Haikal Dan Ariella

Haikal Dan Ariella
suara merdu Ariella .


__ADS_3

Di taman Ariella bersama teman - temannya sedang bersantai sambil bercerita kisah lucu yang membuat tawa mereka pecah , ya sudah tentu dalang dari cerita itu aldo dan alex , hingga satu suara membuat mereka menoleh .


" Ariel " suara yang sangat Ariella kenal , dengan cepat ia bangkit dan melihat siapa yang memanggilnya .


" kak mar " kata Ariella yang langsung berdiri dan memeluk sosok yang sangat ia kenal .


" gimana keadaanmu " ucap marina .


" tangan kamu " ucap marina melihat tangan kanan Ariella yang diperban .


" udah nggak papa kok " jawab marina .


Kring ... kring ... bel masuk kelas berbunyi yang membuat semua anak segera kembali kelelas mereka .


" udah masuk kelas sana belajar yang rajin " kata marina .


" nggak mau gue " jawab Ariella .


" masuk nanti kerumah kakak ya bapak sama ibu sudah datang "


" pak hari sudah datang " kata david


" iya "


" yaudah nanti pulang kalian kerumah ya "


" siap bu bos " kata davis .


" ya sudah kalian masuk kelas kakak harus kembali ke perpus "


" ok siap " kata david .


Kembali ke kelas Haikal di buat risih dengan tatapan para siswa maupun sisiwi yang terus saja memperhatikan langkahnya dan winda .


" haikal nggak butakan " kata salah satu anak laki - laki .


" entahlah , dibanding cewek itu ya masih cantikan kakak kelas yang hapir bunuh diri itulah " kata anak laki - laki .


" masih banyak cewek cantik di sekolah kita masak milihnya winda " kata yang lain sedangkan winda yang mendengarnya hanya bisa diam dengan wajah sedihnya .


" udah jangan didengerin , yang terpentingbkita harus cari tau penyebar tumor nggak jelas ini " kata ok .


Aku harus tau siapa orangnya ... batin Haikal .


Sedangkan disisihlain , seorang cewek dengan rambut pirangnya tengah berdiri sambil mengepalkan tangannya dengan erat .


Aku nggak akan biarkan ini aku harus bisa merebutnya .... batinya hingga tanpa sadar beberapa anak laki - laki yang berlarian dari arah belakang menabarknya , dan jika saja tidak ada seseorang yang menangkapnya mungkin emina akan terjatuh .


" kamu nggak papa " tanya seseorang yang hanya bisa membuat emina terdiam dengan mata yang tidak berkedip karena sudah menatap mata indah di depannya .


" kamu nggak papa " tanya anak itu lagi .


" ng nggak papap kok kak " jawab emina dengan gugup .


" berdirilah kamu berat " kata Ariella , benar yang menolongnya adalah Ariella , dan posisinya Ariella menangkap tubuh emina yang lebih pendek darinya dan lebih kurus dengan satu tangannya .


" oh maaf " jawab emina lagi yang langsung berdiri , dan saat ia berdiri ia melihat tiga anak laki - laki tampan , tapi yang lebih menyita perhatiannya adalah sosok anak laki - laki dengan tubuh tinggi dan bahu lebar , dengan wajah simetri yang terlihat begitu tampan tapi tidak setampan haikal .


" sudah ayo " kata alex , yang langsung saja david dan Ariella pergi , sedangkan emina hanya bisa melihat mereka dengan wajah yang masih melongo .


apa itu yang dinamakan barisan para pangeran ...


Sampai didepan kelas Ariella david melambaikan tangan lalu berlari kecil masuk kedalam kelasnya , untung tadi Ariella tidak begitu marah dengan david , bahkan ia mau mendengarkan david kenapa tidak memberi tahunya , biasanya kalo sudah marah akan sulit mengajak Ariella bicara .


Dikelas Ariella tidak langsung duduk di bangkunya melainkan duduk di bangku teman yang lain .


" riel tangan lo kenapa " tanya temennya , perasaan dia sudah masuk sekolah beberapa hari ini kenapa baru ditanya sekarang .


" patah tulang " jawab Ariella .


" sakit nggak riel "


" nggak , rasanya mantap kayak lagi di gebukin pake tongkat " jawab Ariella .


" oh "


" bego " ucap Ariella lagi .


" eh gais gue denger - denger anak osis mau ngadain acar festival untuk acara ulangtahun sekolah kita , kelas kita enaknya berpartisipasi apa " ucap dea yang baru datang dan langsung nimbrung dengan anak cewek - cewek .


" jualan makanan aja "


"terus makanan apa " tanya dea .


