sunyi Ariella kembali fokus dengan ponselnya dan david kembali fokus dengan jalanan , sedangkan Haikal ia diam tapi entah apa yang dia lakukan .
" cari tempat makan gue lapar " kata Ariella , mengingat saat berangkat tadi ia lupa tidak makan , untung sudah melewati jalanan yang sudah dekat dengan perkotaan .
" baiklah aku juga belum makan " jawab david .
" tidak lama lagi kita akan menemukan restoran bintang lima , kita makan di sana saja " kata Haikal .
" aku tau tempat makan yang lebih enak " sahut Ariella yang langsung menyimpan ponselnya .
" kita belok di pertigaan itu " kata Ariella menunjuk Arahnya .
" baiklah " jawab david .
Sampai di tempat yang di maksud Ariella david langsung memarkirkan mobilnya di tempat yang tidak jauh dari tempat makan lesehan pinggir jalan yang membuat Haikal lagi - lagi di buat melongo .
" ayo " ajak david pada Haikal untuk keluar mobil dan menyusul Ariella . karena Ariella pergi lebih dulu bahkan ia sudah berbaring santai di tempat lesehan sambil bermain ponsel sesekali ia terdengar bernyanyi tanpa perduli dengan sekitar .
" kamu sudah memesan " tanya david saat sudah sampai di tempat lesehan dan duduk di depan meja , begitupun dengan Haikal .
" ya kalian juga "jawab Ariella tanpa melihat lawan bicaranya .
" apa saja menu makanan di sini " kata Haikal sambil melihat tempat tanpa atap tanpa dinding , karena ini benar - benar di pinggir jalan hanya beralaskan karpet dan satu meja yang ditata di sana .
" bebek goreng bebek bakar dan berbagai varian sambal " jawab david .
" hanya itu "
" ini bukan restoran berbintang " sahut Ariella .
Sambil menunggu pesanan david memainkan ponselnya , begitupun dengan Ariella yang bermain game , sedangkan Haikal ia masih mengamati sekitar , beberapa orang juga duduk lesehan menikmati makanan yang mereka pesan , dari para pemuda dan pemudi yang berpasangan , dan keluarga kecil yang tampak bahagia yang duduk tidak jauh dari mereka duduk .
" wah gila gue kalah " kata david meletakkan ponselnya di meja .
" kenapa lama banget ya " kata david lagi .
" saba..." kata Ariella yang terhenti saat suara riuh yang terdengar keras bersamaan dengan suara teriakan beberapa orang .
Barak .... Bung ... " tolong .." " aaaa...."
Terlihat beberapa orang berlarian dari arah barat dengan wajah ketakutan , tidak lama setelah beberapa orang berlarian dari arah barat terlihat beberpa pemuda dengan sajam yang berjalan dan merusak apapun yang mereka lihat .
" mas mas bak buk pak ayo lari pergi selamatkan diri " kata pedagang tempat lesehan yang langsung lari setelah mengatakannya , meninggalkan dagangnya .
" ada apa buk pak " tanya david bingung , sedangkan Ariella ia langsung duduk .
" ayo mas mereka geng motor berbahaya " kata bapak - bapak yang langsung lari setelah mengatakan itu besama istrinya dan kedua anaknya .
" ayo " ajak david yang langsung mengambil ponselnya dan menyeret Haikal serta Ariella untuk ikut serta berlari dari tempat .
" jangan lepaskan pegangan , sampai di tempat yang lebih aman " kata david .
Buk .... " aw " teriak seorang anak perempuan yang terjatuh karena berlari ketakutan , membuat Ariella menghentikan langkahnya dan melepas peganggannya membuat david juga ikut terhenti begitupun dengan Haikal
" ariel ! " panggil david namun Ariella tidak mendengarnya ia kembali berlari untuk menolong anak perempuan itu , sedangkan para geng motor itu semakin berjalan mendekat .
" jangan menangis jangan takut ayo ikut aku " kata Ariella pada anak perempuan itu , tidak ada jawaban dati anak itu hanya air mata yang terus mengalir dan menunjuk kakinya yang terlihat berdarah karena terkena aspal .
" jangan menagis " kata Ariella .
Geng motor itu semakin terlihat dekat bahkan ia melempar sesuatu yang diarahkan ke arah Ariella dan bocah kecil yang tengah menangis di samping Ariella .
" rel Awas ! " teriak david yang ingin berlari menyusul Ariella namun langkahnya terhenti saat Haikal menariknya .
" lepas tangan gue " kata david .
" itu berbahaya , kamu juga akan terkena "
" lo gila itu istri lo ada disana " bentak david yang membuat Haikal terdiam membisu .
" kalo lo nggak mau nolong istri lo biar gue yang kesana , kalo lo takut lo bisa berlari dan sembunyi " kata david yang menepis tangan Haikal , saat ia membalikan tubuhnya dan hendak berlari namun ia sudah melihat Ariella berlari kearahnya sambil menggendong gadis kecil di pelukannya .
" cepat kita harus lari dan bersembunyi " kata Ariella saat sudah berada di dekat david dan Haikal .
" kamu tidak papa "
__ADS_1
" ya tenang saja " kata Ariella .
" biar aku yang menggendong anak ini " david mengambil alih anak kecil di gendongan Ariella lalu mereka berlari bersama , dengan Ariella yang menyeret tangan Haikal .