" em kita buat seperti di cafe - cafe gitu "


" ide bagus "


"emang acaranya kapan " tanya alex .


" masih dua minggu lagi " jawab dea .


" ya elah kirain tiga hari lagi " jawab aldo .


" bacot lo "


" gimana bu bos ariel lo setuju dengan kafe kita " tanya bela .


" ya , terserah lo pada " jawab Ariella


" tadi para guru rapat soal apa " lanjut Ariella .


" katanya sih mau ada penilik "


" oh yang dari dinas itu ya "


" ya benar sekali "


" guru datang " teriak fajar yang membuat semua murid pindah kebangku masing masing .


Hari ini tidak ada jam istirahat kedua , karena jam istirahat kedua di ganti dengan pelajaran yang tadinya kosong , jadi siang ini akan ful pelajaran sampai sore nanti , dan semua murid akan fokus di dalam kelas kecuali untuk beberapa anak yang akan melakukan sesuatu agar tidak berada di kelas , seperti membolos dengan memanjat tembok belakang sekolah , atau seperti yang dilakukan Ariella tapi sepertinya yang bisa melakukan hanya Ariella , ia sedang berjalan - jalan di sekitar sekolah karena bosen dikelas , dan sekarang setelah ia lelah berjalan - jalan , kini ia rebahan di bangku yang tempatnya tidak jauh dari kamar mandi , sambil sesekali bersiul .


Suara siulan itu terdengar hingga di kamar mandi , membuat sosok yang sedang mencuci tangannya di buat penasaran dengan siulan yang terdengar merdu , saat mencari tau siapa yang sedang bersiul di dalam kamar mandi , ia tidak menemukan satu pun anak di sana kecuali dirinya .


" sepertinya dari luar " ucapnya lalu ia segera keluar untuk mencari tau sayangnya saat sudah berada di luar ia sudah tidak mendengar suara itu lagi .


" sudah tidak ada " gumanya , yang akan berlalu pergi namun terhenti saat ia kembali mendengar suara merdu tapi bukan lahi suara siulan melainkan seseorang yang sedang menyanyi , suaranya terdengar tidak jauh dari tempatnya berdiri , langsung saja ia menoleh dan mendapati sosok yang sedang tiduran di bangku dengan tangan yang menjadi bantalnya .


Suara merdu yang membuat penasaran pendengarnya , langkah demi langkah Haikal berjalan mendekat melihat siapa yang sedang bernyanyi , dan semakin dekat langkahnya ia semakin jelas siapa yang sedang bernyanyi .


Dia bisa bernyanyi , suaranya sangat merdu ... batin Haikal yang masih berdiri dan menatap orang yang sedang bernyanyi .


" Ehem ... " dehemmnya yang membuat sang empu terkejut dan bangun dari tidurnya .

__ADS_1


" hais .. siapa yang mengangguku sialan " kesalnya .


" aku " yang langsung saja membuat Ariella menoleh .


" ngapain lo kemari " tanya Ariella saat melihat wajah datar tanpa ekspresi .


" bukankah di kelasmu masih ada pelajaran "


" bukan urusanmu " kesal Ariella yang akan pergi namun langkahnya tertahan karena Haikal mencekal tangannya .


" memang bukan urusanku dan aku tidak perduli dengan apa yang akan kamu lakukan , tapi kamu harus ingat aku suamimu dan kamu nyonya haikal , semua orang tidak tau akan hal itu saat ini , maka aku ingin kamu belajar menjadi lebih baik jika kelak semua tau siapa kamu aku ingin kamu tidak mempermalukanku dengan sikap minusmu " ucap Haikal .


" tenang saja akan ku pastikan orang tidak tau , karena aku tidak akan pernah mau menjadi nyonya haikal " jawab Ariella lalu menghempaskan tangan haikal dengan kasar dan pergi dari sana .


Aku akan pastikan di antara dua gadis itu akan menjadi salah satu istri pajanganmu ...


Kembali kekelas Ariella duduk di bangkunya dengan wajah yang masih kesal .


" kamu sudah kembali ariel "


" hem "


" buka paket halaman 45 "


" ya " jawab Ariella yang langsung membuka paket halaman yang di sebutkan guru .


" lalu tulis materi di papan tulis , setelah itu kerjakan soal di buku tugas " kata guru , yang tidak di jawan oleh empunya yang hanya membaca paket halaman empat lima .


" tugas wajib di kumpulkan hari ini yang tidak mengumpulkan nilai rapot akan di kurangi " kata guru .


Kembali ke kelas Haikal sempat berhenti tepat di depan kelas duabelas ipa tiga , melihat seseorang yang sedang menulis materi yang di tulis di papan .


Apa yang dia lakukan , apa dia benar - benar menulis ... batin Haikal


Sedangkan orang yang di lihat sedang menggambar guru yang ada di depan .


Di sisi lain beberapa anak yang melihat Haikal berhenti di depan kelasnya , melihat arah mata yang sedang melihat kearah Ariella .


" bukankah itu haikal "


" ya "


" eh lihatlah arah matanya seperti melihat kearah ..." ucap baim mengikuti arah mata Haikal .


" ariella " ucapnya yang meembuat semua anak menoleh kearahnya , melihat itu Haikal langsung pergi .


" ada apa " ucap Ariella .


" eh ng nggak kok " jawab baim yang kembali fokus dengan bukunya . " haduh mulut gue " ucap baim .


" lo gak jelas " ucap dea .


" sudah kalian kerjakan tugas bukan berbicara " kata guru yang langsung saja kelas kembali diam .


Beberapa jam dilewati para siswa untuk berada di kelas belajar , hingga bel istirahat ketiga berbunyi .


" riel ke kantin " tanya alex dan aldo .


" nggak , beliin gue jajan di market "


" ok " kata alex yang langsung pergi di ikuti aldo .


" riel lo nggak ke kantin " tanya


" nggak "


" apaan " tanya Ariella .


" hayo baim mau ngomong apa lo " tanya bela yang juga ikut nimbrung di bangku Ariella .


" apaan sih lo "


" udah ngomong aja " tanya Ariella .


" oh ok , gini apa lo punya masalah sama anak ipa satu "


" ha nggak kenapa emangnya "


" tadi gue lihat haikal berdiri disana " kata baim .


" oh iya gue juga lihat " sahut farik temab sebangku baim yang tiba - tiba ikut nimbrung .


" tadi dia liatin lo " kata baim lagi .


" yang bener lo " kata farik .


" sumpah gue kagak bohong " jawab baim .


" eh tapi riel beberapa hari dia menghebohkan karena pergi ke kantin mana duduk sebangku sama lo dan para cecunguk lo tiap hari , emang kalian kenal ya " tanya bela .


" oka kan temen gue sebangku saat kelas sepuluh , dan dia ikut oka saat ke kantin " jawab Ariella .


" terus tadi kenapa haikal lihatin lo " tanya baim .


" ya mana gue tau " jawab Ariella .


" emang si haikal nggak pernah ke kantin ya kok kalian heboh lihat dia kekantin " tanya Ariella.


" nggak , dari kelas satu hingga naik kelas tiga baru kemarin dia ke kantin mana duduk sama elo lagi " kata bela


" ya kalo duduknya sama kamu bisa pingsan kamunya " jawab Farik .


Di tempat lain emina yang baru keluar kelas langsung menuju kelas duabelas ipa satu untuk menemui Haikal , tanpa sungkan ia masuk kedalam kelas saat guru batu saja keluar .


" kak haikal " panggil emina yang membuat semua mata menoleh ke aranya kecuali Haikal yang sudah tau suara siapa yang memanggilnya .


" itu anak pindahan itukan " gumam para cewek di kelas .


" ya dia sering ngintilin haikal lo "


" benarkah "


" ya "


" hais jika di pikir lebih cantik anak pindahan itu di banding si winda "


" kak haikal mau ke kantin " tanya emina yang mendekat kearah Haikal .


" ...."


" apa mau ke kantin " tanya emina .


" ....."

__ADS_1


" aku boleh ikut " tanya emina kali ini memegang lengan Haikal , yang langsung saja sama empunya di lepaskan , namun bukan emina namanya jika ia menyerah hanya kerena Haikal melepas pegangannya .


" mau ke kantin " tanya oka kali ini yang langsung di jawab Haikal .


" nggak "


" kita ke perpus " tanya winda kali ini .


" ya " jawab Haikal , melihat sikap Haikal membuat para anak yang masih di kelas di buat yakin dengan kabar hubungan mereka berdua .


Sialan ..umpat emina dalam hati saat melihat winda yang tersenyum padanya seperti tengah mengejeknya .


" kalo gitu aku ikut ke perpus ya kak " kata emina lagi , yang masih sama tidak mendapat jawaban dari Haikal yang malah pergi begitu saja di ikuti winda yang berjalan di sampingnya dengan senyum kemenangan yang membuat emina makin kesal di buatnya .


" kak haikal tunggu " ucap emina , yang langsung menyusul Haikal , dan saat sudah berada di dekat Haikal dengan sengaja ia mendorong winda agar menjauh dari haikal , akibatnya winda hampir saja terjatuh .


" kau " kesal winda yang hanya mendapat senyuman dari emina , dengan kesal winda kembali berjalan mengikuti Haikal .


" kak haikal nggak ingin ke market beli cemilan atau minum " kata emina .


"...."


" aku dengar kak haikal sering mewakili sekolah untuk olimpiade , dan selalu saja menjadi pemenangnya "


" aku juga ingin seperti kak haikal " kata emina .


Di sepanjang jalan menuju perpus emina selalu saja berbicara tanpa henti sedangkan yang di ajak bicara entah mendengarkan atau tidak .


Di kelas lain , lima cewek yang tadi mendapat traktiran dari Ariella tengah memandang kartu jual beli siswa milik Ariella .


" em , kak ariel baik banget sih pake langsung di kasih kartunya segala "


" ya "


" kalo kita buat beli jajan di market boleh nggak ya kira - kura "


" ih kamu sudah di kasih malah minta lebih "


" kita kembalikan saja ya " kata yang satunya .


" ya "


" ya sudah ika saja yang balikin " yang langsung saja membuat anak yang di panggil ika gelagepan .


" kenapa harus aku "


" ya kan tadi kamu yang menerima kartunya "


" eh enggak gue kagak mau "


" kenapa jangan bilang kamu masih suka kak ariel "


" enggak kok gue masih normal kalik "


" kalo nggak kenapa masih nolak " .


" n nggak a ak aku hany ..."


" hanya apa "


" ba baiklah biar aku yang ngasih " ucap ika yang langsung berdiri dan mengambil karu milik Ariella , lalu pergi keluar .


Masih setia di kelas Ariella bersama bela farik baim dan di tambah beberapa anak lagi , david dea dan yang lainnya yang ikut nimbrung di sana membicarakan banyak hal , muali dari haikal yang berdiri di depan kelas mereka , haikal yang nggak pernah ke kantin , haikal yang sering nolak anak cewek , lalu berganti tema membicarakan soal mantan dea lalu mantan bela lalu ngegosipin anak kelas sebelah hinga berlanjut nyeritain kakak kelas yang dulu pernah populer sama seperti nama Haikal dan david , kakak kelas yang pernah menjadi ketua osisi yang sekarang sudah lulus dan ngelanjutin sekolahnya di inggris hingga kini mereka beralih menceritakan hal mistis yang berbau horor .


" kalian tau nggak rumah kosong yang nggak jauh dati sekolah kita yang dekat dengan perempatan " kata baim dengan wajah yang di buat semisterius mungkin .


" emang kenapa " tanya dea penasaran .


" gue pernah le..." ucap baim terpotong .


" permisi " ucap seorang anak yang berdiri di depan pintu .


" ya ada apa " tanya dea .


" kak ariel nya ada " tanyanya dengan malu - malu .


" eh tunggu itukan " kata farik .


" siapa lo kenal " tanya bela .


" pacar gue " jawab baim yang langsung berdiri dan berjalan menghampiri cewek yang berdiri di depan pintu .


" dia punya pacar " tanya dea .


" ya " jawab farik .


" kamu ngapain kesini " tanya baim saat sudah berada di dekat ceweknya .


" aku ada perlu sama kak ariel "


" ya sudah ayo masuk " ajak baim membuat ika semakin gugup saat melihat Ariella menatapnya .


" em kak ar ariel " kata ika saat sudah berada di bangku pojok tempat Ariella dan yang lain nimbrung .


" ya " jawab Ariella .


" ini kamu duduk " kata baim yang ngambilin bangku untuk ika .


" ng ngak usah aku cuma sebentar kok " kata ika .


" duduk aja nggak papa " kata Ariella .


" kamu duduk sini " kata baim sambil memberikan bangku untuk ika duduk .


" makasih ya "


" ya sama - sama "


" vid telfon alex suruh beli jajanya jangan lama - lama keburu masuk " kata Ariella yang di jawab anggukan oleh empunya .


" oh i ini kak makasih " kata ika sambil menyodorkan KKS ( Kartu kebutuhan siswa ) dengan dada yang berdebar .


" sama - sama " jawab Ariella mengambil alih KKS miliknya .


" riel isi saldo kksmu berapa "


" nggak tau , kenapa lo mau apa " tanya Ariella padahal fajar hanya ingin tau aja malah di tawarin sama Ariella .


" nggak nanya doang " jawab fajar .


" buat beli makan di kantin bisa , nih kalo lo mau " tawar Ariella .


" nggak gue kenyang , nunggu jajan yang di bawa alex sama aldo aja " jawab farik .

__ADS_1


__ADS_2